My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Akhir Pekan


__ADS_3

Disebuah kastil pada malam hari, terdapat 10 orang dengan Ras berbeda yang tengah berkumpul disebuah ruangan dengan meja bundar besar ditengahnya. Mereka mengenakan sebuah topeng dengan simbol angka romawi sebagai motif mereka yang dimulai dari 0~9, namun hanya angka 0 saja yang tidak memakai angka romawi. Topeng itu hanya menutup wajah bagian atas mereka, sedangkan mulut mereka digunakan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.


"Begitu rupanya, gadis itu berhasil memanggil White Dragon yah? Sungguh pencapaian yang tidak terduga!" ucap salah satu dari mereka yang mengenakan topeng dengan simbol angka romawi VII, dia dipanggil Seven.


"Itu benar, Tuanku! Sepertinya ada kemungkinan dia memanggil White Dragon itu dari masa lalu! Karena White Dragon telah dipastikan punah akibat kejadian 100 tahun yang lalu!" jawab seorang gadis yang tengah menundukkan dirinya dan melaporkan apa yang ia ketahui pada mereka.


Dia tidak sendiri, dia ditemani oleh seorang gadis lain bersama dirinya. Mereka yang mendengar perkataan gadis tersebut menanyakan detail lebih lanjut. Tapi sang gadis mengatakan kalau itu baru kemungkinan saja, karena bisa jadi mereka sebelumnya tidak sengaja melepaskan atau dia dilindungi oleh induknya.


Yah, dugaan kalian semua benar! Merekalah penyebab kepunahan massal dari Tiga Naga Terkuat di Rahtel ini. Mereka melakukannya karena berpikir kalau ada kemungkinan 3 Ras ini akan mengacaukan rencana mereka kedepannya.


"Cih, betapa cerobohnya kita hingga bisa tertinggal salah satu dari mereka!!" ucap seorang gadis dengan Topeng simbol angka romawi IV, dia dipanggil Four.


"Four, kekhawatiran milikmu itu tidak terlalu berarti. Bagaimanapun juga, hal itu tidak akan menghalangi rencana yang telah kita persiapkan! Aku benar bukan, Zero?" ungkap sosok lain yang mengenakan Topeng simbol angka romawi IX, dia dikenal sebagai Nine.


"Seperti perkataan Nine, semua itu tidak terlalu berdampak besar terhadap rencana yang akan kita lakukan! Selain itu, dia masih dalam bentuk Naga kecil bukan? Artinya level dan juga umur miliknya itu masih rendah. Jadi jangan terlalu memikirkannya, Four!" sahut Zero yang mengenakan Topeng simbol angka 0.


"Bicara tentang rencana, apa kita tidak bisa memajukan agendanya? Kalian tahu, murid-murid baru kali ini sungguh berbakat! Bukan hanya Kalzaream Academy saja, tapi semua Academy juga memiliki murid Rank S lebih dari beberapa tahun yang lalu!" balas gadis lainnya dengan Topeng simbol angka romawi II, yang dipanggil sebagai Two.


"Itu memang ada benarnya, tapi tidak perlu dikhawatirkan! Selain Seven, ada One, Three, Five dan juga Eight yang memasukkan mata-mata disana bukan? Jadi kita akan menjalankan semua sesuai dengan rencana kita! Kita akan bergerak saat Festival sudah dimulai!" jelas Zero.


"Kalau begitu, Iris, Celine, kalian berdua kembali lah kesana dan awasi semua anak-anak tersebut! Kalian paham?" perintah Seven.


Dua gadis tersebut pun mengangkat wajah mereka yang ternyata adalah Iris dan Celine. Mereka berdua segera mematuhi perkataan Seven dan pergi meninggalkan tempat tersebut dalam hitungan detik.


Sebenarnya, ada konspirasi apa dibalik semua ini? Juga siapakah kesepuluh orang yang mengenakan Topeng simbol angka tersebut? Apa yang telah mereka rencanakan? Kenapa Iris dan Celine terlibat? Jawabannya masih samar...


***


Pagi hari, seperti biasa aku memulai aktivitas dengan memasak sarapan. Kyla dan Edel juga membantuku. Yah, walau Edel tidak terlalu bagus dalam hal ini, tapi masakannya perlahan mulai membaik dan aku sebagai gurunya pun merasa senang! Tapi tunggu, apa aku ini benar-benar seorang Rivalnya?


"Nyaa~ nyaa~ nyaa~ nyaa~"

__ADS_1


Kyla bersenandung dengan ria hari ini, ngomong-ngomong ini sudah dua hari semenjak aku memanggil Liza. Dia sepertinya sudah mulai mengakrabkan diri dengan murid Asrama lain tanpa sepengetahuanku. Bisa dilihat saat ini dia tengah bermain-main dengan Blanca dan gadis-gadis lain diruang tamu.


"Ya ampun, dia ternyata cepat sekali mengakrabkan diri yah!" gumamku.


"Kamu serius mengatakannya?" tanya seseorang yang tidak lain adalah Edel.


"Tentu saja!" balasku.


"Kalau begitu lihatlah wajah para pria menyedihkan itu!"


Tepat saat Edel mengatakannya, aku bisa melihat wajah para pria yang cukup menyedihkan. Ah, aku merasa sedikit kasihan dengan mereka. Terutama Yuu yang mencoba mengelusnya dan selalu berakhir dengan wajah gosong akibat terbakar hembusan api milik Liza.


"Ahaha, aku akan menarik perkataan ku sebelumnya!" ucapku tertawa hambar.


Karena ini akhir pekan, sesuai rencana yang telah dibuat, kami akan memulai perombakan terhadap halaman depan Asrama setelah selesai sarapan nantinya. Sebelumnya Liza sempat memaksa untuk ikut, tapi aku menyuruhnya untuk tetap di Asrama. Akan gawat jika orang-orang melihat Liza dan itu akan sangat merepotkan.


"Kalau begitu, kami akan berangkat sekarang!" ucapku pamit.


"Kau juga harus membantu, Blanca!" sahut Belruss.


"Tidak akan, ruu~"


"Huh? Apa maksud perkataanmu itu?"


"Tujuanku disini adalah mengawasi kalian dan bermain bersama Liza, ruu~ Jadi aku tidak akan bisa membantu!"


Liza mendekati Blanca dan memutari dirinya dengan perasaan senang. Aku hanya terkekeh melihat hal itu dan menjelaskan pada Belruss untuk membiarkannya. Lalu aku pamit sekali lagi dan menggunakan Teleport ke Taman Kota bersama dengan Kyla, Anna dan Cleon.


"Baiklah, karena kita sudah disini, kita akan berpencar. Aku bersama dengan Cleon dan Anna bersama dengan Kyla!" ucapku.


"Aku setuju, kita akan bertemu lagi disini sebelum waktu makan siang!" balas Anna.

__ADS_1


Kami pun akhirnya berpencar untuk pergi ke toko bunga. Sebenarnya aku telah memesannya setelah makan siang kemarin, jadi kami hanya perlu mengambilnya saja. Sedangkan untuk bayarannya menggunakan Dypnir dari anak-anak Asrama, tentu saja kami tidak memaksa Kyla, Blanca maupun Axel untuk membantu pembayaran.


Lagipula mereka masuk ke Academy dengan bantuan prestasi mereka, walaupun mengikuti Ujian Masuk juga. Bantuan prestasi hanya membuat mereka gratis untuk membayar biaya masuk dan tahunan saja, bisa dikatakan itu adalah Beasiswa kalau di duniaku sebelumnya.


"Jadi, tujuanmu untuk mengajakku kencan saat ini adalah untuk referensi bukan? Sekaligus kamu ingin melihat reaksi Kyla saat mendengar kata-kata kamu waktu itu? Dan sayangnya, dia tidak menunjukkan reaksi apapun kah?"


"Itu benar! Jadi apa kamu memiliki saran untukku, Ellen?"


Benar! Saat ini aku tengah memenuhi janji dari taruhan yang kami buat sebelumnya. Ya ampun, aku benar-benar merasa kasihan dengan Kyla. Kenapa para pria tidak pernah peka sih! Kalian tahu? Kyla sebenarnya memintaku untuk memenangkan taruhan tersebut, walau pada akhirnya aku kalah.


Alasan kenapa aku mengetahui kalau Kyla menyukai Cleon adalah, karena pesta piyama 2 tahun yang lalu di rumah Kyla. Kami membicarakan tentang masalah para gadis, salah satunya adalah percintaan dan Kyla tidak sengaja mengucapkan nama Cleon.


Aku hanya bisa menghela nafas saja dalam hal ini, mengingat aku juga mengenal seseorang yang tidak pernah peka walau sudah tahu perasaannya di duniaku sebelumnya. Yup, dia adalah Haikal.


"Saran kah? Aku tidak terlalu bisa dalam memberikan saran, jadi jangan terlalu berharap padaku yah!"


"Tenang saja, aku tahu hal itu kok!"


"Kalau kamu sudah tahu, kenapa kamu masih tetap menanyakannya padaku?"


Cleon termenung sejenak, sebelum membalas perkataan ku, "Mungkin karena kau adalah Sepupu yang bisa diandalkan?"


"Apa-apaan itu?" gumamku dengan ekspresi datar.


Aku lalu memberikan saran padanya untuk mencoba mengajak Kyla jalan-jalan di Ibu Kota. Bagaimanapun juga, mengambil tindakan agresif sebagai pria itu bukanlah masalah. Mungkin?


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


__ADS_1


__ADS_2