
Kalzaream Academy adalah 1 dari 5 Academy yang ada di Ibukota Herophia. 4 Academy lain adalah Galahad Academy yang merupakan Knight Academy berfokus pada pelatihan Ksatria muda, Diablo Academy yang merupakan Magic Academy berfokus pada pelatihan Sihir, Floura Academy yang merupakan Adventurer Academy berfokus pada pelatihan petualang berbakat, Cloryca Academy yang merupakan Aristocratic Academy berfokus tentang Ilmu tata negara luar maupun dalam. Kemudian salah satu Academy tertua yang merupakan induk dari Academy lainnya adalah Kalzaream Academy.
Kalzaream Academy memiliki dua jenis materi, yaitu Wajib dan Minat. Materi Wajib meliputi Bahasa, Sejarah, Matematika, Tata Ramah, serta Dasar-Dasar Pertarungan. Sedangkan Materi Minat meliputi Pengetahuan Sihir, Ilmu Beladiri, Pengetahuan Bertahan Hidup, Aristokrat, serta Ilmu Kehidupan atau bisa dibilang Ilmu Produksi.
Untuk Materi Wajib dipelajari dari hari pertama hingga hari kelima setiap minggunya. Sedangkan Materi Minat dipelajari dari hari keenam dan ketujuh setiap minggunya. Dunia Rahtel ini memiliki 8 hari dalam 1 minggunya, serta 32 hari dalam 1 bulannya. Tidak ada nama hari, hanya ada nama bulan yang mengambil nama-nama rasi bintang. Ngomong-ngomong aku lahir pada hari kedelapan belas di bulan Virgo.
Masing-masing Academy menggunakan sistem asrama, artinya tidak ada yang pulang kecuali libur semester pada pertengahan bulan Virgo hingga awal bulan Libra. Tidak ada sistem kelas 1/2/3 seperti disini, mereka akan lulus setelah 50 tahun atau 5 dekade atau setengah abad. Urutan kelasnya adalah S, A, B, C, D, E, F. Dengan F sebagai terendah dan S sebagai yang tertinggi.
Murid yang belum genap satu dekade akan dipisah dengan mereka yang sudah satu dekade keatas. Tujuannya adalah untuk membuat para murid baru cepat beradaptasi tanpa gangguan dari murid satu dekade keatas. Lalu untuk membuat mereka bersaing satu sama lain, diciptakanlah sistem Hundred Page untuk mengukur kemampuan mereka dalam semua Materi Wajib. Mereka yang berada dalam Hundred Page akan mendapatkan gelar sesuai dengan keahlian utama mereka. Contohnya adalah Kak Rena dengan Frozen Princess dan Kak Sarah dengan Heat Girl.
Aku berniat untuk mengambil 3 Materi Minat, yaitu Pengetahuan Sihir, Ilmu Beladiri dan Pengetahuan Bertahan Hidup. Kyla bilang padaku kalau dia hanya akan mengambil Materi Minat Pengetahuan Sihir dan Ilmu Beladiri. Cleon mengambil Materi Minat yang sama dengan Kyla. Sedangkan Anna mengambil Pengetahuan Sihir dan Aristokrat. Jadi kami hanya akan bertemu bersama pada Pengetahuan Sihir saja.
Ngomong-ngomong Kak Rena mengambil Materi Minat Pengetahuan Sihir dan Aristokrat, sedangkan Kak Sarah mengambil Pengetahuan Sihir dan Ilmu Beladiri, lalu Kak Myla atau kakaknya Kyla mengambil Ilmu Kehidupan atau Ilmu Produksi. Kemudian dari Kak Myla juga kami mengetahui, kalau Ilmu Kehidupan atau Produksi ini dibagi lagi menjadi 5 yaitu Blacksmith, Alchemy, Tailor, Chef, serta Merchant.
Ujian Masuk Kalzaream Academy dibagi menjadi dua, tertulis dan lapangan. Untuk tertulis hanya mengambil Materi Wajib saja, jadi setidaknya aku masih bisa menyelesaikannya dengan baik. Kemudian sekarang, kami semua telah berada di Cafeteria tengah istirahat makan siang sebelum melakukan Ujian Lapangan.
"Bagaimana Ujian Tertulis kalian? Sulit?" tanya Kak Rena pada kami.
"Tidak juga sih, tapi aku hanya tidak terlalu paham beberapa tentang Sejarah!" jawabku.
"Kalau Kyla Matematika, nyaa~ Walau sudah belajar bersama dengan Ellen, Cleon dan Anna tetap saja sulit, nyaa~" sahut Kyla.
"Fufu, benar-benar seperti Kyla!" ucap Anna menahan tawa.
"Nyaa~ Anna jahat sekali!" balas Kyla.
Kami pun tertawa dengan tingkah mereka berdua. Sedangkan Cleon sibuk dengan makanannya saat ini.
__ADS_1
Nilai maksimal dari Ujian Masuk adalah 300, Ujian Tertulis 100 poin dan Lapangan 200 poin. 10 ~ 40 Poin akan berada di Kelas F, 41 ~ 74 Poin akan berada di Kelas E, 75 ~ 100 akan berada di Kelas D, 101 ~ 149 akan berada di Kelas C, 150 ~180 akan berada di Kelas B, 181 ~ 224 akan berada di Kelas A dan 225 ~ 300 akan berada di Kelas S.
Setelah selesai makan siang, kami pun segera ke tempat Ujian Lapangan saat mendengar suara Lonceng berbunyi. Kak Rena, Kak Sarah dan Kak Myla menyemangati kami dan bilang akan menonton Ujian Lapangan kami. Bukan hanya mereka, aku dengar banyak orang tua yang akan hadir untuk melihat kemampuan anak-anak mereka. Itulah mengapa banyak sekali anak-anak yang bersemangat ingin menunjukkan perkembangan mereka pada orang tua mereka.
Saat kami berada di lapangan, Ujian pun langsung dimulai. Mereka yang tidak punya keahlian bertarung akan dipisahkan lebih dulu. Sedangkan yang memilikinya akan diuji oleh salah satu Dewan Kebijakan, Blood Knight, Kevin. Sudah banyak anak-anak yang menunjukkan keahlian mereka, entah itu pedang, tangan kosong, busur dan keahlian fisik lainnya. Tapi tidak ada yang berhasil membuat sang Blood Knight kerepotan. Hanya pada saat melawan Cleon dan Kyla saja yang membuatnya agak kewalahan. Lalu berikutnya adalah giliran ku untuk diuji, jadi aku maju ke depan dan memberi hormat padanya.
"Ellen! Gunakan semua keahlian bertarung yang kamu kuasai, jangan menggunakan Sihir Element. Untuk Sihir Ruang akan aku perbolehkan!" ujar Kevin.
Sontak hal ini membuat semua orang agak terkejut mendengarnya. Bagaimanapun, Sihir Ruang cukup langka. Bahkan sebelumnya Kevin meminta Kyla untuk menggunakan Sihir Roh miliknya untuk bertarung dengannya. Alhasil itu membuatnya sedikit kewalahan walaupun Kyla berhasil dikalahkan olehnya.
"Baik! Elena von Callista, akan menerima keringanan yang anda berikan! Pak Kevin!!" sahutku mengeluarkan sebuah pedang, busur dan beberapa anak panah dari Item Box.
Aku menyarungkan pedang dan berniat untuk menghadapinya dengan busur saja saat ini. Kevin lalu memberikan aba-aba kalau Ujiannya sudah dimulai. Jadi aku mengambil satu anak panah dan mulai membidiknya, lalu melompat tinggi keatas dan melepas anak panah tersebut. Tepat setelah aku melompat, sebuah duri merah darah keluar dari tanah. Beruntung aku sudah menyadari hal tersebut, jadi aku tidak menerima serangan apapun darinya.
"Power Shot!!"
"Triple Shot!! Tingkatkan kekuatan! Boost!! Teleport!!"
Aku melesatkan tiga buah anak panah dan meraih pedang setelah menggantung busur di punggungku. Lalu menggunakan Teleport ke salah satu anak panah dan mengayunkan pedang sekuat tenaga. Kevin terlihat sedikit terkejut dan menggunakan darah beku miliknya untuk melindungi dirinya.
"Aftershock!!"
Darah beku yang melindunginya mengalami retak besar saat aku serang, Kevin lalu meraih pedang miliknya dan mengayunkannya kearah ku. Aku lalu menangkisnya sebisa mungkin, karena masih berada di udara, aku tidak bisa terlalu mengandalkan kaki untuk menjauh. Jadi aku mendorong sedikit kuat sebelum dibalas oleh Kevin dengan ayunan yang lebih kuat, membuatku terdorong jauh kebelakang dan berhasil mendarat dengan selamat.
"Tingkatkan kecepatan! Accel!!"
Belum selesai, aku merapal Accel dan bergerak cepat menebas Kevin yang terus dilindungi oleh darah beku yang dia kontrol terus menerus. Aku terus mengulangi untuk menebasnya dengan cepat.
__ADS_1
Tapi setelah cukup lama, sebuah tangan berhasil menggenggam leher belakangku dan juga tangan kananku. Kevin yang sudah mendapatkan mangsanya segera membanting ku cukup kuat, lalu mengarahkan pedangnya ke leher milikku. Tanda kalau aku sudah kalah. Kevin memuji permainanku dan menyuruhku untuk bergabung dengan yang lainnya untuk pemeriksaan kekuatan sihir yang kami miliki oleh Ramiris.
"Selanjutnya kalian akan menggunakan Sihir terkuat kalian dan alat yang ada disana akan langsung memberikan poin pada kalian. Bagi mereka yang tidak memiliki keahlian bertarung sudah lebih dulu selesai dan poin tertinggi diraih oleh Nona Anastasya dengan 195 poin!" ungkap Ramiris.
"Baiklah, untuk yang berikutnya adalah Verrel von Zerus!!" panggil Ramiris.
Aku dan Kyla yang mendengar nama tersebut segera memasang wajah datar. Dengan kekuatan Kyla yang sekarang, aku yakin dia tidak akan melakukan tindakan yang sama pada Kyla nantinya.
"Saksikanlah sihir terkuat milik keluarga Zerus! Kalian para rakyat biasa harus bersyukur karena akan melihat--"
"Sudahlah! Lakukan saja sihirmu! Pria yang kalah oleh seorang wanita!!" potongku.
Beberapa orang yang disana menahan tawa mereka untuk tidak menyinggung keluarga Zerus. Ayah Zerus yang mengetahui anaknya dihina segera menatapku tajam. Tapi aku membalasnya dengan menarik kantung mata kebawah dan menjulurkan lidah padanya.
Aku bisa melihatnya termakan amarah, tapi berhasil menenangkan diri saat tahu siapa diriku. Keluargaku yang melihatku seperti itu hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Lagipula mereka sudah tahu seberapa bejatnya Keluarga Verrel, terutama anak laki-laki mereka.
Aku bisa mendengar Verrel berdecak kesal dan merapalkan sihir original milik keluarganya. Alat pengukur menunjukkan poin 85 dari 100 poin. Dia lalu pergi ketempat duduk miliknya, lalu dilanjutkan oleh anak-anak lain. Cleon mendapatkan Poin 100 dari 100, Poin sempurna yang membuat semua orang terkejut. Sedangkan Kyla mendapatkan 90 dari 100 yang tidak kalah mengejutkan. Kemudian sekarang adalah giliran ku.
"Wahai Api dan Angin! Ciptakanlah badai api, bakarlah hingga menjadi abu! Fire Tornado!!"
Dua buah lingkaran sihir berwarna merah dan hijau muncul dan menciptakan badai api kearah alat pengukur yang menunjukkan Poin 100 dari 100. Poin dengan jumlah yang sama dengan milik Cleon. Setelah semuanya selesai, Ramiris mengatakan kalau nilai dan kelas mereka akan diumumkan besok pagi.
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
Btw, besok ga up dulu! Up lagi lusa!! Nantikan yah!
__ADS_1