
Kami semua langsung diteleportasikan ketempat yang telah ditentukan. Namun sesaat setelah kami diteleport, ternyata ada lebih dari sepuluh Party yang dikirim ke Zona G Area 4. Otomatis, kami langsung waspada dan bersiap bertarung.
"Ellen! Blanca! Sally! Tetap dibelakang ku!" ucap Chloe menarik keluar Aiās dari punggungnya.
"Cih! Hanya karena kalian kuat, jangan pikir bisa mengalahkan kami!!" ungkap salah satu dari mereka.
Tunggu, ini.. mereka bekerjasama? 4 party dari Floura bekerjasama? Ini buruk sekali! Walaupun sisanya memilih untuk pergi dengan memanfaatkan hal ini, Chloe tidak mungkin bisa mengatasinya sendiri!
"Liza, keluarlah!!" panggilku.
Sebuah lubang muncul dan mengeluarkan Liza dari sana dengan wujud Humanoidnya.
"Bantu Chloe menahan mereka!" lanjutku memberi perintah.
"Baik~" sahut Liza yang segera melesat maju untuk membantu Chloe.
"Blanca, panggil Blanc! Kita butuh bantuan sebanyak mungkin untuk melindungi Sally!" pintaku, mengeluarkan pedang dan menangkis beberapa anak panah dan juga sihir yang dilepaskan pada kami.
"Ruu~ Serahkan padaku!" sahutnya dan segera memanggil Blanc keluar.
"Terima ini sialan!" teriak salah satu seseorang pengguna pedang.
Dia mencoba menyerang Chloe dari belakang, tapi Liza dengan segera memberikannya sebuah bogem mentah dan menghempaskannya ke salah satu pohon.
"Terimakasih, Liza!"
"Sama-sama, Chloe!"
Chloe menyiapkan kuda-kuda miliknya dan bersiap melancarkan serangannya. Beberapa penyihir mereka bersiap melepaskan sihir pada Chloe, Liza tidak turun tangan karena tengah menghadapi 3 petarung tangan kosong.
"Enyah kau! Firebolt, Barrage!!"
"Aqua Lance, Barrage!!"
"Stone Bullet, Barrage!!"
"Wind Cutter!!"
"Flare Lance, Barrage!!"
Ribuan sihir menuju kearahnya, tapi Chloe menghadapinya dengan tenang.
"Chaos Art's, First Form - Back to the Void!!"
Chloe mengayunkan pedangnya dan membuat semua sihir tersebut lenyap tak bersisa. Belum berhenti disana, Chloe melompat tinggi dan bersiap melancarkan serangan lanjutan.
"Cellestya Great Sword Style, First Form - Hitting the Ground! Link - Aftershock!!"
Chloe menghantamkan pedangnya ke tanah dan menyebabkan tanah berguncang yang kemudian membuat mereka semua terhempas bersamaan.
Liza menangkis dan menghindari semua serangan dari ketiga petarung tangan kosong yang tengah dia hadapi. Belum ada satupun serangan dari mereka yang berhasil mengenai Liza dan itu benar-benar membuat mereka geram, kurasa?
__ADS_1
"Ada apa? Apa hanya segini saja kemampuan kalian? Membuat Liza kecewa saja," ujar Liza.
"Cih, sialan! Jangan remehkan kami! Dive Shot!!"
Sebuah pukulan energi dilepaskan kearah Liza, tapi Liza tetap diam dan menerima serangan tersebut, membuatnya mundur beberapa meter.
"Hahaha! Itulah akibatnya karena meremehkan kami!" ujarnya dengan bangga.
"Hmm, lumayan juga! Tapi ini belum cukup untuk mengalahkan Liza!" balas Liza yang membuat mereka bertiga terkejut.
"Karena kalian berhasil melukai Liza, sudah waktunya bagi Liza membalasnya kan?" lanjut Liza yang mulai mengumpulkan Mana di salah satu tangannya yang dia kepal.
"Dive Shot!!"
Liza menirukan gaya mereka menyebut jurus tersebut. Biasanya dia tidak pernah menyebut nama serangan sepele seperti itu, makanya aku bilang kalau dia meniru mereka. Berbeda dengan serangan milik lawannya, Dive Shot milik Liza jauh lebih besar dari milik mereka dan ini menyebabkan lawan-lawannya terhempas jauh kebelakang.
Blanca dan Blanc melindungi Sally dengan baik, sedangkan aku saat ini tengah dikepung oleh para pengguna pedang. Aku tetap tenang dan terus menangkis dan menyerang balik pada mereka, membuat mereka semua segera waspada saat tahu beberapa rekan mereka berhasil dikalahkan oleh Chloe dan Liza.
"Kesempatan! Flame Circlet!!"
Aku melapisi pedang dengan sihir api dan melakukan putaran 360°. Mereka yang mengepungku mencoba bertahan, tapi ini segera dimanfaatkan oleh Chloe dan Liza yang datang untuk membantuku. Setelahnya, kami membantu Blanca dan juga Blanc. Beruntung, kami berhasil mengatasi mereka dengan mudah.
"Kalian semua baik-baik saja kan?" tanya Chloe.
"Kami semua baik-baik saja, ruu~" balas Blanca disertai lolongan Blanc.
"Itu bag--"
Aku dengan segera menarik pedang dan mengayunkannya kearah belakang. Tidak ada orang, tapi aku merasa mengenai sesuatu.
"Setelah aku periksa dan menghitung ulang, yang telah kita kalahkan berjumlah 15 orang. Artinya tinggal satu orang lagi yang belum kita kalahkan," gumamku.
"Sally, kenapa kau bisa tahu ada orang di belakangku?" lanjutku bertanya.
"I-itu, ah!"
Belum selesai bicara, Sally melompat kearah Chloe. Dia seperti menghindari sesuatu. Jadi aku segera maju dan menendang apa yang ada di hadapanku. Sekali lagi, tidak ada orang, tapi aku merasa menendang sesuatu.
"Aku menendang sesuatu," gumamku pada mereka.
"Cih, sepertinya ini belum berakhir, kah?" tanya Chloe memasang sikap waspada.
Bukan hanya Chloe saja, tapi aku, Liza, Blanca dan Blanc langsung waspada. Kami mengelilingi Sally, bagaimanapun dia tidak bisa bertarung. Aku juga telah menggunakan Search dan Detect beberapa kali, tapi hasilnya percuma. Bahkan Blanc yang merupakan seekor Fenrir dengan penciumannya yang tajam pun tidak bisa menemukan keberadaannya sama sekali.
"Tetap waspada! Kemungkinan besar dia masih didekat sini!" peringat Chloe.
Kami hanya mengangguk pelan untuk menyetujuinya. Benar saja, beberapa kali Sally memperingati kami dan setiap peringatan tersebut, kami semua merasa kalau kami mengenai sesuatu. Tapi tidak ada orang sama sekali disekitar, kecuali orang-orang yang telah kami kalahkan sebelumnya.
"Apa dia mengenakan sesuatu yang bisa membuat dia menghilang?" tanyaku.
"Besar kemungkinannya begitu, tapi sampai bisa membuatnya menghilang selama ini.. itu tidak masuk akal!" balas Chloe.
__ADS_1
"Ruu~ Aku setuju!" sahut Blanca.
"Menggunakan Detect dan Search pun sama sekali tidak berguna!" jelasku yang sudah menyerah untuk menggunakan kedua skill tersebut.
Satu-satunya orang yang bisa menemukannya walau hanya sesaat adalah Sally. Tapi dia langsung menghilang tanpa jejak setelah melakukan serangan. Bagaimana ini, apa yang harus kami lakukan.
"Sial! Jika itu sihir, aku mungkin bisa menghilangkannya dengan Chaos Art's. Tapi kalau itu skill, itu tidak akan berpengaruh sama sekali," gumam Chloe.
Tunggu, sihir?
"Bagaimana jika itu benda sihir, seperti Artifak? Apa kita bisa menghilangkan kemampuannya untuk sesaat?" tanyaku.
"Hmm, entahlah. Kenapa tidak kau coba saja," balasnya.
"Kalau begitu, aku tidak akan ragu! Darkness Zone! Link - Dispel!!"
Sebuah zona kegelapan menyebar menutupi tanah, lalu saat aku menggunakan Dispel. Seseorang terlihat tengah terkejut dengan apa yang terjadi padanya saat ini.
"Dia disana!!" ucapku menunjuk kearah orang yang menyerang kami.
"Serahkan padaku!" sahut Liza dan melesat maju kearahnya.
"Draconic Fist!!"
Pukulan Liza berhasil mengenainya dengan telak, bahkan itu sampai membuatnya menabrak pohon hingga merubuhkannya. Kami semua menatap Liza dengan tatapan menyedihkan. Bagaimanapun juga, ini sudah termasuk dalam perusakan alam.
"Apa boleh buat? Bukan Liza namanya kalau tidak melakukan kesalahan, haha," ucapku tertawa hambar.
Aku lalu mendekati para Leader Party dan mengambil semua medal emas mereka. Bagaimanapun juga ini masih awal dari acara, membuat mereka gugur secepat ini akan membuat mereka tidak bisa menikmati acara ini.
"Kau terlalu baik, Ellen!" ucap Chloe.
"Terserah apa yang ingin kamu katakan tentangku! Aku tidak peduli," balasku.
"Ayolah, kau tidak berpikir aku marah padamu bukan?" tanyanya.
"Tidak! Tapi entah kenapa perkataanmu itu membuatku merasa kesal!" jawabku.
"Haha, kalau itu aku minta maaf!" sahutnya.
"PO-POHONNYA, TUMBUH KEMBALI!!" teriak Liza.
"Apa yang kamu katakan, Liza? Tidak mungkin pohon yang kamu hancurkan akan tumbuh kemba-- LI!!" ucapku dengan terkejut.
Aku, Chloe, Blanca, serta Liza saat ini tengah melihat sebuah keajaiban yang unik. Seorang Demon Elf yang selalu ragu-ragu dan juga selalu panik, saat ini tengah mengembalikan pohon yang telah rubuh menjadi seperti sebelumnya saat dia belum rubuh. Sally, siapa dia sebenarnya?
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
__ADS_1