My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Umpatan


__ADS_3

Saat ini Rose dan Rick tengah berlari menuju tempat dimana Thirteen memanah berada. Tapi siapa yang menyangka kalau Thirteen akan memperlihatkan dirinya dihadapan mereka berdua langsung.


"Huh? Sepertinya kau benar-benar ingin melawan kami lagi yah?" gumam Rick bertanya.


"Haha, kalian tahu? Aku ini pandai sekali dalam bersembunyi! Jadi aku pikir akan lebih mudah jika kalian bisa menemukan ku, bukan?" balas Thirteen.


"Fufu, sepertinya dia lupa dengan kejadian semalam, Rick!" ujar Rose menutup mulutnya.


"Hahaha, kamu benar! Aku masih ingat bagaimana dia malah terkena serangannya sendiri waktu itu," sindir Rick.


"Cih, itu hanya sebuah kebetulan saja," sahut Thirteen yang menolak kejadian tersebut.


"Kalau begitu, tidak masalah jika aku menyerang duluan bukan!?" tanya Rose yang langsung berlari tanpa mendengar jawaban lawan bicaranya.


"Heh! Memangnya aku akan masuk ke perangkap kalian?" balas Thirteen melempar dua buah anak panah dengan cepat.


"Jika kamu menghindarinya, maka pria dibelakang kamu itu akan terkena racunnya!" lanjutnya menggertak.


Tapi tidak sesuai dengan yang dia harapkan, Rose tetap bergerak tanpa memperdulikan gertakan Thirteen. Dia sangat percaya pada Rick yang merupakan reinkarnasi dari adiknya. Thirteen yang menggertak sebelumnya menjadi terkejut karena tindakan Rose. Jadi dengan sigap dia pun melompat mundur kebelakang.


"Dia benar-benar mengabaikannya?" gumamnya dalam hati.


Rick menarik senar busur miliknya dengan kuat dan menciptakan hembusan angin yang mengelilingi dirinya.


"Wind Barrier!"


Sebuah angin segera melindungi Rick dari kedua panah yang menuju kearahnya. Pada saat yang sama, Rose yang telah berada dihadapan Thirteen tanpa membuang waktu langsung mengayunkan kedua belatinya. Namun dengan mudah Thirteen menahannya menggunakan busur miliknya.


"Kena kau!" ungkap Thirteen menyunggingkan senyumnya.


Rose yang terlambat menyadarinya harus menerima sebuah serangan telak dari lawannya. Yaitu sebuah ledakan dari panah Thirteen. Rick yang melihatnya berteriak kesal dan melepaskan anak panah miliknya.


"Sialan! Rain Arrow!!" umpat Rick.


Hujan panah segera menyerbu Thirteen dari atas. Namun bak menari dalam hujan, Thirteen menghindari semua anak panah yang jatuh tanpa terluka sedikitpun.


"Sungguh menyedihkan, bukan? Karena terlalu percaya diri, membuatnya terluka, hahaha!" tawa Thirteen sembari menghindari anak-anak panah yang jatuh.


"Thousand Arrow!"


Dalam sekejap, semua anak panah yang jatuh segera menghilang. Ketika Thirteen melepaskan anak panahnya ke langit. Dia lalu bersiap untuk melepaskan anak panah yang lain.

__ADS_1


"Kamu lengah!" ucap Rose dari belakang Thirteen.


"Siapa yang kau sebut lengah?" balas Thirteen yang telah berbalik badan dan melepaskan anak panahnya pada Rose.


"Power Shot!!"


"Kyaah!"


"Rose!! Beraninya kau!! Gale Shot!!" Rick melepaskan anak panah yang diselimuti sihir angin miliknya.


Tetapi bukannya menghindar, Thirteen malah berbalik dan membalas anak panah tersebut dengan panah yang diselimuti sihir api. Pada akhirnya, panah sihir angin milik Rick kalah dan membuat panah sihir api milik Thirteen semakin berkobar dan menciptakan ledakan saat mengenai lawannya.


BOOM!


Viviana yang mendengar ledakan tersebut segera berlari untuk melihat kondisi Rick dan Rose yang berhadapan dengan Thirteen. Tapi saat sampai disana, dia melihat Thirteen yang berdiri ditengah-tengah Rick dan Rose yang tergeletak di tanah.


"Rick! Rose!" panggilnya berlari menuju kearah mereka.


Namun belum juga sampai disana, Thirteen melemparkan pisau yang melukai pipi Viviana sebagai bentuk peringatan untuk tidak mendekat lebih dari itu. Hal ini membuatnya kesal dan memberikan tatapan penuh amarah pada Thirteen.


"Hahaha! Itu benar! Marahlah karena telah membiarkan dua bocah ini menghadapi diriku, Viviana!!" ungkap Thirteen.


"Thirteen, aku sudah muak dengan orang-orang seperti dirimu yang selalu menyakiti keluarga orang lain! Aku akan membuatmu menyesal karena telah melakukannya!!" umpat Viviana.


"Jangan bercanda! Bagiku, kau tidak lebih dari sampah yang harus dibersihkan!!" kesal Viviana yang mulai melafalkan sihir miliknya.


"Oh, air yang tenang, pinjamkan kekuatanmu dan belahlah lawanku! Aqua Cutter!!"


Belasan air pipih nan tajam segera menerjang kearah Thirteen. Namun semua sihir itu tidak membuatnya merasa takut. Hanya dengan melompat, sudah cukup membuatnya menghindari serangan tersebut. Sampai dia sadar akan suatu hal yang telah menanti dirinya.


WUSH!


Sebuah tombak terbang menuju kearah Thirteen yang masih berada diudara. Dia melirik pelaku dibalik tombak terbang tersebut yang tak lain adalah Yuu.


"Cih, meleset kah?" kesal Yuu berdecak.


"Bahaya, bahaya. Jika tidak menghindarinya tepat waktu, mungkin kepalaku sudah melayang barusan?" ujar Thirteen setelah mendarat dengan selamat.


"Apa kau yakin membiarkan pria itu menghadapi Eleven sendirian? Aku benci mengatakannya, tapi Eleven itu lebih kuat dariku lho!" lanjutnya bertanya.


"Jangan khawatir, Reus sendiri lah yang memintaku untuk menyerahkan gadis itu padanya," jawab Yuu.

__ADS_1


"Heh~ Siapa sangka setelah bocah-bocah tadi, giliran orang tua palsu mereka yang akan melawanku? Hahaha, menarik!" ucap Thirteen yang berhasil memprovokasi Viviana dan Yuu pada saat yang sama.


"Orang tua palsu? Kata-kata itu, membuatku teringat pada seseorang yang telah tiada 10 tahun yang lalu," ungkap Yuu menerka-nerka.


"Oh, ya? Apa kau mengingatnya?" tanya Thirteen.


"Yah! Aku telah teringat sampai-sampai sudah muak dengan kata-kata sampah milikmu!" jawab Yuu.


"Hmm~ Viviana juga mengatakan hal yang sama sebelumnya. Mungkinkah kau juga telah mengingatnya?" balas Thirteen bertanya pada Viviana.


Viviana hanya terdiam, menundukkan wajahnya dengan tangan yang gemetar akibat kekesalan yang telah memuncak. Melihat hal itu, Thirteen tertawa puas dan membuka topeng miliknya.


"Sungguh? Jika kau mengingatnya, beritahu aku dong, Viviana! Aku kan jadi tidak perlu menahan diri untuk tidak membuka topeng ini," ungkap Thirteen.


"Enyahlah,"


"Huh?"


"ENYAHLAH DARI DUNIA INI, KAKAK BAJINGAN!!" umpat Vivana.


"Pfftt, hahahaha! Ekspresi yang sangat bagus, inilah yang aku inginkan, Viviana!!" sahut Thirteen yang mulai melepaskan anak panah pada Viviana.


TRANG!


Yuu dengan sigap menangkis panah tersebut menggunakan tombak miliknya. Melihat hal itu, Thirteen tertawa ringan. Sebelum akhirnya Yuu mengungkap identitas miliknya.


"Kau benar-benar memuakkan yah? Viana!!"


"Yah, mungkin kau benar? Tapi kau tahu apa yang lebih memuakkan dariku? Itu adalah kalian!!" umpat Viana.


"Banyak hal yang ingin aku tanyakan darimu, tapi sepertinya aku telah paham akan satu hal darimu," ujar Yuu.


"Dan apakah itu?" tanya Viana dengan senyum menyeringai.


"Kenyataan kalau kau sama sekali tidak berubah dan tetap menjadi orang yang memuakkan dalam hidupku, bajingan," umpat Yuu.


Yuu dan Viviana segera menyiapkan diri mereka untuk pertarungan. Sedangkan Viana sendiri senyumannya semakin menyeringai dan membuat kedua lawannya merasa kesal.


"Biar aku beritahu pada kalian. Aku yang sekarang, jauh lebih kuat dari sebelumnya, bo~doh!" ungkap Viana.


***

__ADS_1


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!



__ADS_2