My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Kembali ke Ibukota


__ADS_3

Sebuah lingkaran sihir berwarna ungu muncul ditengah Taman Kota Herophia, lalu dua orang gadis muncul diatas lingkaran sihir tersebut. Yah, itu adalah aku dan juga Guru Lilith.


"Wah! Sudah 2 tahun aku tidak datang kesini! Seperti biasa tempat ini sangat indah!"


"Ya ampun, padahal aku sudah memintamu untuk menteleport ketempat sepi. Kalau begini, kita malah menarik perhatian banyak orang tahu!"


"Aku kan sudah memperingatkan guru, hanya satu tempat saja yang ku ingat bukan! Salah Guru Lilith sendiri yang memintaku untuk melakukan Sihir Teleport sebagai ujianku," ucapku menggembungkan pipi.


"Baik-baik, aku yang salah! Tetapi siapa sangka kamu benar-benar berhasil menguasai Space Magic dalam 2 tahun. Sungguh gadis yang berbakat!" puji Guru Lilith padaku.


"Hmph! Itu bukan masalah bagiku!" balasku bangga.


Sudah 2 tahun semenjak Guru Lilith datang dan menjadi guru pribadi ku. Kini aku berhasil menguasai Space Magic berkat Guru Lilith. Selain itu, Guru Lilith juga mengajarkanku banyak hal tentang sihir. Berkatnya juga rata-rata Skill Magic milikku hampir mendekati Level 10.


Namun Vishnal juga selalu memberiku pelajaran tentang pedang dan panahan. Lalu untuk mengukur sampai mana kemampuanku, Guru Lilith dan Vishnal bergantian latih tanding melawanku. Pernah sekali Guru Lilith dan Vishnal berlatih tanding untuk menunjukkan kelemahan masing-masing dari sihir dan juga pedang. Hasilnya hampir semua yang ada di Taman Kastil hilang tak bersisa, aku benar-benar merasa tidak enak dengan tukang kebun yang merawat tanaman-tanaman tersebut.


"Baiklah, sekarang kita harus pergi ke Mansion milikmu. Jadi gunakan Teleport ke depan Mansion, sekarang!"


Aku menatapnya dengan wajah datar, seolah tidak percaya dengan apa yang dia pinta. Kalian tahu? Dia memintaku untuk melakukan Teleport ke tempat sepi yang dia ketahui. Kemudian dia memintaku untuk Teleport ke depan Mansion? Lalu kenapa tidak menyuruhku untuk Teleport ke Mansion saja, dasar loli peyot!!


"Kenapa?" tanyanya.


"Tidak, bukan apa-apa," jawabku datar.


"Sudah, lakukan saja apa yang ku pinta tadi!"


"Baik-baik! Pindahkan aku ke tempat tujuan! Teleport!!"


Sebuah lingkaran sihir berwarna ungu muncul dibawah kaki kami dan perlahan membuat kami menghilang, kemudian muncul kembali didepan Mansion milik ayah.


"Oh, Nona Muda Ellen! Apa anda memiliki keperluan disini?" tanya seorang pria tua, dia adalah Kepala Pelayan Neir.


"Ah, Neir! Bisakah kamu menyiapkan dua kamar kosong untuk kami? Guru Lilith ada keperluan disini selama beberapa hari, jadi kami berniat menginap disini untuk sementara waktu!" jelasku.


"Begitu rupanya. Baiklah, sesuai perintah anda. Saya akan menyiapkan kamar untuk Nona Lilith dan juga Nona Muda!"


"Hn! Lakukan segera yah!"


"Dimengerti!"


Neir lalu segera pergi dan masuk kedalam untuk menyiapkan kamar. Kami lalu memutuskan untuk masuk kedalam dan membahas tujuan kami datang ke Ibukota.


"Nona Ellen! Kami sudah menyediakan teh dan beberapa camilan. Silahkan dinikmati!"


"Ah, terimakasih!"

__ADS_1


Aku segera berterimakasih pada pelayan yang membawakan teh dan juga beberapa biskuit untuk kami, dia lalu menunduk sebagai tanda pamit dan pergi dari ruangan yang aku dan Guru Lilith tempati.


"Jadi, bisa Guru jelaskan semuanya padaku? Kenapa kita pergi ke Ibukota?" tanyaku.


"Kamu yakin mau mendengarnya? Alasanku membawa dirimu bukanlah untuk membantuku lho? Aku membawamu kesini agar bisa mengajarimu tentang sihir sekaligus menyelidiki kasus ini!" jawab Guru Lilith, kemudian menyeruput teh miliknya.


"Aku ini muridmu bukan? Jika ada masalah, mungkin aku bisa membantu! Terlebih lagi, Guru tahu bukan kekuatanku saat ini?"


"Walau masih berlevel satu, tapi seluruh Skill milikmu hampir mencapai level 10 semua! Sungguh pencapaian yang luar biasa dan aku bangga padamu!"


"Kalau begitu jelaskan padaku! Bagaimanapun Guru sudah ku ajak menginap disini bukan?"


"Ugh.. kenapa kamu begitu egois! Baiklah akan aku jelaskan padamu. Tetapi berjanjilah untuk tidak menceritakan apa yang kamu dengar ini nantinya, kamu paham?"


Guru Lilith menghela nafas sebelum menceritakan tujuannya datang ke Ibukota. Kemarin, dia mendapatkan sebuah surat yang berisi panggilan ke Ibukota Herophia. Isi surat tersebut mengatakan kalau saat ini terjadi penculikan terhadap anak-anak yang memiliki darah campuran. Lalu untuk menyelidiki hal ini, mereka meminta bantuan Guru Lilith.


Darah campuran, mereka selalu mendapatkan diskriminasi dari orang-orang berdarah murni, terutama Ras Demon. Hal ini membuatku geram saat tahu kalau mereka juga melakukan diskriminasi terhadap sesama yang tinggal di Demon Realm.


"Begitulah kenyataannya, Ellen! Entah itu Manusia ataupun Demon, semua Ras di dunia ini saling mendiskriminasi satu sama lain. Terlebih lagi bagi mereka yang memiliki darah campuran," terang Guru Lilith.


"Kamu lebih baik bersantai saja hari ini! Aku harus melapor pada pengirim pesan terlebih dahulu. Tentunya aku akan kembali sebelum makan malam, jadi jangan khawatir oke?" lanjutnya dan menggunakan Teleport tanpa membaca rapalan.


Huft.. apa yang harus ku lakukan yah? Apa aku lebih baik berkeliling kota saja?


STATUS


NAME: Elena von Callista


RACE: Demon


HEALTH: 2500000


MANA: 4500000


LEVEL: 1


TITLE: Reincarnator, The Next Demon Lord, Talented Demon Girl, Genius Girl.


SKILL: Appraisal Lv 10, Fire Magic Lv 10, Water Magic Lv 8, Earth Magic Lv 9, Wind Magic Lv 9, Dark Magic Lv 9, Space Magic Lv 9, Sword Master Lv 9, Archery Lv 9.


"Gwaah, seperti biasa statusku ini mengerikan yah!" gumamku.


Aku lalu memutuskan untuk berkeliling Ibukota setelah meminta izin pada Neir.


***

__ADS_1


Ramai sekali! Itulah hal yang terpikirkan pertama kali bagiku. Aku berjalan dengan santai menyusuri tempat sekitar di Ibukota. Beberapa orang yang mengenaliku memberi salam hormat, bahkan beberapa dari mereka ada yang menawarkan makanan yang mereka jual. Tentu saja aku menerimanya dengan senang hati bukan?


"Aahnn~ Swepwertwi bwiaswa. Tempat ini begitu indah! Hmm?"


Aku berhenti makan saat melihat seorang gadis yang diseret ke sebuah gang kecil. Karena mencurigakan, aku pun memutuskan untuk mengikuti mereka. Tentunya setelah menghabiskan roti daging yang ku makan ini.


"Gyaa!!"


"Apa-apaan ini? Hanya segini saja?"


"Maafkan Kyla, tapi hanya itu saja yang Kyla punya."


"Kau tahu ini masih kurang bukan!!"


"Gyaa!!"


Jahatnya, mereka menendang perut seorang gadis tanpa rasa bersalah. Apa mereka seorang Bangsawan? Jika dilihat dari pakaiannya sih, iya.


"Kumohon, ampuni Kyla. Kyla harus segera kembali sekarang!"


"Huh? Jangan bercanda!"


"Gyaa!!"


"Yah, apa boleh buat. Jika kau memang kurang, kau bisa memuaskan kami sebagai gantinya bukan, hahaha."


Mereka tertawa setelah mengatakannya. Cih, sialan! Aku sudah tidak tahan lagi!!


"Sampah seperti dirimu, seharusnya berbahagia jika bisa memuaskan kami bukan?"


"Tidak.. kumohon.. jangan.."


"Wahai angin, berhembus lah! Blow!!"


Sebuah lingkaran sihir berwarna hijau muncul dihadapan ku dan menghembuskan angin kencang, mendorong Bangsawan-Bangsawan ingusan tersebut terhempas menabrak dinding.


"Sihir? Siapa yang berani melakukannya pada Tuan Verrel von Zerus ini, huh!?"


"Aku!!"


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


__ADS_1


__ADS_2