My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Membentuk Party


__ADS_3

Satu bulan berlalu, aku akhirnya menyelesaikan magang sebagai pembimbing Ilmu Pengetahuan Sihir. Berkat itu, aku mendapatkan beberapa bukti dan telah melaporkannya pada Guru Lilith saat ini.


"Begitu yah, aku benar-benar tidak menyangka hal ini," ucap Guru Lilith dengan rasa kecewa.


"Jadi apa yang akan kita lakukan? Aku ingin melepaskan belenggu mereka," jelasku.


"Memang ini agak sulit, bagaimanapun juga kita belum memiliki bukti yang kuat untuk bergerak. Tapi kamu tenang saja, aku pasti akan melindungi murid-murid yang aku sayangi!" ungkap Guru Lilith.


Aku pun segera pamit undur diri dan meninggalkan ruangan tersebut, sembari menghela nafas panjang. Aku berjalan menuju Asrama, karena sudah hampir malam dan aku juga harus menyiapkan makan malam kali ini.


***


"Hn~ Hn~ Hn~"


Aku bersenandung kecil sembari memasak, Kyla juga ikut membantu menyiapkan beberapa masakan lain. Ngomong-ngomong, kali ini aku ingin memasak salah satu makanan favorit hampir semua orang di dunia ku sebelumnya. Apalagi kalau bukan Rendang? Dengan daging Buffamo, serta beberapa rempah lainnya, aku sudah bisa untuk membuatnya.


"Tapi yah, aku terkejut. Padahal kau itu adalah seorang Bangsawan, tapi saat memasak kau terlihat seperti ibu rumah tangga!" jelas Lyon.


"Terimakasih pujiannya, Lyon. Tapi jangan berharap untuk mendapatkan porsi tambahan yah!" balasku.


"Eh? Kenapa kau berpikir seperti itu?" tanya Lyon.


"Hmm, gimana yah? Soalnya itu terlihat jelas di wajahmu! Seolah-olah berkata 'Dengan memujinya, aku pasti akan mendapatkan porsi tambahan!' atau semacamnya," ucapku.


"Aku tidak akan mengatakan hal itu! Ya ampun, kau jahat sekali padaku," balasnya.


Aku mengatakan kalau itu hanya bercanda. Lalu aku mengangkat wajan yang penuh dengan masakan Rendang dan meletakkannya ke dalam mangkuk besar, sebelum meletakkannya diatas meja makan. Kyla juga menyelesaikan masakan lainnya dan menaruhnya diatas meja makan juga.


"Kami kembali!" ucap Hazel, Geld, Yuu, Axel, Reus, Edel dan Vivi secara serempak.


"Selamat datang!" sahutku, Blanca dan Kyla bersamaan.


"Kebetulan sekali! Makan malam sudah siap, ayo makan bersama!" lanjutku.


"Dimana Cleon dan Anna? Nyaa~" tanya Kyla.


"Ah! Mereka dipanggil ke istana dan akan kembali besok!" jelas Vivi. Seorang gadis Demon berambut ungu bergaya Ponytail, mata berwarna hitam, serta sepasang tanduk di kepalanya.


"Begitu yah, padahal Kyla telah menyiapkan beberapa makanan kesukaannya, nyaa~" gumam Kyla.


"Oh! Maksudmu Tumis Jamur Telur Doodlecock dan Balado Daging Doodlecock ini?" tanya Reus. Dia adalah pria yang selalu mengenakan syal untuk menutupi bagian bawah wajahnya, bahkan saat panas sekalipun. Rambutnya berwarna hitam dan matanya pun berwarna hitam, dia adalah Half Demon yang merupakan persilangan antara Manusia dan Demon.


"Heh~ kamu tahu banyak yah, Reus?" pujiku.


"Tidak, itu karena Cleon selalu membanding-bandingkan masakan tunangan ku dengan miliknya. Aku bahkan harus menahan rasa ingin membunuhnya karena dia adalah temanku," jelas Reus menghela nafas.


"Tunggu! Kamu memang harus menahannya bukan?" teriakku dalam hati.

__ADS_1


"Oh, yah! Bagaimana kencan kalian, Hazel, Geld?" tanyaku pada Hazel dan Geld.


"Ah, itu benar-benar sangat buruk! Geld beberapakali sempat menghancurkan peralatan menambang dan beberapa ore yang ada disana! Bahkan aku harus beberapakali memperbaikinya," terang Hazel. Seorang Demon Beast Banteng berambut oranye dengan mata berwarna merah.


"Apa boleh buat bukan! Kau yang mengajakku untuk menjadi pengawalmu, jika aku gagal melindungi dirimu, artinya aku gagal sebagai seorang Ksatria dan itu akan mencoreng harga diriku! Juga, bisa jangan menganggapnya sebagai kencan? Aku masih waras dan sudah memiliki tunangan!" balas Geld. Dia seorang pria Demon berambut biru dengan mata hijau.


"Jika kau menanyakan tentang kencan? Kenapa tidak menanyakan empat orang itu? Kalau tidak salah mereka melakukan Double apalah itu namanya!" lanjut Geld menunjuk Yuu, Vivi, Axel dan Edel.


Mereka yang ditunjuk oleh Geld ada yang tertawa (Yuu), memerah (Vivi dan Edel), serta mencoba menyangkalnya (Axel). Kami semua yang berada disana tertawa karenanya dan tidak lama kemudian Iris dan Cell datang memasuki Asrama.


"Ah! Iris! Cell! Bagaimana kalau kalian ikut gabung makan malam bersama kami?" ajakku.


"Terimakasih, tapi kami masih kenyang! Kalau begitu kami berdua permisi," jelas Iris meninggalkan kami.


Cell membungkukkan badannya dan menyusul Iris menuju kamar.


"Ada apa dengan Twilight Sister's? Tidak seperti biasanya!" tanya Hazel.


"Entahlah, jangan tanya aku. Kenapa tidak mencoba menanyakannya saja pada mereka?" sahut Geld.


"Bodoh! Yang ada aku akan berubah menjadi banteng bakar!" balas Hazel.


Aku hanya bisa menghela nafas sebelum mengajak mereka semua untuk makan malam. Mereka semua masih belum tahu kebenarannya dan aku juga belum bisa mempercayai semua itu. Jadi akan aku simpan saja untuk diriku sendiri saat ini.


"Ngomong-ngomong, Ellen, Blanca, Yuu, Hazel, Axel dan Xirius akan mengikuti acara gabungan dengan Floura Academy bukan? Apa kalian sudah membuat Party?" tanya Bell.


"Aku dan Vivi akan menjadi satu party, juga ada dua orang dari Floura Academy yang akan bergabung dengan kami. Jadi kami sudah tidak terlalu mempermasalahkannya!" jelas Yuu. Seorang Half Demon berambut merah dengan mata berwarna biru safir.


"Bagaimana dengan kalian berdua? Ellen, Blanca?" tanya Vivi.


"Hmm, aku, Blanca dan Chloe sudah berjanji akan menjadi Party. Tapi kami masih kekurangan satu orang lagi sih. Yah, aku rasa itu bukan masalah besar!" terangku.


"Ehem! Saat ini kita tengah di meja makan, bisa simpan itu untuk nanti?" peringat Edel.


"Hahaha, kau benar!" balas Bell.


Kami pun melanjutkan makan malam dengan tenang.


***


Keesokan paginya, saat ini semua orang yang mengambil Kelas Pengetahuan Bertahan Hidup dan murid dari Floura Academy tengah berkumpul di lapangan besar.


"Ellen! Blanca!" panggil seseorang yang tak lain adalah Chloe.


"Chloe! Selamat pagi!" sahutku.


"Pagi, ruu~" sahut Blanca.

__ADS_1


"Yah, selamat pagi! Apa kamu telah menyiapkan yang kita perlukan, Ellen?" tanya Chloe padaku.


"Jangan khawatir! Aku sudah menyiapkannya kok! Semuanya ada didalam Item Box milikku!" jelasku.


"Begitu yah, itu bagus!" balas Chloe.


"Mohon perhatian bagi kalian yang akan mengikuti acara ini!" ucap Guru Ramiris menarik perhatian.


"Namaku adalah Ramiris, aku yakin banyak dari kalian yang sudah mengetahui siapa aku! Kalau begitu langsung saja, biarkan aku memberitahu kalian peraturan yang telah kami buat!" lanjut Guru Ramiris dan mulai memberitahukan kami peraturan-peraturan yang ada.


Peraturan pertama, setiap party akan memiliki 4 orang, tidak kurang dan tidak lebih. Kedua, masing-masing Leader akan diberikan sebuah medal dan diperbolehkan untuk merebut medal milik party lain. Ketiga, semua orang diperbolehkan membawa banyak barang, asalkan itu bermanfaat.


Dalam kasusku, aku memerlukan peralatan memasak, berbagai rempah-rempah, serta 50 sak anak panah. Sedangkan perlengkapan kemah, Chloe yang akan menyiapkannya. Lalu untuk peraturan terakhir, kami dilarang membakar hutan, membekukan danau, serta hal-hal lain yang mungkin akan membahayakan.


"Kalian akan diteleportasikan ke salah satu zona yang telah kami siapkan. Untuk masalah letak pastinya, para Leader akan melakukan undian untuk menentukannya! Kemudian, kami juga telah menyebarkan medal. Kalian bebas ingin mencarinya, ataupun merebutnya dari party lain!" jelas Guru Gale.


"Medal dibagi menjadi tiga jenis dan memiliki poin yang akan mempengaruhi nilai kami terhadap kalian! Perunggu satu poin, perak lima poin dan emas sepuluh poin!" ungkap seorang gadis Vampire yang bernama Yue.


"Berhati-hatilah terhadap monster sekitar, kalian dibebaskan untuk bersaing ataupun membantu party lainnya. Melakukan tindakan pengkhianatan akan mendapatkan pengurangan 50 poin kalian! Atau bisa dibilang kalian membutuhkan lima medal emas untuk menebusnya! Meskipun begitu, hal tersebut diperbolehkan! Jadi tetaplah waspada dengan penyelamat kalian dan juga orang yang kalian selamatkan!" peringat Gregory.


"Kami akan memberi kalian waktu untuk membentuk party dan menentukan Leader kalian. Waktu kalian lima menit!" ucap Guru Ramiris.


Seketika banyak sekali murid yang langsung bergabung dan membentuk party. Aku, Blanca dan Chloe pun melakukan hal yang sama. Tapi, kami saat ini masih memiliki satu masalah dan itu adalah kekurangan anggota.


"Bagaimana ini, kita masih kekurangan satu orang lagi, ruu~" ujar Blanca.


"Maafkan aku. Aku sudah berusaha mencari satu orang lagi, tapi tidak ada yang mau bergabung," jelas Chloe.


"Tidak masalah! Kalau tidak salah, Guru Ramiris bilang anggota party adalah empat orang, tidak lebih dan tidak kurang, bukan?" ungkapku.


"Artinya, masih ada satu orang lagi yang belum masuk party yang lain dan kita bisa memintanya untuk bergabung dengan kita," lanjutku menjelaskan.


"Walaupun memang benar, tapi siapa?" tanya Chloe.


Aku pun mencoba mencari, orang yang mungkin tengah dilanda kegelisahan akibat tidak mendapatkan party dan.. bingo! Seorang gadis Demon Elf menggunakan seragam hijau putih dan sebuah pin berlambang sepatu menancap di dada kirinya.


"Kalian tunggu disini sebentar yah!" ucapku lari meninggalkan mereka.


"Ah! Ellen!" panggil mereka, tapi aku abaikan.


"Kamu! Gadis Demon Elf yang tengah bingung disana!" panggilku menunjuk gadis tersebut.


"Eh? A-aku?" sahutnya.


"Mau bergabung dengan party kami?" tanyaku padanya.


***

__ADS_1


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!



__ADS_2