
Xirius dan Yuu saling menyerang satu sama lain. Xirius mengayunkan kedua belatinya tanpa henti, sedangkan Yuu mencoba memblokir dan menyerang balik dengan tombak dan perisainya.
"Kenapa kau mencoba membunuhnya?" tanya Yuu.
"Ini bukan urusanmu! Jangan ikut campur!" balas Xirius.
"Gadis itu telah bergabung kedalam Organisasi yang mengancam dunia ini! Jadi sudah sewajarnya aku membunuhnya bukan?" lanjut Xirius menambah kecepatan ayunan belatinya.
Yuu mencoba bertahan dari serangan Xirius dengan perisainya. Kemudian saat dia melihat celah, Yuu menghempaskan Xirius dengan perisai miliknya.
"Meskipun begitu, gadis ini adalah teman masa kecilmu bukan? Apa kau tidak berpikir untuk menyelamatkan nyawanya daripada membunuhnya?" tanya Yuu dengan suara keras.
Xirius menggigit bibirnya hingga berdarah dan berkata, "Pikiran naif seperti itu.. TIDAK ADA DALAM AJARAN KELUARGAKU!!"
"Kurozima Dagger Style, Fifth Form - Dark Stream!!"
Serangan Xirius semakin lama semakin cepat, tapi dengan ilmu tombak dan perisai di tangannya, Yuu dapat memblokir serangan Xirius, walau ada beberapa yang berhasil melukainya.
"Kau tahu, itu memang terdengar naif. Tapi apa salahnya menyelamatkan orang yang kau kenal yang jatuh kedalam kegelapan, huh!?" bela Yuu.
"Berisik! Kau yang tak tahu tentang aku, jangan sok mengerti!!" sahut Xirius menghentikan ayunannya dan menendang keras perisai ditangan Yuu.
Yuu terhempas beberapa meter akibatnya, Xirius memasukkan kedua belatinya dan melempar beberapa belati lain kearah Yuu.
"Aku adalah seorang Death Assassin! Tugasku adalah untuk membunuh target! Artinya aku adalah sebuah alat yang hanya bisa membunuh dan membunuh! Jadi pikiran naif seperti itu, untuk alat pembunuh seperti diriku, aku tidak memerlukannya! Shadow Dive!!"
Xirius menyelam ke dalam bayangan, sedangkan Yuu saat ini terdiam membatu setelah mendengar pernyataan Xirius. Dia merasa kesal, marah, sekaligus sedih karena mendengarnya dari mulut Xirius. Dia kesal pada keluarga Xirius yang membuatnya menjadi sebuah alat pembunuh, dia marah karena Xirius menerima hal tersebut dan dia sedih karena Xirius mengakuinya.
"XIRIUS!!!"
Yuu memutar tubuhnya dan melakukan sebuah tendangan, Xirius yang baru saja muncul dari bayangan Yuu pun harus menerima tendangan tersebut. Membuatnya terhempas, namun segera menyeimbangkan dirinya. Disaat yang sama, Yuu melempar tombaknya kearah Xirius yang masih berusaha menyeimbangkan dirinya. Lalu sekali lagi, Xirius terpaksa menahannya dengan kedua belati ditangannya.
Kedua bilah belati Xirius dan mata tombak milik Yuu hancur tak bersisa. Xirius sama sekali tidak sadar kalau Yuu tengah berlari menuju kearahnya. Karena itulah, saat dia membuang kedua belatinya yang hancur, Yuu menabrak tubuhnya dan bersiap menghantamkan tinjunya pada wajah Xirius.
"Kau itu bukanlah sebuah alat!!"
Tinju Yuu menghantam tepat kearah wajah Xirius dan membuatnya membentur pohon besar dibelakangnya. Xirius memuntahkan sedikit darah dari mulutnya akibat benturan tersebut, sedangkan Yuu sendiri saat ini tengah menangis akibat harus menghantamkan tinjunya pada Xirius.
"KENYATAAN KALAU KAU BERNAFAS, KENYATAAN KALAU KAU BISA MELIHAT, KENYATAAN KALAU KAU BISA MENDENGAR, KENYATAAN KALAU KAU BISA MERABA, KENYATAAN KALAU KAU BISA TERTAWA, KENYATAAN KALAU KAU BISA MENANGIS, KENYATAAN KALAU KAU BISA MARAH, KENYATAAN KALAU KAU BISA MERASAKAN SEMUA PERASAAN TERSEBUT, KENYATAAN KALAU KAU HIDUP DI DUNIA INI, ITU MENANDAKAN KALAU KAU BUKANLAH SEBUAH ALAT, DASAR BODOH!!" teriak Yuu.
"LALU APA YANG HARUS AKU LAKUKAN!!" balas Xirius.
__ADS_1
"Kenyataan kalau aku yang telah membunuh kedua orang tuanya, tepat didepan matanya itu.. apa yang harus aku lakukan! Jika kau tidak mengerti, jangan halangi aku!!" lanjut Xirius.
"Kalau begitu, selamatkan lah gadis itu dengan kedua tanganmu! Sesali semua perbuatanmu itu dan minta maaflah! Diam dan hanya menyesal saja, tidak ada gunanya!" balas Yuu.
"Sudah aku jelaskan padamu, bukan? Pikiran naif tersebut, tidak ada dalam ajaran keluargaku!!" sahut Xirius berlari dan menghantamkan tinjunya pada Yuu.
Tapi Yuu berhasil menahannya dengan tangan kirinya dan meninju wajah Xirius, tepat setelah membalas perkataan Xirius.
"Persetan dengan ajaran bodoh keluarga itu!" teriak Yuu.
"Setiap mahluk memiliki hati nurani, mereka tahu mana yang baik dan buruk! Jika kau mengatakan tidak memilikinya, lalu kenapa kau menangis sekarang!!" lanjut Yuu.
Xirius baru menyadari air matanya mengalir cukup deras. Dia mencoba menghapusnya, tapi air matanya terus mengalir.
"Apa ini.. kenapa hiks.. tidak mau berhenti," sedu Xirius.
"Kau juga berhentilah berpura-pura tidur," tegur Yuu pada Laura yang masih terbaring.
Laura lalu bangun dan duduk menghadap kearah mereka berdua. Wajahnya basah akibat air matanya, dia juga memasang wajah sedih saat menatap Xirius yang babak belur.
"Sudah cukup, jangan membuatnya merasakan penyesalan lebih dalam lagi. Aku mohon," ujar Laura.
"Dia harus menyesali perbuatannya padamu," lanjutnya.
Yuu memberi kode pada Xirius untuk menghampiri Laura. Xirius mengerti dan berjalan pelan lalu duduk, kemudian memeluknya sambil meminta maaf padanya.
"Maaf, karena telah membunuh orang tuamu! Maaf, karena mencoba membunuh dirimu! Maaf, karena telah meninggalkan dirimu!"
"Fueh? Xirius?" ucap Laura terkejut saat Xirius memeluknya.
Wajah Laura semakin memerah karenanya, tapi dia juga merasakan sebuah kenyamanan dan perasaan nostalgia. Dia memejamkan matanya dan bergumam pelan, "Terimakasih, Xirius. Tapi semuanya sudah terlambat!"
Laura mendorong Xirius dengan keras hingga membuatnya terjatuh. Laura mengambil kapaknya yang jatuh tidak terlalu jauh, kemudian dia menghantamkannya ke tanah hingga memunculkan tangan bayangan dari atas tanah tempatnya berpijak.
"Semoga kita bisa bertemu lagi di waktu berikutnya, Reus!" ucapnya sambil tersenyum manis sebelum memakai topeng miliknya dan terhisap ke dalam tanah.
"Laura!" panggil Xirius mencoba meraih dirinya.
Melihat hal tersebut, Laura mengatakan sesuatu yang hanya bisa didengar mereka berdua, sebelum akhirnya menghilang bagai ditelan bumi.
Yuu memandangi Xirius yang tengah terduduk lemas, dia benar-benar bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Xirius. Tapi tanpa Yuu sadari, Xirius menguatkan tekadnya dan menghapus air mata miliknya sebelum bangkit dan mengajak Yuu pergi dari sana.
__ADS_1
***
Disisi lain, Twelve sama sekali belum bergerak. Begitupun dengan lawannya. Chloe menjelaskan pada Axel untuk berhati-hati, karena curiga kalau Twelve akan menggunakan cara licik untuk bisa melawannya.
Namun siapa sangka, sebuah bayangan muncul dibawah kaki Twelve berpijak. Chloe dan Axel membelalakkan kedua matanya saat melihat Twelve terserap ke dalam tanah.
"Oh, sepertinya aku tidak bisa melawan kalian sekaligus yah!" ujar Twelve.
"Apa kau berniat melarikan diri?" tanya Chloe dengan nada provokasi.
"Hahaha! Anggap saja begitu! Tapi sangat disayangkan aku mundur tanpa memberikan sebuah kejutan bukan?" balas Twelve.
Hyrålë mengeluarkan cahaya merah kehitaman, Twelve melepaskan energi tersebut kearah Chloe dan Axel. Merasakan bahaya, Axel dengan sigap berdiri dihadapan Chloe dan mengangkat tinggi kapaknya, sebelum mengayunkannya dengan kuat dan membelah energi tersebut.
Boom
Ledakan kembali terjadi, Axel terkulai lemas dan menjadikan kapaknya sebagai penyangga untuknya. Dia berusaha mengatur nafas agar bisa memberikan serangan balasan pada Twelve. Tapi apa daya, Twelve sudah hampir tenggelam ke tanah.
"Kalau begitu, sampai jumpa lagi!" ujar Twelve.
"Cih, dia melarikan diri!" umpat Axel dengan kesal.
"Maaf dan terimakasih telah melindungi ku!" ucap Chloe yang sudah mulai bisa menggerakkan tubuhnya kembali.
"Haha, bukankah sudah sewajarnya kita saling membantu?" balas Axel.
Chloe menatap Axel dengan pandangan tidak percaya. Dia curiga pada Axel seorang reinkarnator seperti dirinya. Tapi saat mengecek status miliknya, dia tidak melihat dua gelar yang seharusnya ada pada setiap reinkarnator. Makanya Chloe tidak menanyakan hal tersebut padanya.
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
Halo guys! Maaf lama banget ga up yah! Tapi emang kondisinya saat itu ga memungkinkan buat up sih! Salah satu keluarga Author meninggal, jadi author ga bisa up saat itu. Ditambah draft dari NT ilang karena apknya ga sengaja ke hapus data. Jadi author haru ngetik ulang deh, udah mana lagi sibuk sama Novel baru yang mau Up 1 Januari pula! Hadeh..
Makanya baru bisa up sekarang, jadi minta pengertiannya aja (Walau ga ada yang nagih juga sih _-). Btw, Author mau memperkenalkan Novel baru Author yang berjudul World Impact Online. Sampulnya lupa naro dimana dan juga itu sampul adalah judul sebelumnya, makanya belum dirubah sampe sekarang.
World Impact Online sendiri adalah VRMMORPG dengan sistem Blessing dan bukan sistem game pada umumnya. Intinya, semakin kuat Blessingnya, siapapun bisa menjadi pahlawan! Menceritakan seorang remaja bernama Kyle Vireza yang kehilangan ibunya akibat kecelakaan 10 tahun yang lalu. Karena hal tersebut, dia dikucilkan, bahkan keluarga orang tua ibunya.
Namun kehidupannya mulai berubah saat pindah ke sebuah SMA yang dimana dia bertemu dengan teman masa kecilnya. Dia pun memutuskan untuk merubah dirinya kembali seperti sebelumnya dan mulai memainkan game yang dibeli 10 tahun yang lalu bersama dengan ibunya. Akankah kehidupannya bisa berubah? Penasaran kan? Yuk dibaca sekarang!
__ADS_1