My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Sisanya, Serahkan saja pada Guru!


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan! Dia hanya seorang gadis kucing! Lakukan hal yang sama seperti sebelumnya!!"


"Berisik! Kami tengah mengusahakannya saat ini!"


Kyla lalu melesat cepat kearah beberapa penculik dan mencakar mereka semua. Karena tidak ada yang menjadi perisai lagi, mereka jadi jauh lebih mudah dikalahkan.


"Thousand Claws, nyaa~"


Kyla mencakar tanpa henti ke salah satu pengguna pedang besar, membuatnya dengan terpaksa masuk posisi bertahan.


"Rain Arrow!!"


"Lindungi orang yang aku tunjuk dari sihir! Aegis!!"


Sebuah hujan panah menghujani Kyla dan pengguna pedang besar tersebut. Namun berbeda dengan Kyla, pengguna pedang besar tersebut mendapatkan perlindungan magis dari rekannya. Membuatnya bisa bergerak bebas tanpa khawatir dan mulai menyerang balik Kyla saat dia fokus menghindari hujan panah.


"Kena kau!! Impact!!"


Pedang besar milik pria tersebut mengeluarkan sinar kemerahan, lalu menghantam pedangnya ke arah Kyla. Tapi yang selanjutnya benar-benar mengejutkan, Kyla berhasil menahannya dengan tangan kanan miliknya. Walaupun darah perlahan mulai mengalir, dia tetap menahannya dan merapal sebuah sihir.


"Wahai angin, ciptakanlah badai dan cabik-cabik lawanku! Hurricane Slash!!"


Sebuah lingkaran hijau kecil muncul ditangannya Kyla dan membentuk sebuah bola angin kecil. Kyla lalu mengarahkan sihirnya pada pria dengan pedang besar tersebut, yang kemudian mulai mencabik-cabiknya sebelum menghempaskan dirinya jauh ke belakang. Tubuh pria tersebut penuh luka, dia juga sempat bergumam pelan sebelum akhirnya pingsan.


"Cih, melawan gadis sepertinya saja tidak bisa!" ucap Key mengambil pedang yang tergeletak di tanah, itu adalah pedangku.


"Lepaskan Ellen, nyaa~"


Kyla kembali menerjang, kali ini sasarannya adalah Key. Key yang sudah bersiap dengan pedang ditangannya pun juga mulai menyerang Kyla. Mereka beradu pedang dan cakaran cukup intens, dentuman tiap serangan mereka memenuhi sekitar. Key menarik dirinya mundur, begitupun dengan Kyla. Bekas cakaran memenuhi tubuh Key, sedangkan Kyla tubuhnya dipenuhi luka tebasan.


"Begitu rupanya, kau bertambah lincah yah? Pantas saja bisa mengalahkan dua orang itu dengan mudah. Tapi sekuat atau selincah apapun dirimu, kau tetaplah seorang Demon! Holy Chain!!"


Sebuah rantai yang sama dengan yang mengikatku pun muncul entah dari mana dan mulai mengikat kaki, tangan, serta badan Kyla. Bukan hanya itu, bahkan rantai-rantai yang mengikatnya mengeluarkan aura putih yang cukup pekat. Disaat yang bersamaan, aku kepikiran untuk mencoba menggunakan Appraisal pada pria bernama Key dan hasilnya mengejutkan.


STATUS


NAME: Key Graham


RACE: Human


HEALTH: 1853725


MANA: 2972647


LEVEL: 243


TITLE: Master of Holy Chain, Holy Knight, A Human was Invited to the Heaven Realm, Michael's Blessing.


SKILL: Chain Master Lv 10, Sword Master Lv 10, Knight Master Lv 10, Light Magic Lv 10, Holy Magic Lv 10, Divine Magic Lv 10.


"Kamu.. seorang manusia? Selain itu seorang Ksatria Suci?" tanyaku.

__ADS_1


"Wah, wah, tak ku sangka kau memiliki Appraisal! Benar sekali, aku adalah seorang manusia suci! Aku telah diundang oleh para Dewa untuk tinggal disana! Kemudian mereka yang ada disini juga bisa ikut, setelah berhasil menumbalkan 100 gadis Demon berdarah campuran kepada Tuan Michael!" jawabnya mengangkat kedua tangannya dan melihat kearah langit.


"Seharusnya begitu, sebelum kau datang dan melepaskan para gadis-gadis itu!!" lanjutnya dengan tatapan kesal padaku.


Begitu rupanya, tadinya aku pikir mereka menculik para gadis-gadis itu untuk dijadikan budak. Tapi ternyata malah jauh lebih buruk, mereka akan dijadikan tumbal. Syukurlah aku berhasil menyelamatkan mereka semua. Sekarang yang harus aku pikirkan adalah, bagaimana caraku untuk melepaskan diri dari rantai ini?


STATUS


NAME: Holy Chain


TYPE: Holy/Summon


DUR: ???


EFFECT: Mereka yang memiliki kontrak dengan kegelapan tidak akan bisa menggunakan sihir, serta melepaskan diri jika level dibawah pemilik rantai.


Aku menggunakan Appraisal pada Holy Chain guna mencari kelemahannya, tapi siapa sangka malah membuatku merasa kesal karena tidak mendapatkan apa yang aku inginkan.


"Hahaha, jika kau berpikir untuk melepaskan diri dari rantai surgawi milikku. Lebih baik menyerah saja! Begitu juga denganmu, gadis ku--"


Key berhenti dengan wajah terkejut, begitu juga denganku. Tubuh Kyla kini dipenuhi dengan aura berwarna putih dan aku juga bisa merasakan kalau Mana miliknya mengalir cukup deras. Tapi entah kenapa aku tidak yakin kalau itu adalah Mana.


"Kau, mungkinkah, pengguna Sihir Roh?"


Sihir Roh? Aku pernah mendengarnya dari Guru. Dia bilang kalau ada Sihir yang tidak menggunakan Mana, melainkan sesuatu yang disebut Oddo. Itu adalah Sihir Roh dan Kyla merupakan pengguna Sihir Roh?


"Cih, hanya karena bisa mengaktifkan Sihir Roh, bukan berarti kau bisa mengalahkan diriku! Holy Prison Chain!!"


Kyla mengarahkan tangannya ke depan, tepatnya mengarah dimana aku berada. Rantai yang mengikatku pun seketika hancur, aku memanfaatkan hal ini dan menggunakan Teleport ke tempat Kyla berada. Saat ini berada didekatnya akan jauh lebih baik, selain itu karena Mana milikku diserap oleh rantai surgawi, membuatku tidak bisa menggunakan sihir berskala besar.


"Meski begitu, aku harus membantunya!"


Aku mengeluarkan Busur dan juga beberapa anak panah dari Item Box. Lalu melepaskan beberapa panah kearah Key. Key yang sebelumnya fokus pada Kyla baru menyadari aku yang tengah berada didekat Kyla. Dia menatapku dengan kesal karena anak panah yang aku lepaskan. Padahal dia menggunakan rantai surgawi miliknya untuk melindungi diri sendiri, tapi kenapa dia tetap saja kesal?


"Kalian menjengkelkan! Lebih baik ku lenyapkan saja kalian sekaligus!!"


Usai mengatakannya, rantai surgawi miliknya saling melilit satu sama lain dan menciptakan sebuah bor raksasa yang terbuat dari rantai-rantai tersebut. Aku lalu meminta Kyla untuk menggunakan Sihir Roh pada anak panah yang akan aku lepaskan nanti. Tetapi yang menjawab malah sosok lain.


"Maafkan Saya, tapi Master saat ini tengah tertidur."


"Eh? Mungkinkah kamu Roh yang melakukan kontrak dengan Kyla?"


"Itu benar, saya tidak punya banyak waktu untuk menjelaskannya. Tapi saya akan melakukan apa yang kamu pinta! Demi melindungi temannya yang berharga, saya akan berjuang!"


Begitu yah, teman yang berharga kah? Karena itulah Kyla memutuskan untuk kembali dan menolongku. Bodohnya aku sampai melupakan hal sepele seperti itu.


"Mohon bantuannya!" ucapku mulai menarik tali busur yang sudah ada panah dan mulai membidik bor rantai raksasa itu.


Roh yang mengendalikan Kyla lalu mulai merapal dengan bahasa Roh yang tak aku mengerti, tapi perlahan anak panah yang ku tarik mengeluarkan sinar berwarna putih.


"Lenyaplah! Spiral Boreas Holy Chain!!"

__ADS_1


Key melepaskan bor rantai raksasa tersebut menuju kearah kami. Tentunya aku juga melepaskan anak panah yang telah disiapkan dengan Sihir Roh.


"Power Shot!!"


Bor rantai raksasa tersebut beradu dengan anak panah yang aku lesatkan. Perlahan-lahan bor rantai tersebut hancur karena Sihir Roh yang ada pada anak panah, sebelum menciptakan ledakan besar. Roh yang mengendalikan Kyla pun pamit karena batas waktu pengendaliannya sudah berakhir, tubuh Kyla perlahan jatuh dan aku lalu menahannya dan menidurkannya perlahan.


"Terimakasih atas kerja kerasmu, Kyla!" gumamku.


Aku lalu melirik dimana Key berada dan menatap tidak percaya. Setelah menerima serangan tadi, aku pikir ini sudah berakhir. Tapi ternyata belum! Key masih berdiri dengan kokoh, namun terdapat sebuah luka besar di bagian perutnya. Aku bahkan tidak percaya dia masih bertahan setelah menerima serangan itu.


"Hahahaha! Kau lihat bukan kekuatan yang aku miliki!? Aku telah diundang oleh Tuan Michael! Tentu saja aku memiliki berkahnya!" ucapnya dengan bangga.


"Sekarang, aku yakin kau sudah kehabisan Mana bukan? Terimalah kematianmu!!"


Key lalu menggunakan beberapa rantai surgawi untuk menyerangku dan Kyla. Aku sudah pasrah dengan menutup mata. Tapi sudah menunggu lama, tidak ada tanda-tanda kalau rantai-rantai tersebut akan mengenai kami. Kemudian saat aku membuka mata, aku menemukan sosok yang tidak asing di hadapanku, tengah berjuang menahan rantai-rantai yang diarahkan pada kami.


"Guru Lilith!" panggilku.


"Maaf karena terlambat, Ellen!" sahut Guru Lilith.


Bukan hanya Guru Lilith saja yang datang, Kak Rena, Kak Sarah, Kak Myla serta Vishnal pun datang. Vishnal memberikan kain untuk menutupi tubuhku yang tengah mengenakan pakaian compang-camping.


"Tega sekali, membuat MiLady ku seperti ini!" ucap Vishnal.


"Nona Lilith, izinkan aku saja yang turun tangan!" lanjutnya.


"Hentikan! Lebih baik kamu bawa Muridku yang manis ini pergi menjauh. Tempat ini akan segera aku hancurkan," balas Guru dengan aura gelap yang cukup kuat.


"Guru! Berhati-hatilah dengan rantai miliknya! Rantainya itu bisa--"


"Tenang saja. Sisanya, serahkan saja pada guru! Ellen beristirahatlah dengan Kyla, yah!"


Aku hanya mengangguk dan pergi bersama Vishnal, juga Kak Myla yang menggendong Kyla.


POV Lilith Begin


Aku menatap Ellen yang pergi dibawa oleh Vishnal, dia sudah berjuang keras. Jadi wajar untuknya beristirahat.


"Rena, Sarah, bisa urus semut-semut kecil disana?" pintaku menunjuk pria-pria lain yang ada disini.


"Dengan senang hati, guru!" sahut Rena dan Sarah bersamaan.


Mereka lalu pergi untuk mengatasi sisanya, sedangkan aku akan menghadapi pria yang telah memperlakukan muridku hingga seperti itu. Tak bisa dimaafkan!


"Baiklah, sekarang. Kita mulai kah?"


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


__ADS_1


__ADS_2