
Sebuah ledakan tercipta, membuat aku dan Nineteen terpaksa menghentikan aksi kami. Terlihat Fourteen terjatuh tak sadarkan diri dengan pedang besar miliknya hancur menjadi dua berkat tendangan Kyla. Selagi dilanda keterkejutan mengetahui rekannya berhasil dikalahkan, aku memanfaatkannya dengan cara mendekat dan menodong pedangku pada lehernya.
"Semua sudah berakhir! Lebih baik kamu menyerah sekarang!"
Nineteen berdecak kesal saat tahu kalau dia lengah. Dia lalu pasrah dan mengangkat kedua tangannya, sebagai tanda untuk menyerah. Tapi tidak lama setelahnya, sebuah ledakan terjadi lagi dan tanpa aku ketahui penyebabnya, aku sudah terhempas ke sebuah kios. Duh~ Tubuhku sakit semua karenanya!
"Ya ampun, siapa sangka kau benar-benar dibuat kerepotan oleh gadis kecil, Nineteen!" ucap seorang pria mengenakan Topeng simbol angka romawi XVII. Dia juga membawa sebuah palu dan kapak berukuran besar yang menjadi satu.
"Berisik! Aku tidak ingin mendengar kalimat dari seorang pria yang menyerang gadis secara diam-diam seperti dirimu, Seventeen!"
"Cih, tahu begini aku lebih baik tidak datang menyelamatkan dirimu! Dasar tak tahu berterimakasih!"
Aku lalu mencari keberadaan Kyla, khawatir kalau dia juga menerima serangan yang sama sepertiku. Tapi sepertinya tidak, aku bisa melihat sepasang pria dan gadis kecil dengan mengenakan topeng yang sama seperti Fourteen, Seventeen dan Nineteen. XII untuk pria yang membawa perisai besar, XI untuk gadis kecil yang membawa sebuah kapak besar.
"Hey~ Hey~ Nona gadis kucing yang manis~ Bisa kamu lepaskan pria besar dan bodoh itu pada kami~" ucap sang gadis dengan suara yang diimut-imutkan.
"Maaf saja, tapi aku tidak akan menyerahkannya pada kalian. Dia telah melukai temanku yang berharga, jadi dia harus menerima akibatnya!" balas Kyla.
"Ini merepotkan! Tanpa pria besar itu, kami tidak akan bisa melakukannya sesuai rencana. Jadi kehilangan dirinya sekarang akan sangat mengacaukan rencana yang telah dibuat oleh Tuan Zero," jelas sang pria yang terlihat seperti terpaksa melakukan hal ini.
"Apa peduliku!"
Selepas mengatakannya, Kyla telah berada dihadapan mereka dan berniat menyerang gadis bertopeng tersebut. Tapi sayangnya, pria yang membawa perisai besar tersebut dengan sigap mengangkat perisainya untuk melindungi gadis yang bersama dengannya.
Kyla terlihat terkejut saat mengetahui serangannya berhasil ditahan dengan mudah, selain itu perisai milik lawannya sepertinya sangat keras jika dilihat dari jauh. Tak lama setelah itu, Seventeen sudah berada disampingnya dan mengayunkan palu miliknya pada Kyla. Membuatnya terhempas menabrak sebuah rumah milik warga, bersamaan dengan itu juga, Unite Mode miliknya lenyap dan Kyla pun kehilangan kesadarannya.
Aku sempat ingin berteriak, tapi kalau mereka tahu aku masih sadarkan diri, itu agak gawat. Lagipula aku tahu tujuan mereka, jika mereka hanya ingin membawa Fourteen kembali, maka mereka tidak punya niat untuk menghabisi nyawa kami.
"Eleven! Kau terlalu memprovokasi musuh dan menghina rekanmu sendiri!" ucap Seventeen.
"Hee~ Tapi, bukankah dia memang pria yang bodoh~ Iya kan, Twelve?" sahut Eleven.
"Yah, dia memang pria bodoh dan merepotkan. Tapi bagaimana juga, dia dibutuhkan dalam rencana Tuan Zero. Juga, jika dia bangun dan tahu apa yang kau ucapkan. Aku tidak mau ikut campur, kau mengerti bukan Eleven?" balas Twelve.
__ADS_1
"Jika itu terjadi, maka aku hanya harus membuatnya babak belur lagi bukan~"
Eleven tertawa setelah mengatakannya, tapi tidak lama setelah itu, Nineteen datang dan memberitahu mereka kalau sudah saatnya kembali. Seventeen mengangkat Kapak Palu miliknya dan menghentakkannya sekali ke atas tanah, membuat sebuah lingkaran ungu muncul dan membawa mereka semua pergi menghilang dari sana.
Aku lalu memaksakan diri untuk bangun dan melihat keadaan Kyla dengan menggunakan teleport. Dia tidak terluka parah, hanya kehilangan kesadaran dan beberapa luka lecet ditubuhnya saja. Aku membopongnya ke tempat Cleon berbaring dan menidurkannya disebelah Cleon. Tak lama setelahnya Ksatria Kerajaan datang.
"Pangeran!! Juga Nona Elena!! Apa kalian baik-baik saja!!" panggil salah satu Ksatria yang mendatangi kami, sepertinya dia adalah pemimpin yang bertanggungjawab terhadap para Ksatria Kerajaan disini.
Aku lalu menjelaskan keadaan kami pada mereka, lalu bertanya kenapa mereka sangat lama untuk tiba disini. Pemimpin Ksatria tersebut menerangkan kalau mereka ditahan oleh dua orang gadis dengan Topeng berlambang XV dan XVI.
Sepertinya mereka membagi tugas, Fourteen dan Nineteen ditugaskan untuk membuat kekacauan di Taman Kota, Fifteen dan Sixteen ditugaskan untuk menahan para Ksatria yang akan datang, lalu Eleven, Twelve serta Seventeen disiapkan untuk berjaga-jaga jika salah satu dari mereka membutuhkan bantuan.
"Ellen!!" panggil seseorang.
Aku menoleh dan ternyata yang memanggilku adalah Anna. Pakaiannya terlihat acak-acakan, apa dia diserang oleh mereka juga?
"Anna! Apa yang terjadi? Kenapa pakaianmu acak-acakan seperti itu?" tanyaku.
"Anna, mungkinkah yang menyerang kamu itu mengenakan topeng dengan lambang X dan XIII?" tanyaku memastikan. (Note: Disini Elena nanyanya bukan make Angka Romawi, tapi huruf biasa!)
"Darimana kamu tahu itu, Ellen? Mungkinkah kamu bertemu mereka?" balasnya balik bertanya.
Aku lalu menjelaskan semua yang aku ketahui padanya, dia terkejut saat mendengar nama World Order yang kemungkinan merupakan Organisasi Jahat. Dia melihat kearah Kakaknya dan juga Kyla yang tergeletak lemas di atas tanah, membuktikan seberapa keras usaha mereka menahan Fourteen dan Nineteen sebelumnya.
"Aku masih bingung, kenapa mereka tidak langsung berpacaran saja sih! Padahal mereka sangat kompak seperti itu, kan Ellen?" gumamnya bertanya padaku.
Aku yang mendengarnya hanya bisa tertawa mendengarnya.
"Kamu dengar itu, Cleon? Bahkan adikmu sendiri sudah memberikan persetujuannya padamu! Lalu untukmu Kyla, sampai kapan ingin berpura-pura pingsan seperti itu?" ledekku pada mereka berdua.
Anna terlihat bingung mendengar perkataan ku, dia terlihat panik dan mencari penjelasan padaku. Wajah Cleon dan Kyla memerah saat mendengar ledekan yang aku berikan untuk mereka tadi. Bahkan Kyla langsung bangun dan menyerangku dengan cara memeluk tubuhku. Aku mengerang kesakitan karena luka yang aku terima sebelumnya tersentuh olehnya.
"Hentikan, Kyla! Sakit tahu!"
__ADS_1
"Tidak akan, nyaa~ Kalau sudah begini, Kyla akan menyerang bagian 'itu' milik Ellen, nyaa~"
"Tunggu, tunggu! Apa yang kamu lakukan? Baiklah, baiklah! Aku salah! Jangan serang 'itu' kumohon!"
"Sudah terlambat, nyaa~"
Kyla mendekatkan wajahnya padaku, beberapa Ksatria disana wajahnya memerah.
"Tidak, Kyla, apapun kumohon, jangan bagian 'itu'!!"
"Selamat makan, nyaa~ Aahnn~"
"Hiek! KYAAA~"
Aku berteriak kencang saat Kyla menggigit daun telinga milikku. Bersamaan dengan itu, kekacauan ini pun berakhir dan kami diantar pulang langsung menuju Asrama. Beberapa teman-teman kami yang mendengar kabar kalau kami terjebak di kekacauan tersebut datang menghampiri kami karena khawatir. Bahkan Kak Rena, Kak Sarah dan Kak Myla datang menemui kami karena khawatir dengan kondisi kami.
Ah~ Padahal hari ini, kami ingin membuat taman! Karena kekacauan itu membuat kami terpaksa harus beristirahat. Karena sudah hampir malam, Kak Myla memutuskan untuk menjadi juru masak malam ini, tentunya Kak Sarah juga membantu.
Pada akhirnya taman yang ingin kami buat harus diundur hingga minggu depan. Menyebalkan sih, tapi saat merasakan kekhawatiran mereka membuatku merasa hangat. Begitu yah, jadi ini yang dinamakan teman. Saling mengkhawatirkan keadaan satu sama lain, saat sedih dan bahagia kami pun akan terus bersama. Aku pasti, akan melindungi mereka semua!
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
Hallo, Author punya kabar baik dan kabar buruk untuk kalian!
Dimulai dari Kabar Buruk, mulai dari Awal September, novel ini mungkin ga bisa up setiap hari, bisa 2 hari, 3 hari, atau mungkin 1 minggu buat up-nya. Jadi harap bersabar yah, Readers!
Lalu kabar baiknya, Author akan mencoba melakukan up pada Novel Author yang lain. Dream Heroes: Awakening of Imperior dan The Twilight Goddess! Waktu Up-nya sih belum ditentukan, tapi yang pasti akan up mulai awal September nanti dan ini jugalah yang menjadi alasan kenapa Up novel ini akan sedikit terhambat. Jadi diharapkan untuk bersabar yah, Readers!
Sampai Jumpa, Nyaa~
__ADS_1