My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
White Dragon


__ADS_3

Saat ini para murid yang mengambil Materi Minat Ilmu Pengetahuan Sihir tengah mencoba untuk menaklukkan mahluk yang mereka panggil, pastinya satu-persatu untuk melakukannya dan itu sesuai dengan urutan kertas yang mereka genggam. Aku berada diurutan ke-28, Kyla berada diurutan ke-15, sedangkan Cleon berada diurutan kedua.


Yup, dia telah berhasil menaklukkan Ignis, monster dengan tubuh yang terbuat dari api. Sangat cocok dengannya yang merupakan pengguna Sihir Api, Cleon memberikannya nama Gigar. Selain itu, teman Kelas S ku lain yang juga mengambil Materi ini adalah Edel, Lyon, Iris, Celine, Blanca dan Viviana. Tentunya mereka sudah berhasil menaklukkan mahluk yang dipanggil oleh mereka tadi.


Edel berhasil membuat kontrak dengan Falchina, seekor burung elang dengan bulu hijau yang bisa memanipulasi angin dan diberi nama Sterylis. Lyon berhasil membuat kontrak dengan Panther, mirip seperti harimau hitam dan diberi nama Flint. Iris dan Celine berhasil membuat kontrak dengan Foxa, seekor rubah dengan warna bulu yang berbeda.


Iris mendapatkan Foxa berbulu merah maroon yang bisa memanipulasi api dan diberi nama Flare. Sedangkan Celine mendapatkan Foxa berbulu putih salju yang bisa memanipulasi es dan diberi nama Frost. Kemudian Blanca juga tidak kalah mengejutkan, dia juga berhasil membuat kontrak dengan seekor Fenrir, walau butuh perjuangan untuk menaklukkannya. Blanca memberinya nama Blanc, dia hanya menghapus huruf "a" dan menjadikannya nama untuk Fenrir yang dia taklukkan tadi. Viviana sendiri berhasil membuat kontrak dengan Thundra, seekor burung yang tubuhnya diselimuti aliran listrik dan diberi nama Tyler.


Berikutnya adalah Kyla, aku dan Anna menyemangati dirinya dari jauh. Lalu dia pun mulai merapal mantra pemanggil, tapi yang muncul bukannya mahluk panggilan, melainkan seorang gadis dengan tinggi wanita dewasa, mengenakan dress panjang berwarna putih, rambutnya terurai dengan warna putih salju, beserta matanya yang juga memiliki warna yang sama.


"Tunggu, Snowy! Kenapa malah kamu yang keluar, nyaa~" ucap Kyla.


"Tentu saja Snowy yang muncul! Snowy tidak mau diduakan oleh Master! Bukankah Master sudah berjanji untuk tidak melakukannya?" balas gadis bernama Snowy tersebut.


"Kyla tahu, nyaa~ Lagipula ini adalah sebuah pelajaran sihir, nyaa~ Jadi kembalilah dan biarkan Kyla menyelesaikan ini, nyaa~"


"Tidak boleh! Master itu hanyalah milik Snowy saja!!"


Kami tertawa melihat tingkah mereka berdua, sedangkan Pembimbing hanya menghela nafas dengan menggelengkan kepalanya. Dia menjelaskan kalau itu adalah hal yang wajar bagi pengguna Sihir Roh. Jadi Kyla dianggap lulus dalam pelajaran ini.


Lalu pelajaran ini pun dilanjutkan kembali. Banyak yang berhasil, tapi tidak sedikit pula yang gagal. Bahkan ada yang mahluk panggilannya langsung menghilang tepat setelah dipanggil. Kemudian tanpa disadari, selanjutnya adalah giliran ku. Jadi aku maju dan mulai merapal mantra pemanggil.


"Wahai mahluk yang mendengar panggilan ini, datanglah dan wujudkan dirimu, penuhilah panggilan ini untuk menjadi kekuatanku! Summon!!"


Sebuah lingkaran berwarna putih muncul di atas tanah dan mulai bersinar terang. Tak lama setelahnya, seekor Naga kecil berwarna putih muncul dan mengejutkan semua orang termasuk diriku.


"Wh-White Dragon!?"


"Hebat! Dia bahkan bisa memanggil seekor White Dragon yang telah dianggap punah!?"


"Mengagumkan!"


White Dragon adalah satu dari 3 Naga terkuat yang pernah ada dan dianggap sudah mengalami kepunahan. Penyebabnya adalah perburuan yang dilakukan oleh para Manusia dan aku berhasil memanggilnya? Tapi sepertinya ada yang aneh dengannya? Jadi aku memutuskan untuk memeriksanya lebih dekat dan benar saja! Tubuhnya dipenuhi dengan berbagai luka tebasan! Tanpa sadar aku menggunakan Aqua Heal padanya, setidaknya dia tidak mengalami kesakitan lebih dari ini.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan Elena?" tanya seseorang yang tak lain adalah Pembimbing.


"Memulihkan lukanya, memangnya apa lagi?" jawabku datar.


"Yah, aku bisa melihatnya. Tapi yang aku maksud adalah, kenapa kamu tidak melakukan Ritual Pengikatannya? Jika kamu melakukannya, dia akan pulih dengan sendirinya dan lukanya akan hil--"


"Tidak mau!" potongku membuat Pembimbing terkejut.


"Aku tahu hal itu! Tapi jika aku memang ingin melakukannya, setidaknya dia tidak terluka seperti ini bukan? Aku tidak mau membuatnya melakukan Ritual tersebut dengan pemaksaan!" lanjutku.


Pembimbing hanya menghela nafas dan menyuruhku untuk mencari tempat lain agar Naga kecil tersebut dapat beristirahat. Aku lalu mengucapkan terimakasih, lalu pergi meninggalkan tempat itu dan kemudian pelajaran pun berlanjut tanpa adanya diriku.


***


Saat ini aku sedang berada disebuah taman dan tengah duduk dibawah pohon besar didekat Asrama. Beberapa ada yang menatapku dengan pandangan tak percaya, mungkin itu karena seekor Naga dengan sisik putih tengah tertidur dipangkuan ku.


Walau sudah aku pulihkan dengan Aqua Heal, tapi tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan dia akan bangun. Lalu untuk berjaga-jaga, aku menyiapkan sepotong daging besar berserta dengan semangkuk susu. Aku juga mengelus badannya dengan lembut, tapi aku akan menghentikannya jika dia bangun.


Pandangan kami berdua saling bertemu, aku menunjukkan senyum padanya, Naga putih kecil itu dengan gerak cepat melompat dari pangkuanku dan mulai menggeram padaku. Sepertinya dia berpikir kalau aku yang melukainya. Jadi aku putuskan untuk memberikan daging yang telah ku siapkan sebelumnya pada Naga kecil tersebut, tentunya sambil mempertahankan senyumanku. Dia menatap daging tersebut, lalu menatapku kembali. Dia terlihat ragu untuk memakannya.


"Makanlah! Jika kurang, aku akan menambahnya lagi nanti!"


Tepat setelah aku mengatakannya, dia maju dan mengendus daging tersebut sebelum memakannya dengan lahap. Aku hanya bisa tersenyum dan mencoba mengelus kepalanya lagi, serta menggunakan Appraisal padanya. Dia sempat bergetar sesaat, sebelum akhirnya melanjutkan makannya kembali.


STATUS


NAME: White Dragon (Without Name)


RACE: Dragon


HEALTH: 150000


MANA: 300000

__ADS_1


LEVEL: 1


TITLE: Three of Greatest Dragons, White Flame Manipulator.


SKILL: Dragon Art's Lv 4, Fire Magic Lv 10.


Aku sedikit terkejut dengan Fire Magic miliknya yang telah mencapai level 10, padahal dia sendiri masih level 1 lho! Yah, aku juga bisa dibilang tidak masuk akal sih, dengan status milikku saat ini, ahaha.


"Gruu~"


"Hmm? Kamu mau lagi?"


"Gruu~"


"Haha, apa boleh buat yah!"


Aku lalu mengeluarkan tiga daging lagi dari Item Box dan meletakkannya di piring yang sama dimana dia makan tadi.


"Apa segini cukup?"


"Gruu~"


Dengan lahap, Naga kecil tersebut kembali memakan daging yang aku berikan. Aku hanya bisa tertawa menanggapi tingkahnya, dasar Naga kecil yang rakus!


"Tapi sepertinya aku melupakan sesuatu?" gumamku memikirkan apa yang kurang saat ini.


"Ah! Susunya!!"


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


__ADS_1


__ADS_2