My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Sampah


__ADS_3

Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi setelah ledakan akibat sihir milik Guru Lilith, bulu-bulu putih ini mulai jatuh bertebaran dari langit. Petir tercipta dan suara deruan langit terdengar keras. Kemudian seorang pria berambut kuning menyala, iris mata berwarna jingga kemerahan, wajah datar miliknya dengan sayap putih yang membentang lebar di punggungnya, gaun putih, serta sebuah pedang besar satu tangan. Dia perlahan turun ke bawah.


"Ini benar-benar mustahil. Bagaimana bisa dia masuk ke Demon Realm?" ucap Vishnal dengan tidak percaya.


"Vishnal, apa kamu tahu sesuatu tentang pria itu?" tanyaku penasaran.


"Nona Ellen, anda pasti sudah mendengar tentang Seven Virtues bukan? Pria itu salah satu dari mereka. Perwakilan Keadilan, Justice King, Michael!!" jawab Vishnal padaku.


Michael!? Tunggu, tunggu, tunggu! Kenapa mahluk sepertinya bisa masuk ke Demon Realm? Mungkinkah, Key penyebabnya? Guru Lilith dalam bahaya jika memang kedatangannya adalah untuk membantu Key!


Aku mencoba untuk berdiri dengan tenaga yang ku miliki, tapi luka yang ku terima seolah menolak apa yang ingin aku lakukan.


"Nona Ellen! Anda seharusnya beristirahat! Serahkan saja pada Nona Lilith!" peringat Vishnal.


"Lalu, apa kamu berpikir Guru bisa mengalahkan mahluk sepertinya? Tidak kan! Jadi jangan menahan diriku, Vishnal!" sahutku memaksakan diri untuk berdiri.


"Tapi Nona, luka anda akan--"


"INI PERINTAH!!" bentak ku.


"Sa-saya mengerti, tapi izinkan saya untuk menemani anda kesana!" pintanya.


"Lakukan sesukamu! Kak Myla tetaplah disini menjaga Kyla!"


"Aku mengerti! Berhati-hatilah!"


Aku mengangguk dan pergi bersama Vishnal dibelakang ku menuju tempat Guru Lilith bertarung. Juga tempat dimana Michael turun. Tapi saat aku sampai disana, Key sudah tertusuk oleh pedang milik Michael. Sebenarnya apa yang terjadi disini!?


Beberapa saat lalu yang tidak diketahui Ellen


Tepat setelah Michael muncul, semua pandangan orang-orang beralih padanya.


"Oh, Tuan Michael! Senang melihat anda disini! Apa anda datang untuk membantu saya? Kebetulan sekali saya memerlukan bantuan anda, jika berkenan!" ucap Key dengan sopan pada Michael.


"Kau.. sudah tidak diperlukan," ucap Michael.


Key yang mendengarnya sedikit bingung dan menanyakan apa yang dikatakan olehnya. Dia takut salah mendengar ucapan Michael.


"Aku bilang.. kau.. sudah tidak diperlukan lagi!"


Jleb

__ADS_1


Sebuah pedang menembus tubuh Key dan dapat terlihat jantung miliknya berada diujung pedang tersebut. Michael menusuk Key dengan wajah datar, darah Key juga mengenai wajah miliknya.


Kemudian sekarang


"Guru! Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Michael membunuh Key?" tanyaku pada Guru Lilith.


"Jika kamu bertanya padaku, lalu aku harus bertanya siapa untuk menemukan jawabannya?" balas Guru Lilith.


"Ah, benar juga!"


Dapat dipastikan dengan jelas kalau Key sudah tiada. Itu karena aku melihat organ vital miliknya diujung pedang milik Michael yang masih tertancap ditubuh Key. Kemudian saat dia mencabut pedangnya, tubuh Key terbakar dan tidak meninggalkan apapun sama sekali.


"Michael! Apa tujuanmu datang kesini? Bukankah kamu yang memintanya untuk menculik gadis-gadis berdarah campuran dan menjadikan mereka sebagai tumbal bagimu?"


Aku lalu memberanikan diri maju dan bertanya apa tujuannya datang ke tempat ini. Vishnal, Kak Rena, Kak Sarah dan Guru Lilith terkejut dengan keberanian yang aku miliki. Pandangan Michael teralih padaku, tubuhku gemetar ketakutan. Tapi aku memaksakan diri menggunakan Appraisal padanya.


STATUS


NAME: Justice King, Michael


RACE: Archangel


HEALTH: ???


LEVEL: ???


TITLE: ???


SKILL: ???


Semuanya dipenuhi tanda tanya, hanya nama dan Ras miliknya saja yang terlihat disana. Kalau seperti ini, bagaimana cara kami mengalahkannya. Tidak lama setelahnya, aku merasakan suatu perasaan yang tidak nyaman. Tepat setelah aku melakukan Appraisal padanya. Sepertinya Michael menggunakan Appraisal padaku, hanya itu yang bisa aku pikirkan.


Skill Appraisal sangat berguna untuk mengetahui informasi lawan. Tapi saat menggunakannya, lawan yang terkena Appraisal akan merasakan suatu perasaan yang tidak nyaman. Benar, seperti yang aku rasakan saat ini.


"Begitu rupanya. Kau yang akan menjadi wadah mereka berikutnya. Menyedihkan sekali, sampai membuat gadis kecil sepertimu menjadi wadah penghancur dunia ini. Keadilan ditempat ini benar-benar hilang yah!" sahut Michael memejamkan matanya.


"Kamu belum menjawab pertanyaan ku sebelumnya! Apa tujuanmu datang kemari, Michael!!" balasku.


"Ah! Hampir saja aku melupakan tujuan awal ku!"


Michael mengulurkan tangannya kearah para penculik yang sudah diikat oleh Kak Rena dan Kak Sarah. Kak Rena dan Kak Sarah yang melihatnya memasang sikap waspada.

__ADS_1


Aku bertanya apa yang ingin dia lakukan, Michael pun menjawab, "Membersihkan sampah! Itulah tujuanku datang kemari!"


Energi berwarna kuning cerah terkumpul ditangannya dan perlahan semakin membesar, membuatku panik memanggil Kak Rena dan Kak Sarah yang masih berada disana. Michael melepaskan energi tersebut dan melenyapkan para penculik yang terikat disana. Untungnya Guru Lilith bergerak cepat melakukan Teleport kearah kedua kakakku dan membawanya ke tempatku berada. Saat ini mereka pingsan akibat shock dengan kejadian tersebut dan dijaga oleh Vishnal.


"Kenapa kamu dengan mudahnya menghabisi mereka? Bukankah mereka yang kamu berikan tugas? Mereka melaksanakannya dengan baik, tapi kamu dengan mudah menghabisi nyawa mereka?" ungkap ku penuh rasa kesal terhadapnya.


"Sepertinya dirimu salah paham yah. Aku sama sekali tidak memberikan sampah-sampah itu tugas. Pria bernama Key diundang oleh Tuan Ares karena kemampuannya, lalu beliau memintaku untuk memberikan berkah kepadanya. Kemudian Tuan Ares memberinya sebuah tugas, jika dia mau tinggal di Heaven Realm. Dengan mencari 100 Gadis Demon berdarah campuran dan menumbalkan mereka untuk menambah kekuatanku. Aku sudah menentangnya, tapi beliau mengatakan itu adalah perintah. Jadi aku terpaksa menerimanya," jelasnya.


"Meskipun demikian, siapa sangka dia bisa mengumpulkan 100 Gadis Demon berdarah campuran bersama rekan-rekannya. Seharusnya dengan menumbalkan mereka, dia sudah bisa tinggal di Heaven Realm. Namun demi rekan-rekan yang membantu dirinya, membuat dia memutuskan untuk mencari 100 Gadis berdarah campuran lagi agar rekan-rekan sampahnya itu bisa tinggal bersama dengannya di Heaven Realm. Sayangnya mereka gagal dan penyebabnya adalah dirimu, Elena. Atau bisa dikatakan, dirimu lah penyebab kematian mereka," lanjutnya.


Aku yang mendengar penjelasan tersebut hanya bisa menundukkan kepalaku. Hanya karena mereka gagal sekali, sampai harus dihabisi seperti itu?


"JANGAN BERCANDA!!!"


Aku mengumpulkan semua Mana dan energi sihir milikku yang tersisa untuk membentuk sebuah tombak raksasa dan berniat melepaskannya pada Michael. Sekilas terdengar suara Guru Lilith dan Vishnal yang berteriak berusaha menghentikan perbuatan ku. Tapi sayang semuanya sudah terlambat dan aku juga sudah melepaskan tombak raksasa tersebut kearah Michael.


Michael mengangkat tinggi pedangnya dan berniat menebas tombak raksasa tersebut.


"Sword of Justice, First Form - Heaven's Gate!!"


Sebuah gerbang muncul dihadapan Michael, tepat saat dia menebas tombak raksasa tersebut dan menghisapnya kedalam gerbang yang muncul tiba-tiba itu.


Disaat yang sama, Michael juga menyiapkan serangan berikutnya. Bilah pedangnya disejajarkan dengan pundak kirinya, kedua kakinya sedikit ditekuk, masing-masing sayapnya dibentangkan. Lalu dalam sekejap, dia sudah berada di hadapanku dan bersiap menebas leherku. Aku lalu memejamkan mata dengan pasrah dan membayangkan orang-orang berharga bagiku.


Ayah, Ibu, terimakasih karena telah melahirkan dan membesarkan ku. Kak Rena dan Kak Sarah, terimakasih karena telah menjaga dan menemaniku bermain. Vishnal, terimakasih karena tidak marah walau selalu merepotkan mu. Cleon dan Anna, terimakasih karena selalu membantu diriku. Guru Lilith, terimakasih karena telah mengajariku banyak hal. Lalu Kyla, terimakasih karena telah mau menjadi temanku dan menganggap diriku sangat berharga lebih dari apapun. Maafkan aku karena harus meninggalkan kalian semua sekarang, juga.. selamat tinggal kehidupan keduaku!


Bamn


Aku membuka kedua mataku saat merasakan hembusan angin kencang. Lagi-lagi seseorang yang aku kenal menyelamatkan diriku, dia adalah Paman Kruelga.


"Kruelga," gumam Michael.


"Yo Michael! Sepertinya kau cukup bersenang-senang yah!" sahut Paman Kruelga.


Michael lalu melompat mundur untuk menjaga jarak, bahkan dia memutuskan untuk terbang sedikit lebih tinggi.


Dia lalu menatapku dan berkata, "Elena von Callista, untuk saat ini aku akan mengampuni dirimu! Tapi dipertemuan kita yang berikutnya, jangan berharap bisa lolos!"


Michael mengepakkan sayapnya dan meninggalkan tempat ini. Mengetahui semuanya sudah berakhir, membuat kepalaku pusing sebelum akhirnya kehilangan kesadaranku untuk kedua kalinya.


***

__ADS_1


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!



__ADS_2