My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Kekacauan yang Terulang


__ADS_3

Mereka tanpa ragu menghabisinya, aku bisa merasakan betapa mualnya diriku saat ini. Bahkan aku dapat melihat beberapa wanita yang menonton jatuh pingsan. Tubuhku tidak bisa berhenti bergetar, tapi aku harus bisa menahan semua ini.


Aku bisa melihat Guru Lilith menggertak giginya sendiri sebelum memberi perintah, "Kalian semua! Evakuasi para penonton segera! Naikkan status siaga hingga Level 3!!"


"B-baik!!" sahut para Ksatria dan mulai melakukan apa yang diperintahkan oleh Guru Lilith.


"Guru, biarkan aku ikut membantu!" pintaku.


"Tidak! Sebaiknya kau segera pergi dari sini, kau hanya akan menjadi beban untuk kami!" sahut Guru Gale.


"Tapi--"


"Jangan khawatir, serahkan semua ini pada kami! Kamu saat ini tengah kelelahan bukan? Pergi dan istirahatkan dirimu! Lagipula ini akan selesai dengan cepat," balas Guru Lilith.


"Ellen!" panggil seseorang yang tak lain adalah Kyla.


"Kyla!? Kenapa kamu kesini?" sahutku.


"Nyaa~ Tentu saja membawa Ellen pergi dari sini!" balasnya.


Aku segera menoleh kepada para Guru di depanku saat ini, tapi Kyla segera menarik tanganku.


"Tenang saja, nyaa~ Guru-guru kita itu sangat kuat! Jadi jangan khawatir, nyaa~" ingat Kyla.


"Iya, kamu memang benar. Ayo pergi!" sahutku.


"Nyaa~"


Kami pun segera pergi meninggalkan tempat tersebut.


***


Situasi di Arena tidak menguntungkan sama sekali, walaupun keempat Dewan Kebijakan Kalzaream turun tangan. Berkat apa yang dilakukan oleh Seventeen barusan, membuat mereka semua menjadi waspada.


"Baiklah, mari kita sedikit serius disini," ungkap Lilith.


"Formasi A!" lanjutnya memberi perintah.


Mereka segera membentuk formasi dengan Kevin didepan, Ramiris ditengah, serta Gale dan Lilith berada dibelakang.


"Aku tidak akan menahan diri terhadap organisasi busuk seperti kalian! Blood Manipulation - Sword Form! Shield Form!!"


Sebuah pedang dan perisai yang terbuat dari darah beku muncul dikedua tangannya Kevin. Tanpa ragu, dia segera melesat kearah Seventeen dan mengayunkan pedangnya.


"Silva Sword Style, First Form - Bloody Slash!!"


Seventeen yang melihat itu tetap tenang sebelum berkata, "Itu sangat menarik, tapi lawan yang akan kau hadapi, bukanlah aku."


Sebuah hantaman perisai mengenai Kevin, membuatnya harus terhempas jauh kebelakang. Gale segera mendekat dengan Pisau serta Grimore ditangan kirinya. Dia lalu memulihkan Kevin.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja, kawan?" tanya Gale.


"Yah, terimakasih atas kekhawtiranmu! Aku baik-baik saja, tapi apa yang baru saja menghantam ku itu?" balas Kevin.


"Ya ampun, kau membuatku datang untuk hal merepotkan seperti ini? Juga, kenapa aku harus dipasangkan dengan orang bodoh satu ini?" ungkap seorang pria dengan perisai yang mengenakan topeng, dia adalah Twelve.


"Apa-apaan itu! Kau sendiri yang mengajak diriku bukan?" keluh pria besar dengan pedang besar yang mengenakan topeng, dia adalah Fourteen.


"Itu karena hanya kau saja yang berada di dekatku!" sahutnya.


"Kalau begitu kenapa tidak mengajak Eleven saja, huh?"


"Gadis itu baru saja kembali dari tugas beratnya dan kau menyuruhnya untuk menjalani tugas lain? Setidaknya gunakan otak di kepalamu, jangan yang ada di ototmu! Dasar bodoh!!"


Semua yang ada disana bingung dengan apa yang mereka ributkan. Bahkan Seventeen dan Thirteen pun hanya bisa menghela nafas saja, melihat betapa tidak sinkronnya tim pembantu yang dikirim untuk mereka.


Namun berbeda dengan Ramiris dan Gale, mereka berdua menyelinap dan bersiap melancarkan serangan. Ramiris mengumpulkan Oddo miliknya pada bagian kaki kanannya, sedangkan Gale menyiapkan tombak darah besar yang siap diluncurkan kapan saja.


"Kau tadi mengatakan aku apa? Bodoh? Apa kau ingin ku belah menjadi dua, huh?"


"Hmph! Memangnya kau bisa membelah perisai milikku ini huh? Selain itu.."


"Spirit Martial Art's, First Form - Oddo's Spike!!"


"Blood Manipulation, Spear Form! Tombak peledak! Bloody Bomber Spear!!"


".. bisa tidak, jangan mengganggu perdebatan kami!!"


Boom


Ramiris berdecak kesal saat tahu tendangannya berhasil ditahan, dia lalu menjadikan perisai lawannya sebagai tumpuan untuk membantunya melompat saat sebuah anak panah melesat lurus kearahnya.


"Dua lawan satu kah? Tidak masalah, biar aku layani kalian semua! Kalian harus membayar apa yang telah kalian lakukan pada murid tersayang ku!!"


Tepat setelah mengatakannya, Oddo yang cukup besar merembes keluar dari tubuh Ramiris. Dia lalu tanpa ragu untuk menggunakannya untuk meningkatkan pertahanan sekaligus daya serang miliknya.


"Oh, jadi kau adalah guru gadis kucing itu yah? Twelve, Thirteen, serahkan saja dia padaku dan sebagai gantinya, mereka aku serahkan pada kalian!" ungkap Seventeen.


"Yah, jika itu yang kau mau, aku sama sekali tidak masalah," balas Twelve mengabaikan Ramiris.


"Akan aku buat kau menyesal karena telah meremehkan ku!" ucap Ramiris.


"Hahaha, aku akan sangat menantikannya! Jadi, jangan membuatku kecewa yah, Spirit Warlock, Ramiris!" balas Seventeen.


***


"Kau cukup menarik! Karena itulah, aku akan menemanimu bermain sebentar!!"


Fourteen melesat maju dan bersiap melayangkan pedangnya dari atas ke bawah. Gale pun dengan sigap menggunakan Blood Manipulation untuk membuat perisai besar dari darah miliknya. Gale lalu melompat mundur dan menyiapkan bola-bola darah dan melemparnya kearah Fourteen saat perisainya berhasil dihancurkan.

__ADS_1


"Blood Manipulation, Ball Form! Bloody Bomber Ball!!"


Boom Boom Boom


Ledakan demi ledakan terus terjadi. Belum berhenti disana, Gale lalu menyiapkan ribuan jarum darah dan diluncurkan kembali kearah Fourteen yang membuat ledakan terus terjadi disana.


"Bloody Bomber Rain!!"


***


"Gale benar-benar tidak menahan diri yah! Aku mengandalkan support darimu, Lilith!" ungkap Kevin.


"Yah, serahkan saja padaku! Boost! Accel!!" balas Lilith yang memberikan sihir pendukung pada Kevin.


Setelah menerimanya, Kevin segera maju dan mulai melakukan penyerangan terhadap Twelve. Kevin menyerang dengan pedangnya, sedangkan Twelve hanya bisa menahan serangan demi serangan dari Kevin.


"Ada apa? Kenapa kau hanya bertahan saja, huh? Apa hanya segini kekuatan yang kau miliki?" ucap Kevin memprovokasi Twelve.


"Hey, apa kau tahu kalau seorang Shielder tidak mempunyai daya serang yang kuat? Jangan berharap lebih kepadaku, Blood Knight!" sahut Twelve mendorong perisainya dengan kuat.


"Meski begitu, bisa mendorongku sebelumnya. Kau ternyata orang yang cukup rendah diri yah!" balas Kevin mengayunkan pedangnya, menebas sebuah anak panah yang dilesatkan kearahnya.


Thirteen berdecak kesal, saat melihat anak panahnya berhasil dibelah dengan mudah. Lilith juga tidak tinggal diam, dia melepaskan beberapa tombak sihir dengan unsur berbeda kearah Thirteen, membuat gadis itu harus menghindari semua tombak-tombak tersebut. Namun semua itu hanyalah bagian dari rencana Lilith, saat Thirteen terus mencoba menghindar. Lilith telah menyiapkan sebuah jebakan yang akan membuat Thirteen tidak bisa bergerak.


"Sial!"


"Kena kau! Remove Trap, Rock Holder!"


"Silva Sword Style, Third Form - Bloody Wave!!"


"Switch Teleport! Stream of Lance!!"


"Cover Move!!"


Thirteen segera terkejut saat tahu Kevin sudah berada dihadapannya, Twelve yang melihatnya segera berlari untuk melindungi Thirteen. Tapi ratusan tombak buatan Lilith dengan cepat diluncurkan, membuat dirinya harus menggunakan salah satu kartu truf miliknya.


Boom


Ledakan tercipta dan membuat debu bertebaran disekitar. Tapi ada hal yang membuat Kevin dan Lilith terkejut, itu adalah Twelve yang secara mengejutkan sudah berada dihadapan Thirteen. Namun kali ini, perisainya agak sedikit aneh, dapat terlihat kalau perisainya sedikit membesar dan ada pola baru disekitarnya. Juga hal yang mengejutkan lainnya membuat Kevin terpukul hebat.


"Geh, kau membangunkan ku hanya untuk menyelamatkan gadis itu?"


"Maaf, Hyrålë. Tapi aku tidak punya pilihan lain kau tahu? Jika aku tidak membangunkanmu, kami bisa tiada!"


Benar, perisai itu sebuah Seraphim!


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!

__ADS_1



__ADS_2