My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Kelas Pengetahuan Sihir


__ADS_3

Hari pertama kami di Academy, kami disuguhkan dengan 2 Materi Wajib, yaitu Sejarah pada kelas pagi dan Matematika pada kelas siang. Saat sore, kami memiliki waktu bebas melakukan apapun. Jadi saat pulang sekolah aku memutuskan untuk kembali ke Asrama untuk membuat Makan Malam. Para Pelayan yang ada disana sempat memberitahu aku kalau itu adalah tugas mereka selama setahun. Tapi aku bilang kalau urusan makan malam untuk menyerahkannya padaku, namun mereka tetap kekeh hingga aku memutuskan untuk mendiskusikan hal ini dengan Guru Lilith.


Hasilnya adalah kemenangan untukku, Guru Lilith kagum akan keras kepala yang aku miliki. Geo yang bahkan menghadiri diskusi saat itu hanya bisa menghela nafas dengan menggelengkan kepalanya. Sedangkan Kepala Pelayan yang mewakili para pelayan saat itu menerima gaji jauh lebih awal dari lainnya dan menganggap kalau pekerjaannya sudah selesai.


Selain itu ada hal lain yang membuatku terkejut, tidak, tapi semua orang yang ada di Asrama terkejut. Axel meminta Edel untuk memasak makanan untuknya, hal ini tentu membuat semua orang kecuali Cleon terkejut dibuatnya. Bahkan Edel pun jauh lebih terkejut dengan perkataannya. Bukan hanya makan malam, tapi dia juga minta dibuatkan makan siang.


Karena itulah Edel dengan "Terpaksa" katanya, meminta aku untuk mengajarinya memasak makanan. Dia merasa bersalah pada Axel karena memberikannya makanan gagal padanya saat itu, karenanya dia mau membuat makanan dengan benar. Akhirnya dia mengakui cara membuat makanannya itu salah, haha hanya bercanda.


Pada hari kedua, di kelas pagi, kami disuruh mengenakan baju yang telah disediakan di loker yang berada diruang ganti kami. Alasannya adalah karena kami akan mempelajari Dasar-Dasar Pertarungan. Baju milik kami pada dasarnya sama, hanya saja milik para pria berlengan pendek dan perempuan berlengan panjang. Dengan warna biru muda lebih dominan dibanding warna putih, baik baju maupun celana. Lalu di kelas siang kami mempelajari Tata Ramah.


Pada hari ketiga, kami mempelajari Bahasa dan Matematika. Hari keempat kami kembali mempelajari Dasar-Dasar Pertarungan dan Bahasa. Hari kelima kami mempelajari Sejarah dan Tata Ramah. Lalu hari ini aku, Kyla, Anna dan Cleon memutuskan untuk mengambil Kelas Materi Minat Ilmu Pengetahuan Sihir.


"Baiklah, siapa yang bisa memberitahu tentang Unsur-unsur dasar dalam sihir?" tanya seseorang yang menjadi pembimbing Beginner Magician.


Dalam Materi Minta, semuanya dikategorikan menjadi 3, yaitu Beginner, Advanced dan Master. Mereka yang berada di Beginner akan dibimbing oleh seorang Master selama kurang lebih 5 tahun dan jika mereka ingin naik ke Advanced, mereka harus bisa lulus dalam melaksanakan ujian akhir mereka. Jika di Ilmu Pengetahuan Sihir, mereka harus bisa menciptakan Original Magic. Lalu para Advanced serta Master yang tidak membimbing, memiliki tugas lain untuk dikerjakan.


"Yah! Kamu Anastasya!" ucapnya menunjuk Anna saat melihat dia mengangkat tangannya.


Anna lalu berdiri dan mulai menjelaskan, "Unsur-unsur dasar dalam sihir ada tujuh! Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Kegelapan, serta Ruang!"


"Yah, terimakasih Anastasya! Sekarang kami bisa duduk!" sahut Pembimbing kami.


Setelah Anna duduk, dia pun melanjutkan penjelasannya.


"Seperti yang dikatakan oleh Anastasya tadi, ada tujuh Unsur Dasar dalam sihir. Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Kegelapan dan Ruang. Masing-masing dari mereka memiliki kelebihan, serta kekurangannya tersendiri. Api lemah terhadap Air, tapi kuat terhadap Angin. Angin lemah terhadap Api, tapi kuat terhadap Tanah. Tanah lemah terhadap Angin, tapi kuat terhadap Air. Lalu Air lemah terhadap Tanah, tapi kuat terhadap Api. Cahaya dan Kegelapan sama-sama kuat dan juga lemah, kedua unsur ini memiliki ketergantungan terhadap kekuatan sihir pengguna. Walaupun begitu, rata-rata sihir dari kedua unsur tersebut digunakan sebagai pendukung saja. Sedangkan Ruang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, yang bahkan para Cardinal pun tidak bisa menggunakannya kecuali memiliki bakat sihir tersebut!"

__ADS_1


Dalam dunia sihir, terdapat sebuah organisasi yang disebut Asosiasi Penyihir atau Magician Associations. Merekalah yang menentukan tingkat para penyihir yang mendaftar ke tempat mereka. Termasuk para murid yang mengambil Materi Minat Ilmu Pengetahuan Sihir dan Diablo Academy. Terdapat 8 Tingkatan yang ada di dunia ini, namun hanya 7 Tingkatan saja yang berhasil dicapai oleh mereka.


Beginner, Advanced, Master, Trial, Expert, Legend dan Cardinal. Ketujuh tingkatan inilah yang baru bisa dicapai oleh para Magician Associations. Sedangkan Tingkatan terakhir yaitu Arcane, baru bisa dicapai oleh satu orang yaitu Demon Lord of Destroyer, Magia. Setelahnya belum ada lagi yang bisa mencapai Tingkat Arcane tersebut.


"Selain ketujuh unsur sihir tersebut, terdapat beberapa unsur lain yang merupakan unsur turunan. Siapa yang mau menjelaskannya?"


Setelah mendengar pertanyaan tersebut dari pembimbing, aku mengangkat tanganku. Pembimbing yang melihatnya segera mempersilahkan ku untuk menjelaskannya. Jadi aku berdiri dan mulai menjelaskan pertanyaan yang diberikan Pembimbing tersebut.


"Maksud dari Unsur Turunan adalah penggabungan dua atau lebih unsur menjadi satu. Contohnya adalah Es yang merupakan unsur turunan Air dan Angin, Panas dari Api dan Angin, Alam dari Tanah, Air dan Cahaya, Petir dari Cahaya dan Angin, Bayangan dari Cahaya dan Kegelapan, dan lain sebagainya," jelasku.


"Baik, terimakasih atas penjelasannya Elena! Silahkan duduk kembali!" sahut Pembimbing padaku dan menyuruhku untuk duduk kembali.


"Seperti yang dikatakan oleh Elena, Unsur Turunan adalah penggabungan dua unsur atau lebih untuk menciptakan unsur sihir yang baru. Mari kita ambil Summon Magic, unsur ini tercipta dari unsur kegelapan dan unsur ruang. Namun untuk menggunakan Summon Magic, kalian tidak perlu menguasai kedua sihir tersebut. Kenapa? Karena kalian hanya perlu memanggil mahluk dari lingkaran pemanggil dan menaklukkan mereka dengan kekuatan kalian. Jika mereka mengakui kalian sebagai majikan, maka kalian akan lulus dalam pelajaran pertama ini! Oleh sebab itu, langsung saja kita pergi ke Lapangan!"


***


"Baiklah, aku sudah memberikan kalian sebuah kertas yang menjadi urutan mencoba bagi kalian. Tapi khusus untuk Anastasya, dia tidak membutuhkannya dan akan menjadi orang pertama yang menunjukkan cara melakukan pemanggilan! Silahkan lakukan Anastasya!" ucap Pembimbing meminta Anna untuk menunjukkan cara melakukan pemanggilan.


Anna menyahutnya dan maju ke depan tanpa ragu. Dia lalu menggenggam tongkat sihirnya dan mengulurkan sedikit kearah depan sebelum merapal.


"Wahai mahluk yang mendengar panggilan ini, datanglah dan wujudkan dirimu, penuhilah panggilan ini untuk menjadi kekuatanku! Summon!!"


Sebuah lingkaran berwarna putih muncul di atas tanah dan mulai bersinar terang. Tak lama setelahnya, seekor serigala besar dengan bulu berwarna seputih salju dan mengeluarkan hawa dingin dari tubuhnya muncul disana, itu adalah Fenrir.


"Hebat! Dia bisa memanggil seekor Fenrir!"

__ADS_1


"Luar biasa! Seperti yang bisa diharapkan dari Tuan Putri!"


"Benar! Tapi apa dia bisa menaklukkannya? Aku dengar, Fenrir sangat sulit untuk ditaklukkan!"


Aku mendengar gumaman penuh kekaguman terdengar dari mereka, bahkan ada yang sedikit meragukan kekuatan Anna. Ya ampun, kenapa mereka bisa dengan mudah menilai tanpa tahu apa yang berikutnya terjadi. Yah, aku rasa itu akan bagus jika mereka terkejut.


Fenrir itu bukan menyerang Anna, tapi dia hanya diam dan langsung menunduk padanya. Anna lalu mendekatinya tanpa takut, dia lalu menaruh telapak tangannya dan mulai melakukan penaklukannya. Sekali lagi lingkaran sihir yang sama muncul, tapi kali ini sedikit lebih besar hingga Anna dengan Fenrir tersebut berada di dalamnya.


"Patuhilah perintahku, lakukan kontrak denganku! Contract!!"


Selepas mengucapkannya dengan mata tertutup, sebuah rantai mulai mengikat Fenrir dan juga tangan kanan Anna. Beberapa ada yang kagum melihatnya, selepas melakukan hal tersebut, Anna lalu membuka matanya dan memberikan Fenrir tersebut sebuah nama.


"Mulai sekarang, namamu adalah Snow!"


"Aaauuu!!"


Suara lolongan serigala terdengar cukup keras, membuat siapapun ingin menutup telinganya. Kemudian Fenrir yang bernama Snow tersebut segera masuk ke sebuah tempat yang disebut Pet Realm. Berbeda dengan tujuh Realm lainnya, Pet Realm adalah alam peristirahatan bagi Mahluk Kontraktor sang pemanggil atau pemilik.


Anna lalu berbalik dengan senyuman diwajahnya dan disambut dengan tepukan dari kami semua.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!


__ADS_1


__ADS_2