My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Teman yang Berharga


__ADS_3

"Lalu kan, Ellen menggunakan sihir apinya untuk membuat dinding api demi melindungi Kyla, nyaa~"


"Wah, sepertinya kamu sangat senang yah hari ini, Kyla!"


"Tentu saja, nyaa~ Lagipula Kyla dan Ellen adalah teman, nyaa~"


"Hahaha, begitu rupanya. Akhirnya kamu menemukan seseorang yang bisa dianggap sebagai teman yah!"


Kakak mengelus kepala Kyla dengan lembut, nyaa~ Membuat Kyla menjadj sangat bahagia, nyaa~


"Nyaa! Seharusnya Kakak tidak mengelus Kyla, nyaa~ Kyla sudah bukan anak kecil lagi, nyaa~" ucap Kyla, nyaa~


"Tapi kamu masih terlihat seperti adik kecil bagi kakak!" balas Kakak, nyaa~


Kyla lalu memukul-mukul pelan kakak, nyaa~ Membuat kakak mengerang kesakitan, nyaa~


Kyla saat ini dalam perjalanan pulang setelah menjemput kakak, nyaa~ Kakak memiliki kelas tambahan di Academy, nyaa~ Itulah sebabnya dia selalu berangkat ke Academy walau libur semester, nyaa~


Sembari berjalan, Kyla juga menceritakan tentang aksi Ellen pada kakak, nyaa~ Sepertinya kakak senang mendengar ceritaku, nyaa~ Hari sudah sangat malam, nyaa~ Sebenarnya Kyla berangkat saat Cafe tutup untuk menjemput kakak di Academy, nyaa~ Untuk jaraknya lumayan sedikit jauh, nyaa~ Namun tidak memakan banyak waktu untuk sampai disana, nyaa~ Namun Kyla tidak tahu kalau hari ini malah menjadi target para penculik, nyaa~


"Lepaskan, nyaa~ Kakak, tolong Kyla! Kyla tidak mau di.."


"Kurang ajar!! Apa yang kalian lakukan terhadap adikku!!"


Kyla tidak mendengar dengan pasti, nyaa~ Tapi kakak berjuang keras untuk mendapatkan kembali Kyla, nyaa~ Saat terbangun, Kyla sudah berada dipenjara kecil dengan sebuah gelang ditangan, nyaa~


Kyla mohon, siapapun, tolong selamatkan kami, nyaa~ Ayah, ibu, kakak, Ellen...


Tok Tok


Kyla terbangun dari tidur dan melihat kearah jendela, nyaa~ Terlihat seorang gadis yang familiar menaruh jari telunjuknya dibibir, nyaa~ Dia memberikan instruksi untuk tidak berisik kepada kami, nyaa~ Dia adalah Ellen!! Semua gadis yang ada didekat Kyla menunjukkan ekspresi dengan penuh harapan, nyaa~


Kyla melihat para penjaga disini tertidur lelap, nyaa~ Selain itu ada seorang gadis baru yang masih tertidur, nyaa~ Mungkin dia gadis baru yang diculik, nyaa~ Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Ellen datang dan masuk ke ruangan dimana kami semua berada, nyaa~


"Ellen! Kamu datang untuk menyelamatkan Kyla? Nyaa~" ucap Kyla dengan senang, nyaa~


"Sssttt! Diamlah, atau mereka mungkin akan bangun nantinya!" peringat Ellen, nyaa~


Ellen lalu terlihat seperti memeriksa sesuatu, nyaa~ Sebelum menggunakan sihir yang bisa melepaskan gelang dan juga membuka pintu penjara ini, nyaa~ Kami semua pun keluar satu-persatu secara perlahan-lahan agar para penculik tersebut tidak terbangun, nyaa~


"Ellen! Kamu juga harus keluar, nyaa~" ucap Kyla saat hanya tinggal Ellen, Kyla dan gadis yang baru diculik, nyaa~


"Aku akan menyusulmu, sebaiknya kamu cepat sebelum mereka terbangun nanti!" balas Ellen, nyaa~


Jadi Kyla segera keluar dengan cepat sembari menggendong gadis malang ini, nyaa~ Terdengar suara ledakan, tapi Kyla memutuskan untuk terus berlari hingga dikira cukup aman, nyaa~

__ADS_1


Kyla lalu menurunkan gadis yang digendong tadi dan segera kembali ketempat Ellen, nyaa~ Tapi saat sampai disana, Ellen sudah tak sadarkan diri dengan tangan yang dirantai, nyaa~


Para penculik itu tidak menunjukkan belas kasihan dan menghajar Ellen yang masih dalam keadaan pingsan, nyaa~ Entah kenapa saat melihat itu, Kyla merasakan sesuatu yang lain didalam tubuh Kyla, nyaa~ Tanpa sadar, Kyla maju menerjang para penculik itu, nyaa~


"Hentikan! Lepaskan Ellen, nyaa~"


Kyla mencoba mencakar pria yang menyiksa Ellen, nyaa~ Tapi salah satu rekannya menggunakan perisai untuk melindunginya, nyaa~


"Hahaha! Lepaskan? Jangan bercanda!!"


"Nyaa!!"


Kyla terhempas setelah menerima sebuah tendangan dari pria perisai itu, nyaa~ Belum menyerah, Kyla kembali menyerang pria perisai tersebut, nyaa~ Tapi kembali gagal, begitupun saat Kyla terus-menerus mencakarnya, nyaa~


"Apapun yang kau lakukan, itu percuma!!"


Kyla kembali terhempas ke tanah, setelah menerima pukulan telak di wajah Kyla, nyaa~


"Sebaiknya kau menyerah dan duduk diam disana, selagi kami menghancurkan dirinya, Gyahahaha!"


Hentikan, nyaa~ Ellen telah menyelamatkan Kyla, nyaa~ Karena itulah, Kyla...


[Title "Berserker" telah didapat!]


POV Kyla End


Apa ini! Kenapa pakaianku compang-camping seperti ini, selain itu.. aku tidak bisa menggunakan sihir. Aku melirik kearah samping, sebuah aura penuh kemarahan dapat terasa dengan sangat jelas. Eh? Kyla?


"Bo.. doh! Kenapa.. kamu datang kemari!" ucapku meringis pelan.


"Oh, sudah bangun rupanya! Kau baru saja pingsan 5 menit yang lalu lho? Yakin tidak mau tidur lebih lama?" tanya seseorang yang tidak lain adalah Key.


"Apa.. yang sudah.. kamu lakukan padaku? Kenapa bajuku.. terlihat seperti ini?" balasku bertanya.


"Tidak ada. Aku bahkan belum melakukan apapun padamu!"


"Pem.. bohong!"


"Pfft, hahahaha!"


Dia tertawa cukup keras dan lama dengan menutup sebagian wajahnya menggunakan tangan kanan.


"Benar juga yah! Aku terlihat seperti pembohong yah! Jangan bercanda!!"


"Aakhh!!"

__ADS_1


Key memukul perutku cukup keras, membuatku mengerang kesakitan. Padahal tubuhku ini masih sakit, tapi sudah diberi sebuah pukulan saat sadar.


"Kau tahu? Tadinya aku ingin sekali menghancurkan masa depanmu sebagai gadis, tapi gadis kucing itu berkata "Lepaskan Ellen, nyaa~ Lepaskan Ellen, nyaa~" membuatku merasa kesal dan memutuskan untuk memilih menghajar dirimu daripada melecehkan dirimu, lho!!"


Dia menendang perutku, membuatku lagi-lagi meringis kesakitan. Dia benar-benar pria yang tak kenal ampun yah!


"Le.. paskan, Kyla.." lirihku pelan.


"Huh?"


"Aku tidak peduli apa yang akan kamu lakukan padaku. Tapi kumohon satu hal, lepaskan Kyla!!" pintaku.


"Heh~ Apa kau serius dengan perkataanmu itu?"


Dia lalu mendekat dan mulai mengendus rambutku. Sementara rekannya yang lain hanya bisa melihat dengan ekspresi senang. Aku terkejut setengah mati saat dia melakukannya, rasanya ingin sekali membunuh pria ini. Tapi aku sama sekali tidak bisa menggunakan sihir, hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dia lakukan berikutnya.


(Note: Warning!! Warning!! Berikutnya akan ada beberapa adegan yang tak menyenangkan bagi sepihak, walau tidak sampai jauh berbahaya!)


"Hmm, rambutmu cukup wangi! Apa kau baru selesai mandi sebelumnya?" ucapnya dan beralih menjilat ketiak ku.


"Rasanya sedikit asin, mungkin karena keringatmu," lanjutnya.


"Tidak.. hentikan! Kumohon.. hentikan!"


"Apa? Mentalmu sudah hancur? Hahaha, walau sebelumnya kau berani melawan kami? Ternyata mentalmu tetaplah seorang gadis kecil rupanya," balasnya dan mulai meraba perutku.


Seharusnya aku merasa geli, tapi entah kenapa rasanya lain saat dia melakukannya. Ini menakutkan, karena itu kumohon, hentikan! Aku tidak mau hal ini terjadi! Siapapun.. kumohon.. Ayah, Ibu, Kak Rena, Kak Sarah, Vishnal, Guru Lilith.. Haikal. Air mataku terjatuh ke tanah, bersamaan dengan itu, suara teriakan terdengar.


"Lepaskan Ellen!!"


"Uagh!!"


Pandangan semua orang segera beralih ke seorang gadis kucing yang baru saja mengalahkan pria yang membawa perisai. Aku menatapnya tidak percaya, tidak ku sangka Kyla bisa mengalahkan salah satu dari mereka.


"Cih, kalian semua! Serang dia tanpa ragu!!"


"B-baik!!"


Para penculik itu maju dan mulai menyerang Kyla. Tapi entah kenapa, mereka semua dikalahkan dengan mudah. Bahkan sebuah panah pun berhasil ditangkap dan dihancurkan dengan mudah olehnya.


"Tidak bisa dimaafkan! Perbuatan kalian terhadap Ellen, tak termaafkan! Ellen itu adalah, teman yang berharga bagi Kyla!!"


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!

__ADS_1



__ADS_2