
Kehidupan sehari-hari yang aku miliki di dunia baru ini sangat menyenangkan. Tapi itu semua hanya bertahan selama 1 tahun saja. Karena setelah itu, kedua orang tuaku dibunuh tepat didepan mataku. Pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Earl Bolgerd von Cellestya.
Dia adalah seorang Earl sampah yang telah melakukan penggelapan pajak Kotanya sendiri. Aku bahkan tidak mau mengakui pria sampah itu sebagai pamanku! Memang aku tidak memiliki bukti kuat untuk menuduhnya, tapi saat dia datang ke rumahku dan menendang ku keluar dari rumahku sendiri. Aku melihat pembunuh yang membunuh Papa dan Mama.
Tentunya aku segera marah dan mencoba menyerang mereka, tapi sayangnya aku kalah dan pingsan. Saat aku bangun, aku sudah berada ditempat asing dengan dua orang wanita yang mengenakan pakaian Biarawati. Nampaknya aku dibuang ke panti asuhan oleh mereka.
Anak-anak panti sangat baik kepadaku, begitupun dengan para Sister's. Sebab itulah, aku berhasil bertahan selama 1 tahun. Karena tepat satu tahun, seseorang yang aku kenal datang dan menjemput diriku dari Panti Asuhan ini. Dia adalah Paman ku, adik dari Mama.
Aku senang sekaligus sedih disaat bersamaan. Aku senang karena masih ada salah satu kerabatku yang mencari diriku dan ingin merawatku. Tapi saat yang sama, aku juga merasa sedih karena harus meninggalkan Panti Asuhan yang telah menjagaku selama 1 tahun. Bahkan aku sudah membuat beberapa teman disini.
Paman berkata kalau setiap sebulan sekali, dia akan mengajakku kemari untuk bertemu mereka. Tentunya aku senang saat mendengarnya. Namun tentunya dia memiliki maksud tertentu saat mengadopsi diriku.
"Chloe, alasan kenapa aku mencari kamu dan mengadopsimu hanyalah demi memenuhi wasiat dari kakakku dan juga tujuan egoisku," ungkap Paman.
"Meskipun begitu, aku tetap berterimakasih pada Paman yang telah menjemput aku! Karena itulah, meski itu adalah tujuan egois Paman, aku akan membantu sebisa mungkin!" balasku.
"Begitu yah, aku senang kamu mengatakannya. Ikuti aku! Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu!" ajak Paman ke sebuah gudang disebelah rumahnya.
Paman membuka pintu gudang tersebut dan kami pun masuk tanpa pikir panjang. Kemudian aku melihat sebuah pedang besar dengan ukiran aneh dibagian tengah bilahnya.
"Setelah melahirkan kamu, Iriana secara diam-diam memberikannya padaku. Dia ingin mewariskan pedang ini padamu," jelas Paman.
"Keluarga Cellestya memiliki Senjata yang dikenal sebagai Seraphim dan penggunanya dikenal sebagai Celestial. Keluarga kita sendiri memiliki kontrak dengan 5 Seraphim yang cukup kuat. Salah satunya adalah pedang besar ini, dia adalah Aiās," lanjutnya.
"Lalu dimana empat lainnya?" tanyaku penasaran.
"Mereka ada ditangan Earl sampah itu! Væstriã sang Pedang Api, Lapîs sang Busur Angin, Galēo sang Perisai Bumi, serta Clōrîus sang Tombak Air. Namun kamu tenang saja, Chloe. Karena Aiās adalah yang terkuat dari mereka semua!" jawabnya.
"Dengar Chloe, sebelum kamu membuat kontrak dengan Aiās. Aku ingin kamu mendengar permintaanku. Kamu tidak perlu harus melakukannya, tapi jika kamu membenci pria sampah itu, maukah kamu membunuhnya demi balas dendam Kakakku?"
Aku hanya bisa terdiam mendengar permintaannya, tidak pernah terpikirkan bagiku untuk melakukan balas dendam pada pria sampah tersebut. Namun apa benar aku tidak ingin melakukannya?
"Tidak perlu menjawabnya sekarang, lagipula ini hanya tujuan egoisku saja. Jika kamu tidak menginginkannya maka--"
__ADS_1
"Akan aku lakukan! Aku pastikan dia mendapatkan bayaran atas apa yang telah dia perbuat!" potongku, setelah menguatkan tekad.
"Hoho~ Jadi nona memutuskan untuk mengambil rute balas dendam kah?"
Pedangnya bisa bicara!? Apa ini yang dimaksud dengan Seraphim? Aku mendengarnya dari Mama kalau mereka bisa bicara dan menjadi kekuatan bagi para Celestial. Tapi siapa sangka aku benar-benar bertemu dengan salah satunya.
"Apa kamu tidak mau aku membalas dendam kematian orang tuaku?"
"Sejujurnya, aku tidak mau memiliki pemilik yang pendendam. Tapi untuk kasus nona sedikit berbeda! Rekanku, Iriana von Cellestya telah dibunuh dan untuk membalas mereka, aku akan bekerjasama dengan nona. Akan aku pinjamkan kekuatanku padamu nona! Karena itulah, tarik aku dan ayunkan aku sekali sebagai syarat kontrak kita!"
Aku menghela nafas dan mulai maju untuk bersiap menariknya dari lantai gudang. Awalnya cukup sulit untuk mengangkatnya karena dia cukup berat bagiku yang sekarang seorang gadis. Tapi jika aku tidak bisa melakukannya, maka aku tidak akan bisa membalaskan dendam Papa dan Mama.
Swoosh
Akhirnya setelah perjuangan keras, akhirnya aku berhasil menariknya dan mengangkatnya cukup tinggi. Berat sekali! Tapi aku harus bisa mengayunkannya.
"Hyaaa!"
Hingga umurku menginjak 12 tahun dan sudah siap untuk masuk ke salah satu Academy di Ibukota. Karena aku hanya melatih kemampuan bertarung, nilai Ujian Tertulis milikku mungkin sangat buruk. Tapi berkat kemampuan bertarung yang luar biasa, aku di puji oleh Blood Knight yang dulu pernah aku Idolakan saat berumur 3 tahun.
Berkat itu juga, aku berhasil mengamankan bangku A Class dan saat itu juga, aku bertemu dengan seseorang yang mirip dengan gadis yang aku sukai. Walau hanya warna rambut dan dia juga tidak terlihat memakai kacamata. Namun entah kenapa dia sungguh mirip dengan Karen. Tapi karena aku tidak bisa memastikannya, aku hanya bisa diam dan mengumpulkan sedikit bukti lagi.
"Chloe!" panggil seseorang.
Aku menoleh kebelakang dan mengetahui si pemanggil adalah Blood Knight, Kevin. Entah kenapa aku malah gugup saat tahu dia yang memanggilku, mungkinkah karena 2 tahun sebelum mendapatkan ingatan kehidupan sebelumnya, gadis bernama Chloe ini sangat mengagumi pria bernama Kevin. Namun bukan berarti aku ingin menghapusnya, malah aku ingin menjaganya sebagai peninggalan Papa dan Mama.
"A-apa ada yang bisa saya bantu?" tanyaku.
"Aku sudah tahu ceritanya dari Pamanmu. Aku sungguh turut berduka atas kematian orang tuamu. Mereka adalah orang-orang yang baik, juga Iriana dulunya adalah Rivalku. Karena itulah, melihatmu sudah tumbuh sebesar ini sungguh mengejutkan. Terakhir kali kita bertemu sekitar 9 tahun yah!" jawabnya.
"Terimakasih atas perhatiannya, saya juga sangat senang bisa bertemu bahkan bertarung melawan Guru Kevin! Karena saya masih harus mengikuti kelas, saya permisi!" balasku pamit dan meninggalkannya.
"Tunggu sebentar!" panggil Guru Kevin dan membuatku menghentikan langkah tanpa berbalik badan.
__ADS_1
"Iriana adalah sahabat sekaligus Rival yang aku banggakan. Saat mendengar kalau dia dibunuh, aku merasa kesal dan ingin membuat pelaku membayarnya. Karena itulah, akan aku bantu mengumpulkan bukti dan kita akan mengeksekusi Bangsawan sampah itu bersama!" lanjutnya. Air mataku segera keluar saat mendengarnya, aku hanya mengangguk dan pergi dari tempat tersebut.
Kemudian 2 tahun pun terlewati, para murid telah diperbolehkan untuk melakukan Duel Resmi untuk memperebutkan Hundred Page dan selama itu aku selalu menantang mereka yang terlihat kuat, serta menolak semua tantangan orang lain.
Aku juga selalu memenangkan semuanya tanpa kalah sama sekali, bahkan aku mendapatkan gelar Unbreakable karena telah berhasil mengalahkan Spirit Warlock, Kyla dan Flaming Dancer, Cleon. Namun sekarang, aku tengah disudutkan oleh Elena von Callista, gadis yang mirip dengan Karen.
***
Boom
"Sebuah ledakan besar tercipta! Sihir dari Rainbow Wizard yang luar biasa itu, menciptakan empat pilar dari unsur-unsur yang berbeda dan mengumpulkannya di satu titik, kemudian meledakkannya!!" ungkap komentator.
"Sepertinya sampai sini saja kah?" gumamku.
"Maafkan aku, Nona. Karena kelalaian yang aku buatlah yang membuat kita kalah!" sahut Aiās.
"Tidak, Aiās. Ini bukanlah salahmu, aku saja yang masih belum cukup kuat untuk mengalahkannya," balasku.
"Kalau begitu, apa kau mau menyerah? Chloe von Cellestya," ucap seseorang dibalik debu yang menutupi kami.
"Yah, aku rasa itu bukanlah keputusan yang buruk! Aku menyerah! Ini adalah kemenanganmu, Elena von Callista!" balasku.
"End of Duel! Winner, Rainbow Wizard, Elena von Callista!!"
Suara yang masih belum diketahui asalnya, terdengar. Menandakan kalau Duel ini dimenangkan oleh Elena dan bukan aku. Lalu suara riuh juga ikut terdengar bersamaan dengan pengumuman dari komentator.
POV Chloe von Cellestya End
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
__ADS_1