
POV Chloe von Cellestya
"Ini adalah akhirnya, Chloe!!"
"Cih, tidak akan aku biarkan itu terwujud!! Huh? Tubuhku, tidak bisa digerakkan?"
"Empat unsur, api, air, tanah, angin! Empat pilar yang tercipta dari unsur-unsur tersebut! Inferno yang membakar, Tidal Wave yang menenggelamkan, Stampede yang menghantam, serta Hurricane Slash yang mencabik!"
"Nona! Tancapkan aku ke tanah dan lindungi dirimu dengan sayap yang nona miliki!"
"Untuk apa? Bukankah itu sihir? Kita bisa menyerapnya bukan?"
"Tidak, itu bukan sihir biasa! Jika nona masih ingin hidup, maka lakukan saja apa yang aku katakan!!"
"Bentuklah wujud baru dan kelilingi lawanku dengan itu! Ultimate Magic: Fourth Pillar of Destroyer!!"
Cih! Menjengkelkan! Aku segera menancapkan Aiās ke tanah dan menyelimuti diriku dengan sayap sesuai perkataannya. Ah, kenapa menjadi seperti ini!
***
Sebelum bereinkarnasi ke dunia ini, aku adalah seorang pria yang menyedihkan. Kedua orang tuaku selalu bertengkar setiap harinya, bahkan saat makan pun mereka terus bertengkar. Mereka tidak peduli dengan anak mereka yang selalu menangis saat mendengar pertikaian mereka tersebut. Tidak ada yang peduli padaku di dunia yang disebut bumi ini.
Saat SMA, aku menjadi anak yang merepotkan semua guru disana. Mereka tidak berani menegurku, namun mereka selalu baik padaku. Meskipun begitu, aku tidak pernah membalasnya dengan baik. Aku selalu melampiaskan semua dengan cara mengikuti balapan liar. Semua teman-teman sekolahku memperingati diriku kalau itu berbahaya, bahkan ada beberapa guru yang juga memperingatkan aku tentang bahayanya Balapan Liar.
Mereka sungguh baik, karena itu aku hanya bisa melakukan yang terbaik dengan caraku sendiri. Aku selalu membantu mereka yang lemah dan mengerjakan semua tugasku, walau tidak mendapatkan nilai yang sempurna. Namun aku tetap puas karena telah melakukannya. Tapi tetap saja, mereka tidak akan bisa menggantikan tempat yang mana orang tuaku lah yang harus mengisinya.
Pada akhir bulan, setelah melaksanakan Ujian Kenaikan Kelas. Aku berjalan santai disebuah jembatan dengan tinggi 40 Meter diatas Sungai yang mengalir deras. Aku melihat sungai tersebut dan berpikir, "Apa jika aku melompat dari jembatan ini, akankah kehidupanku berikutnya menjadi lebih baik?"
Karena saat ini sangat sepi, tidak ada yang melewati jembatan ini. Aku pun memutuskan untuk berdiri diatas pembatas jembatan. Benar, aku berniat untuk mengakhiri hidupku. Namun saat aku sudah memikirkannya matang-matang dan sudah hampir ingin menjatuhkan diri. Sepasang tangan kecil yang halus dan juga lembut kurasakan memeluk erat pinggangku, lalu menarik ku kembali keatas jembatan.
Gadis itu sedikit lebih pendek dariku, dia juga mengenakan kacamata dengan warna biru, rambutnya diikat Twintail. Kalian tahu apa respon pertama yang aku ucapkan pada penampilannya? Dia sangat cantik!
Dia mengenalkan dirinya sebagai Karen Widya. Tentunya aku juga memperkenalkan diri padanya. Bahkan, aku sampai menceritakan masalahku padanya. Kemudian Karen memberikan sebuah nasihat yang membuatku semakin kagum padanya.
__ADS_1
"Kamu tahu? Aku juga memiliki masalah dengan teman kelasku, mereka bahkan merundung aku dengan parah. Tapi aku masih bisa bertahan dari semua itu, karena ada seseorang yang selalu membantuku, juga orang tuaku yang telah menjagaku hingga sekarang. Bukan maksudku untuk menyinggung hubungan keluarga milikmu. Tapi selain mereka berdua, aku yakin ada orang-orang yang mengkhawatirkan dirimu bukan?"
Setelah mendengarnya, aku selalu menyimpan nasihat itu selalu didalam hatiku. Bahkan mungkin, aku jatuh cinta padanya. Mulai hari itu, aku mulai merubah gaya hidupku. Aku mulai belajar dengan giat, para guru yang menyadari perubahanku pun sangat senang. Aku juga berhenti melakukan balapan liar.
Namun selang berapa bulan, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Kalau Karen Widya, telah meninggal akibat kecelakaan. Karena hal tersebut, membuatku merasa sangat frustasi. Aku menyalahkan diriku karena terlambat bereaksi, padahal saat itu aku melihatnya berjalan tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas. Kemudian, demi menghilangkan rasa penyesalan ini, aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku.
Tadinya aku berpikir kalau aku selamat dari kematian, karena terbangun dari tidurku. Tapi ternyata salah, aku bisa merasakan sesuatu yang aneh dengan tubuhku saat ini. Tangan kecil yang mulus, tubuh yang menyusut, serta pakaian tidur seorang gadis kecil. Tunggu, gadis kecil?
Aku melihat kearah cermin untuk memeriksanya, bahkan aku juga memeriksa bagian yang dulu pernah ada diantara kedua kakiku. Tapi aku tidak menemukannya sama sekali. Selain itu, ada sepasang tanduk kecil diatas kepalaku dan kurasa itu asli. Mungkinkah, aku bereinkarnasi menjadi seorang gadis di dunia lain?
Prang
Dentingan lempengan besi berbunyi dari arah pintu masuk, aku menoleh ke sumber suara dan mendapati seorang wanita yang tengah menutup mulutnya dengan mengeluarkan air mata.
"Chloe? Kamu sudah sembuh?"
Chloe? Mungkinkah itu namaku di dunia ini? Wanita tadi berlari dan langsung memelukku, pada saat yang sama aku mengenal wanita ini dan memanggilnya dengan sebutan mama. Dia menangis sejadi-jadinya dan memanggil seorang pria yang tak lain adalah suaminya atau bisa dibilang dia Papaku.
Aku mencoba bertanya pada mereka, lalu Mama menjelaskan kalau aku langsung mengalami demam tinggi setelah pembabtisan. Bukan hanya aku saja, tapi beberapa anak lainnya juga mengalami hal yang sama. Walau hanya satu hari, itu benar-benar membuat panik pihak keluarga yang anak-anak mereka jatuh sakit.
Mama menyuruhku untuk mengganti baju dan bersiap karena makan siang sudah hampir siap. Mereka lalu keluar dan meninggalkanku sendiri. Jadi aku segera membuka lemari pakaian dan melihat semua baju di lemari adalah gaun polos saja. Selain itu, aku juga menemukan tumpukan ****** ***** polos wanita di sebuah laci. Aku hanya bisa menghela nafas sebelum akhirnya mengenakan mereka semua.
***
STATUS
NAME: Chloe von Cellestya
RACE: Demon
HEALTH: 8000
MANA: 6000
LEVEL: 1
__ADS_1
TITLE: Reincarnator, Blessing from True God of Void.
SKILL: Appraisal Lv 1, Dark Magic Lv 2, Light Magic Lv 4.
"Aku sempat mengira kalau jiwaku dipindahkan, tapi ternyata aku benar-benar bereinkarnasi kah?" gumamku.
"Selain itu, apa Azatoth itu Dewa yang mereinkarnasikan aku ke dunia ini? Juga, nampaknya aku cukup ahli dengan Light Magic yah! Padahal aku ini Ras Demon yang lemah dengan sihir cahaya!" lanjutku.
Setelah makan siang, aku ditemani bermain oleh Mama dan Papa. Sungguh, mereka benar-benar berbeda dengan kedua orang tua yang selalu bertengkar. Aku benar-benar merasa bersyukur bisa terlahir kembali ke dunia ini. Namun, apa aku harus memberitahukan ini pada mereka?
"Chloe! Makan malam sudah siap! Turunlah ke bawah dan mari makan malam bersama!" panggil Mama.
"Baik! Aku segera kesana!" sahutku.
Aku segera turun ke bawah untuk makan malam. Kemudian setelah makan malam, aku menceritakan yang sebenarnya pada mereka. Aku membuka Status dihadapan mereka dan memperlihatkannya pada mereka berdua.
"Maaf, aku bukan Chloe yang kalian kenal. Aku bahkan merebut tubuhnya," ucapku.
"Apa yang kamu katakan?"
"Huh? Papa?"
"Chloe adalah Chloe, kamu bahkan mengingat kami dan kenangan yang telah kita buat bersama bukan? Itu menandakan, kamu adalah Chloe yang kami kenal! Aku benar bukan, sayang?" jelas Papa.
"Itu benar! Kami memang agak terkejut saat mengetahui kamu dulunya adalah seorang pria. Tapi Mama melahirkan dan membesarkan kamu, walaupun kamu mendapatkan ingatan kehidupan masa lalu kamu. Itu tidak mengubah fakta bahwa kamu adalah anak kami!" tambah Mama.
"Mama.. Papa.. terimakasih!" ucapku dengan terharu, membuat mereka berdua langsung memelukku.
"Ah! Kalau begitu Mama! Apa aku boleh mengenakan pakaian anak laki-laki?"
"Tidak boleh! Kamu adalah seorang gadis sekarang bukan?"
"Eh~"
***
__ADS_1
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!