
Aku berjalan menyusuri lorong setelah menyelesaikan urusan dengan Kepala Academy. Sungguh, siapa sangka aku malah menjadi guru magang selama 1 bulan. Sekretaris Kepala Academy juga memberitahu kalau aku hanya akan menjadi pengajar murid baru dalam Materi Minat Ilmu Pengetahuan Sihir saja.
Jadi aku tidak perlu mengkhawatirkan tentang Materi Wajib, karena aku masih bisa masuk ke kelas. Selain itu, aku mendapatkan hak untuk duduk diruang guru untuk mengurus masalah yang berkaitan dengan Materi Minat tersebut. Sekaligus mengawasi semua gerak-gerik mencurigakan para pengajar disana.
Sebuah lubang ruang tercipta di sampingku, bersamaan dengan itu, seekor naga putih keluar dan merubah dirinya menjadi bentuk Humanoid berupa seorang gadis kecil berambut putih dengan mata berwarna kuning, serta pupil matanya memanjang dan ada sepasang tanduk khas naga di kepalanya.
"Ellen! Ellen! Liza, lapar!!" ucap gadis tersebut padaku.
"Eh? Bukankah aku sudah meninggalkan Makan Siang untukmu?" balasku bertanya.
Gadis tersebut bersendawa dan menutup mulutnya, dia terkekeh.
"Kamu memakan semuanya!!?"
Aku menghela nafas, tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Liza. Jika seperti ini terus, daging yang kudapatkan dari Quest Pengetahuan Bertahan Hidup akan habis dalam sekejap.
"Baiklah! Khusus kali ini saja, aku akan mengajakmu ke Cafeteria Academy! Kebetulan aku ingin makan siang disana," jelasku.
"Yeay! Terimakasih Ellen!"
Kami pun mulai berjalan menuju ke Cafeteria, dimana aku telah berjanji untuk makan siang bersama dengan yang lain.
Banyak yang mengatakan kalau aku terlalu memanjakan Liza, bahkan Kyla berkata kalau aku lebih mirip induknya dibandingkan seorang Master. Yah, aku sendiri tidak terlalu memikirkannya. Aku melakukan semua itu karena aku ingin, juga mereka pasti akan mengubah pemikiran mereka saat mendengar masa lalu Liza sebelum bertemu denganku.
Liza menceritakan kalau saat itu, dia tengah tidur didalam gua bersama ibunya. Tapi tidak lama setelahnya, ada sosok yang mengenakan topeng dengan simbol yang tidak dia ketahui. Dia membantai seluruh White Dragon dan hanya Liza saja yang selamat walau dipenuhi dengan luka ditubuhnya.
Kemudian saat dia berpikir hari itu adalah hari terakhirnya, disaat itulah dia bertemu denganku. Dari sini aku bisa menebak, pelaku dari pembantaian tersebut adalah salah satu anggota dari World Order. Sepertinya mereka benar-benar tidak main-main dengan perkataan mereka yang ingin menguasai seluruh alam.
"Ah! Ellen!! Disini!!" panggil Kyla melambaikan tangannya.
Aku pun membalas lambaiannya dan berjalan bersama Liza ke tempat Kyla dan yang lainnya berada.
"Blanca!!" teriak Liza berlari kearah Blanca yang duduk disebelah Anna dan Kyla.
"Liza juga datang, ruu~" sahut Blanca.
"Maaf, apa kalian menunggu lama?" tanyaku pada mereka.
"Tidak, kami juga baru saja sampai," jawab Anna.
__ADS_1
Aku lalu duduk diantara Kyla dan Anna, sedangkan Liza duduk disebelah Blanca. Aku menyuruh Liza untuk memesan apapun yang dia mau. Liza pun sempat ingin memesan semua makanan yang ada, tapi aku menolaknya dan menyuruhnya untuk memilih satu saja.
"Tadi katanya boleh memesan apapun," keluhnya.
"Aku memang mengatakannya, tapi bukan berarti kamu bisa memesan semua makanan yang ada!" balasku dengan menghela nafas.
"Kalau begitu, aku pesan daging porsi besar saja," sahutnya.
Aku pun memesankan pesanan Liza, lalu bertanya apa yang lain juga ingin memesan atau tidak.
"Tentang itu, nyaa~ Kyla sudah memasakkan makanan untuk yang lainnya, nyaa~" ucap Kyla dan mengeluarkan beberapa kotak bekal untuk kami semua, kecuali Liza.
Tepat setelah kami ingin memakannya, makanan untuk Liza pun datang. Sebuah daging panggang berukuran besar pun telah ada di hadapannya. Jadi kami pun memutuskan untuk segera memakan makanan yang telah disediakan tanpa ragu, sembari berbincang juga.
"Jadi bagaimana rasanya menjadi pembina, Ellen?" tanya Lyon.
"Ah, aku juga mendengarnya! Kau benar-benar menjadi seorang pembina Ilmu Pengetahuan Sihir yah?" sambung Bell.
"Yah, cukup menarik bagiku. Terlebih lagi mereka semua cepat tanggap, jadi aku cukup menikmatinya," jelasku.
"Tapi yah, siapa sangka kau berhasil mendahului Cleon untuk mencapai Rank Master. Aku benar-benar terkejut lho!" sahut Bell.
"Yah, memang sih. Tapi aku tetap tidak bisa percaya kau tahu?" ungkap Bell.
"Bell, seharusnya kamu tidak terlalu terkejut dengan aku yang berhasil mencapai Rank Master lebih cepat daripada Cleon. Masih ada satu orang lagi yang cukup mengejutkan dariku bukan?"
Aku menoleh kearah seorang gadis Demon dengan rambut pendek berwarna silver yang tengah berjalan santai menuju kearah kami, yang lain pun melakukan hal yang sama denganku. Beberapa bisikan pun terdengar, tepat setelah gadis tersebut masuk ke Cafeteria. Namun itu tidak mengganggunya sama sekali, bahkan wajah datarnya pun masih tetap sama.
"Pada waktu Ujian Masuk, mendapatkan nilai 200 poin. Kemudian berhasil membuat Blood Knight kerepotan, mengalahkan ribuan monster tanpa lelah sedikitpun dan naik level hingga 15 pada test Pengetahuan Bertahan Hidup. Berhasil mengalahkan belasan Hundred Page dengan mudah dalam Duel Resmi setelah tahun pertama, hingga mendapatkan julukan Unbreakable. Apa yang kamu inginkan dariku, Chloe von Cellestya?"
Pandangan kami saling bertemu, aku dapat melihat Kyla menunjukkan raut wajah ketakutan. Sedangkan Cleon memilih untuk melanjutkan makannya tanpa melihat Chloe.
"Rainbow Wizard, Elena von Callista. Aku kesini datang untuk menantangmu, dalam Duel Resmi!" jelas Chloe, membuat semua orang yang ada disana terdiam mendengarnya.
"Maaf, bukan berarti aku takut denganmu. Tapi aku menolaknya!"
"Alasannya?"
"Kamu tidak lihat aku tengah menikmati makan siang bersama teman-temanku?"
__ADS_1
"Kalau begitu, kau hanya perlu menghabiskannya saja bukan?"
"Keras kepala sekali sih!"
"Aku anggap itu sebagai pujian, akan ku tunggu kedatangan dirimu di Arena. Aku sangat menantikan Duel ini, jadi jangan mengecewakan diriku, Rainbow Wizard!"
Setelah mengatakannya, dia pun pergi meninggalkan Cafeteria. Aku pun melanjutkan makan siangku, begitupun dengan yang lainnya. Kyla khawatir dan menanyakan apa aku akan menerima Duel tersebut atau tidak.
"Ellen akan menerima Tantangan tersebut?"
"Yah, aku akan menerimanya. Jangan khawatir, apapun yang terjadi, aku akan memenangkan Duel tersebut!"
Benar, jika aku kalah dalam Duel tersebut, artinya aku masih belum berkembang sama sekali dari 2 tahun yang lalu! Karena itulah, apapun yang terjadi, aku akan menang!
***
"Kupikir kau tidak akan datang, Rainbow Wizard!"
"Mana mungkin aku tidak akan datang setelah menerima tantangan darimu, Unbreakable!"
"Kau bisa memanggilku Chloe, aku lebih suka dipanggil dengan namaku!"
"Kalau begitu, kamu juga bisa memanggilku dengan Ellen!"
Berbeda dengan Duel Custom yang bisa dilakukan kapanpun dan dimana saja, Duel Resmi hanya bisa dilakukan di Arena. Ada banyak sekali daftar Duel yang telah terdaftar, bahkan saat ini tengah ada yang melakukan Duel di Arena.
Cara untuk mendaftarnya mudah, kami hanya perlu menyerahkan Kartu Identitas pada petugas dan mereka akan mendaftarkan kami nantinya. Jadi aku menyerahkan Kartu Identitas pada Chloe agar dia mendaftarkan nama kami dalam Duel Resmi. Setelahnya Kartu Identitas milikku dikembalikan kembali olehnya.
"Duel kita akan dimulai malam nanti, Ellen. Sepertinya hari ini ada banyak sekali yang melakukan Duel Resmi hari ini," ucapnya.
"Tidak masalah, setidaknya kita bisa mengambil Materi Minat selagi menunggu giliran kita bukan?" sahutku.
"Kalau begitu, karena aku masih ada beberapa urusan. Aku undur diri, sampai bertemu nanti malam di Arena, Chloe!" lanjutku pergi meninggalkannya dengan lambaian tangan.
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
__ADS_1