
"Spirit Martial Art's, First Form - Oddo's Spike!!"
Kyla memberikan pukulan yang dilapisi oleh Oddo secara terus-menerus kepada Ramiris. Tapi Ramiris dapat menghindarinya dengan mudah tanpa masalah sedikitpun.
"Selanjutnya!" perintah Ramiris.
Kyla melompat mundur kebelakang dan menyiapkan serangan berikutnya, dia mengumpulkan Oddo ditangan kanannya sebanyak mungkin. Merasa cukup, dia lalu melepaskannya kearah Ramiris.
"Spirit Martial Art's, Second Form - Spirit Shock!!"
Pukulan energi yang dipenuhi Oddo melesat kearah Ramiris. Sebuah senyuman lalu terukir diwajahnya, Ramiris lalu mengulurkan tangannya dan membentuk sebuah perisai tak kasat mata.
"Selanjutnya!"
Tepat setelah mengatakannya, Kyla sudah berada disampingnya dan bersiap melepaskan sebuah tendangan pada dirinya.
"Spirit Martial Art's, Third Form - Spirit Strike!!"
Ramiris berhasil menahannya dengan satu tangan, bahkan dia tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri. Dia lalu mengatakan "Selanjutnya" sekali lagi, membuat Kyla dengan segera melompat mundur dan membentuk sebuah perisai dari Oddo miliknya.
"Spirit Martial Art's, Fourth Form - Spirit Protection!!"
Ramiris yang melihat Kyla sudah siap, segera melepaskan pukulan energi padanya. Perlahan-lahan, perisai yang dibuat Kyla mulai retak dan hancur. Membuatnya terhempas dan terjatuh, walau tidak terlalu keras membentur tanah. Ramiris menghela nafas sesaat, lalu mengatakan untuk beristirahat sekaligus revisi apa saja yang harus diperbaiki oleh Kyla nantinya.
'Dia ini gadis yang sangat tekun, siapa sangka dalam 2 minggu dia sudah bisa mengendalikan Oddo miliknya. Dia jauh lebih berbakat dari pengguna Sihir Roh yang pernah aku ajari. Kemudian dalam 2 tahun ini, dia sudah menguasai Spirit Martial Art's yang aku ciptakan sendiri. Mungkin sudah waktunya aku mengajari cara penggunaan Roh,' pikir Ramiris mengingat hal yang sudah dia ajarkan pada Kyla.
"Kyla, mungkin ini sedikit lebih cepat, aku akan mengajarkanmu Tehnik Pengendalian Roh Sempurna padamu, Unite!"
"Nyaa~ Bukankah guru bilang itu hanya akan aku pelajari setelah 5 tahun berlatih?"
"Yah, itu memang benar. Tapi perkembangan dirimu itu, diluar ekspektasi yang aku harapkan. Karena itulah aku akan mengajarkannya padamu sekarang!!"
Sebuah armor berwarna merah darah dan membara menyelimuti tubuh Ramiris. Mulai dari tangan, badan, kaki, bahkan rambut miliknya berubah menjadi merah darah. Tapi itu hanya sesaat dan langsung menghilang saat Ramiris menutup matanya. Kyla yang melihat itu hanya bisa kagum dan berharap dia bisa menggunakannya secepat mungkin.
"Normalnya, kamu hanya bisa menggunakan bentuk ini selama 5 menit. Tapi lain ceritanya jika kamu mengumpulkan Oddo lebih banyak lagi, setidaknya maksimal penggunaannya akan meningkat hingga 30 menit!" jelas Ramiris pada Kyla.
Kyla lalu mengangguk dan mengatakan akan segera mencobanya. Tapi dia dihentikan sesaat oleh Ramiris dan menyuruhnya untuk memperlihatkan status mikiknya.
"Baiklah, jika guru memintanya, nyaa~ Open Status!!"
STATUS
NAME: Kyla
__ADS_1
RACE: Demon Beast
HEALTH: 402000
MANA: 158000
LEVEL: 1
TITLE: Demon Beast Generation, Cheerful Maid, Berserker, Spirit Contractor, Spirit Warlock Apprentice.
SKILL: Wild Instinct Lv 8, Spirit Magic Lv 8, Martial Art's Lv 7.
Kyla sempat bingung dengan sebuah title yang baru dia lihat, Spirit Warlock Apprentice. Spirit Warlock adalah gelar yang dimiliki oleh Ramiris. Jika dia memiliki gelar tersebut, itu artinya dia sudah dianggap sebagai murid Ramiris.
"Baiklah, karena aku sudah memastikannya ada disana. Kita akan mulai pelatihannya! Siapkan dirimu, Kyla! Karena pelatihan ini akan sangat berat!"
"Baik, guru! Nyaa~"
Flashback Off
Kyla saat ini tengah berkonsentrasi mengumpulkan Oddo sebanyak mungkin, guna menambah durasi Unite yang bisa dibilang hanya 5 menit jika hanya menggunakan Oddo miliknya saat ini. Oddo sendiri bisa dibilang energi alam yang menjadi dasar dari Sihir Roh.
Berbeda dengan Mana yang akan habis jika digunakan terus menerus, Oddo tidak akan bisa habis karena tidak ada batasan untuk energi alam. Namun cara mengisi keduanya juga berbeda, jika Mana dapat pulih seiring waktu, maka Oddo tidak akan pulih jika tidak diisi dengan menyerap energi alam.
"Hahahaha! Jika kau berpikir untuk mengalahkan diriku seorang diri, maka kau setidaknya harus lebih kuat dari aku yang sekarang!!"
Trang
Suara pedang Cleon dan Fourteen beradu, mereka saling mendorong pedang satu sama lain. Namun hanya Cleon saja yang terlihat menggunakan kekuatan lebih, sedangkan Fourteen hanya memegang pedangnya dengan satu tangan saja. Cleon segera terhempas saat Fourteen menambah kekuatan dorongannya, untungnya Cleon dengan cepat menyeimbangkan tubuhnya agar tidak tersungkur dan menjadi sasaran empuk untuk lawannya.
"Masih lama kah?" gumam Cleon menoleh kearah Kyla.
Dia berdecak kesal saat melihat Fourteen dan menerjang tanpa pikir panjang sembari menggunakan keterampilan pedang yang diajarkan oleh ayahnya.
"Callista Sword Style, Second Form - Twin Dragon Blow!!"
Cleon mengayunkan pedangnya secara horizontal dari kiri ke kanan dan berhasil ditangkis oleh Fourteen. Lalu dia melompat dan melakukan putaran bersamaan, mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah dan sekali lagi berhasil ditangkis oleh Fourteen.
Fourteen melancarkan serangan balasan, dia menendang perut Cleon dan menamparnya dengan bagian pipih pedang besarnya. Membuat Cleon terhempas dengan berguling-guling di tanah beberapa kali, sebelum akhirnya berhenti dan memuntahkan darah dari mulutnya.
Elena yang tengah sibuk menahan Nineteen menjadi lengah karena melihat Cleon yang memuntahkan darah tersebut. Nineteen berhasil menyarangkan beberapa tusukan pada Elena, beruntung saat itu Elena menggunakan Protection, sehingga serangan dari Nineteen tidak terlalu parah dan hanya menerima kerusakan pakaian walaupun ada beberapa bekas luka tercipta disana.
Fourteen berjalan mendekati Cleon dengan menyeret pedang besarnya, Cleon terbatuk-batuk dengan darah yang keluar setiap batuknya. Dia lalu mengangkat pedang besar miliknya dengan tinggi, berniat untuk mengakhiri nyawa Cleon.
__ADS_1
"Sayang sekali yah, kau harus mati sekarang juga. Yah, lagipula aku yakin kau akan bereinkarnasi lagi nantinya. Sampai saat itu tiba, aku harap kau mengingat hal ini!" ucap Fourteen memberikan ucapan selamat tinggal.
"Cleon!!" teriak Ellen memanggil Cleon yang terbaring lemah.
"Jangan mengalihkan pandanganmu saat menghadapi musuh!!" sahut Nineteen menyiapkan sebuah tusukan pada Elena.
"Aargh! Merepotkan! Berikan waktu untukku menyelamatkan temanku, sialan!!" balas Elena menciptakan sebuah bola api raksasa dihadapannya.
"Selamat ting--"
"Spirit Martial Art's, Third Form - Spirit Strike!!"
Belum sempat mengayunkan pedangnya, sebuah tendangan diterima oleh Fourteen, membuatnya terhempas dan menabrak salah satu kios disekitar sana. Pelakunya tidak lain adalah Kyla, dia berhasil memasuki bentuk Unite: Spirit Armor, dengan gaun putih salju yang panjang, sebuah zirah ringan yang menutupi tubuh bagian dadanya, berserta sebuah sarung tangan pada masing-masing tangannya. Rambutnya berubah menjadi warna putih salju sepenuhnya dan mata merah darah pada salah satu matanya juga berubah menjadi putih salju.
"Kau terlambat, Kyla!" keluh Cleon.
"Maaf, ternyata butuh sedikit waktu untuk mengaktifkannya!" balas Kyla tersenyum padanya.
"Sekarang, Cleon beristirahatlah. Serahkan sisanya pada Kyla!" lanjut Kyla, menatap Fourteen yang sudah bangkit dan membersihkan tubuhnya.
"Maaf yah, aku serahkan.. sisanya.. pada.. mu.."
Bersamaan itu, Cleon kehilangan kesadarannya. Kyla yang mendengarnya hanya mengangguk pelan dan mengepal kedua tangannya dengan erat.
"Hey Snowy, mau mengamuk denganku?"
Snowy sedikit terkejut, pasalnya Masternya itu selalu menggunakan namanya sebagai kata ganti aku. Jikapun dia merubah gaya bicaranya, itu artinya dia marah karena teman atau orang berharga baginya disakiti. Seperti saat ini, jika Kyla telah mengubah gaya bicaranya, dia akan menjadi orang yang berbeda 180° dari biasanya.
Snowy tersenyum didalam diri Kyla dan berkata, "Snowy ditakdirkan untuk bertemu Master 5 tahun yang lalu. Snowy juga ditakdirkan untuk melayani Master selamanya. Jadi misalkan Snowy diperintahkan untuk mengorbankan diri demi keselamatan Master, Snowy siap melakukannya!"
"Begitu yah," gumam Kyla.
Kyla segera menghilang dari posisinya dan sudah berada di atas Fourteen dengan posisi siap menendangnya kapanpun. Fourteen gagal bereaksi cepat, yang akhirnya membuat dia terkena serangan Kyla.
"Kalau begitu.. MATI KAU SIALAN!!!"
Boom
Sebuah ledakan tercipta akibat serangan Kyla, membuat debu-debu bertebaran disana.
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
__ADS_1