My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Kelas S Tahun Pertama


__ADS_3

"Hmm, sepertinya kita kedatangan banyak murid berbakat kali ini yah! Bagaimana menurut kalian?" tanya salah satu guru pria yang ada disana.


Saat ini diruang rapat, para guru termasuk 4 Dewan Kebijakan Kalzaream Academy tengah mengadakan rapat serta pengelompokkan kelas berdasarkan Poin yang didapatkan oleh para murid yang mendaftar.


"Yah, aku sangat setuju denganmu! Tapi bisa mendapatkan Poin yang hampir sempurna, Pangeran kita memang hebat yah!" jawab guru wanita disana.


"Namun yang membuatku tertarik adalah murid dari Nona Ramiris! Siapa sangka dalam 5 tahun, perkembangannya dengan Sihir Roh sangat bagus! Bahkan dia bisa merepotkan Tuan Kevin lho!" balas seorang guru pria lainnya yang mengenakan kacamata.


"Dia juga mendapatkan Peringkat ketujuh, dibawah Tuan Putri kita!" sahut guru wanita dengan rambut ponytail berwarna krem.


"Kalian tahu? Aku berpikir sebelumnya yang mendapatkan Peringkat Pertama adalah Nona Ellen lho! Kalian tahu insiden 5 tahun yang lalu bukan? Selain itu, dia merupakan salah satu murid yang diajarkan oleh Kepala Academy!" ucap pria dengan jas putih yang juga mengenakan kacamata.


"Hahaha, walaupun Ellen salah satu muridku, tetap saja aku tidak mungkin bisa mengalahkan Kruelga dalam mengajar Pangeran!" jelas Lilith dengan tertawa.


"Ah! Benar juga! Gale! Kamu yang bertanggung jawab atas Asrama bukan? Bisakah kamu membantuku?" lanjut Lilith bertanya.


***


Aku, Kyla, Anna dan Cleon saat ini tengah berada dipapan pengumuman Kalzaream Academy. Tujuan kami adalah untuk melihat hasil Ujian Masuk kami dan inilah hasilnya!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


S Class



Cleon von Callista - 298/300 Poin


Elena von Callista - 287/300 Poin


Edelweiss von Azkham - 286/300 Poin


Belruss von Xeropius - 280/300 Poin


Lyon von Chrome - 278/300 Poin


Anastasya von Callista - 275/300 Poin


Kyla - 264/300 Poin


Xirius von Kurozima - 260/300 Poin


Axel - 253/300 Poin


Iris von Bell - 248/300 Poin


Celine von Bell - 245/300 Poin


Blanca - 240/300 Poin


Yuu - 237/300 Poin

__ADS_1


Hazel von Zipergord - 235/300 Poin


Geld von Qilua - 230/300 Poin


Viviana von Auluriss - 226/300 Poin



"Ah!! Aku kalah oleh Cleon!!" ungkap ku dengan kesal.


"Baiklah! Sebagai hukumannya, selama satu minggu kamu harus menuruti permintaanku!" balasnya.


"Yah, aku mengerti! Tapi bukan yang aneh-aneh kan?" tanyaku.


Cleon mengeluarkan asap dari hidungnya, membuatku bertanya sekali lagi untuk memastikannya.


"Bukan yang aneh-aneh kan? Hey, Cleon!!"


"Lihat nanti saja!"


"Eeeh!?"


Kyla dan Anna hanya tertawa dengan tingkah kami berdua. Yah, terutama Anna, dia tertawa cukup lama karena hal ini.


"Kamu sepertinya sangat puas yah, Anna?" tanyaku.


"Yah, begitulah!" jawabnya singkat.


"Ellen malang sekali, nyaa~" balas Kyla.


"A Class!? Setelah perjuanganku yang penuh kerja keras, aku berada di A Class?"


Semua pandangan orang-orang disana langsung teralihkan ke seseorang yang cukup menjengkelkan bagiku dan Kyla. Yup, dia adalah Verrel von Zerus. Walau kejadiannya sudah sangat lama, tapi tetap saja dia mengulangi perbuatannya dengan mengganti target lain. Siapa yang tidak kesal dengan orang yang tak menepati janjinya sepertinya?


"Wah~ Wah~ Kamu berada di A Class yah? Pria ingkar janji?" tanyaku dengan ekspresi penuh dengan kesenangan.


"Ellen, nyaa~ Ellen, nyaa~ Kyla tahu gelar baru khususnya, nyaa~" sahut Kyla.


"Oh, benarkah? Apa itu?"


"Pria A Class yang gagal! Nyaa~"


Semua anak-anak disini segera tertawa kecuali Anna dan Cleon. Cleon bilang padaku dan Kyla kalau kami sudah sedikit kelewatan. Tapi aku menjelaskan ini setimpal dengan apa yang keluarganya lakukan. Verrel menahan amarah dan segera pergi ke tempat pengambilan seragam dan beberapa hal lain yang dibutuhkan untuk di Academy.


Bukan hanya Verrel saja, tapi semua orang juga mulai menyusul untuk mengambil seragam dan segera pergi keruang ganti untuk mengenakannya. Karena hari ini adalah pengenalan antara murid, kelas, lingkungan sekitar dan juga wali kelas. Tentunya setelah itu adalah waktu bebas, tapi semua barang-barang mereka akan segera dibawa ke Asrama yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama berada di Academy.


"Elena von Callista. Saya kesini untuk mengambil seragam, Academy Card, serta Buku Materi! Ini tanda penyelesaian pembayarannya!" ucapku pada resepsionis dan menyerahkan sebuah kuintansi padanya.


"Baik! Ini Seragam, Academy Card, serta Buku Materi anda! Selamat datang di Kalzaream Academy!!" balas resepsionis menyerahkan barang-barang yang aku minta.


Aku lalu segera menuju ruang ganti untuk mengenakan seragamnya, disusul Kyla dan Anna. Seragam Kalzaream Academy cukup indah menurutku! Dalaman untuk para wanita berupa baju lengan panjang berwarna biru muda, dengan bagian luarnya mirip dengan baju kodok berwarna putih tapi dengan rok dibagian bawahannya. Selain itu, sebagai dalaman bagian bawah berupa celana panjang dengan warna yang sama dengan baju lengan panjang, serta sebuah sepatu berwarna putih.

__ADS_1


Aku, Kyla dan Anna keluar bersamaan dan menunjukkan masing-masing seragam kami dan saling memuji. Kyla yang paling terlihat sangat cocok karena rambutnya, sedangkan Anna terlihat sangat cantik karena postur tubuhnya. Terlebih lagi bagian dadanya, membuat aku dan Kyla saling berbisik.


"Kyla, bisa kamu percaya Anna seumuran dengan kita?" bisik ku bertanya.


"Nyaa~ Kyla juga berpikiran seperti itu!" balasnya.


Kami saling berpandang satu sama lain, sebelum akhirnya menyerang Anna. Anna yang merasakan dirinya dalam bahaya, ingin sekali pergi keluar. Tapi tentunya pintu keluar sudah dijaga olehku, membuatnya tidak bisa berkutik.


"Kyla, Ellen! Saat ini disini ada banyak orang lho!" peringat Anna


"Tidak apa-apa, nyaa~ Semuanya adalah perempuan, nyaa~ Jadi tidak akan ada masalah, nyaa~" ucap Kyla mengabaikan peringatan Anna.


"Itu benar! Jadi biarkan kami menyerang dirimu, Anna!!"


Aku dan Kyla melompat bersamaan, membuat Anna berteriak dan menggunakan sihir anginnya. Menyebabkan Aku dan Kyla terhempas dan membentur dinding untuk Kyla, pintu untukku. Beruntungnya pintu tersebut tidak rusak, serta terbuka. Yah, itu karena pintu ini hanya bisa didorong dari luar dan ditarik dari dalam. Tapi tetap saja, membuat punggungku sakit.


"Menggunakan sihir itu curang! / nyaa~" ucap aku dan Kyla bersamaan.


"Biarkan saja! itu salah kalian sendiri," balas Anna menjulurkan lidahnya.


***


(Note: Sengaja di skip upacara pembukaannya)


Saat ini kami telah berada di ruangan dengan seorang wanita berambut krem diikat ponytail. Dia mengenalkan dirinya sebagai wali kelas kami, serta yang akan bertanggung jawab penuh atas masalah yang kami alami nantinya. Bisa dibilang, jika ada yang membuat masalah, dia sendiri lah yang akan menghukum kami. Namanya adalah Selena, lalu dia menyuruh kami memperkenalkan diri kami masing-masing.


"Dimulai dari kamu!" ucapnya menunjuk seorang gadis dikanan belakang dari sudut pandangnya.


Gadis yang ditunjuk tersebut berdiri dan mengenalkan dirinya, dia adalah seorang gadis Vampire berambut putih salju terurai dengan mata merah berdarah.


"Baik! Nama saya adalah Iris, dari Keluarga Bell! Saya mendaftar bersama dengan adik saya bernama Celine!" sahutnya mengenalkan adiknya yang terlihat mirip. Namun yang membedakannya adalah mata mereka. Jika sang kakak memiliki merah darah dikedua matanya, berbeda dengan sang adik yang memiliki mata kanan berwarna biru laut, juga dia terlihat pemalu.


"Ba-baik! Sa-saya Celine! A-adik dari Kak Iris!"


Mata para laki-laki melotot hebat, itu karena dada milik Celine sedikit bergoyang saat dia menundukkan kepalanya. Iris yang melihat tatapan para laki-laki tersebut, memandang tajam dan mengeluarkan api dari tangannya.


"Tatap terus adikku, maka kalian akan hangus terpanggang!"


Setelah mendengar kalimat tersebut, tidak ada lagi yang berani menatap Celine. Semua pandangan segera menghadap ke depan. Aku dan Kyla menatap Celine dengan pandangan kosong.


"Hey, Anna. Boleh kami cabut dada besar miliknya?" tanyaku pelan pada Anna.


"Tunggu! Hentikan candaan itu! Kita tengah berada didalam kelas!" jawab Anna.


"Kalau Anna tidak setuju, Kyla akan membantu Ellen, nyaa~" balas Kyla yang setuju denganku.


"Kyla juga, hentikan!!" sahut Anna.


Kemudian perkenalan diri pun terus berlanjut.


***

__ADS_1


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!



__ADS_2