
Pohonnya benar-benar kembali seperti sedia kala. Apa yang terjadi sebenarnya? Aku mendekat kearah pohon besar yang rubuh sebelumnya. Tidak ada bekas sama sekali, bahkan pohon ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Jika ini sihir alam, tidak, itu mustahil. Sihir alam hanya melakukan komunikasi dengan alam, apa ini hal yang berbeda?
"Time Magic?" gumamku yang tidak sengaja mengingat sesuatu sebelum kami di teleport.
Flashback On
"Hey, Chloe. Apa itu Time Magic? Aku baru pertama kali ini mendengarnya!" tanyaku berbisik.
"Entahlah, aku sendiri juga baru kali ini mendengarnya! Kau sendiri bagaimana Blanca? Tahu sesuatu?" balasnya bertanya pada Blanca.
"Ruu~ Maaf, aku tidak tahu apapun," sahut Blanca.
"Tidak masalah! Untuk saat ini, mari kita anggap itu adalah sihir pendukung! Bagaimana?" ujarku.
"Aku setuju! Itu artinya kita harus melindunginya," sahut Chloe.
Flashback Off
"Sally!"
"Fuueee!! I-iya?"
"Ada banyak hal yang ingin sekali aku tanyakan padamu! Tapi mari kita simpan itu untuk nanti!" jelasku.
"Untuk sekarang, kita harus mencari tempat aman untuk mendirikan Kamp!" lanjutku.
Kami pun pergi dari sana dan mulai mencari tempat aman yang bagus menurut kami. Kemudian kami menemukan sebuah gua dan masuk kedalam sana untuk mendirikan Kamp.
"Sepertinya tempat ini cukup bagus!" puji Chloe.
"Yah, aku setuju denganmu! Tempat ini cukup bagus dan nyaman! Ayo kita dirikan Kamp disini!" sahutku.
Kami pun mendirikan Kamp didalam gua dan juga membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Biasanya di duniaku sebelumnya, diperlukan daun kering yang digosok-gosok dengan kayu. Namun jika berada di dunia ini, caranya sedikit berbeda.
Pertama, gunakan batu sungai dan susun dalam bentuk lingkaran. Kedua, letakkan kayu bakar diarea tengah lingkaran batu sungai. Lalu yang terakhir, gunakan sihir api untuk menciptakan api dan api unggun pun menyala!
"Sungguh praktis bukan?" gumamku dengan bangga.
"Kenapa kau terlihat bangga hanya dengan menghidupkan api unggun saja?" tanya Chloe yang baru saja menyelesaikan pendirian tenda.
Mendengar pertanyaan itu, aku memukul pelan kepalaku dan menjulurkan lidah keatas.
"Tehe~"
"Lupakan," gumam Chloe.
"Baiklah, Sally! Bisa kau jelaskan sihir apa yang kau gunakan sebelumnya? Karena jika itu sihir alam, itu sangat berbeda!" lanjut Chloe bertanya.
"Itu adalah sihir waktu," jawab Sally pelan.
"Aku bisa mengendalikan waktu, tapi sebagai gantinya, waktu hidupku akan berkurang tergantung jumlah waktu yang hilang. Contohnya pohon tadi, pohon itu rubuh selama 30 detik. Jadi aku memutar balikkan waktu sekitar 30 detik dengan bayaran waktu hidupku berkurang selama 30 detik," lanjutnya menjelaskan.
"Tapi pohon itu jauh lebih baik dari sebelumnya?" tanyaku.
__ADS_1
"Ah, itu karena aku menggunakan sihir alam untuk memperkuatnya. Bahkan sekarang pohon itu jauh lebih kuat untuk bisa menahan 2~5 pukulan kekuatan penuh dari Liza!" jawabnya.
"Eh? Benarkah? Kalau begitu Liza akan mencobanya!" ungkap Liza mengeluarkan sayap naganya dan mencoba pergi ketempat sebelumnya.
"Berhenti! Ini perintah!"
"Gyaa!!"
Liza langsung merasa tersengat saat aku memerintahnya. Setelah itu, Liza datang dan langsung memarahiku.
"Apa yang Ellen lakukan! Itu sakit tahu!"
"Maaf, tapi aku terpaksa melakukannya. Lagipula, memangnya kamu tahu pohon mana yang telah dikuatkan oleh Sally?" tanyaku.
"Ugh.. itu.."
"Tidak tahu kan? Jadi duduk diam disini dan jangan pergi kemana-mana! Aku akan memasakkan daging kesukaanmu!" jelasku.
"Daging!?" sahut Liza.
"Hmph! Apa boleh buat! Liza akan diam disini untuk sementara! Hn! Hn!" lanjutnya mencoba bersikap Tsundere.
"Ellen, apa kau mengajarkannya untuk bersikap Tsundere?" tanya Chloe.
"Tidak, aku tidak mengajarkannya seperti itu! Dia malah meniru sikapnya Edel malahan," jelasku.
"Ah, begitu rupanya," sahut Chloe.
"Anu.. Tsundere itu, apa?" tanya Sally dengan wajah polosnya.
"Fuueee~ A-apa yang lucu?"
***
"Kamu mau keluar, Chloe?" tanyaku saat melihat Chloe menaruh pedangnya di punggungnya.
"Yah, begitulah! Ini sudah malam, jadi kita harus waspada!" jelas Chloe.
Apa yang dikatakan oleh Chloe benar adanya. Kita tidak tahu apapun karena dari siang hingga hampir tengah malam tidak keluar dari gua ini sama sekali. Artinya kita tidak bisa mendapatkan informasi apapun yang tengah terjadi disekitar.
"Begitu yah. Apa kamu butuh bantuan? Aku tidak keberatan untuk jalan bersamamu kok, Reynaldi!" ucapku menyebutkan namanya di dunia sebelumnya.
"Ugh.. saat kau mengatakannya, itu membuatku teringat dengan sesuatu yang menghilang dibawah sana," balasnya.
"Hahaha, maaf! Hanya saja, aku masih tidak percaya kalau kamu dulunya seorang pria!" sahutku tertawa pelan.
"Jadi, apa menurutmu tentangnya?" lanjutku bertanya.
"Maksudmu Sally? Kurasa dia gadis yang baik. Tapi sampai bisa mengendalikan waktu, aku berpikir kalau dia seorang Reincarnator sama seperti kita," jelasnya.
"Kamu benar, aku juga berpikiran yang sama denganmu. Tapi saat kita memeriksa statusnya.."
"Dia tidak memiliki title itu, kah?" gumam Chloe saat melihatku menghentikan sejenak perkataanku.
__ADS_1
Kami sudah meminta Sally untuk memeriksa statusnya secara baik-baik, tapi kami tidak menemukan title yang dibutuhkan sebagai Reincarnator. Kalau tidak salah, ini adalah status miliknya.
STATUS
NAME: Sally
RACE: Demon Elf
TIME LEFT: ???
HEALTH: 489250
MANA: 626490
LEVEL: 32
TITLE: Demon Elf Generation, Blessing from True God of Time, Time Controller, Time Wizard.
SKILL: Nature Magic Lv 10, Time Magic Lv 10, Support Magic Lv 10.
Terdapat Time Left dibawah Rasnya, artinya setiap kali dia menggunakan Time Magic, Time Left miliknya akan berkurang.
"Kita sudah menanyakan berapa Time Left miliknya yang tersisa dan dia bilang sekitar 300 tahun lagi," gumam Chloe.
"Tapi yang dia katakan itu adalah bohong kan?" sahutku.
"Yah, kau benar. Jadi kita tidak boleh sampai membuatnya menggunakan sihir waktu!" balas Chloe.
***
Pada kedalaman hutan, seseorang saat ini tengah berlari dengan nafas yang tersengal-sengal. Orang itu adalah Raymond, dia berlari seperti itu karena dikejar oleh seorang gadis kecil dengan topeng dan kapak besar yang diseret diatas tanah.
"Apa-apaan mereka! Kenapa mereka sampai membunuh rekan-rekanku? Lalu kenapa.. kenapa mereka menggunakan topeng World Order!!?" tanyanya bingung.
"Lalalalala~ Larilah~ Sebelum kamu mati~ Terus berlari~ Dari kematianmu~ Hahaha~ Hahahaha~" tawa gadis tersebut menggema didalam hati Raymond, membuatnya menjadi merinding dan ketakutan.
Raymond yang sedang ketakutan tersebut lari dengan kencang hingga tak sadar dia tersandung salah satu akar pohon dan terjatuh. Gadis kecil yang melihatnya tertawa cukup puas hingga sampai dihadapan Raymond.
"Hii!! Ku-kumohon ampuni aku! Aku akan melakukan apapun! Akan kuserahkan semua medal yang aku miliki! Aku juga akan meminta ayahanda untuk memberikanmu ratusan ribu Dypnir! Karen itulah, kumohon! Ampuni nyawaku!!" mohon Raymond sembari mendorong mundur tubuhnya.
"Hehehe~ Dypnir? Aku tidak butuh itu~ Aku hanya ingin membunuh~ Itu saaaaaangat menyenangkan lho~" ungkap gadis tersebut mengangkat kapaknya tinggi-tinggi.
"Tidak, kumohon! Jangan," ucap Raymond memohon sekali lagi.
"Se-la-mat ma-lam!"
"GYAAA!!!"
Kemudian malam itu, semua orang yang mengikuti acara tersebut langsung terbangun dan memasang sikap waspada. Entah kenapa semuanya merasakan hal yang sama saat mendengar teriakan tersebut. Yaitu takut, merinding dan menyeramkan.
***
Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!
__ADS_1