My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?

My Reincarnation Is Demon Lord? Wait, Are You Serious?
Sebuah Kunjungan


__ADS_3

"Baiklah, mari kita mulai pertemuan ini!" ucap seorang pria didalam ruang rapat.


Pria itu tidak sendirian, dia ditemani oleh 7 orang yang duduk bersamanya didalam ruangan tersebut. 4 diantaranya termasuk pria tadi mengenakan sebuah pin dengan lambang sepatu yang merupakan simbol dari Floura Academy. Sedangkan sisanya mengenakan baju seragam yang sama berwarna ungu tua, yang mana melambangkan Kalzaream Academy.


"Rapat kali ini adalah tentang acara 5 tahunan yang sering kita lakukan yah? Tapi bukankah ini sedikit lebih cepat 1 bulan?" tanya Gale.


"Yah, memang benar. Tapi kami sudah memutuskannya," jawab seorang wanita Vampire bernama Yue.


"Lagipula, ini masih dalam rencana. Ngomong-ngomong, Ramiris. Bagaimana keadaanmu saat ini?" lanjut Yue menanyakan keadaan Ramiris.


"Sangat buruk, walaupun kondisiku sudah pulih. Tapi rasa penyesalan itu masih ada didalam diriku," jelas Ramiris.


"Aku sudah mendengarnya dari Gale. Jadi itu benar kalau Rio muridmu adalah salah satu dari World Order?" tanya seorang Dwarf bernama Breg, yang juga salah satu dari 4 Dewan Kebijakan Floura.


Ramiris hanya mengangguk pelan untuk menjawab pertanyaan Breg. Lilith yang ada disana berdeham untuk mengganti suasana yang sedikit canggung.


"Jadi, apa kalian memiliki tujuan lain untuk melakukan hal ini?" tanya Lilith.


"Kami berencana untuk memancingnya keluar dengan acara ini. Aku sudah tidak terkejut lagi jika Lilith mengetahui maksud kami yang lain," ungkap seorang Demon wanita bernama Gregory.


"Itu memang sangat bagus, tapi juga dapat membahayakan murid-murid kita bukan? Apa kau setuju dengan rencana ini, Principal Kaleith?" tanya Kevin setelah memuji rencana mereka.


"Aku tahu itu, tapi oleh sebab itulah Gregory dan Yue yang ahli dalam pelacakan akan ikut sebagai pengawas kali ini. Jika kalian juga ingin menjadi pengawas, kami masih memiliki dua tempat kosong lainnya!" jelas Kaleith.


"Kalau begitu, Ramiris dan Gale akan menjadi pengawas kali ini. Kamu tidak mempermasalahkannya kan, Kevin?" tanya Lilith.


"Yah, aku tidak masalah. Tapi apa Ramiris baik-baik saja? Maksudku, kau baru pulih bukan?" balas Kevin.


"Tenanglah, aku baik-baik saja. Kalau boleh, Principal Kaleith, bisakah kita undur acaranya selama 1 bulan? Aku yakin kalau aku akan pulih sepenuhnya jika diberikan waktu selama itu!" jelas Ramiris.


"Hahaha, memangnya kau pikir aku akan memaksa orang sakit? Jangan khawatir, karena sudah diputuskan aku akan pamit lebih dulu!" sahut Kaleith undur diri.


"Ah, Lilith. Apa kamu akan membiarkan anak-anakku untuk melihat Academy milikmu?" lanjut Kaleith bertanya.


"Yah! Tenang saja, aku telah meminta kedua muridku untuk menjadi pemandu mereka," jelas Lilith.


"Begitu yah. Gregory, walaupun tempat ini aman, tetaplah awasi mereka yah!" pinta Kaleith.


"Jangan khawatir, aku akan melakukannya tanpa disuruh!" balas Gregory langsung pergi dari tempat rapat.


***


"Hey, Edel. Apa kamu sekarang merasa kesal pada Guru?"


"Mungkin?"


"Hey, Edel. Apa kamu dipaksa melakukan ini olehnya?"


"Ya!"


"Hey, Edel. Bukankah mereka terlalu banyak?"


"Kamu benar!"


"Hey, Edel--"

__ADS_1


"Duh! Berisik! Kita hanya perlu melakukan tugas ini saja! Jangan mengoceh hal yang tidak jelas!"


"Ah, dia marah."


Dua hari setelah kejadian tersebut, sekarang kebanyakan murid sudah mulai melakukan aktivitas belajarnya kembali. Namun tidak untukku dan Edel. Kami diminta oleh Guru Lilith untuk mengawasi murid-murid dari Floura Academy selama mereka rapat. Untungnya mereka tetap tenang walaupun ada beberapa yang terlihat antusias.


"Hey, Edel--"


"Diamlah!" potong Edel dengan cepat.


"Jahatnya, padahal aku hanya ingin bicara dengannya agar tidak canggung, hiks.." gumamku dengan nada suram.


"Apa yang kamu gumamkan disana? Selain itu, kamu terlihat suram," tanya Edel.


"Ellen yang malang~" ucap Liza melalui telepati.


"Terimakasih atas kekhawatirannya, Liza. Aku sedikit lebih baik sekarang," balasku dengan telepati juga.


"Oh, ya. Bagaimana keadaan disana? Kamu sedang bersama Blanca saat ini bukan?" lanjutku bertanya.


"Jangan khawatir, Ellen! Liza sudah makan daging yang Ellen berikan kok!" balas Liza.


Tidak, tunggu sebentar! Aku tidak membutuhkan balasan itu lho! Ngomong-ngomong, Chloe sudah pulih kemarin dan sudah mulai beraktivitas lagi. Kemudian aku juga mendengar dari Kyla kalau Guru Ramiris sudah sadar walau belum pulih. Kyla bahkan sangat khawatir padanya, dia terus menunggu Guru Ramiris sadar di ruang kesehatan. Sungguh gadis yang baik!


"Baik! Semuanya, sekarang berbaris yang rapi!" perintah seorang wanita Demon berambut perak dengan gaya Twintail dan matanya berwarna biru.


Semua murid Floura Academy langsung berbaris rapi, mengikuti perintahnya. Wanita itu lalu berjalan kearah kami, berniat menyapa kami.


"Apakah kalian muridnya Lilith? Aku Gregory von Ernesta, salah satu Dewan Kebijakan Floura. Salam kenal yah!" ucapnya mengenalkan diri.


"Edelweiss von Azkham, senang bertemu dengan anda!"


"Elena von Callista, mohon bantuannya!"


"Wah~ Kalian sangat sopan yah! Aku jadi sedikit malu karena memperkenalkan diri seperti tadi," ungkap Gregory.


Aku hanya bisa tersenyum mendengarnya, sebelum akhirnya mengajak mereka semua berkeliling untuk memperkenalkan semua yang dimiliki oleh Kalzaream Academy. Mulai dari Cafeteria, Kelas, serta berbagai fasilitas lainnya. Mereka semua sangat kagum melihat berbagai fasilitas yang ada, bahkan beberapa dari mereka ada yang bertanya dan segera dijawab oleh Edel.


"Lalu yang terakhir adalah tempat ini, Arena! Karena sekarang masih jam belajar, tempat ini sedang kosong! Ditempat ini juga, semua murid Kalzaream Academy melakukan Duel untuk memperebutkan Hundred Page," jelasku.


"Wah, jadi ini Arena yang selalu dibicarakan yah!"


"Sangat besar dan luas yah!"


"Kapan Duel berikutnya dimulai yah? Aku jadi ingin mencoba menontonnya!"


"Duel berikutnya akan dilaksanakan saat istirahat makan siang," jelas Edel.


"Hey, apa kami bisa melakukan Duel disini?"


"Tentu saja, tapi kalian hanya bisa melakukan Duel Custom. Jadi aku harap kalian tidak mempermasalahkannya!" jawabku.


Mereka semua langsung mencoba melakukan Duel Custom, jumlah orang yang ingin mencobanya sangat banyak. Jadi aku membatasinya hingga 3 pertarungan saja.


"Hahaha, mereka sangat bersemangat sekali!" ujar Gregory setelah melihat antusias murid-muridnya.

__ADS_1


"Yah, aku rasa itu hal yang wajar bukan?" ungkapku.


Setelah 3 pertandingan, istirahat makan siang pun tiba. Gregory meminta semua muridnya untuk berkumpul dan membebaskan mereka untuk melakukan apapun sampai istirahat makan siang berakhir, asalkan tidak membuat keributan. Karena setelah istirahat makan siang selesai, mereka akan kembali ke Academy.


"Fiuh, akhirnya selesai juga~" ucapku menghela nafas saat berada di Asrama.


"Sepertinya kamu menikmati ini yah, Edel?" lanjutku bertanya.


"Y-ya, aku rasa ini tidak terlalu buruk," jelas Edel.


"Edel, kamu berada disini? Sedang beristirahat?" tanya seseorang yang tidak lain adalah Axel.


"A-Axel? Ya, begitulah. Ka-kamu sendiri kenapa disini?" balas Edel dengan sedikit gugup, aku bisa melihat wajahnya saat ini memerah.


Yup, Edel saat ini telah mengetahui apa yang dia rasakan ketika berada didekat Axel. Dia sudah jujur padaku kalau dia menyukai Axel, hanya saja dia bingung bagaimana caranya mengungkapkannya.


Sedangkan Axel? Entahlah, aku tidak tahu apa yang dia rasakan. Tapi aku yakin dia juga memiliki perasaan terhadap Edel. Namun karena perbedaan status, mungkin membuatnya merasa kalau dia tidak pantas dengan Edel.


"Ah! Aku lupa untuk memberi makan siang Liza! Axel, apa kamu melihat Blanca?" tanyaku pada Axel.


"Ah, tentu. Dia berada di taman bersama Liza," balasnya menunjuk taman didepan Asrama.


"Begitu yah, terimakasih! Aku akan pergi sekarang!" ucapku berdiri dan berjalan menuju taman.


Aku juga membisikkan sesuatu pada Edel, hanya memberinya sedikit dorongan saja sih. Tapi saat aku ingin pergi, Cleon, Lyon dan Bell datang.


"Para murid perempuan Floura Academy sangat cantik yah! Aku ingin sekali mengencani salah satu dari mereka!" ucap Lyon.


"Hahaha, jangan berharap terlalu tinggi! Bukankah kau sebelumnya sempat di tolak?" balas Bell.


"Ugh.. bisa jangan mengingatkanku?" pinta Lyon.


"Cleon, Lyon, Bell! Bisa temani aku ke taman Asrama?" panggilku meminta kepada mereka.


"Kenapa? Kau bisa kesana sendiri bukan?" tanya Lyon.


Aku lalu memberi kode pada mereka, tapi sepertinya hanya Cleon dan Bell saja yang paham.


"Aku mengerti! Sepertinya Anna juga ada disana," ucap Cleon.


"Baiklah! Aku juga akan menemanimu! Kau juga harus ikut, Lyon!" sambung Bell.


"Eh? Tapi bukankah kita ingin mak--"


"Sudahlah ikut saja, bodoh!" potong Bell menarik kerah seragam Lyon.


"Oy! Kau mencekikku! Hentikan, agh.. aku.. tidak.. bisa.. bernafas!"


Aku melihat kearah Edel dan Axel dengan tersenyum dan berkata dengan gaya seorang pelayan, "Selamat menikmati waktu kalian berdua!"


Lalu aku pun pergi keluar meninggalkan mereka disana yang wajahnya memerah, apalagi Edel yang terlihat mengeluarkan asap karena malu.


***


Jika ada typo atau kesalahan kata, segera beritahu yah! Dukung terus Author dengan Like, Vote dan Rate kalian!

__ADS_1



__ADS_2