My Sweet Journey

My Sweet Journey
Liar


__ADS_3

Rossa menatap perempuan yang duduk di hadapannya. Wanita yang beberapa waktu lalu sempat membuat Aria uring-uringan. Hingga Aria menuruti kehendak Mala untuk melempar Katy sejauh mungkin dari kota itu. Kening Rossa berkerut, kenapa wanita ini kembali lagi?


Sementara di sisi lain, Katy yang berada di depan Rossa menatap penuh minat pada istri Aria itu. Di mata Katy Rossa kini semakin menggoda. Katy yang sekarang berbeda dengan Katy sebelum pergi ke Korea.


Awalnya Katy tidak menyadarinya, dia pikir menyukai gender pria. Tapi pergaulan di Korea yang lumayan bebas, terlebih beberapa temannya berasal dari Thailand. Di mana, di negara itu gender tidak terpaku pada dua macam saja. Mereka di sana mulai menerima jenis kelamin di luar yang sudah ada.


Termasuk orientasi Katy soal sekss. Pengaruh teman Thailand Katy begitu besar. Selama bergaul Katy mulai dikenalkan pada orientasi seksuall ganda. Dalam artian Katy bisa bermain dengan pria dan wanita. Mengerikan, dan itu yang kini terjadi pada Katy.


Awalnya dia kembali untuk menemui Aria. Namun waktu melihat Rossa mengenakan kebaya semi muslim di hari pernikahan Santo, membuat Katy oleng. Wanita itu begitu tertarik pada Rossa yang kini tubuhnya terlihat lebih seksi setelah menikah. Walaupun pakaian Rossa termasuk longgar.


"Kamu Katy kan?" tanya Rossa setelah Katy meminta izin untuk duduk di meja Rossa. Istri Aria itu berada di tempat tersebut sebab baru saja menemui kliennya. Satu pabrik brownies milik Mala sudah diberikan pada Rossa dan Shilda. Keduanya mengelola pabrik itu bersama. Padahal Mala ingin seorang mengambil satu pabrik browniesnya, supaya kanjeng mami bisa istirahat total, sambil mengawasi cucu. Menyenangkan bukan?


"Iya, aku Katy. Long time no see, Rossa." Rossa memundurkan diri, melihat gelagat mencurigakan dari Katy. Ada yang tidak beres saat Katy memandangnya. Tatapan Katy seperti orang yang jatuh cinta.


Rossa seketika jijik dengan mantan model Aria tersebut. Wanita itu ingin lari dari sana, tapi bagaimana caranya. "Bisa aku minta nomor ponselmu. Aku sedang liburan, jadi aku mungkin perlu teman untuk kuajak jalan-jalan." Ujar Katy dengan senyum semanis madu.


"Alahai gila, perempuan ini sudah tidak waras." Batin Rossa.


"Ahh, maaf, untuk nomor telepon, aku tidak bisa memberikannya sembarangan pada orang. Nanti suamiku marah." Bola mata Katy membulat mendengar Rossa sudah menikah. Pantas saja tubuh wanita itu terlihat lebih menggoda sekarang.


"Boleh aku tahu siapa suamimu?"


"Itu...." Rossa menatap lurus melewati Katy, hingga Katy ikut menoleh. Senyum Katy melebar melihat siapa yang datang. Pujaan hatinya, Aria terlihat semakin hot saat ini. Detik berikutnya, senyum Katy berubah jadi seringai. Rossa dan Aria suami istri, pasti sangat menyenangkan jika mereka bisa main bertiga. Otak Katy bahkan sudah travelling ke mana-mana. Membayangkan hal panas yang bisa saja mereka lalui.


"Halo, sayang. Maaf terlambat menjemputmu." Sapa Aria sembari mengecup pelan pipi Rossa. Satu hal yang membuat Katy mulai terbakar gairah. Gila! Padahal Aria dan Rossa yang berciuman, tapi Katy yang kelabakan.


Saking terpukaunya Katy pada Rossa dan Aria, wanita itu tidak sadar jika pasangan suami istri sudah pamit undur diri dari hadapan Katy, meninggalkan Katy yang masih duduk diam di tempatnya. Melihat kepergian dua orang itu dengan tatapan liar.


"Menyenangkan jika bisa bermain dengan mereka." Gumam Katy.

__ADS_1


"Jangan bertemu lagi dengannya?" bisik Aria sembari merengkuh bahu Rossa, berjalan keluar dari tempat itu.


"Dia yang mendatangiku. Dia gila ya? Tatapannya menakutkan." Balas Rossa. Mereka sudah masuk ke mobil dengan Santo yang mengemudikan mobil.


"Ah elah jadi supir gue." Gerutu Santo. Pria itu kini mulai mencair sikapnya. Tidak kaku seperti robot.


"Bentaran doang." Sambar Aria cepat.


"Ihh buruan jawab, si janda pirang kenapa? Eh dia sudah gak pirang lagi." Yup Katy sudah mengubah warna rambutnya menjadi coklat. Menyesuaikan dengan warna matanya.


"Jangan kaget ya? Tapi ini baru dugaan, soalnya kita baru dapat laporannya, sedang bukti konkritnya aku belum dapat, alias belum lihat dengan mata kepalaku sendiri." Rossa mendengus geram, merasa Aria hanya berputar-putar tidak jelas.


"To the poin aja deh." Pinta Rosa cepat. Aria menarik nafas pelan, melihat ke arah Santo yang Aria tahu ikut mendengarkan.


"Katy itu...." Satu penjelasan dari Aria mengalir begitu saja. Santo bahkan sempat mengerem mendadak, saking terkejutnya. "San, hati-hati dong nyetirnya. Masih kurang ini pahalanya buat disetor ke malaikat." Umpat Aria.


"Gue kaget sama info lu, itu valid kagak. Masak iya dia jadi belok dua arah sekaligus begitu." Ujar Santo tidak percaya.


"Masak sih ada yang begituan."


"Ada!" Jawab Aria dan Santo bersamaan. Satu hembusan nafas kasar terdengar dari arah Rossa, wanita itu kini menyandarkan kepalanya ke kursi.


"Hindari dia selagi bisa. Ingat, sekarang dia doyan semua. Pemakan segala, omnivora...."


"Lu kata si Katy kambing," Santo memotong ucapan Aria.


"Itukan hanya perumpamaan. Tapi nyatanya memang betul." Aria ikut bersandar seperti yang Rossa lakukan. Rossa sendiri langsung memejamkan mata, bagaimana Katy bisa jadi seperti itu. Padahal dulu Katy jelas-jelas nguber Aria, melakukan berbagai cara agar Aria jadi milik Katy, termasuk memberi Aria obat tidur, yang berakhir dirinya tepar sampai malam. Gegara Aria mengumpankan dirinya.


"Ada gak cara untuk menyembuhkan dia."

__ADS_1


"Jangan aneh-aneh kamu!" lagi-lagi Aria dan Santo kompak menjawab.


"Dia kan kodratnya perempuan jadi yang bisa nyembuhin dia harusnya cowok. Apa ada lelaki yang bisa menerima Katy lalu membimbingnya kembali ke jalan yang benar." Gumam Aria.


"Lagian apa enaknya jeruk main jeruk. Dah bagus jeruk ketemu terong." Sambar Santo.


"Jeruk ketemu terong juga gak enak. Nah kalo tomat ketemu terong tambah cabe, baru enak. Sambal balado jadinya." Aria menyahut enteng.


Lah kenapa jadi bahas terong, jeruk, tomat dan cabe sih. Rossa menggelengkan kepalanya pelan, merasa prihatin dengan keadaan Katy.


Sementara yang dikhawatirkan justru tidak merasa bermasalah. Saat ini, wanita tersebut masuk ke sebuah hotel, satu panggilan masuk ke ponselnya, membuat Katy tersenyum lebar.


"Halo sayang, duh aku rindu sama kamu." Satu suara manja menyambut Katy saat pintu terbuka. Katy tidak menjawab, hanya senyuman yang menggambarkan betapa senangnya hati Katy. Partnernya jauh-jauh menyusul ke sini.


"Bagaimana kamu bisa dapat libur. Mr Ang bukannya susah dibujuk." Tanya Katy melepas blazer yang menutupi tubuh mulusnya.


"Gampang aja, aku tinggal buka kaki, dia akan mengabulkan apa yang kita mau." Jawab teman Katy enteng.


"Benar juga ya. Dia kan pantang lihat paha mulus nganggur." Temen Katy yang dipanggil Nong Jee itu mendekat ke arah Katy.


"Tapi aku lebih suka sentuhanmu." Dua orang dengan gender sejenis itu mulai menempelkan bibir. Edann! Mereka benar-benar sudah tidak waras.


Dua wanita itu mulai saling menindih, saat pintu kamar mandi terbuka. Seorang pria dengan tubuh macho berdiri di sana. "Wah, kalian memulai tanpa aku ya." Ujar si pria mulai naik ke ranjang.


Tiga orang dengan settingan otak yang sudah tidak benar itu saling pandang. Lantas saling melempar senyum. "Let's play baby, mari kita bermain." Seru si pria mulai menempatkan diri di tengah Katy dan Nong Jee. Dan permainan liar mereka pun di mulai.


***


Up lagi readers. Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.

__ADS_1


***


__ADS_2