
Kredit Pinterest.com
Angga masuk ke sebuah pondokan di tengah sawah. Satu bangunan yang menjadi bagian dari sebuah rumah makan berkonsep menyatu dengan alam. Setelah mengantarkan Adnan, satu pesan masuk ke ponsel Angga. "Mari bertemu, ada yang ingin aku bicarakan padamu." Begitu pesan itu berbunyi. Angga sedikit mengerutkan dahi saat si pengirim pesan menuliskan nama Amato.
"Amato adalah asiaten pribadi Aria, kenapa dia ingin bertemu denganku? Apa ini soal Katy, bukannya semua sudah beres hari itu." Batin Angga gundah.
Tak berapa lama, terlihat Aria yang masuk ke tempat itu. "Lama tidak pulang, Bro?" Aria melakukan tos dengan Angga. Mereka saling kenal? Iya, mereka adalah teman kuliah. Menuntut ilmu di kampus yang sama, tapi jurusan berbeda. Kenal, karena circle pertemanan orang kaya tidak akan jauh dari mereka-mereka saja. Begitu juga dengan Aria dan Angga.
Berbeda dengan Aria yang anak tunggal hingga pria itu merasa terikat di rumah. Tidak bisa ke mana-mana. Angga tidak, bungsu dari tiga bersaudara itu, kabur dari rumah setelah bertengkar dengan sang ayah. Enggan meneruskan bisnis batik sang ayah yang melegenda, dia memilih angkat kaki dari rumah. Mengembangkan bisnis restauran yang dia suka. Ya, yang sekarang adalah salah satu rumah makan milik Angga. Cabangnya? Jangan ditanya. Sampai keder tangan ngitung untungnya.
Lalu kenapa Angga bisa terdampar di pabrik Aria, berurusan dengan pakaian dalam wanita yang sejatinya masih haram untuk dia sentuh, eh salah, buka. Pegang mah boleh saja. Melihat isinya? Nanti dulu.
Apalagi kalau bukan demi kak Ross tersayang. Minggat dari rumah, memulai bisnis yang tidak mudah. Jatuh bangun Angga rasakan, termasuk mendapat surprise harus menikahi Yuna yang seorang pemilik usaha supermarket.
Bertemu Rossa kala wanita itu tengah pulang dari pasar. Meninggalkan Adnan dalam penjagaan seorang perawat bayaran waktu itu. Pertemuan berlanjut hingga beberapa gunjingan dari tetangga sampai ke telinga Angga dan Rossa. Gosip tidak sedap mengatakan Angga, ayah Adnan yang tidak bertanggungjawab. Demi menghindari gosip berlanjut makin panas, Angga menikah siri dengan Rossa untuk membungkam mulut tetangga.
Meski sebenarnya bukan itu saja tujuan Angga menikahi Rossa, wanita yang sudah dia taksir sejak zaman putih abu-abu, sarjana lulusan tata boga yang tersesat di antara mesin jahit di pabriknya Aria. Angga jelas mencintai Rossa, tapi Rossa tegas menolak. Tidak mau memberi harapan palsu pada pria manapun. Sebab hati Rossa sudah dipenuhi Adnan sejak dulu.
Dan pernikahan siri ini adalah kesempatan Angga untuk mengikat Rossa, meski Rossa pada awalnya menolak tapi memikirkan hidupnya yang terus di ganggu cemoohan dari warga sekitar, membuat Rossa terpaksa menerima tawaran Angga untuk menikah siri. Lagipula Angga berjanji tidak akan menyentuhnya, kecuali wanita itu mau. Dan selama empat tahun menikah siri, Angga belum pernah menyentuh Rossa. Terlebih mereka hanya bisa bertemu beberapa hari dalam sebulan.
Kembali pada Aria dan Angga. Dua pria itu mengobrol sambil menikmati makan siang. Membicarakan banyak hal. Di pabrik mereka mana bisa mereka bicara dengan leluasa. Semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
__ADS_1
"Soal si Katy, kita bisa pakai Melani untuk menggantikannya." Ada nada canggung dalam suara Angga.
"Itu tidak masalah, yang lebih menarik perhatianku adalah, siapa Rossa untukmu? Dia terlihat penting di hatimu."
Angga memicingkan mata. Kenapa Aria justru bertanya soal Rossa? Bukannya rumor yang beredar mengabarkan kalau Aria dan Katy akan menikah. Kenapa Aria sekarang tampak berminat pada Rossa.
"Kenapa kamu bertanya soal Rossa? Apa kamu tertarik padanya?" Todong Angga cepat.
"Ah bukan begitu. Aku hanya penasaran soal dia." Salah tingkah, itulah kesan yang Angga tangkap dari sikap Aria. Ada hal yang pria itu sembunyikan.
"Dia istriku...." Terkejut, Aria jelas kaget dengan pengakuan Angga. Jadi yang dimaksud istri itu adalah Rossa.
"Kau jangan sembarangan!" Aria mencoba menyangkal perkataan Angga. Ada rasa tidak rela saat Angga menyebut Rossa istrinya.
"Itukah alasanmu tidak mengungkapkan nama istrimu di pabrik?" Aria bertanya setelah berhasil menguasai diri.
"Salah satunya. Dia tidak suka diam di rumah. Jadi ya kubiarkan dia bekerja di sana." Angga menjawab. Tentu saja bukan itu alasannya. Angga pikir harus menegaskan status Rossa, agar Aria tidak mendekati Rossa. Jahat! Mungkin kesan itu yang tertangkap. Padahal niat Angga ingin melindungi Rossa dari pria tidak baik yang ingin mendekati wanita itu. Padahal Aria tidaklah seburuk yang Angga pikirkan.
Sepengetahuan Angga, Katy seorang pencemburu yang tidak segan untuk melabrak wanita lain yang dianggap mendekati Aria. Itu akan sangat membahayakan Rossa. Katy juga tipe nekad, akan melakukan apa saja untuk mengamankan posisinya. Sebagai wanita yang digadang-gadang akan jadi istri Aria.
Aria termangu setelah Angga pamit karena dipanggil stafnya. "Dia sudah menikah. Istrinya Angga, kok aku tidak tahu kalau Rossa istrinya Angga." Gumam Aria lirih. Dia memang tidak hadir saat pernikahan Angga. Aria hanya tahu kalau Angga sudah menikah, thok itu saja.
Di sebuah rumah, seorang wanita terlihat asyik menonton televisi. Wanita berambut pirang sebahu itu sangat menikmati waktunya. Siapa lagi kalau bukan Katy "Suketi" Sunders.
__ADS_1
Kredit Pinterest.com
Kenalkan si janda pirang KTP perawan, Katy "Suketi" Sunders
"Mbak minumnya." Seorang ART meletakkan satu gelas berisi orang juice di meja makan. Agak jauh dari sofa Katy. Wajah Katy berubah kesal. Kakinya masih dibalut perban, dan si bibi sudah melangkah keluar dapur.
"Terpaksa deh." Secara mengejutkan, Katy bisa berjalan sendiri ke meja dan mengambil minumnya. Membawanya ke depan TV. Katy menipu Aria dan yang lainnya. Kaki Katy hanya keseleo, tapi tim dokter yang terlanjur salah diagnosa justru dimanfaatkan oleh Katy. Dengan alasan ini bisa membuat dia dan suaminya, Aria rujuk. Katy membujuk tim dokter untuk tetap memberitahukan kalau kakinya patah. Katy menyebut Aria suaminya saat di rumah sakit.
Wajah Katy berbinar senang. Karena inilah, Aria jadi perhatian padanya. Sering menghubungi dan menanyakan kabarnya. "Haisshh, aku harus cepat bertindak supaya Aria bisa jadi milikku." Batin Katy. Tapi bagaimana caranya, sedang cara licik yang selalu ingin dia gunakan, tak pernah mempan pada Aria.
Aria menghindari berduaaan dengan Katy, selalu ada Amato saat Katy menemui Aria di kantor. Mengundang Aria ke rumah lalu menjebaknya, tidak pernah berhasil. Aria beralasan tidak baik bertamu ke rumah seorang gadis yang tinggal sendiri. Menjebak pria itu di rumahnya sendiri, jangan harap. Aria akan menemui tamu di ruang tamu. Bahkan memasukkan tamu ke ruang kerja saja, Aria tidak pernah.
"Bagaimana caranya untuk menjebak si alim itu. Beuuhh bikin penasaran saja." Katy menggigit bibir bawahnya, membayangkan tubuh seksi Aria. Pasti sangat hot dan menggoda.
Itulah gambaran Katy, si perawan yang sering dituduh janda hanya karena berambut pirang. Berani sekali dia menipu Aria, mengadu domba pria itu dengan Rossa. "Aku tidak peduli pada siapapun, yang penting rencanaku untuk mendapat perhatian Aria, sudah terwujud."
***
Up lagi readers. Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.
***
__ADS_1