My Werewolf Prince

My Werewolf Prince
Kamu Manusia Serigala!


__ADS_3

"Dia... Adalah alpha."


"Itu tidak mungkin."


Zach menggeram marah. Dia mendatangi Adrian yang berdiri di depannya. Tapi Zach oleng. Dia belum bisa mengendalikan tubuh serigalanya. Dia hampir menabrak seluruh orang disana.


"Whoa.... Tenanglah Zach..." kata Roland yang masih menghindari Zach.


"Semua mundur!!" perintah Simon.


Semua orang mundur beberapa langkah, memberikan tubuh serigala Zach ruang. Zach masih tidak bisa mengendalikannya. Dia mundur kebelakang dan menabrak sebuah pohon yang mengakibatkan pohon itu rubuh.


"Austin!!" Brad menarik tangan Austin yang berada di bawah pohon yang akan rubuh untuk menjauh. Pohon besar itu rubuh seketika.


"Alpha.." 


"Baiklah, akan aku coba." kata ayah Zach. "Zach! Kau dengar ayah?"


Zach masih terlihat kebingungan.


"Zach!!" kali ini ayah Zach memanggil dengan setengah berteriak dan berdiri di depan Zach. Zach menatap ayahnya.


"Hati-hati, alpha." kata Simon memperingatkan.


"Tenang saja, aku baik-baik saja."  kata alpha. "Zach aku tahu kamu mendengarku. Tenanglah Zach."


Ayah Zach menatap Zach dan Zach membalas tatapannya. Ayah Zach tahu Zach sangat kebingungan.


"Dengarkan aku, kita belajar perlahan. Angkat satu kaki depanmu." perintah ayahnya.


Zach yang mengerti, mencoba mengangkat kakinya. Tapi satu kaki belakangnya juga ikut terangkat.


"Tidak, tidak Zach. Satu kaki depan saja. Yang ini." ayah Zach menunjuk kaki depan Zach sebelah kanan. Zach kembali mencoba mengangkat kaki kanan depannya tapi kaki belakang masih ikut terangkat kali ini membuat tubuh serigalanya tidak seimbang lalu jatuh ke samping.


"Oh astaga!!" pekik Roland. Ayah Zach dan Simon yang bingung terdiam di tempatnya.


"Uhm... Somebody... Help?!" teriak seseorang. Semua orang segera mendatanginya dan melihat Brad dan Adrian sudah berada di bawah tubuh serigala Zach.


"Astaga! Sedang apa kalian disitu? Kenapa tidak menghindar?"


"Bagaimana kami bisa menghindar jika dia tiba-tiba menimpa kami?!" kata Brad.


"Berhentilah berbicara dan selamatkan aku dari sini!!" pekik Adrian.


Mereka mengeluarkan Adrian dan Brad dari bawah tubuh serigala Zach. Adrian dan Brad masih merintih kesakitan.


"Untung saja kalian manusia serigala, jadi kalian bisa menyembuhkan diri dengan cepat." kata Roland.


Zach merebahkan dirinya. Dia tidak tahu bagaimana dia bisa kembali menjadi manusia kembali dan bagaimana dia menyesuaikan dirinya menjadi serigala. Ayah Zach mendatangi Zach dan mengelus kepalanya. Ayah Zach menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam lalu membuka matanya.


'Zach, apa kau mendengarku?' tanya ayah Zach melalu mindlink. Ayah Zach masih menjadi manusia.


'Ba-bagaimana aku bisa mendengarmu?'


'Karena ini adalah komunikasi di antara manusia serigala Zach.' ayah Zach tersenyum menatap Zach.


'Jadi.. Aku bisa berbicara denganmu? Kau bisa mendengarku?'


'Tentu saja. Aku mendengarmu dengan jelas.'


'Apa... Apa mereka juga bisa mendengarku?'


'Tidak jika mereka masih dalam wujud manusia seperti sekarang. Jika mereka berwujud serigala, mereka akan mendengar suaramu dan kamu akan mendengar suara mereka.'


'Jadi mereka tidak mendengarku sekarang?'


'Tidak, karena mereka masih berwujud manusia. Hanya aku yang bisa mendengarmu Zach. Karena aku adalah alpha dari pack ini dan kamu juga adalah anggota packku.'


'Apa... Apa yang harus aku lakukan sekarang?'


'Yang perlu kamu lakukan adalah fokus, Zach. Konsentrasilah, aku yakin kamu bisa. Aku tahu tidak mudah mengendalikan dari dua kaki ke empat kaki. Tapi kamu akan bisa mengendalikannya. Kamu harus yakin.'


Zach terdiam. Dia dipenuhi oleh pemikirannya.


'Apa kamu baik-baik saja Zach?'


'Aku baik. Bagaimana mereka?' Zach menoleh pada Brad dan Adrian. Ayah Zach juga ikut menoleh pada mereka.


'Mereka baik-baik saja Zach. Mereka adalah manusia serigala. Salah satu kelebihan manusia serigala adalah mereka cepat menyembuhkan diri. Jadi kamu jangan khawatir.'


'Baiklah.'


'Kamu siap mencoba lagi?'


'Yeah, okay.'


'Bagus, berdirilah. Pelan-pelan'


Zach mulai bergerak. Dia mencoba berdiri secara perlahan. Dia tidak ingin melakukan kesalahan yang membuat orang terluka lagi. Dengan pelan tapi pasti dia akhirnya berdiri tegak.


'Bagus. Sekarang cobalah untuk melangkah. Perlahan dan pasti. Tidak usah terburu-buru'


Zach mencoba melangkahkan kakinya  perlahan. Awalnya masih kurang seimbang tapi akhirnya dia bisa. Dia mulai bisa berjalan dengan kaki serigalanya. Dia berjalan mengelilingi yang lain. Ayah Zach tersenyum bangga.


'Kau memang anakku. Zach sekarang rubahlah wujudmu menjadi manusia kembali.'


'Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya.'


'Tutup matamu, tenangkan dirimu lalu perintahkan tubuhmu untuk berubah.'


Zach menurut. Tapi tubuhnya masih belum berubah.


'Ini tidak berhasil.'


'Fokus, Zach. Itu kuncinya.'


Zach mengangguk dan melakukan lagi. Tak lama tubuhnya berubah menjadi manusia kembali. Semua orang bertepuk tangan dan mendatanginya.


"Kau hebat Zach, kau berbakat menjadi manusia serigala." puji Roland.


"Terima kasih." kata Zach sambil tersipu. "Apa kalian tidak apa-apa?" tanya Zach pada Adrian dan Brad.


"Kami baik-baik saja. Sebentar lagi luka kami sembuh." kata Brad.

__ADS_1


"Oh baiklah. Aku sungguh minta maaf." kata Zach menyesal.


"Jangan dipikirkan."


Semua tertawa puas. Mereka setidaknya bisa membuat Zach mengendalikan serigalanya.


"Tunggu, ada seseorang disini."


"Uhm beta, tapi kami juga orang kan?" kata Roland.


"Tidak, bukan itu yang aku maksud, manusia biasa. Rasakan Roland."


Roland mencoba menajamkan pendengarannya dan benar saja. Ada detak jantung lain selain mereka dan detak jantung itu terdengar ketakutan.


"Sebelah sana!!" pekik Roland menunjuk ke suatu arah.


Tak berapa lama, muncul satu orang manusia agak jauh dari mereka dan langsung berbalik menjauh. Roland merubah dirinya menjadi serigala dan mengejar manusia biasa itu. Tidak dalam waktu lama tentunya, dia sudah berada di hadapan manusia biasa itu dan menggeram marah. Manusia biasa itu sudah terduduk di tanah.


"Ja-jangan aku mohon. A-aku hanya... Aku hanya..." manusia biasa itu gugup dan tampak sangat ketakutan. "Aku minta maaf, aku tidak akan memberitahukan pada siapapun."


Roland tetap menggeram padanya. Membuatnya semakin takut.


"Rodney?" panggil Zach yang sudah tiba di sana. Semua orang menoleh pada Zach.


"Apa kau mengenalnya Zach?" tanya ayahnya. Zach mengangguk.


"Dia sahabatku." kata Zach lalu mendatangi Rodney. Rodney tampak terkejut. "Hei, hei. Tidak apa-apa. Ini aku, Zach."


Tapi Rodney masih tampak ketakutan.


"Biarkan aku berbicara padanya. Bisakan kalian meninggalkan kami?" pinta Zach.


"Kau yakin?" tanya ayahnya. Zach mengangguk pasti.


"Ya."


"Baiklah kalau begitu. Mari kita beri mereka waktu." kata ayah Zach lalu berlalu diikuti oleh semua orang.


Zach duduk di sebelah Rodney yang masih terkejut.


"Kamu sudah lebih tenang?" tanya Zach. Rodney mengangguk. "Syukurlah. Maafkan aku Rod, aku--"


"Ini luar biasa Zach." sahut Rodney.


"Apa?" Zach mengerutkan keningnya.


"Kamu... Kamu manusia serigala Zach!! Itu sangat luar biasa!!!" pekik Rodney.


"Oh oke baiklah, tapi aku belum bisa untuk--"


"Teoriku benar, Zach. Manusia serigala itu ada!! Kau!" Rodney tertawa keras membuat Zach menatap heran.


"Uhmm bukannya kau ketakutan tadi?"


"Apa? Ahh iya, aku ketakutan saat bina-- eh bukan, bukan. Teman manusia serigalamu berada di depanku. Tapi aku sudah baik-baik saja. Aku ingin berteriak gembira saat ini. Waah ini sangat luar biasa!!" pekik Rodney.


"Hei, hei. Pelankan suaramu. Kau ingin semua orang dikota ini mendengarmu?"


"Ahh maaf." Rodney menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Zach tertawa geli.


"Nama saya Rodney tuan, Rodney O'brian. Saya teman dekat Zach. Senang bertemu dengan anda." kata Rodney memperkenalkan diri. Dia juga tak lupa mengulurkan tangannya. Ayah Zach tertawa geli dan menyambut uluran tangan Rodney.


"Halo Rodney, saya Dustin Payne, ayah Zach." kata ayah Zach.


"Ayah?" tanya Rodney bingung. Ayah Zach mengangguk. "Kau punya ayah seorang manusia serigala Zach? Kenapa tidak memberitahukanku?!"


"Uhmm dia penggemar berat mitos. Seperti manusia serigala." jelas Zach.


"Itu benar pak." Rodney mengiyakan.


"Dan kamu percaya hal itu?" tanya ayah Zach.


"Tentu saja pak! Dari awal saya mempercayai adanya manusia serigala. Tapi Zach bilang itu hanya omong kosong." Rodney menunjuk wajah Zach. Zach mendengus kesal lalu menepis tangan Rodney.


"Alpha, sebentar lagi malam, sebaiknya kita pulang." kata Simon. Ayah Zach mengangguk.


"Baiklah."


"Anda... Adalah alpha?" tanya Rodney terkejut.


"Itu benar. Aku alpha dari packku." kata ayah Zach.


"Whoooaaaaa...!!!" Rodney menatap ayah Zach dengan keterkaguman yang luar biasa. Bahkan dia tidak berhenti menatap ayah Zach.


"Kalau begitu saya pulang dulu. Aku juga harus... Mengantarkan orang aneh ini." kata Zach menunjuk Rodney. "Tenang saja, saya jamin dia tidak akan memberitahukan pada siapa pun."


"Baiklah, ayah percaya padamu. Hati-hatilah." kata ayah Zach.


"I will." Zach menarik lengan Rodney yang masih menatap ayahnga. "Ayolah kita pulang, ini sudah hampir malam dan berhentilah menatapnya seperti itu. Kau sungguh memalukan."


Sepanjang perjalanan Rodney tak henti-hentinya mengagumi ayah Zach bahkan sampai di rumahnya. Zach terpaksa mengantarnya pulang terlebih dahulu, jika tidak, Rodney akan menginap di rumahnya dan mulai bercerita tentang manusia serigala dan pack ayahnya semalaman. Itu adalah mimpi buruk bagi Zach.


****


"Jadi... Apa yang terjadi pada Zach alpha?" tanya Simon.


"Aku tidak tahu Simon. Warna bulunya, matanya dan tanda di dahinya. Itu... Pernah aku baca dibuku."


"Berarti apa itu benar? Keturunan itu adalah Zach?"


"Dari semua tandanya... Itu memang benar. Tapi kita harus memastikannya."


"Apa mungkin keturunan itu bangkit karena raja Lycanthrope itu? Anda sudah mendengarnya kan? Raja Lycanthrope sudah muncul."


"Ya, Simon. Aku mengetahui hal itu. Dia adalah keturunan raja Frederick dan dia masih berumur tujuh belas tahun. Dia seumuran dengan Zach. Apa mungkin..."


"Sebaiknya kita mencari tahu alpha." saran Simon.


"Tentu, kita akan berangkat besok. Biar Brad, Austin, Roland dan Adrian yang menjaga dan melatih Zach."


"Apa tidak apa-apa Zach di tinggal dengan mereka? Saya sedikit khawatir." ucap Simon.


"Tidak apa-apa Simon. Aku percaya pada mereka. Terlebih anak-anakmu, Roland dam Austin. Mereka pasti akan menjaga Zach dengan baik." kata ayah Zach sambil menepuk pundak Simon.

__ADS_1


"Baiklah, saya sudah mengurus semuanya dari beberapa hari yang lalu. Semua sudah siap."


"Bagus. Tapi sebelum itu... Aku ingin bertemu dengan Donna. Aku begitu merindukannya."


"Tapi alpha, apa luna bersedia?"


"Aku tidak tahu Simon. Tapi dia tetap mate-ku, luna dipackku. Aku akan mencoba." kata ayah Zach lirih. Simon hanya menganggukkan kepalanya.


****


Zach membuka lokernya dan mengambil buku pelajarannya. Dia mulai terbiasa dengan kelebihan yang dia miliki.


"Zach. Hai man." Daryl menyapanya.


"Hai."


"Kau dari mana saja kemarin. Kau bilang ingin pulang tapi aku kerumahmu dan tidak menemukanmu." kata Daryl.


"Ohh.. Aku.. Jalan-jalan."


"Jalan-jalan? Kemana?"


"Oh itu.. Aku.. "


"Ke hutan." jawab Rodney yang baru


tiba.


"Hutan? Untuk apa kamu berjalan ke hutan? Dan dari mana kamu tahu?" tanya Daryl heran.


"Dia sedang lari, kau tahu lah Zach. Aku juga di hutan mencari jejak serigala." kata Rodney berbohong.


"Benar, kau dan omong kosong mitosmu." gumam Daryl.


"Yup, itu benar."


Zach dan Rodney saling pandang. Zach merasa tidak enak pada Daryl karena menyembunyikkan sesuatu yang besar darinya tapi Zach belum bisa mengatakan pada Daryl. Dia berencana mengatakannya saat dia sudah menguasai sisi serigalanya. Daryl menutup pintu lokernya dan mengajak Zach dan Rodney kekelas.


"Kau tahu Zach, si Matt, kapten tim kita." kata Daryl.


"Kenapa dengannya?"


"Aku dengar dia habis dipukul seseorang." kata Daryl.


"Pukul? Matt? Ahh iya, di pipi atasnya memang tampak biru waktu itu. Apa dia berkelahi?" tanya Zach.


"Iya, tapi dengan wanita."


"Apa?" kata Zach dan Rodney bersamaan.


"Itu benar."


"Siapa wanita yang berani memukul Matt?" tanya Rodney.


"Karen, Karen Wheeler."


"Ohh.. Yeah.. Hanya dia yang bisa." komentar Rodney.


"Siapa? Karen siapa?" tanya Zach bingung.


"Kau tidak tahu?" tanya Rodney. Zach menggeleng.


"Tentu saja dia tidak tahu Rod. Apa kau lupa siapa Zach? Dia tidak akan mau tahu jika itu urusan perempuan." kata Daryl.


"Well, yeah... Itu benar."


"Arrghh.. Baiklah, baiklah. Aku tidak tahu. Siapa dia?" tanya Zach. Mereka memasuki kelas mereka. Daryl berhenti seketika, begitu juga dengan Rodgy dan Zach.


"Itu dia. Karen Wheeler." Dary menunjuk dua orang perempuan yang sedang berbicara. Zach menatap mereka.


"Yang mana Karen?" tanya Zach.


"Rambut hitam panjang bergelombang, bola mata hitam dan mengenakan celana jeans dan baju lengan panjang berwarna hitam."


Zach menatap Karen. Karen tidak terlihat seperti perempuan yang bisa memukul seorang laki-laki.


"Dia itu tomboy. Beberapa kali berkelahi dengan anak-anak sini." kata Daryl.


"Tidak ada yang bisa mengalahkannya?" tanya Zach.


"Tidak, belum ada. Dia sangat hebat berkelahi." kata Daryl lalu berjalan menuju bangkunya. Zach masih berdiri dan menatap Karen sampai akhirnya mata mereka bertemu.


'Dia tidak terlihat seperti perempuan yang suka berkelahi. Dia... Cantik. Oh astaga! Ada apa denganku? Kenapa aku memujinya? Aku benar-benar sudah gila.' gumam Zach.


"Kenapa kamu Zach?" tanya Rodney yang masih berdiri di sebelahnya dan melihat Zach menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Eh? Aahh aku... Aku hanya membayangkan bagaimana perempuan itu memukul Matt." kata Zach cepat.


"Aku yakin itu sangat Hilarious.." Rodgy tertawa keras. Zach mengangguk. Dia menatap Karen lagi dan Karen juga menatapnya tapi hanya sebentar lalu mengalihkan pandangannya dan berbicara lagi dengan Nat.


****


Zach turun ke lapangan basket dan meregangkan otot-ototnya. Dia melihat ring yang sudah di hancurkannya dan sudah tidak ada lagi disana. Ring itu sudah di ganti dengan ring baru.


"Sepertinya mereka sudah menggantinya." kata Daryl yang melihat arah pandangan Zach.


"Iya, itu benar."


"Baiklah, ayo berkumpul." kata pelatih Robbins. "Kita akan latihan seperti biasa dan juga akan ada murid baru yang masuk ke dalam tim."


Zach dan Daryl saling pandang. Murid baru saat pertandingan sudah dekat?


"Perkenalkan diri kalian." perintah pelatih Robbins.


"Hai semua, nama saya Braddy Riddle. Panggil saya Brad."


"Nama saya Adrian Payne."


Zach melongo tidak percaya. 'Mereka... '


"Payne? Apa kau ada hubungan dengan Zach?" tanya pelatih Robbins.


"Tentu saja pak, dia sepupu saya. Benarkan Zach?" tanya Adrian. Senyumannya mengembang. Zach menghela nafas panjang.

__ADS_1


'Aku punya firasat buruk tentang ini'


****


__ADS_2