My Werewolf Prince

My Werewolf Prince
Kamu Pantas Menjadi Beta


__ADS_3

Para manusia serigala sudah berlatih bersama ditempat latihan seperti biasa. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu mereka sementara teror alpha Roger masih saja terjadi.


Ryan duduk dalam diam. Dia memegang ranting pohon yang panjang yang diambilnya saat berjalan menuju tempat latihan. Dia memperhatikan semua orang disana.


"Ryan..." panggil Ian. Ian berjalan mendatangi Ryan lalu duduk di sebelahnya. "Kamu baik-baik saja?"


"Tentu, aku baik." jawab Ryan.


"Lalu kenapa kamu tidak berlatih?" tanya Ian yang masih melihat Ryan mengenakan baju kausnya.


"Nanti. Aku akan latihan nanti." kata Ryan.


"Apa ada yang kamu pikirkan?" tanya Ian.


"Tidak, hanya saja.... Ian, apa kamu percaya padanya?" tanya Ryan sambil menunjuk Kei yang sedang berbicara pada alpha Sebastian dan Alpha Dustin beserta Zach.


"Maksudmu Kei?"


"Iya, apa kamu percaya padanya?"


"Sebagai alpha? Aku percaya." jawab Ian yakin.


"Mungkin karena kamu sudah mengenalnya lama jadi tentu saja kamu percaya padanya." gumam Ryan lalu menundukkan kepalanya.


"Jika aku baru saja mengenalnya aku juga akan percaya padanya Ryan. Kei mungkin masih muda. Usianya baru tujuh belas tahun. Tapi dia sangat hebat dalam memimpin dan bersikap jika itu tentang packnya. Meskipun tentang hal lain, well dia meragukan tapi jika tentang packnya, dia sangat mengagumkan." jelas Ian sambil menatap Kei. Terlihat kekaguman di matanya


"Sepertinya kamu sangat mengaguminya." sahut Ryan yang menatapnya.


"Tidak hanya mengaguminya, tapi aku juga sangat bangga padanya. Dengan semua yang telah di alaminya, dia masih sangat kuat dan tegar." Ian menatap Kei lalu tersenyum.


"Begitu juga denganku." kata Aaron yang mendengarkan pembicaraan mereka. Aaron juga duduk di sebelah Ryan. "Aku baru mengenalnya dan aku juga bukan betanya. Tapi aku bangga padanya."


Ryan terdiam. Dia menatap kedua kakinya.


"Apa kamu yakin baik-baik saja? Sepertinya kamu ada masalah." tebak Ian.


"Aku baik." jawab Ryan. "Jangan khawatir."


"Aaahh!! Apa ini tentang kuliahmu? Aku dengar kamu kuliah di luar kota." tebak Aaron antusias.


"Ahh jika memang tentang itu, setelah latihan pengendalian dirimu selesai kamu bisa kembali kuliah. Aku yakin Kei sudah memberitahukanmu."


"Apa dia yang harus memutuskan? Maksudku Kei itu?"


"Tentu, dia alpha kita dan kita adalah anggota packnya."


"Bagaimana jika aku memutuskan untuk tidak menjadi anggota packnya?"


"Apa kamu masih tidak mempercayainya Ryan? Apa karena dia masih remaja?" tanya Ian.


"Tidak bukan begitu, aku hanya... Entahlah." sahut Ryan tidak yakin.


"Kamu betanya, tangan kanannya Ryan. Setiap beta akan mempunyai ikatan khusus pada alphanya. Jika alpha dalam keadaan sakit atau bahaya, kita bisa merasakannya. Jika kita terluka, alpha bisa merasakannya. Itu semua karena ikatan khusus antara alpha dan beta."


"Lalu kenapa aku jadi beta? Kenapa tidak gamma atau omega bahkan prajurit? Kenapa kalian harus memilihku menjadi beta?"


"Bukan kami yang memilihmu Ryan, tapi jiwa manusia serigalamu yang memilihmu. Meskipun kamu menjadi gamma atau omega, kamu akan dapat gelar kehormatan karena alpha yang menggigitmu. Jika manusia serigala lain kamu hanya akan menjadi manusia serigala biasa." jelas Ian.


"Dan yang menggigitmu adalah Kei, alphamu." tambah Aaron.


"Kenapa harus dia yang menggigitku waktu itu? Bisa saja kau atau yang lain."


"Itu benar, tapi waktu itu lukamu sangat parah. Racun manusia serigalaku tidak cukup kuat untuk menyembuhkan dan merubahmu. Hanya gigitan alpha yang memiliki racun yang sangat kuat. Bahkan kami, para manusia serigala di bawahnya akan mati jika terkena gigitan alpha. Itu di karenakan racun alpha yang sangat kuat. Karena itu waktu kejadian itu, hanya Kei yang bisa menolongmu."


Ryan terdiam. Dia mencoba memahami semua yang terjadi. Ya dia tahu dia sudah terlanjur menjadi manusia serigala dan dia juga paham alasan kenapa Kei menggigitnya. Hanya saja ada sesuatu di hatinya yang membuatnya merasa tidak nyaman.


"Apa aku juga keturunan murni?" tanya Ryan lagi.


"Bukan, kamu bukan keturunan murni. Keturunan murni artinya kamu harus berasal dari keluarga manusia serigala pertama didunia. Satu orang penyihir terkuat didunia mengutuk dua suku menjadi manusia serigala dan aku, Kei, Aaron dan Zach, kami adalah keturunan dari kedua suku tersebut. Sementara mereka." Ian menunjuk para gamma yang sedang berlatih. "Dan bahkan alpha Sebastian, mereka bukan keturunan murni."


"Jadi maksudmu... Mereka sama sepertiku?"


"Benar, kemungkinan besar itu di karenakan nenek moyang kami menggigit nenek moyang mereka lalu melahirkan anak manusia serigala. Itulah mereka. Sedangkan kamu, menjadi manusia serigala karena digigit."


"Lalu kenapa aku menjadi beta? Bisa saja keturunan murni yang lain yang menjadi beta atau mungkin Jake atau Adrian. Lihatlah mereka begitu kuat dari aku. Seharusnya Jake bisa menjadi beta dari Kei."


"Itu benar, tapi seperti yang aku katakan tadi, bukan kami yang menentukan siapa jadi apa, tapi jiwa manusia serigala itu yang menentukan." jelas Ian.


"Jadi aku tidak bisa memilih atau mengganti?"


"Memilih... Tidak bisa. Karena perbedaan ada di bola matamu. Beta berwarna kuning sementara gamma berwarna biru, seperti itu." jawab Ian.


"Tapi kita bisa menggantinya, benarkan Ian? Lewat pertarungan." kata Aaron.


"Hmm.. Ya benar, pertarungan itu."


"Pertarungan apa?"


"Pertarungan antara manusia serigala dengan mempertaruhkan posisi mereka. Satu manusia serigala akan menantang satu manusia serigala lainnya. Contohnya, Aaron, aku menantangmu untuk bertarung denganku dengan posisi betaku sebagai taruhan. Tapi lawan yang kita tantang berhak menerima atau menolak dan yang kalah atau menang akan secara otomatis berganti itu."


"Jadi jika aku menantang Jake bertarung, jika aku kalah, Jake akan menjadi beta?"

__ADS_1


"Ya, dan kamu akan menggantikan Jake menjadi gamma. Dan pertarungan itu harus disaksikan oleh alpha mereka."


"Tapi Ian, sudah lama sekali aku tidak melihat pertarungan itu."


"Benar Aaron. Sepertinya, semua orang menyukai posisi mereka masing-masing."


"Iya, itu benar." kata Aaron lalu tertawa. Ian ikut tertawa sementara Ryan hanya terdiam.


Tiba-tiba Ryan berdiri dan berjalan beberapa langkah ke depan. Ian dan Aaron menatap heran.


"Perhatian!! Aku ingin memberikan pengumuman." kata Ryan. Semua orang seketika menghentikan kegiatannya dan menatap Ryan. "Saya Ryan Reynolds menantang Jake whitlefild bertarung denganku dan posisi betaku menjadi taruhannya!!"


Semua orang terkejut. Hanya Ian dan Aaron yang melongo tidak percaya. Mereka mengira Ryan akan mengerti setelah mereka menjelaskan panjang lebar ternyata Ryan justru melakukan hal gila.


"Sepertinya kita mengajarkan hal yang salah Aaron." kata Ian. Aaron hanya menganggukkan kepalanya.


"Ryan, apa yang kamu lakukan?" tanya Kei.


"Aku menantang Jake untuk bertarung denganku." jawab Ryan. Kei menghela nafas.


"Apa kamu yakin tentang itu?" tanya Kei lagi.


"Yakin." jawab Ryan mantap.


"Ada apa dengannya?" tanya alpha Sebastian.


"Aku rasa dia hanya tidak percaya diri dengan posisi betanya. Dia baru saja menjadi manusia serigala tapi dia langsung menjadi beta. Jadi aku rasa dia hanya tidak percaya diri." kata ayah Zach.


"Sepertinya memang begitu Dustin. Jadi bagaimana keputusanmu Kei?"


Kei masih terdiam menatap Ryan lalu beralih ke Jake. Jake juga menatap Kei lalu beralih ke Ryan.


"Saya, Jake Whitlefild, menolak tantangan anda, beta. Maafkan saya." kata Jake. Jake memang tidak ingin bertarung dengan Ryan. Dia tidak begitu perduli dengan posisi apapun. Dia hanya tidak ingin bertarung dengan Ryan.


Ryan mengerutkan keningnya.


"Apa kamu tidak ingin menjadi beta?" tanya Ryan pada Jake.


"Tidak beta. Saya tidak perduli saya sebagai apa didalam pack ini. Selama saya sudah bersama pack ini, saya sudah merasa senang." jawab Jake.


"Aku tidak akan kemana-kemana Jake, sampai kamu menerima tantanganku." kata Ryan tetap pada pendiriannya.


"Beta--" Jake mencoba membujuk Ryan.


"Jake." Kei menghampiri Jake. "Terima saja."


"Tapi alpha.."


"Tapi saya tidak perduli dengan semua itu alpha."


"Aku tahu Jake. Tapi jika kamu memang menang, kamu bisa menjadi beta, tapi jika kamu kalah, setidaknya Ryan akan mengerti bahwa dia memang pantas menjadi beta."


"Maksud alpha.. Saya harus meyakini beta Ryan bahwa dirinya pantas menjadi beta?"


"Tidak, aku memintamu jangan menahan kekuatanmu. Lakukan yang terbaik."


Kei beranjak pergi kembali ketempatnya tadi, meninggalkan Jake yang bimbang.


"Bagaimana Jake? Apa kamu mau menerima tantangan Ryan?" tanya Kei. Kei mengangguk pelan. Jake menghela nafas dan menundukkan kepalanya. Dia memantapkan hatinya. Jake mengangkat kepalanya.


"Saya terima." sahut Jake.


"Whoaa.... Ini akan sangat menarik!" sahut Jason antusias.


Jake maju ke tengah. Kei duduk di kayu besar dan menatap Ryan dan Jake.


"Uhmm Kei, apa mereka benar-benar akan bertarung?" tanya Zach yang sudah duduk di sebelah Kei.


"Benar Zach."


"Lalu... Jika Ryan kalah, secara otomatis Jake akan menjadi betamu?"


"Benar Zach, dan Ryan akan menjadi gamma."


"Waahh ini gila, ini benar-benar gila!! Bagaimana bisa Ryan melakukan itu?!" pekik Zach. Dia tidak percaya Ryan melakukan hal segila itu.


"Karena dia menganggap dirinya tidak cukup baik untuk menjadi beta dan menganggap Jake lebih pantas darinya."


"Tapi sepertinya memang begitu." gumam Zach.


"Kita akan melihat itu nanti Zach, setelah pertarungan ini selesai. Siapa yang pantas menjadi beta." kata Kei. "Apa kalian sudah siap?"


Ryan dan Jake mengangguk. Semua orang menatap mereka.


"Kalau begitu berubahlah." perintah Kei. Ryan segera berubah menjadi serigala diikut oleh Jake.


"Dia sudah bisa mengusai perubahanmya." kata Zach. Kei hanya mengangguk.


"Mulai."


Serigala Jake dan Ryan saling menatap dan menggeram. Lalu keduanya saling menerjang, berdiri di kedua kaki belakangnya. Kaki depan mereka saling mendorong dan mulai saling mencoba menggigit. Jake melepaskan dorongannya lalu menendang dengan kaki belakangnya. Ryan terhempas lalu segera bangkit dan menerjang Jake lagi. Mereka kembali berdiri dan saling mencoba mengigit. Mereka kemudian terjatuh dan berguling. Jake yang berada di bawah Ryan memukul Ryan dengan kaki depannya sementara Ryan memukul wajah Jake dengan kepalanya.

__ADS_1


Ryan melayangkan cakarnya tapi Jake bisa menghindar. Ryan menyerang kembali. Kedua serigala itu tidak menahan serangan mereka. Mereka saling menyerang seperti sedang melawan musuh mereka. Ryan terhempas mengenai pohon di dekat sana akibat tendangan belakang Jake. Serigala Ryan bangkit dan menggelengkan kepalanya, lalu dengan segera menggeram dan berlari ke arah Jake. Ryan melompat tinggi tapi Jake bisa menghindar dengan lincahnya.


"Whoaa... Itu sangat hebat. Jake memang luar biasa." puji Zach.


Ryan mendarat dengan membelakangi Jake, membuka kesempatan Jake untuk menyerang. Jake langsung menggigit leher belakang Ryan. Ryan mengerang kesakitan. Kemudian memalingkan kepalanya dan menggoyangkan kasar tubuhnya agar gigitan Jake terlepas. Usaha itu berhasil. Ryan terlepas dari gigitan Jake. Ryan menghempas Jake dengan kepalanya. Saat Jake mulai bangkit, Ryan kembali menendang Jake dengan kaki belakangnya. Jake terhempas keras di tanah dan tepat di hadapan Kei. Kei tersenyum pada Jake. Jake menatap Kei.


'Jake ditahan Jake, beri dia serangan terbaikmu.' kata Kei pada Jake. Jake mengangguk dan menggeram. Jake berlari menuju Ryan. Dia menerjang Ryan. Menggigit, memukul dan mencakar bahkan menendang kuat Ryan. Ryan mulai kewalahan. Dia tidak hanya kelelahan tapi dia juga terluka parah.


'Ryan, aku tahu kamu meragukan dirimu. Buktikan keraguanmu salah. Buktikan bahwa kamu memang seorang beta dan pantas menjadi beta.' Kei mindlink Ryan.


"Siapa sebenarnya yang kamu dukung?" tanya Zach.


"Aku mendukung keduanya Zach. Tidak masalah siapa yang akan menjadi beta dan gammaku. Aku percaya pada mereka berdua. Mereka akan menjagaku dan membantuku dengan baik."


"Percaya diri sekali." gumam Zach. Kei tertawa.


"Bukan percaya diri Zach, tapi aku merasakannya. Kamu juga alpha, kamu akan merasakannya kelak."


"Yaah mungkin, tapi setidaknya aku beruntung hanya punya satu beta."


"Mungkin atau mungkin beta yang kedua belum muncul."


"Aku yakin cuma satu. Lihatlah alpha Sebastian, dia hanya memiliki satu beta, George."


"Terserah padamu saja Zach, aku sedang tidak bisa berdebat denganmu. Aku ingin menonton pertarungan itu." kata Kei. Zach mengangguk. "Ahh tapi jika kamu ingin tahu... Alpha Sebastian sebenarnya memiliki dua beta. Satu betanya telah mati."


Zach terbelalak tidak percaya lalu menggelengkan kepalanya.


Sementara Ryan sudah terhempas di tanah. Jake maupun Ryan sudah kelelahan dan terluka tapi tidak ada satupun di antara mereka yang mengaku kalah. Mereka sama kuatnya bahkan manusia serigala lain yang menonton pertarungan itu tidak yakin siapa yang akan menang.


'Kei, apa kamu yakin ini diteruskan? Mereka bisa saling bunuh!'


'Biarkan saja untuk sementara ini Ian, aku masih ingin melihat sejauh mana mereka bertahan.'


Ian menghela nafas kasar.


Ryan menggeram kasar kembali. Dia sudah sangat marah dan menerjang Jake dengan sisa tenaganya. Ryan mencakar dan menggigit Jake. Jake mengerang kesakitan dan terbaring tidak berdaya. Ryan masih menggeram dan ingin menyerang Jake lagi.


"Cukup!! hentikan Ryan!" kata Kei. Tapi Ryan tidak mendengarkannya dia masih menghempas tubuh Jake. Ryan mendatangi Jake yang  bersusah payah bangkit. Kei marah lalu berubah menjadi serigala lalu berdiri dia antara Jake dan Ryan.


'Aku bilang cukup Ryan! Hentikan!'


Ryan menggeram keras pada Kei.


'Aku memerintahkanmu untuk berhenti!! Aku, Kei Lyroso Laros, sebagai alphamu memerintahkan kau untuk berhenti beta!! Cukup.'


Kei menatap Ryan dengan mata alphanya, bola mata berwarna merah.  Kei menatap marah dan mengintimidasi Ryan. Semakin lama tubuh Ryan semakin merendah dan patuh. Akhirnya Ryan diam tidak bergerak lagi. Kei merubah dirinya menjadi manusia kembali. Kei menoleh ke belakangnyan melihat Jake telah kembali menjadi manusia.


"Angkat dia, bawa dia untuk di obati." sahut Kei. Jason, Mike, Kian dan Moles mengangkat Jake dan pergi.


"Maafkan aku Jake, aku tidak bermaksud." ucap Ryan menyesal. Di menundukkan kepalanya.


"Apa kamu sudah mengerti sekarang?" kata Kei yang sudah berdiri didepan Ryan yang duduk di tanah. Ryan mengangkat kepalanya menatap Kei. "Aku ingin kamu patuh padaku. Bukan karena aku ingin menguasaimu atau memperbudakmu atau apapun yang ada dipikiranmu. Tapi karena alasan ini. Saat kamu kehilangan kendali seperti ini, ada yang akan membuatmu berhenti, aku, alpha. Jika kamu patuh, kamu akan takut padaku saat aku marah. Kamu akan mematuhiku saat aku marah padamu."


"Ma-maafkan aku.." sahut Ryan lirih. Kei berjongkok di depan Ryan.


"Sekarang apa kamu percaya jika kamu memang pantas menjadi beta? Jiwa serigalamu tidak salah memilihmu dan membuatmu menjadi beta. Jadi berhentilah meragukan dirimu sendiri dan mulailah membiasakannya."


Ryan terdiam menatap Kei. Kei berdiri dan meminta para gamma untuk membawa Ryan pergi agar bisa di obati.


"Ian!! Kemarilah." panggil Kei. Ian dengan segera bejalan menuju Kei.


"Ada apa Kei?" tanya Ian.


'Aku sudah memutuskan.' Kei menggunakan mindlink khusus beta-alpha.


'Memutuskan apa?'


'Akan pergi menemui alpha Roger.'


"Apa?!" pekik Ian dengan suaranya. Kei menatap Ian kesal.


"Aahh maaf." bisik Ian. Kei menggelengkan kepalanya.


'Apa kamu sudah gila Kei? Itu akan sangat berbahaya!'


'Karena itu aku memintamu ikut denganku.'


'Tapi Kei, waktu kita juga tidak cukup untuk kesana. Pertemuan itu hari ini, tengah hari dan sekarang sudah jam sebelas dan West Virginia sangat jauh dari sini.'


'Aku tahu, tapi aku punya cara untuk kesana. Kita bertemu di tepi jurang dekat batu besar setengah jam lagi.'


'Kamu yakin akan melakukannya Kei?'


'Aku yakin Ian, lalu... Apa kamu ikut?'


'Apa aku punya pilihan lain? Tentu aku ikut denganmu. Aku tidak akan membiarkan kamu sendirian walau apapun yang terjadi. Aku hanya berharap ini tindakan yang benar.'


'Ya, aku harap juga begitu.'


****

__ADS_1


Tadariez


__ADS_2