
Jake dan kedelapan gamma lainnya berlari menembus hutan. Mereka berlari menuju selatan kota. Mereka bahkan tidak berhenti.
'Jangan sampai mereka lolos! Kita berpencar. Mike, Brad, Moles pergi ke arah sana dan Kian, Roland dan Jason pergi ke arah satunya. Adrian, Austin ikut aku.'
Para gamma mulai berpencar. Mereka sepakat untuk tidak membiarkan satupun serigala hybrid lolos.
'Jake!'
'Yang mulia'
'Kamu dimana?'
'Hampir sampai yang mulia.'
'Lanjutkan, aku akan menyusul kalian.'
'Baik, yang mulia.'
Jake, Adrian dan Austin masih berlari. Mereka melihat beberapa serigala Hybrid. Mereka berlari lebih cepat. Jake melompat tinggi dan menerjang salah satu serigala itu. Sementara Adrian memukul serigala hybrid lainnya dengan kepalanya. Mereka bertarung dan mencoba mengalahkan para hybrid.
Jake di serang dari arah samping. Dua serigala sekaligus menindihnya. Kedua serigala itu berusaha menggigit Jake.
'Jake!'
Adrian ingin membantu tapi dia kembali di serang dengan serigala lain. Adrian menghindar. Dia menggigit leher serigala itu. Jake menendang salah satu serigala tapi serigala itu terhempas tidak jauh dan segera kembali menyerang Jake. Jake mulai kewalahan. Tiba-tiba satu serigala yang menyerang Jake terhempas jauh dan dengan segera Jake menendang serigala yang satunya lagi. Jake langsung bangkit dan siaga.
'Terima kasih beta.'
'Kamu baik-baik saja?' tanya Ryan.
'Baik beta.'
'Ayo kita lawan mereka!'
Jake dan Ryan kembali menyerang. Roland, Kian dan Jason masih berlari. Mereka memutuskan untuk ke arah kota. Mereka tahu dari Edward tujuan serigala Hybrid adalah ke kota. Mereka memutuskan untuk menghadapi mereka disana. Roland melolong untuk memanggil para omega dan pasukan yang terdekat dengan mereka. Tak berapa lama datang beberapa serigala bergabung bersama mereka.
Sementara itu dirumah alpha Sebastian.
"Apa kita akan diam saja?" tanya Livia.
"Apa kamu yakin tujuan mereka ke kota? Tuan..."
"Edward, namanya Edward. Dia anak alpha Jackson." jawab Tania. Alih-alih Edward yang menjawab pertanyaan Bian, Tania yang mendahuluinya menjawab. Edward masih terlihat bingung.
"Aahh baiklah. Edward." kata Bian lagi. "Apa kamu yakin mereka menuju kota?"
"Ya, yakin." jawab Edward singkat.
"Bian, jika mereka ke kota berarti mereka akan..."
"Menunjukkan diri mereka." Bian meneruskan kata-kata Kate.
"Apa maksudnya mereka akan menunjukkan diri mereka?" tanya Zach yang baru saja datang dari kamar Karen.
"Mereka akan menunjukkan pada manusia biasa jika manusia serigala itu nyata, bukanlah mitos yang seperti mereka kira." jelas Kate.
"Lalu kenapa memangnya jika mereka tahu?"
"Zach, makhluk supranatural tidak boleh menunjukkan diri mereka kepada manusia biasa. Mereka sudah melakukan perjanjian yang isinya--"
"Bahwa semua makhluk supranatural dilarang menunjukkan diri mereka kepada manusia biasa. Jika mereka menunjukkan diri mereka, maka perjanjian manusia biasa dengan makhluk supranatural batal." kata Rodney yang sudah berada di sana.
"Benar." jawab Bian.
"Well tentu, aku memiliki buku itu." kata Rodney.
"Kamu menghapal semua itu sobat?" tanya Daryl.
"Tentu saja...."
"Waahh kau luar biasa." Daryl menepuk pundak Rodney.
"Lalu kenapa jika perjanjian batal?" tanya Zach lagi.
"Maka manusia biasa bisa dengan bebas membunuh makhluk supranatural."
"Aahh tapi... bukankah kita lebih kuat?"
"Zach, manusia sekarang memiliki alat-alat canggih yang bisa menghancurkan makhluk supranatural. Lagi pula, makhluk supranatural seharusnya tetap di rahasiakan. Tidak hanya untuk keselamatan kalian semua dan manusia biasa tapi juga untuk menjaga keseimbangan antara makhluk."
"Aahh baiklah, aku mengerti."
"Sebaiknya kita bergerak juga. Kita lakukan mantra dan buat pelindung antara kota dan hutan. Buat pelindung yang kuat. Lalu cari manusia yang kebetulan berada di hutan dan sekitarnya." kata Bian pada Livia, Lily, Kate dan Gina. "Panggil Knirer yang lain, dan kita akan bertemu di perbatasan. Zach, bukankah kamu harus membantu yang lain?"
"Ah benar. Aku pergi. Ayo Aaron."
Zach dan Aaron langsung berlari keluar rumah dan berubah menjadi serigala.
"Pergilah lebih dulu ke perbatasan kota. Aku akan memberikan mantra pelindung untuk rumah ini." kata Bian.
Satu-satu persatu para penyihir pergi.
"Jangan pergi dari rumah ini." pinta Bian pada Tania.
"Tapi kakakku..."
"Para hybrid masih di hutan Tania. Mereka mencoba menghentikan para hybrid masuk ke kota dan kami para penyihir akan memberi mantra pelindung pada kota agar para hybrid tidak bisa masuk ke kota."
"Baiklah."
"Kalau begitu aku akan membuat perlindungan di rumah ini. Hanya akan bekerja jika kalian tetap di dalam." Bian mulai berjalan tapi lengannya di tahan. Bian menoleh.
"Apa benar kamu mate-ku? Bagaimana bisa?" tanya Edward. Bian diam menatap Edward sejenak.
"Aku tidak tahu. Sekarang itu tidak penting. Kota ini yang penting sekarang." kata Bian kemudian melepaskan tangan Edward dari lenganya dan pergi.
Di hutan...
'Kei, itu mereka!!'
'Ian, kamu pergi sebelah sana dan aku di sebelah satunya lagi. Kita serang bersama.'
__ADS_1
'Baik Kei.'
Kei dan Ian pergi ke arah berlawanan. Kei ke sebelah kanannya dan Ian ke sebelah kirinya. Mereka masih berlari cepat mengejar para Hybrid.
'Hati-hati Ian, mereka cepat dan kuat.'
'Aku tahu Kei.'
'Sekarang!!!'
Kei dan Ian berlari ke arah kawanan hybrid dan melompat tinggi bersamaan. Ian dan Kei sama-sama mengenai serigala hybrid. Beberapa di antara hybrid terjatuh. Kei melayangkan cakarnya pada salah satu Hybrid yang membuat hybrid itu mengerang kesakitan. Sementara Ian menendang dan menggigit beberapa hybrid. Kei terus menyerang mereka. Kei sempat terkena cakaran mereka dan Ian beberapa kali terhempas. Beberapa serigala hybrid yang selamat berjalan mundur sambil menggeram marah dan waspada. Kei dan Ian ikut waspada.
'Ini aneh Kei.'.
'Aku tahu Ian. Mereka sangat.. Kuat.'
'Benar Kei, sepertinya mereka hybrid baru.'
'Sepertinya ada seseorang yang membuat hybrid dan membuat mereka menyerang kota ini.'
'Tapi siapa pelakunya Kei?'
'Aku tidak tahu Ian. Sebaiknya aku tanyakan. Kalian!! Siapa kalian dan mau apa?!'
Kei bertanya pada hybrid tapi tidak ada satupun yang menjawab. Mereka hanya menggeram.
'Aku bertanya, mau apa kalian kemari?!' tanya Kei lagi. Tapi mereka masih saja diam.
'Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka diam saja?'
'Aku tidak tahu Ian, tapi serigala hybrid ini mirip dengan serigala yang pernah aku lawan sewaktu aku menyelamatkan Tania.'
Serigala itu menggeram semakin keras lalu berlari ke arah Kei dan Ian. Kei menghindar dan langsung menyerang. Kei menggigit leher serigala itu. Tapi serigala itu bisa menghindar dan mencoba menggigit Kei. Mereka berdua berguling ditanah. Serigala itu berada di atas Kei. Ian menerjang serigala yang berada di atas Kei. Kei segera bangkit.
'Kei kamu baik-baik saja?'
'Aku baik.'
'Mereka semakin banyak Kei. Kita akan kewalahan.'
Satu persatu serigala datang. Sekarang bisa menjadi satu pasukan serigala hybrid. Kei dan Ian terkejut. Mereka bahkan tidak yakin mereka akan bisa bergabung dengan yang lain.
'Waahh bagaimana kita bisa melawan mereka?'
'Kamu bersamaku Ian?'
'Tentu Kei. Selalu.'
'Ayo kita lawan!'
Kei berubah menjadi Lycan. Dia berdiri dengan kedua kakinya dan menggeram keras. Serigala hybrid berjalan mundur perlahan. Salah satu serigala hybrid melompat tinggu ke Kei. Kei menepis tubuh serigala itu dengan mudah. Ian juga sudah menyerang mereka. Kei menghempas satu persatu serigala yang ada di hadapannya. Kei melolong keras.
Zach menghentikan langkahnya. Dia mendengar lolongan Kei.
'Sebelah sana!! Ayo Aaron!'
Zach merubah arah dan langsun mendatangi suara lolongan Kei.
'Apa kamu baik-baik saja Kei?'
'Tentu, pergi kesana. Aku dan Ian akan segera kesana. Kita harus menghalangi para Hybrid masuk kota'
'Baik Kei.'
Zach terus berlari. Dia dan Aaron menuju perbatasan antara hutan dan kota. Zach melihat beberapa serigala sedang menuju ke arah yang sama dengannya. Zach dan Aaron mempercepat larinya. Zach hampir mendahului para serigala itu. Zach berhenti tepat di depan para hybrid dan menggeram keras
'Berhenti!!'
Para hybrid berhenti berlari. Mereka menatap Zach dan menggeram.
'Pergilah'
Para Hybrid tidak menjawab. Mereka hanya menatap dalam diam.
'Ada apa dengan mereka?'
'Mereka hybrid baru alpha. Mereka hanya menuruti tuan mereka.'
'Siapa tuan mereka?'
'Saya tidak tahu alpha. Yang saya tahu mereka tidak akan berhenti jika tujuan mereka tidak tercapai.'
'Meskipun mereka harus mati?'
'Benar alpha.'
'Sial'
Zach menggeram kasar dan keras. Bola matanya berubah menjadi merah. Zach berlari dan menyerang para hybrid dengan cepat dan kuat. Dia mengeluarkan kekuatan alpha keturunan murninya. Aaron di belakang juga melawan mereka. Tubuh serigala mereka kini penuh bercak darah dari para hybrid. Hybrid yang mereka lawan tidak sebanyak Kei dan Ian. Jadi mereka masih bisa dengan mudah mengalahkan mereka. Tiba-tiba Zach melihat satu hybrid lolos dan berlari melewati mereka. Zach dengan segera berlari mengikutinya.
'Alpha! Tunggu...!!'
****
'Mike, apa kalian baik-baik saja?' tanya alpha Sebastian.
'Kami baik alpha.'
'Ini bukan bulan purnama penuh, kenapa mereka berubah?'
'Saya tidak tahu alpha dan sepertinya mereka serigala hybrid baru. Mereka liar dan sangat kuat.'
'Sepertinya ada yang menciptakan mereka.'
'Benar alpha dan tujuan mereka adalah kota yang berarti ada sesuatu yang mereka inginkan di kota. Tapi apa?'
Semua terdiam menatap mayat dari para hybrid.
'Oh tidak.. Tidak mungkin...'
'Ada apa alpha?'
__ADS_1
'Jika mereka menuju kota, mereka akan menunjukkan diri mereka pada manusia.'
'A-apa?'
'Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi. Ayo bawa beberapa pasukan, ikut aku ke perbatasan. Sisanya urus mayat itu.'
'Baik alpha.'
****
Beberapa serigala sudah berkumpul di depan rumah alpha Sebastian. Mereka bukan hybrid tapi manusia serigala biasa. Serigala Roger maju ke depan.
'Dugaan anda benar alpha, rumah ini di lindungi oleh mantra.'
'Panggil penyihir itu.'
Seorang pria maju ke depan. Dia berdiri sejajar dengan Roger. Roger merubah dirinya menjadi manusia biasa.
"Buka pelindungnya."
"Tapi untuk apa? Bukankah anda sudah memerintahkan para hybrid untuk pergi ke kota dan menunjukkan diri mereka?"
"Lakukan saja perintahku." Roger menatap pria penyihir itu marah. "Aku ingatkan sekali lagi. Kamu adalah pengkhianat kaum hitam saat kamu membantuku mengambil sesuatu dari kotak pandora membuat Mayes marah besar saat itu. Dan kaum putih aku yakin mereka tidak akan pernah menerima pengkhianat sepertimu. Oleh karena itu, hanya disisikulah kamu berada. Jadi, lakukan saja perintahku atau aku akan dengan senang hati menyerahkanmu pada Mayes."
"Ba-baiklah." kata pria itu gugup. Dia tahu berhadapan dengan Mayes saat ini bukanlah hal yang tepat.
Pria itu mulai membaca mantra.
"Openier, openier, glassier openier.
Asigurați-invizibile devin vizibile
Ceva protejat în a rupt bucăți"
Tak lama terdengar suara krak dan dengan segera pelindung rumah alpha Sebastian pecah.
"Sudah alpha." kata pria itu.
"Bagus sekali." Roger tersenyum senang. "Anak-anak, mari kita masuk dan kejutkan mereka."
****
'Kei, aku rasa sudah cukup.'
'Benar, mereka sudah mati. Segera periksa dengan yang lain, apa ada serigala yang lolos.'
'Baik Kei.'
Kei merubah dirinya menjadi manusia biasa dan memeriksa satu persatu tubuh para serigala hybrid. Tubuh mereka terkoyak akibat robekan dari Lycan Kei.
"Kei, alpha Zach sedang mengejar hybrid yang meloloskan diri tapi di bantu para knirer, hybrid itu sudah teratasi."
"Baguslah. Maafkan aku karena menggunaka Lycan. Seharusnya aku hanya menggunakannya untuk keadaan darurat saja."
"Apa kau gila?! Tentu aku bersyukur kamu menggunakan Lycan itu Kei. Jika tidak, kita tidak akan bisa menghadapi mereka. Mereka hybrid baru, karena itu mereka kuat. Karena kekuatan vampir dan manusia serigala mereka baru saja menyatu."
"Benar. Karena itu kita kewalahan menghadapi mereka."
Kei memegangi dadanya lagi. Dia merasakan sesak didadanya sedari tadi. Dia tidak tahu kenapa. Dia berpikir mungkin karena dia berubah menjadi Lycan.
****
"Aku katakan siapa kalian?!" kata Edward setengah berteriak.
"Ohh tenanglah.." kata Roger tersenyum sinis. "Aku tidak akan menyakiti kalian, asalkan kalian menyerahkan ratu itu pada kami."
Roger menunjuk Tania. Semua orang menatap Tania termasuk Edward.
"Aku? Untuk apa kamu menginginkanku?" tanya Tania bingung.
"Kamu akan tahu nanti. Sekarang ikutlah denganku, yang mulia."
"Tidak mau, tidak akan pernah!" sahut Tania ketus. Roger tertawa.
"Lalu apa kalian tidak ada yang ingin menyerahkannya? Mari kita permudah semua ini. Kalian serahkan ratu itu, maka aku tidak akan membuat keributan disini."
"Kenapa kamu begitu menginginkan ratu?" tanya Edward. "Urusanmu hanya pada rajanya, bukan ratunya."
"Aku rasa itu bukan urusanmu. Lagipula untuk serigala rendahan sepertimu dan kalian semua, yang aku tawarkan merupakan hal yang sangat bagus, jika kalian tidak ingin mati di tanganku."
"Sombong sekali. Dari yang aku lihat, sepertinya umur kita tidak berbeda jauh. Kenapa kamu harus melakukan semua ini? Dan aku juga bukan serigala rendah seperti yang kamu kira."
"Dengar, aku tidak perduli siapa kamu, apa kamu serigala rendahan atau alpha. Yang aku inginkan hanya gadis itu. Berikan padaku dan aku akan pergi."
"Aku orang yang sangat tidak ingin ikut campur tapi jika sudah menyangkut orang yang tidak bersalah aku tidak bisa tinggal diam."
Edward menarik tangan Tania yang berdiri sejajar dengannya untuk berdiri di belakangnya.
"Tetap berdiri di belakang saya yang mulia. Apapun yang terjadi tetaplah disana sampai saya beritahukan lagi."
Edward yang sebenarnya paling tidak suka ikut campur urusan manusia serigala dan berusaha menjauhi semua itu, kini terpaksa dia ikut campur. Dia paling tidak suka dengan metode mengorbankan orang lain demi kepentingan sendiri, terlebih orang itu tidak bersalah dan bukan manusia serigala.
"Aahh jadi itu pilihanmu? Baiklah.. Aku hanya berharap packmu tidak terlalu kehilanganmu. Karena aku tahu, pack Moon Roykolt hanya pack kecil, tidak sebesar Bykort. Tapi aku rasa kematianmu tetap akan berarti bagi mereka."
"Mungkin, tapi kamu salah besar." kata Edward. Roger mengerutkan keningnya. "Aku bukan anggota pack Moon Roykolt."
"Ahh benarkah? Tapi sayang sekali aku tidak perduli. Serang dia."
Dua orang maju dengan masih menggunakan wujud manusia biasa mereka. Edward menggeram. Dari geraman Edward keluar angin kuat yang menghempas kedua orang tadi. Matanya berubah menjadi merah pekat.
"Alpha? Kamu adalah alpha? Tapi kenapa ada aura penyihir dirimu?" Roger terkejut.
"Aku kira ini hanyalah masalah antara dua kubu, tapi ternyata lebih. Awalnya kami ingin bersikap netral, tapi aku akan senang sekali melaporkan hal ini pada ayahku."
"Ayah?"
"Benar. Aku Edward, anak dari alpha Jackson, alpha dari pack Moon Sykort. Dan kamu, alpha Roger, sudah menyatakan perang pada pack kami."
****
tadariez
__ADS_1