
Happy reading...
"Bagaimana keadaan Ryan?" tanya Kei saat dia kembali mengunjungi Ryan di salah satu kamar dirumah alpha Sebastian. Disana sudah ada alpha Sebastian, Ian dan Jake.
"Dia baik-baik saja alpha, panasnya sudah turun." kata Ian.
"Baguslah. Berarti sebentar lagi dia akan sadar."
"Bagaimana Tania?"
"Dia tertidur di kamar bersama Lani. Aku sudah menghubungi kak Andy, kakak Tania. Dia akan segera kesini." kata Kei.
"Apa yang kamu katakan padanya?"
"Aku bilang, Ryan sedang terluka akibat kecelakaan dan Tania disini menjaganya." kata Kei. "Dari suaranya aku dengar dia terkejut lalu dia katakan akan segera kesini."
"Baguslah."
"Apa ada kabar dari Zach?" tanya Kei. "Aku mencoba mindlink dia tapi dia tidak membalasnya. Aku juga mindlink alpha Dustin dan juga tidak dijawab. Aku jadi khawatir."
"Aah soal itu..." kata alpha Sebastian membuat semua orang menoleh. "Aku rasa semua peristiwa ini disengaja."
"Apa maksud anda?" tanya Kei.
"Kami diserang habis-habisan pada awalnya dan bahkan mereka ingin menculik Tania dan Anne. Tapi setelah kalian berdua datang, mereka menarik pasukan mereka pergi. Bukankah itu aneh?"
"Apa mungkin mereka takut pada yang mulia?" tebak Jake.
"Tidak, tidak mungkin. Ada yang aneh." kata alpha Sebastian.
"Saya juga memikirkannya." tambah Ian. "Pack ini diserang di hari yang sama Aaron kembali ke pack lamanya."
"Tunggi dulu, itu... Memang benar." kata Kei membenarkan.
"Karena itu ini aneh sekali dan saya yakin bukan sebuah kebetulan." Ian sangat yakin.
"Sebentar, siapa Aaron?"
"Aaron adalah beta dari alpha Zach, alpha keturunan murni." jawab Ian.
"Dia sudah memiliki beta?" alpha Sebastian terkejut.
"Sudah alpha. Tapi betanya sedikit berbeda."
"Berbeda?"
"Ya, dia berasal dari pack musuh lama kita." jawa Kei.
"Musuh lama? Maksud kamu... Pack Moon Bykort?!" pekik alpha Sebastian. "Bagaimana bisa? Apa dia beta keturunan murni?"
"Iya, dia beta keturunan murni."
"Berarti ini memang bukan kebetulan." gumam alpha Sebastian.
"Apa maksud anda?"
"Yang menyerang pack ini adalah pasukan dari pack Moon Bykort dan gabungan dengan pack lain."
"Ada pasukan pack Moon Bykort?" Ian terkejut.
"Ya, sebagian besar dari mereka adalah pasukan dari Bykort."
"Dan juga..." Jake menambahkan. "... Yang ingin menculik yang mulia ratu dan Anne adalah gamma dari pack Moon Bykort."
"Dari mana kamu tahu?"
"Saat saya melawannya, saya menanyakan pack mereka dan mereka menjawab pack Moon Bykort." kata Jake.
"Berarti ini memang direncanakan. Kita harus pergi Ian, kita harus membantu mereka." ucap Kei. Ian mengangguk mantap.
"Lalu kemana kita akan pergi?" tanya Ian. Kei menutup matanya sejenak. Dia mencoba merasakan keberadaan Zach.
"Pack Moon Bykort." Kei membuka matanya. "Kita kesana."
"Baik alpha." sahut Ian.
"Jake... Bagaimana dengan pamanku?" tanya Kei.
"Ahh... Maafkan saya yang mulia, saya lupa melaporkan pada anda tentang keadaan pack Lykort." kata Jake.
"Tidak apa-apa Jake, kita semua tahu kita sedang diserang." jawab Kei.
"Terima kasih yang mulia. Dan paman anda memang melarikan diri dengan bantuan salah satu penjaga disana yang ternyata masih setia pada paman anda."
"Apa dia membawa serta kedua anaknya?" tanya Ian.
"Tidak beta, hanya satu. Yang bernama Freddy."
"Dan meninggalkan Cayden disana? Waahhh aku tidak menyangka." gumam Ian.
"Lalu bagaimana dengan anaknya yang satu lagi?"
"Masih berada di Lykort yang mulia, tapi di jaga ketat oleh pasukan alpha Oston, ayah anda."
"Sepertinya Ordovick sudah benar-benar tidak waras. Hanya demi tahta yang bukan milik dia." gumam alpha Sebastian.
"Baiklah. Jake siapkan para kurcaci itu... Ahh maksud aku... Kau tahu siapa maksud aku." kata Kei. Ian tertawa geli.
"Kamu sudah ketularan aku memanggil mereka dengan sebutan kurcaci."
"Yeah, sepertinya." Kei tertawa geli.
"Baik, saya akan menyiapkan para kurcaci." kata Jake tersenyum lalu pergi.
"Saya titipkan Tania pada anda lagi, alpha. Saya mohon maaf." kata Kei.
"Tidak apa-apa, Kei. Tapi sejujurnya aku sedikit kecewa padamu." kata alpha Sebastian. Kei terkejut.
"Kecewa? Kenapa?"
"Kamu masih memanggil orang yang sudah membunuh kakakmu dan hampir membunuhmu dengan sebutan paman tapi kamu tidak memanggilku dengan sebutan paman."
"Aahhh... Saya minta maaf." Kei menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Kei memang seperti itu alpha. Dia selalu pilih kasih." kata Ian. Membuat Kei memandangnya kesal.
"Apa? Itu benar. Kamu juga melakukan hal itu padaku. Apa kamu tidak ingat? Kamu tersenyum dan tertawa pada Jason sementara denganku selalu marah, datar dan dingin. Kamu membuatku cemburu. Bahkan sekarangpun kamu melakukannya pada alpha Sebastian."
"Apa? Tapi aku-- dia hanya-- aku tidak-- aarrghh... apakah kita akan membahas hal ini?" Kei mulai panik. Ian dan alpha Sebastian tertawa geli.
"Tidak, tidak perlu Kei. Pergilah. Bukankah ada hal penting yang harus kau urus? Alpha Zach?"
"Ah iya, aku hampir lupa." Kei melihat ke Ian. "Gara-gara kamu!"
Ian tertawa geli.
"Berhentilah tertawa, nanti kamu akan jadi serigala gila. Ayo kita pergi dari sini." Kei beranjak pergi tapi baru dua langkah dia berhenti lagi. "Uhmm saya titip Tania alp-- tidak, paman. Dan... Kakaknya tentu."
Alpha Sebastian tertawa.
"Tentu saja. Jangan khawatir. Lagi pula ayahmu sudah mengirim pasukan untuk kemari dan mereka sudah sampai jadi kami baik-baik saja." alpha Sebastian menepuk pundak Kei.
"Baiklah kalau begitu. Kami pergi dulu, paman." kata Kei.
"Hati-hatilah."
Kei melangkah keluar rumah disusul Ian.
"Kei, apa kamu tidak pamit pada Tania?" tanya Ian.
"Tidak, jika aku melihanya aku takut aku tidak akan bisa meninggalkannya."
Kei dan Ian sampai di depan rumah dan melihat kelima gamma sudah menunggu mereka.
"Kalian sudah siap?" tanya Kei. Kelima gamma mengangguk. Jason dan Moles merubah diri mereka terlebih dahulu dan mengalungkan tas berisi pakaian ke leher mereka.
Mereka berubah menjadi serigala dan segera berlari. Mereka berlari tanpa henti. Pack Moon Bykort sangat ajuh jaraknya dari pack alpha Sebastian. Butuh waktu beberapa jam untuk sampai disana.
__ADS_1
Kei memimpin perjalanan dan tiba-tiba dia berhenti. Dia mendapati dua manusia di depannya. Semua serigala ikut berhenti.
"Hai Kei." sapa orang itu.
'Siapa dia?'
'Aku tidak tahu, Kei. Dari suaranya seperti... Wanita.'
"Apa kalian tidak mengenalku?" kata wanita itu. Wanita itu mengeluarkan api dari tangannya.
'Dia... Teman Bian. Yang pernah membantu kita.'
'Benar, Kate.'
"Aku Kate. Aku sudah menunggumu. Aku akan membawamu dan kawanan kecilmu ke pack Bykort. Rubahlah dirimu." pinta Kate.
Kei menurut dan merubah dirinya menjadi manusia lagi diikuti Ian dan kelima gamma.
"Sedang apa kamu disini?" tanya Kei.
"Akan membantumu pergi ke pack Moon Bykort lebih cepat. Dengan teleportasi." jelas Kate sambil mengulurkan kedua tangannya.
"Lalu... Dimana Bian? Aku tidak melihatnya."
"Dia sudah ada disana."
"Apa? Bagaimana bisa?"
"Tentu saja bisa. Aku tidak bisa menjelaskannya. Kita harus pergi."
"Baiklah."
"Uhmm apa kamu tidak kepanasan?" tanya Jason lalu menunjuk api yang ada di telapak tangan Kate.
"Tidak." jawab Kate.
"Whoa... Keren sekali. Jadi kamu tidak akan kepanasan jika terbakar atau terkena api?"
"Tentu saja panas. Ini sihir dan... Apa aku harus menjelaskan ini sekarang?" Kate bingung.
"Tidak, tidak perlu." jawab Jake. "Jason.."
"Ahh maaf. Aku hanya penasaran." kata Jason.
"Baiklah ayo kita pergi." ajak Kei.
Mereka semua saling berpegangan tangan.
"Teleportatian." Gina dan Kate membaca mantra secara bersamaan. Tak lama mereka menghilang dari hutan itu.
****
Alpha Roger dan Zach menundukkan sedikit tubuh mereka, bersiap untuk melompat. Zach melompat tinggi bersamaan dengan alpha Roger. Mereka saling berusaha menggigit. Zach masih bisa bertahan dan menghindar dari gigitan alpha Roger. Zach masih kesulitan untuk menyerang. Alpha Roger terlalu cepat dan kuat. Alpha Roger memukul kuat Zach dengan kepalanya. Zach termundur lalu alpha Roger menendang Zach hingga terhempas jauh. Zach berdiri dan langsung menyerang tapi tak satupun serangannya mengenai alpha Roger. Zach mulai frustasi dan lengah lalu alpha Roger menggigit Zach dan mengoyak kulitnya. Zach mengerang kesakitan. Alpha Roger lalu menghempas tubuh Zach jauh. Alpha Roger mendatangi tubuh Zach dan memukul dan menendangnya lalu menggigitnya lagi dan menghempasnya kembali. Zach terluka cukup parah. Dia hampir tidak bisa mengangkat tubuhnya sendiri.
Alpha Roger masih merasa belum puas dan kembali menyerang Zach. Tapi belum sampai, tubuhnya terhempas jauh. Alpha Roger bisa mengendalikan keseimbangan sehingga dia mendarat di keempat kakinya. Alpha Roger berlari menuju Bian, Bian bersiap menyerang kembali. Bian mengayunkan tangannya kembali. Kali ini alpha Roger hanya termundur sedikit. Dia menggeram marah. Bian mendorong kuat kedua tangannya kedepan, tapi alpha Roger tidak bergeming.
"Estaunakh rofyeurse nekesset teouve."
Bian akhirnya membaca mantra lalu mengayunkan kedua tangannya. Kali ini alpha Roger terhempas. Tiba-tiba Bian ikut terlempar. Beta Bruce menghempas dengan sekali ayunan kepalanya. Bian terjatuh keras di tanah. Bian meringis kesakitan tapi berusaha bangkit lalu menghempas beta Bruce dengan sekali ayunan. Adrian berdiri dan melawan beta Bruce. Beberapa orang sudah mulai kembali normal.
"Zach..." panggil Bian. Menyentuh Zach dan mencoba mantra penyembuhan. Belum selesai, dia diserang kaum hitam. Bian berusaha bangkit dan mengangkis seluruh serangan. Bian memingsankan beberapa kaum hitam sementara Adrian sudah tergeletak lemah di tanah.
'Mereka sangat banyak, apa yang harus aku lakukan?'
Bian melihat tangannya.
'Api biru? Tidak, aku tidak boleh melakukannya, banyak di antara mereka hanya menuruti alpha mereka.'
Bian melempar beberapa serigala. Zach perlahan bangkit. Dia sudah berdiri di keempat kakinya. Dia berjalan tertatih. Bian terkena ekor serigala, membuatnya terhempas. Dia meringis kesakitan. Zach mendekati Bian dan mendorong pelan tubuhnya dengan moncong serigalanya. Bian terkejut.
"Zach?"
Bian memeluk Zach dan langsung berdiri.
"Mereka terlalu banyak Zach, kita tidak akan bisa melewatinya kecuali aku menggunakan api biru itu dan aku tidak mau menggunakannya. Kecuali pada alpha itu." Bian menunjuk alpha Roger yang tengah mengamati mereka.
'Konsentrasilah pada mantramu, Bian. Biar aku yang menghadapinya.'
'Aku akan baik-baik saja, percayalah. Lakukan mantra itu secepatnya."
"Tapi Zach... Tunggu dulu, kenapa aku bisa mendengar suaramu?"
Bian tersadar. Dia bukan manusia serigala, dia penyihir. Tapi dia bisa mendengar suara Zach saat dia berwujud serigala. Dia tidak pernah mengalami hal itu sebelumnya, bahkan pada Kei.
'Kita akan membahas itu nanti, lakukan mantramu.'
"Kau gila."
Zach menggeram marah pada alpha Roger, menantangnya untuk bertarung. Alpha Roger langsung bergerak mendekat lalu berlari dan menyerang Zach. Mereka bertarung kembali. Bian tidak bisa berkonsentrasi membaca mantra, beta Bruce terus berusaha menyerangnya bersama pasukan serigala lainnya.
Terdengar raungan keras dari Zach, raungan itu terdengar keras bahkan sampai keperbatasan wilayah. Aaron dan Roland mendengar raungan itu.
"Itu alpha Zach, sepertinya dia sedang kesusahan. Apa kita akan--"
Belum selesai Roland berbicara Aaron telah berubah menjadi serigala dan mendatangi Zach untuk membantunya.
"Aargghh sial!!" Roland mengacak rambutnya.
"Pergilah, aku akan membawa mereka ke selatan hutan ini. Aku berjanji." kata Anthony.
"Tapi kamu tidak bisa membawanya sendirian." kata Roland.
"Dia tidak sendirian." kata beberapa orang yang baru datang. "Kami sudah mengumpulkan beberapa anggota yang ingin bergabung dan keluar dari sini. Kami akan membawanya pergi dari sini dan menunggu kalian di selatan hutan ini."
"Baiklah, aku percayakan padamu." kata Roland.
"Tapi... Apa aku boleh ikut?" kata satu orang di antara mereka. "Aku ingin ikut bertempur."
"Tapi itu akan sangat berbahaya." kata Roland.
"Aku tahu, tapi aku tetap akan ikut dan bertempur."
"Aku juga."
"Aku juga."
"Kami akan bertempur."
Roland, Brad dan Austin saling pandang.
"Baiklah, ayo kita pergi."
Beberapa dari mereka pergi bertempur sementara sisanya terus berjalan menuju selatan hutan.
Bian terus terganggu dalam membaca mantra, sementara Zach sudah sangat lemah. Bian ingin membantu Zach tapi langkahnya terus dihalangi. Beta Bruce melompat tinggi, ingin menyerang Bian, Bian bersiap menyerang juga tapi belum sampai ke Bian, Aaron sudah lebih dulu menyerang Bruce. Bruce terlempar tapi dengan cepat berdiri.
'Brengsek! Gamma sialan sepertimu berani melawan beta sepertiku?!'
'Sepertinya anda salah paham disini, aku bukanlah gamma rendahan lagi. Sekarang aku adalah beta, beta dari keturunan murni yang artinya kita sama kuat.'
Aaron menunjukkan mata betanya. Bruce menatap serigala Aaron tidak percaya. Dia menggeram keras lalu menyerang Aaron. Tak lama datang beberapa serigala lagi dan membantu. Bian berlari ke Zach.
"Zach..."
"Aku tidak apa-apa, baca saja mantra itu.' pinta Zach. Bian mengangguk.
'Aku alpha Zach, aku perintahkan kalian bergabung denganku dan melawan alpha kejam seperti dia. Jangan mau ditindas olehnya lagi.'
Zach melolong keras. Aaron dan kawanan Zach ikut mololong keras.
'Aaron, Roland, Adrian, Brad, Austin bantu aku melindungi Bian melakukan mantranya.'
'Baik, alpha.'
Mereka menggeram kembali kemudian menyerang dalam bentuk lingkaran. Bian berada di dalam lingkaran itu. Bian membuat sebuah lingkaran kecil dari tanah dan menggambar beberapa sigil di dalam lingkaran kecil itu. Bian lalu duduk dan menutup matanya. Bian mulai mengucapkan mantra berulang-ulang.
Mereka berusaha melindungi Bian di yang berada di tengah tetapi mereka kewalahan karena banyaknya pasukan dan alpha Roger memerintahkan pada semua kawanannya untuk mengincar Bian.
__ADS_1
Satu persatu kawanan Zach jatuh. Zach juga sudah berada jauh dari Bian. Bian membuka matanya dan mengeluarkan darah dari hidungnya, nafasnya juga sesak. Dia menggunakan mantra kuno lagi. Alpha Roger sudah berada didepannya, menggeram marah. Bian bersiap mengeluarkan api birunya.
Tiba-tiba terdengar suara geraman marah yang sangat keras. Lebih keras dari suara geraman Zach. Bian mengenal suara itu. Itu suara Kei. Bian lengah, alpha Roger sudah melompat dan membuka mulutnya untuk menggigit Bian tapi dengan sisa tenaganya Zach menerjang alpha Roger.
"Itu suara Kei!" teriak Bian. "Zach!!"
Zach kembali digigit oleh alpha Roger. Alpha Roger kembali menyerang Zach tapi Aaron menghalanginya.
'Berani sekali kamu!'
'Aku tidak takut lagi padamu.' Aaron mengubah bola matanya menjadi kuning terang, khas beta.
'Kau... Beta.'
'Ya, alpha Roger, dia adalah beta ku.' kata Zach.
Aaron menyerang alpha Roger. Mencoba menahannya.
'Bian! Mantranya!'
Bian mencoba berteleportasi dan berhasil!
"Aku berhasil Zach!" kata Bian.
Bruce berlari ke Bian dan menyerangnya. Tubuh Bian terlempar tinggi dan jauh. Zach yang melihat itu terkejut. Bian mencoba berteleportasi tapi entah kenapa dia tidak bisa.
Tiba-tiba tubuh Bian mendarat di tubuh yang lembut dan penuh bulu. Bian jatuh di atas serigala Kei. Kei merendahkan tubuhnya agar Bian bisa turun. Bian memeluk Kei.
"Aku merindukanmu adik manis." kata Bian. Bian melepaskan pelukkannya. Kei beralih ke Zach dan Aaron yang sedang bertarung dengan alpha Roger. Sesekali dia diserang tapi semua tidak ada yang bisa menyakiti Kei. Kei menggeram keras. Semua orang terdiam di tempatnya dan menoleh.
'Hentikan semua ini.'
'Selamat datang yang mulia, di pack sederhanaku ini.'
'Cih! Jangan bermulut manis denganku.'
'Aku tidak bermulut manis, aku hanya berusaha menyambut sang raja di packku.'
'Hentikan semua ini dan biarkan mereka pergi.'
'Maaf yang mulia, semua itu tidak akan terjadi. Mereka menyusup ke dalam packku dan membantu pengkhianat. Tidak akan aku maafkan.'
'Maka kamu harus berhadapan denganku.'
'Tentu, tentu saja. Mungkin bagi orang lain kau adalah raja tapi bagiku, kau hanya anak remaja.'
'Terserah padamu.' Kei bersiap menyerang tapi sebuah panggilan menghentikannya.
'Kei...' panggil orang itu lagi.
Dari belakang alpha Roger, keluarlah serigala yang Kei kenal. Pamannya, Ordovick.
'Apa kabarmu Kei?'
'Bukan urusanmu.'
'Kamu tidak berubah.'
'Kamu juga sama paman, tidak berubah.'
Kei menyerang mereka di bantu Ian.
"Bian...!!!"
Bian menoleh dan Kate telah memeluknya.
"Kami baik-baik saja?" tanya Kate sambil melepaskan pelukkannya lalu Bian memeluk Gina.
"Aku baik."
"Kau gila! Kenapa melakukan hal ini tanpa memberi tahukan kami!" omel Gina.
"Maaf... Jika aku beritahu kalian tidak akan setuju."
"Tentu saja tidak. Kamu masih terlalu lemah!"
"Aku baik-baik saja."
Tiba-tiba serigala Roland mendekat lalu dia merendahkan tubuhnya.
"Mau apa dia?" tanya Kate bingung.
"Dia ingin kita menaikinya. Benarkan?" tebak Bian. Serigala Roland mengangguk. "Pergilah Kate, kau juga Gina, cari tahu apa yang dia mau."
"Tapi..."
"Aku baik-baik saja, pergilah."
Kate mengangguk dan menaiki serigala Roland sementara Gina menaiki serigala Brad.
Mereka semua kini fokus pada ke empat alpha yang tengah bertarung. Banyak yang terluka bahkan ada yang terluka parah.
"Ian, kita harus pergi dari sini." Ian menatap Bian. "Kita tidak akan memenangkan pertempuran ini. Pasukan mereka semakin banyak. Sementara kawanan kita banyak yang terluka."
Bian menunjuk ke beberapa serigala yang bertarung tadi. Beberapa sudah tergeletak tak berdaya ditanah termasuk Adrian.
"Beta, kami tahu bagaimana keluar dari sini." kata Austin yang sudah merubah dirinya menjadi manusia. "Ada beberapa manusia serigala yang ingin pergi dari sini dan kami membawanya keselatan pack ini."
"Jadi kalian membawa Kate dan Gina untuk membuat mereka berteleportasi membawa para manusia serigala itu?" tanya Bian. Austin mengangguk. "Briliant."
"Uhm... Ide alpha Zach."
"Kalau begitu.. Siapa namamu?"
"Austin."
"Austin, benar. Kamu ajak serigala yang masih bisa berlari dan pergilah ke selatan tempat kalian melakukan perpindahan. Ian, bantu aku menahan serigala-serigala itu dan aku akan memindahkan yang sudah pingsan dan terluka parah. Kemana kita akan memindahkan mereka?"
"Rotternville."
"Right, Rotternville. Go, now." perintah Bian. Austin mengangguk dan segera melakukan yang di pinta Bian. Bian segera menuju yang terluka dan memindahkan tubuh mereka ke Rotternville satu persatu. Sesekali dia menangkis serangan.
"Kei...!!" panggil Bian saat sudah selesai memindahkan. Kei yang akan menyerang lagi menoleh. "Kita harus pergi. Sekarang!"
'Bian... Aaron..'
Zach memanggil Bian. Bian yang mendengarnya langsung menuju ke Aaron dan segera memindahkan tubuhnya.
Kei merendahkan tubuhnya agar Bian menaikinya. Bian yang mengerti lalu menaiki Kei dan Kei langsung pergi.
'Sialan! Kejar mereka!!"
Alpha Roger beserta pasukannya berlari mengejar Kei.
"Keselatan pack ini Kei!!"
Kei langsung berlari ketempat yang di beritahu Bian. Mereka terus berlari sekuat tenaga. Musuh mereka hampir mendekati mereka.
"Kei, kita pastikan kawanan lain sudah di pindahkan lalu aku akan menggunakan mantra untuk mengurung mereka dan kita pergi dari sini."
Kei masih terus berlari. Bian menoleh kebelakang dan melakukan sihirnya. Beberapa terhempas, lalu Bian membuat pembatas tak terlihat. Itu akan menahan alpha Roger dan kawanannya untuk sementara.
Kei masih terus berlari sampai di tempat yang dituju dan keluar dari wilayah pack Moon Bykort. Bian turun dari tubuh Kei. Bian menyentuh tubuh Kei dan memindahkannya ke RotternVille, lalu giliran Ian dan kelima gammanya.
"Zach sekarang gili--"
Bukk!!
Zach menghempas tubuh serigala yang mencoba menyerang Bian. Bian terkejut.
'Kamu ini yang terpilih tapi sangat ceroboh.' omel Zach.
Bian cemberut lalu mendorong serigala tadi masuk kedalam wilayah Moon Bykort lalu membaca mantra untuk mengurung mereka semua didalam. Dari jauh sudah terlihat alpha Roger bersama pasukannya berlari mendekat. Bian selesai membaca mantra.
"Setidaknya itu akan menahan mereka sementara. Ayo kita pergi."
Bian memegang tubuh serigala Zach dan menatap alpha Roger yang menggeram marah lalu berteleportasi.
__ADS_1
****
tadariez