My Werewolf Prince

My Werewolf Prince
Wolfsbane


__ADS_3

Ian melepaskan gigitannya dan berjalan menjauhi tubuh serigala Bruce yang tergeletak tidak berdaya. Tubuh Ian penuh luka. Bulu coklatnya sudah di penuhi bercak darah.


Nafasnya memburu. Ian masih menatap Bruce dengan waspada. Tapi Bruce masih tetap diam, tidak bergerak.


'Beta..!'


Kian dan Moles mendatangi Ian. Ian menoleh sejenak, lalu menatap Bruce kembali. Mereka terkejut melihat tubuh Ian yang kusut, penuh luka dan bercak darah.


'B-beta? Apa anda baik-baik saja?'


'Aku baik Kian, jangan khawatir. Bagaimana dengan yang lain?'


'Kami baik beta.'


'Dia...'


'Bruce.'


'Apa dia mati?'


'Sepertinya tidak Moles. Aku masih bisa mendengar detak jantungnya. Lemah, tapi masih berdetak.'


'Bagaimana dengan yang mulia?'


Ian terdiam. Dia baru teringat soal Kei. Dia sungguh berharap Aaron dan Ryan bisa menemukan Kei dan Zach.


****


Satu serigala terhempas lagi. Aaron menghempasnya dengan sisa tenaganya. Sudah tujuh serigala tumbang, sisa lima lagi. Tapi Aaron maupun Ryan sudah kelelahan. Mereka kehabisan tenaga. Tubuh mereka juga penuh luka. Aaron dan Ryan berdiri berdampingan. Sementara kelima warrior Roger berdiri dihadapan mereka.


'Mereka kuat. Aku sudah tidak sanggup bertarung lagi.'


'Aku juga. Tapi masih ada lima lagi. Kita tidak punya pilihan, Ryan.'


'Kamu benar, Aaron. Kita beta, kita lebih kuat dari mereka.'.


'Itu benar. Kau siap Ryan?'


'Tentu. Kau?'


'Selalu. Ayo!'


Aaron dan Ryan berlari menuju kelima warrior yang telah bersiap. Mereka melompat dan menyerang salah satu warrior. Mereka berdua masing-masing menyerang satu warrior. Belum selesai dengan satu serigala, mereka di serang oleh warrior yang lain. Mereka kewalahan. Tak lama mereka berada di bawah kaki para warrior dan tidak berdaya.


'Kami diperintahkan untuk membunuh kalian berdua. Jadi... Selamat tinggal, beta.'


Mereka ingin melakukan serangan terakhir mereka.


'Gawat! Bagaimana ini?!'


Aaron dan Ryan berontak berusaha melawan. Tapi tenaga mereka sudah terkuras. Mereka pasrah dan menyerag. Tiba-tiba dada Aaron terasa sakit. Sangat sakit. Serasa terbakar dengan hebatnya.


'Aagggg... Alpha...'


Aaron merasakan Zach yang semakin lemah. Dua warrior Roger mengangkaa tangan serigalanya, untuk menancapkan cakar tajam mereka di tubuh Aaron dan Ryan.


'Tidak, tidak akan aku biarkan. Aku akan menyelamatkan alpha dengan sisa tenagaku!!!'


Aaron memberontak lagi. Kali ini di berhasil. Dia mendorong keras serigala yang menahan tubuhnya di tanah lalu menghempas yang lain. Aaron bahkan membebaskan Ryan. Mereka kembali bertarung.


Sementara di dalam penjara..


Kei berusaha bernafas normal. Para penjaga itu baru saja berhenti mencambuk mereka. Kei menatap para penjaga itu. Para penjaga beristirahat agak jauh dari Kei.


"Mereka hanya berempat. Seandainya aku bisa melepaskan ikatan tanganku ini."


Kei menatap tangannya yang di rantai. Dia menggoyangkan pelan rantainya, tapi rantai itu terlihat sangat kuat. Kei mendengus kesal. Kei menatap Zach. Zach tidak bergerak sama sekali.


"Zach..." panggil Kei sambil berbisik. Tapi Zach tidak menjawab maupun bergerak.


"Zach..." panggil Kei lagi. Zach masih diam dan tidak bergerak. Kei jadi panik.


"Hei!! Penjaga!!" Kei memanggil penjaga. Para penjaga menoleh. "Tolong dia. Dia sekarat. Aku mohon."


Para penjaga hanya melihat Zach sekilas lalu tidak perduli. Kei menggeram marah.


"Hei! Apa kau buta?! Dia butuh bantuan!!" pekik Kei.


"Diam!!" teriak salah satu penjaga itu. "Biar saja dia mati. Itu akan memudahkan kami. Aku sudah bosan berada disini."


"Ya, aku juga. Tempat yang memuakkan. Hei, bagaimana jika setelah tugas kita disini kita kumpul di bar Mauleen dan minum bir sepuasnya."


"Aku setuju. Dan gadis bartender disana sungguh sangat cantik dan menggoda."


"Wahh kau tidak berubah."


"Tentu saja tidak. Tidak bisa di pisahkan, gadis dan bir!!"


Mereka berempat tertawa keras.


"Zach aku mohon bangunlah." pinta Kei. "Zach!!"


"Hei! Diamlah!!" teriak salah satu penjaga.


Kei terdiam sejenak. Dia harus mencari cara agar bisa keluar dari sini. Tapi sudah terlalu banyak wolfsbane yang masuk ke dalam tubuhnya, menghilangkan kekuatan serigalanya. Karena Lycan di dalam tubuhnya, dia masih bisa bertahan. Sedangkan Zach, tidak.


"Zach.. Zach!!" Kei merubah bola matanya menjadi merah, mencoba memanggil Zach dengan posisi raja Lycanthrope. Tapi Zach tetap diam tidak bergerak. Kei juga tidak bisa merubah matanya lama karena dia melemah.


"Aakkhh sial!!"


Kei kembali terdiam.


"Hei, apa kamu yakin alpha Roger akan menang kali ini?" kata salah satu penjaga itu.


"Aku yakin."


"Ya, aku juga.. Lihat saja. Ternyata raja itu sangat lemah! Tidak seperti yang di kabarkan."


"Hahahah benar sekali. Apa mungkin karena dia masih anak kecil?"


"Sepertinya begitu. Anak kecil mau berlagak seperti seorang pemimpin. Anak kecil tetaplah anak kecil."


Mereka menoleh ke Kei sejenak lalu tertawa mengejek. Kei masih diam. Dia memang merasa dirinya gagal menjadi seorang pemimpin, menjadi seorang alpha sekaligus raja. Seharusnya Dylan saja yang mendapat Lycan. Mungkin jika Dylan yang mendapat Lycan, Dylan tidak akan mati. Dylan akan baik-baik saja sampai detik ini.


"D-d-di-a.. Buk-bu-kan.. A-an-nak.. Ke-cil.. D-dia.. Ra-raja.." kata Zach pelan dan terbata.


"Zach..." pangil Kei dengan lirih.

__ADS_1


"Tu-tun-juk-kan.. Ka-kamu.. A-ad-da-lah.. Se-se-o-rang.. Ra-raja.."


Kei terdiam. Zach dalam keadaan sekarat masih membelanya. Dan dia yakin banyak orang di luar sana berusaha menyelamatkannya. Ian, para gamma. Ya, dia tidak boleh menyerah di saat semua orang berkorban untuknya. Dan gadis yang dia cintai, Dia begitu ingin bertemu dengan Tania.


Kei menatap rantai yang mengikat tangannya. Rantai itu menancap di langit-langit. Tangannya di ikat menjadi satu lalu di angkat ke atas kepalanya. Kedua tangan Kei menggenggam rantai itu lalu Kei menarik kuat rantai itu. Awalnya tidak terjadi apapun. Tapi Kei terus menariknya. Dia berteriak keras. Bola matanya sudah berwarna merah dan muncul taring dimulutnya. Kei menarik tali itu kuat. Para penjaga itu terkejut.


"Hei! Apa yang akan kau lakukan. Hentikan! Hentikan itu sekarang juga!!"


Tapi Kei tidak mendengar. Dia berteriak semakin keras. Awalnya hanya suara biasanya yang keluar tapi sekarang suara serigalanya yang keluar. Kei berteriak keras dengan suara serigalanya, suara raja Lycanthropenya, yang membuat serigala lain ketakutan, termasuk para penjaga itu.


Tast!!


Rantai itu putus. Tangan Kei sudah terlepas dari rantai. Kei menatap marah para penjaga itu. Bola mata Kei masih berwarna merah, taringnya yang tajam dan kuku-kuku jarinya yang memanjang dan tajam.


"Sial! Serang dia!"


Satu penjaga berlari ke arah Kei dan melayangkan tinjunya. Tapi Kei bisa menghindar dan merobek tubuh penjaga itu dengan kukunya. Penjaga itu berteriak kesakitan. Satu lagi maju dan melawan Kei. Kei menangkap tangan penjaga itu lalu mendorong tubuh penjaga itu kuat, hingga terhempas mengenai dinding. Dua penjaga yang tersisa menyerang bersamaan. Tapi Kei bisa melumpuhkan mereka dengan mudah. Semua penjaga sudah tergeletak di lantai dan tidak berdaya. Kei mendatangi Zach.


"Zach... Zach sadarlah..."


Kei menepuk kedua pipi Zach. Mencoba untuk menyadarkannya. Tapi Zach diam saja. Kei menarik rantai yang mengikat Zach lalu memapah Zach keluar dari ruangan itu.


Diluar, Aaron dan Ryan baru saja mengalahkan kelima warrior lalu merubah diri mereka menjadi manusia. Ryan terduduk lalu merebahkan dirinya di rumput.


"Lelah sekali, aku sungguh tidak sanggup lagi melanjutkan. Bahkan tubuhku sakit semua..."


"Tapi kita masih belum bisa menemukan Kei dan Zach."


"Kami disini." sahut Kei. Aaron dan Ryan menoleh. Mereka langsung berlari ke Kei dan membantu memapah Zach. Mereka membaringkan Zach dirumput.


"Anda baik-baik saja yang mulia?" tanya Aaron.


"Aku baik-- aakkhh... Hanya lukaku sakit sedikit." kata Kei.


"Ini.." Ryan menyerahkan botol yang tadi di berikan oleh Ian. Botol ramuan. Kei mengambil botol itu. "Minum sedikit ramuan itu, untuk menghilangkan efek wolfsbane di dalam tubuh lalu di oleskan ke luka agar mempercepat penyembuhan."


Kei duduk di rumput dan meminum sedikit ramuan itu.


"Minumkan pada Zach, dia sudah sangat lemah." pinta Kei sambil menyerahkan botol yang di pegangnya. Aaron mengambil botol itu dan meminumkannya pada Zach. Ryan kembali mengambil botol itu lalu mengoleskan pada luka Kei. Ryan terkejut melihat luka yang di dapat Kei.


"Aku tidak apa-apa. Berikan saja ramuan itu pada Zach. Dia lebih membutuhkannya dariku." kata Kei.


"Tapi anda juga terluka." kata Ryan.


"Aku baik-baik saja Ryan. Aku bisa bertahan karena kekutan Lycanku tapi Zach tidak bisa. Lagipula aku sudah meminum ramuan itu. Itu akan membantu mempercepat penyembuhanku."


Ryan mengangguk dan membantu Aaron mengolesi ramuan itu pada Zach.


"Ini.. Dimana?" tanya Kei.


"Hutan black yang mulia. Hutan ini sangat terlarang di Bykort." jawab Aaron.


"Terlarang? Kenapa?"


"Saya tidak tahu alasannya tapi kami dilarang mendekat ke hutan ini semenjak ayah alpha Roger menjadi alpha disini."


"Tapi... Bukankah kamu bilang kamu mengenal hutan ini?"


"Sepertinya. Aku hanya bisa mengingatnya dengan samar."


Tiba-tiba terdengar lolongan cukup keras.


"Cavril. Dia butuh bantuan. Aaron rubah dirimu menjadi serigala. Aku akan meletakkan Zach di punggungmu dan pergilah dari sini."


Aaron mengangguk dan merubah dirinya menjadi serigala. Kei dan Ryan bersama-sama mengangkat tubuh Zach ke punggung Aaron.


"Aaron, langsung pergi dari sini dan jangan berhenti."


'Baik yang mulia.'


"Bagus, pergilah."


Aaron langsung berlari keluar hutan black.


"Ayo kita berubah dan membantu Cavril. Apa kamu baik-baik saja? Masih bisa bertarung?"


"Saya baik yang mulia. Jangan khawatir."


"Baiklah. Kita harus menyelesaikan semua ini."


Kei merubah dirinya menjadi serigala, begitu juga Ryan dan langsung pergi ke arah suara Cavril berada.


Sementara itu...


Cavril sudah tergeletak di tanah bersama beberapa gamma, Adrian, Mike, Roland dan Jason, sementara Edward masih berdiri dengan susah payah.


'Hentikan semua pertarungan omong kosong ini!! Kami sudah memberitahukan kalian yang sebenarnya, kenapa kalian masih saja menyerang kami?!'


'Sudah kami katakan, kami tidak akan percaya dengan ucapan kalian. Tidak ada yang bisa membuktikan ucapan kalian benar.'


'Tidak ada bukti juga jika ucapan Roger benar.'


'Tentu ada. Aku sudah membuktikan segalanya.'


Roger tiba-tiba muncul dan berjalan di tengah-tengah mereka. Sebenarnya dia tidak benar-benar baru muncul disana. Dia sudah mengamati mereka dari kejauhan sejak tadi.


'Sekarang teknologi canggih kau tahu? Teknologi manusia biasa. Kau Edward, aku dengar anak pertama alpha Jackson lebih memilih tinggal di dunia biasa. Aku yakin kamu mengerti betul teknologi manusia biasa.'


Edward tampak berfikir. Dia sedikit bingung dengan perkataan Roger.


'Dengan merekam semua kejadian di hutan itu, bisa menjadi bukti yang kuat.'


'Sial!'


'Tapi apa para warrior tahu kenapa kami terpaksa harus membunuh?' Tanya Ian yang baru saja datang. 'Karena mereka menculik sang ratu. Sudah tugas kami, para beta untuk menyelamatkannya.'


'Ahh bukankah kau yang menusuk salah satu dari mereka?' Roger mulai lagi dengan adu dombanya.


'Benar, saya yang menggunakan pedang itu dan membunuh Ordovick. Tapi apa kalian tahu jika Ordovick memang pantas mati? Dia telah membunuh banyak orang.'


'Omong kosong! Dia pelakunya. Kalian harus menghukumnya! Dia menggunakan pedang itu dengan sesuka hatinya dan melukai orang!'


Para warrior menggeram pada Ian.


'Aku telah memberitahukan kalian yang sebenarnya. Tapi kalian justru lebih mendengarkan alpha licik itu. Kalian ingin bertarung? Baiklah, mari kita bertarung!'


Ian menggeram. Dia sudah tidak perduli apapun.

__ADS_1


'Ian! Mereka sangat kuat!' Edward memperingatkan.


'Aku tidak perduli, mereka sudah terlalu buta dan tuli untuk membedakan yang benar dan salah.'


Ian berlari mendekati para warrior. Satu Warrior maju dan bersiap menghadapi Ian. Mereka melompat bersamaan lalu membuka mulut mereka. Mereka mencoba untuk saling menggigit. Warrior itu lebih unggul, selain dia memiliki kekuatan setara alpha, warrior itu juga tidak memiliki luka dan tidak kelelahan. Sementara Ian, dia terluka saat melawan Bruce tadi. Luka yang cukup dalam yang membuat luka itu butuh waktu untuk sembuh. Dia juga sudah kelelahan. Ian terhempas kasar ke tanah. Ian langsung bangkit dan berlari kembali. Warrior yang lain melompat dan menancapkan giginya ke leher Ian. Ian terkejut dan mengerang kesakitan. Warrior yg mengigitnya bukanlah Warrior yg menyerangnya. Ian tertatih. Meskipun gigitan warrior itu tidak mempunyai racun mematikan seperti gigitan alpha, gigitan itu menyakitkan. Bahkan dilehernya ada luka yang cukup besar akibat gigitan itu.


Warrior yang menggigit Ian maju kembali tapi Kian dan Moles sudah menghadangnya. Mereka menggeram keras dan langsung menyerang warrior. Tapi dengan sekejap saja Kian dan Moles sudah terhempas kesegala arah. Jake yang terbaring lemah ikut bangkit dan menyerang warrior itu.


'Cukup! Hentikan!'


Belum sempat Jake menyerang, Ed sudah menghentikan mereka. Ed berdiri di tengah-tengah.


'Cukup! Sebenarnya apa mau kalian?! Kalian tidak bisa melakukan semua ini. Ini bukan pertarungan kalian! Apa kalian sekarang adalah bawahan Roger? Apa penjaga kuil yang agung seperti kalian mau di perintah oleh alpha seperti dia?!!'


Para warrior itu terdiam.


'Kenapa kalian diam saja?!' kata Roger. Roger tampak marah. Para warrior masih terdiam.


'Apa kamu mulai kehilangan pendukung, Roger?' ucap Kei yang baru datang. Roger terkejut melihat keberadaan Kei disana.


'Tidak mungkin.'


'Kenapa Roger? Terkejut melihatku?' sahut Kei. Kei menggeram. Kei lalu beralih ke para warrior. 'Namaku adalah Kei Lyroso Laros, raja Lycanthrope, alpha dari segala alpha.'


Para warrior mundur perlahan. Mereka tampak mewaspadai Kei.


'Kalian seharusnya tidak disini. Ini bukan pertarungan kalian. Atau mungkin kalian telah bekerja sama dengan Roger untuk menentangku?!'


Para warrior masih terdiam.


'Kami...' kata salah satu warrior. 'Kami hanya menuntut kebenaran.'


'Lalu kenapa kamu menyerang pasukanku?'


Kei dengan wibawanya sebagai raja, berbicara pada pimpinan warrior kuil MoonGoddes. Roger mulai panik, dia tahu dengan kemunculan Kei semua rencananya gagal. Rencananya adalah membuat warrior kuil MoonGoddes membunuh semua pasukan Kei. Roger bahkan menyuruh satu gammanya membuntuti Ordivick. Ya, dia tahu Ordovick mengkhianatinya. Tapi dia memanfaatkan pengkhianatan Ordovick untuk mengadu domba warrior kuil dengan Kei dan packnya.


Roger berjalan menjauh dari para warrior. Dia menggeram pelan lalu tiba-tiba berlari cepat ke arah Kei. Roger menumpukan satu kakinya pada tubuh salah satu warrior dan melompat ke arah Kei. Roger melayangkan kukunya.


'Oh tidak!'


Kei tidak mewaspadai serangan Roger sementara Mike membaca serangan itu. Dia sedari tadi memperhatikan gerakan Roger yang menurutnya mencurigakan. Mike maju dan mendorong keras tubuh Kei.


Sruk!


Jleb!


Kuku tajam Roger mengenai Mike dan tangan Roger satunya menusuk perut bagian samping Mike. Lalu Roger menggigit Mike.


Semua orang terkejut. Mike sudah tergeletak tidak berdaya di tanah. Tubuh Mike bergetar hebat. Roger mundur perlahan. Jake menggeram kasar dan bersiap menyerang Roger tapi sekarang Roger telah di kelilingi oleh pasukannya. Mike berubah menjadi manusia. Tubuhmya lemas. Jake merubah dirinya juga.


"Mike... Mike kau baik-baik saja?"


"Ma-maaf.. Maaaf-kan a-aa-ku.."


"Tidak Mike, kamu tidak salah apapun."


Mike tidak berbicara lagi. Dia sudah tidak sadarkan diri. Jake memeriksa Mike lalu kepalanya tertunduk sejenak. Jake menatap Kei lalu menggeleng.


"Tidak.. Tidak... Tidak... Tidak mungkin..." Jason tampak terpukul. "Kau--"


Jason merubah dirinya kembali menjadi serigala dan berupaya menyerang Roger.


"Tidak!! Jason!"


Jason tidak mendengar, dia terus berlari dan melompat ke arah Roger. Manuel melihat itu dan mendorong keras tubuh Jason yang masih di udara. Jason terhempas. Kedua belah pihak menggeram. Kei menatap para warrior kuil.


'Jangan pernah ikut campur urusan kami lagi! Pergilah!!'


Kei beralih ke Roger dan pasukannya.


'Yang mulia...' panggil Jake. Dia menatap Kei penuh harap. Kei mengangguk pelan pada Jake. Jake menggeram dan beralih pada Roger dan pasukannya.


'Serang!!!'


Jake dan yang lain berlari ke arah Roger dan pasukannya. Mereka menyerang dan kali ini mereka tidak menahan serangan mereka. Mereka menyerang dengan agresif dan mematikan.


Kali ini Roger ikut membantu. Tapi anehnya, hanya dengan sekali cakaran, lawan yang di hadapi Roger seketika tumbang. Kei memperhatikan itu dan dia bingung.


'Ini aneh atau hanya perasaanku saja?' gumam Ryan.


'Apa memikirkan apa yang aku pikirkan Ryan?'


'Tentang Roger yang bisa melumpuhkan lawannya dengan mudah? Iya, benar yang mulia.'


'Ini aneh..'


'Wolfsbane..'


Aaron baru saja sampai disana setelah mengantar Zach pergi.


'Aaron! Sedang apa kamu disini? Dimana Zach?'


'Alpha Zach sudah aman yang mulia. Saya menitipkannya pada Livia dan Lily agar lebih cepat sampai ke Lykort. Dan alpha Zach memintaku untuk membantu kalian.'


'Baguslah. Apa maksudmu dengan wolfsbane?'


'Saya baru ingat tentang hutan Black. Hutan itu terdapat kebun tanaman wolfsbane dari segala jenis. Dan mereka sangat mematikan. Ayahku pernah secara diam-diam menunjukkannya.'


'Lalu apa hubungannya dengan Roger?' tanya Ryan.


'Roger tidak hanya kuat secara fisik dan kekuatan, tapi dia punya kekebalan terhadap wolfsbane.'


'Kekebalan terhadap wolfsbane? Manusia serigala?'


'Iya yang mulia.'


'Apa ada yang seperti itu?'


'Ada Kei.' sahut Cavril. 'Sangat jarang.. Kurang dari lima manusia serigala yang mempunyai kekebalan dengan wolfsbane. Itu biasanya terjadi karena ibu mereka adalah manusia yang mempunyai kekebalan tinggi atau mereka dulunya adalah manusia yang mempunyai kekebalan yang tinggi. Aku tidak menyangka salah satunya adalah Roger.'


'Apa kamu yakin hal itu Aaron?'


'Yakin yang mulia. Saya ingat sewaktu kecil melihat alpha Steve, ayah Roger meminumkan wolfsbane ke Roger. Dan tidak terjadi apapun pada Roger.'


Terdengar lolongan keras. Roger mengigit Jason.


'Sial!'

__ADS_1


****


__ADS_2