My Werewolf Prince

My Werewolf Prince
Beta Keturunan Murni


__ADS_3

Zach sampai di depan rumah Daryl. Dia melihat garis putih seperti asap mengelilingi rumah Daryl. Ini baru pertama kalinya dia melihat garis itu.


"Daryl...!!" panggil Zach. Tak lama Daryl mengeluarkan kepalanya dari salah satu jendela di lantai dua. Daryl mengisyaratkan untuk menunggu.


Daryl turun ke bawah sementara Rodney menjaga mata-mata itu. Daryl membuka pintu depan.


"Masuklah Zach, dan... Kalian juga tentu." kata Daryl. Zach menoleh dan mendapati Adrian, Brad dan Austin sudah berada di belakangnya.


"Sedang apa kalian disini?" tanya Zach menatap ketiga temannya heran.


"Menjaga anda. Kami gamma anda, alpha. Kami harus menjaga anda." kata Adrian. Semua orang menatap Adrian heran. Adrian berubah kembali menjadi sangat sopan.


"Ada apa dengannya?" tanya Daryl pada Zach. Zach hanya mengangkat kedua bahunya.


"Aaakkkkhhh...!!" terdengar suara teriakan kembali dari kamar atas rumah Daryl.


"Masuklah." kata Daryl segera.


Mereka semua masuk ke dalan rumah Daryl dan segera menuju kamar Daryl.


"Ada apa dengannya?" tanya Brad sesampainya mereka di kamar Daryl.


Mata-mata itu mengerang kesakitan di atas tempat tidur. Tubuhnya yang tidak mengenakan baju tampak merah seperti terbakar. Seluruh tubuhnya berkeringat. Tangannya menggenggam seprai dengan kuat.


Zach maju mendekati mata-mata itu. Dia menatapnya. Dia benar-benar sangat kesakitan, apa yang sudah aku lakukan padanya?


Zach berdiri disebelah mata-mata itu.


"Alpha Zach... Hati-hati. Sebaiknya jangan terlalu dekat." sahut Adrian. Zach mengangguk.


"Hei... Apa kamu.. Baik-baik saja?" tanya Zach. "Apa kamu mendengarku?"


Mata-mata itu masih mengerang dengan mata tertutup.


"To-tol-tolong... A-ak-aku..." rintihnya. "Sa-sakit..."


Zach menatap anak itu. Entah kenapa dia begitu khawatir.


****


Kei duduk diam dan tampak berpikir. Dia tidak habis pikir dengan semua ini. Begitu rumit.


"Jadi... Apa yang harus kita lakukan?" tanya Kei pada Ian.


"Sudah aku katakan aku tidak tahu Kei, kamu sudah menanyakannya berulang kali!"


"Maaf, aku hanya--" Kei tidak melanjutkan kata-katanya. Dia tampak ragu.


"Anda baik-baik saja yang mulia?" tanya ayah Zach. Kei menoleh.


"Tentu, hanya saja--" Kei menghentikan kata-katanya lagi dn menatap Ian.


'Apa kita beritahukan pada alpha Dustin tentang ini? Atau mungkim alpha sudah tahu?'


'Sebaiknya kita beritahu saja, mungkin alpha bisa membantu.'


Ayah Zach menatap Kei dan Ian secara bergantian. Dia tahu kalau Ian dan Kei sedang berbicara melalui mindlink Alpha dan beta.


"Hanya saja apa, yang mulia?" tanya ayah Zach lagi. Kei menghela nafas.


"Apa alpha mendengar suara yang Zach dengar?" tanya Kei. Alpha Dustin menggeleng.


"Tidak, saya tidak mendengarnya." kata ayah Zach.


"Apa anda berpikir kemungkinan kita tidak bisa mendengarnya di karenakan itu adalah mindlink antara alpha dan..."


"Beta. Ya, saya sudah menduganya." potong ayah Zach. "Saya khawatir."


"Saya juga alpha. Tapi kita harus melihatnya terlebih dahulu. Apa anda sudah mendapat kabar dari gamma?"


"Belum, yang mulia. Akan segera saya tanyakan."


"Biar saya saja alpha." tawar Kei. Ayah Zach mengangguk.


'Zach, kamu mendengarku?'


Kei mencoba mindlink Zach.


'Zach?'


'Ya, aku.. Uhmm maaf, saya mendengar anda.'


'Tidak perlu sopan seperti itu. Bagaimana keadaan anak itu?'


'Sepertinya parah. Saya tidak tahu harus melakukan apa.'


'Apa kamu sudah menjilat lukanya? Air liurmu bisa menyembuhkan luka bekas gigitanmu.'


'Sudah dilakukan. Tapi sepertinya keadaanya semakin parah.'


Kei terdiam lagi.


"Tidak mempan." gumamnya.


"Apa yang tidak mempan Kei?" tanya Ian.


"Air liur serigala Zach. Keadaan anak itu sudah semakin parah."


"Jadi, apa yang harus kita lakukan. Jika anak itu memang beta dari Zach, kita harus menyelamatkannya, Kei. Zach bisa hancur jika Betanya mati."


"Ya, aku juga berpikiran seperti itu." gumam Kei.


"Kalau begitu... Kita bangkitkan saja betanya." ucap ayah Zach.


"Apa maksud anda?"


Kei dan Ian menatap ayah Zach bingung.


****


"Kita bangkitkan saja jiwa betanya." ucap Rodney.


"Jiwa beta? Apa lagi itu?"


"Tadi Zach bilang, Zach kemari karena mendengar anak ini berteriak kan? Tapi anehnya kalian semua tidak mendengar teriakan itu."


"Itu hanya halusinasi Zach saja." ucap Brad.


"Aku tidak sedang berhalusinasi." ucap Zach.


"Atau karena Zach alpha murni, jadi dia mendapat pendengaran lebih tajam dari kami." kata Austin.


"Jika itu yang terjadi, seharusnya yang mulia juga mendegarnya. Tapi yang mulia tidak mendengarnya." kata Adrian.


"Tunggu dulu, yang mulia?" Rodney bingung.


"Ya, raja Lycanthrope."


"Dia disini?!" pekik Rodney.


"Iya, dia disini. Kenapa kamu berteriak seperti itu?"


"Whoaaa... Ini hebat. Ini luar biasa!! Kenapa kalian tidak memberitahukanku?!" kata Rodney setengah berteriak.


"Kenapa kami harus memberitahukanmu? Kamu bukan manusia serigala, Rod." kata Brad.


"Tapi kan aku penjaga rahasia kalian. Aku bagian dari kalian!" protes Rod.

__ADS_1


"Tetap saja, kau bukan manusia serigala."


"Oh astaga, apa kalian ingin bertengkar soal itu? Kita punya masalah lebih penting!!" pekik Daryl tidak sabaran.


"Ah iya, baiklah." Rodney tersadar. "Jadi raja saja tidak mendengar teriakan anak ini yang artinya, anak ini beta dari Zach."


"Apa?!" semua orang terkejut, termasuk Zach sendiri.


"Apa kamu sudah gila?! Itu tidak mungkin Rod!" pekik Zach.


"Uhmm.. Tunggu dulu. Beta? Maksudnya tangan kanan Zach begitu?" tanya Daryl. "Anak ini?"


"Yaa, bisa di bilang begitu Daryl. Tangan kanan." kata Rodney. "Dan demi tuhan aku serius dan tidak gila! Anak ini melakukan mindlink beta dan alpha. Setiap alpha mempunyai mindlink khusus dengan beta mereka. Itu di karenakan hubungan khusus yang dimiliki antara alpha dan beta. Hubungan khusus itu sangat kuat. Bahkan lebih kuat dari hubungan orang tua dengan anaknya."


"Jadi maksudmu... Anak ini... Beta dari Zach?" Adrian hampir tidak percaya.


"Ya, aku yakin."


"Bagaimana kamu tahu itu sementara kami tidak?" tanya Brad.


"Apa kalian lupa aku mempunyai ini?" Rodney mengangkat buku yang di pegangnya.


"Waah kamu selalu membawanya?"


"Tentu saja."


"Tapi... Dia dari pack musuh. Bagaimana bisa?" gumam Austin.


"Aku juga tidak tahu, Austin. Tapi jika itu benar berati dia adalah beta keturunan murni." kata Adrian. Terdengar suara erangan lagi. Kali ini lebih keras dan pilu.


"Dia bisa mati jika seperti ini terus." kata Brad.


"Biarkan saja dia mati. Lagipula dia dari pack musuhkan? Kalau dia mati, Zach bisa mencari beta lainnya."


"Tidak semudah itu Daryl. Seperti yang dikatakan Rodney, hubungan antara alpha dan beta sangat erat. Jika beta terluka atau bahkan mati, alpha juga akan menderita. Sangat menderita. Dan jika anak ini mati, Zach akan terluka." jelas Adrian.


"Jadi kita harus apa?"


"Seperti yang aku katakan tadi, kita harus bangkitkan jiwa betanya." kata Rodney.


"Jiwa beta?"


"Dia masih belum tahu dia adalah beta dari Zach dan dia dari pack musuh. Di buku ini di katakan, jika sang beta tidak mengetahui siapa dirinya atau berada didalam situasi yang membuat dirinya tidak bisa menjadi beta, jiwa betanya harus di bangkitkan. Agar dia bisa menjadi beta sepenuhnya dan hanya mematuhi alphanya."


"Situasi yang membuat dirinya tidak bisa menjadi beta? Situasi apa itu?" tanya Daryl.


"Situasi seperti ini. Dia dari pack musuh yang artinya dia mempunyai alpha dan itu bukan Zach, melainkan alpha dari packnya. Jika jiwa betanya di bangkitkan, maka dia akan sepenuhnya berada di bawah kepemimpinan Zach."


"Jadi dia tidak akan mematuhi alpha dari packnya?"


"Iya, alphanya berganti menjadi Zach."


"Itu berlaku untuk semua manusia serigala?" tanya Daryl lagi.


"Tidak Daryl, hanya pada yang benar-benar beta mereka. Cara alpha mencari beta mereka melalui mindlink khusus antara alpha dan beta. Zach mendengar suara anak ini yang orang lain tidak bisa mendengarnya. Berarti mereka melakukan mindlink khusus meskipun mereka tidak menyadarinya. Yang berarti anak ini adalah beta dari Zach."


"Dan cara menyelamatkan anak ini adalah dengan membangkitkan jiwa betanya." kata Rodney lagi.


"Bagaimana caranya?" tanya Zach yang sedari tadi diam. Entah kenapa dia tidak terkejut jika anak ini adalah beta nya. Sedari awal dia melihat dan melukainya, ada sesuatu yang terasa aneh di dirinya. Dia begitu ingin menyelamatkannya.


"Menurut buku ini, kamu harus menggigitnya Zach."


"Menggigit?" ulang Daryl. "Itu mudah. Ayolah Zach, gigit dia."


"Bukan seperti itu Daryl." Adrian menghela nafas kasar. "Harus dengan wujud serigalanya."


"Ahh baiklah. Maaf.. Aku kan tidak mengerti."


"Jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Zach.


"Menggigitnya lagi? Dia saja hampir mati karena gigitanku!" tolak Zach.


"Dia akan baik-baik saja Zach, percaya padaku. Lagipula gigitan kali ini untuk menyelamatkan jiwanya." bujuk Rodney. Zach menghela nafas.


"Baiklah. Jika itu bisa menyelamatkannya, akan aku lakukan." ucap Zach mantap.


"Err... Tunggu dulu, kamu tidak akan melakukannya disinikan? Kamar ini terlalu sempit untuk..."


Belum selesai Daryl berbicara Zach sudah merubah dirinya.


"Merubah dirimu." lanjut Daryl. "Demi tuhan Zach!! Kau sudah gila!!" pekik Daryl.


Serigala Zach menabrak semua benda di sekitarnya. Tubuhnya yang mencapai langit-langit hampir membuatnya tidak bisa bergerak dan memaksa teman-temannya untuk menyingkir. Terdengar suara benda berjatuhan dan pecah.


"Oke Zach, berhenti bergerak. Kau menghancurkan kamarku! Sialan kau Zach!" umpat Daryl kesal.


"Alpha Zach! Dengarkan saya! Gigit dia sekarang!" ucap Adrian. Tapi Zach tidak berhenti bergerak.


"Oh astaga Zach, cepatlah!! Sebelum kamu benar-benar menghancurkan kamar ini!!" pekik Daryl.


Zach terdiam. Adrian mendekati anak itu dan memposisikan tubuh anak itu miring ke samping agar mulut serigala Zach yang besar bisa menggigitnya karena anak itu tidak bisa merubah dirinya menjadi serigala karena begitu lemah.


"Sekarang alpha." kata Adrian.


Zach mendekat lalu membuka mulutnya lebar. Zach menggigit pelan tubuh anak itu. Anak itu berteriak keras.


"Panggil jiwa betanya alpha."


Zach masih belum melepaskan gigitannya.


'Aku alphamu dan aku perintahkan padamu untuk bangkit dan mematuhiku.'


Anak itu semakin berteriak. Zach melepaskan gigitannya dan merubah dirinya kembali menjadi manusia sementara anak itu sudah jatuh pingsan. Adrian membetulkan posisi anak itu kembali.


"Wah kamu sudah bisa mengendalikan perubahan bentukmu Zach." puji Brad.


"Brad." tegur Adrian.


"Ahh maaf. Maksud saya, alpha Zach." koreksi Brad.


"Sepertinya karena raja itu tadi. Dan jangan memanggilku dengan sebutan alpha. Itu terdengar aneh."


"Tapi anda memang alpha." kata Adrian.


"Ya, tapi--Ahh sudahlah. Lalu bagaimana dengan dia?"


"Sepertinya dia butuh waktu."


"Dan aku juga butuh waktu untuk membersihkan kekacauan ini." gumam Daryl.


"Maaf Daryl."


"Kamu bisa membawanya ke hutan tadi Zach." Daryl menepuk dahinya. "Sudahlah, bantu aku untuk--"


"Arrghh..!!" anak itu berteriak lagi. Tapi kali ini dia terduduk dan membuka matanya. Semua orang terkejut.


"Hei... Kau.. Baik-baik saja?" tanya Brad.


Anak itu diam tidak menjawab. Dia menatap mereka satu persatu. Dia tampak ketakutan.


"Hei tenanglah, kami tidak akan menyakitimu." kata Zach.


Anak itu masih tidak menjawab. Hanya menatap mereka dan menatap kesekeliling ruangan. Anak itu tiba-tiba berdiri. Dia menatap Zach dan memperhatikannya. Lalu dia berbalik dan berlari menuju jendela. Dia menabrak jendela itu hingga pecah lalu melarikan diri.


"Oh great, setelah isi ruangan sekarang jendala juga di pecahkan. Hari yang indah!!"


"Maafkan aku Daryl."

__ADS_1


Zach berlari keluar rumah untuk mengejar di ikuti oleh Adrian, Brad dan Austin.


"Tenanglah sobat, aku akan membantumu merapikannya." Rodney menepuk pundak Daryl yang mendengus kesal.


****


Aaron masih terus berlari menembus hutan. Dia tidak melihat ke belakang hanya terus berlari kedepan, melewati pepohonan dan semak belukar. Tapi langkahnya tiba-tiba berhenti. Dia melihat sekelompok manusia serigala di depannya.


'Oh sial!! Kenapa harus bertemu dengan mereka!'


Semua manusia serigala melihatnya, termasuk Kei dan ayah Zach. Aaron berjalan perlahan melewati mereka. Kian dan Jason sudah bersiap di tempatnya. Mereka tahu Aaron bukanlah anggota pack ayah Zach.


"Dia... Anak itu." kata Roland.


"Apa? Apa yang kamu bicarakan Roland?" tanya Simon, beta ayah Zach.


"Dia anak yang menyerang kami dan terluka oleh gigitan alpha Zach. Dia.. Si beta."


Semua orang menatap Aaron yang masih berjalan pelan, mencoba melewati mereka.


"Kenapa dia ada disini? Bukannya dia terluka parah?" tanya ayah Zach.


"Apa Zach sudah..." ayah Zach dan Simon saling tatap.


"Hei! Kamu mau kemana?" tanya Ian. Aaron tidak menjawab.


Tak lama Zach sampai di tempat mereka.


"Hentikan dia." kata Zach. Semua orang menoleh. Aaron yang melihat Zach langsung berlari kembali.


"Aakhh sial!!" umpat Zach. Zach kembali berlari.


"Zach, ada apa ini?" tanya ayahnya.


"Sepertinya dia beta Zach dan Zach sudah membangkitkan jiwa betanya." kata Zach.


"Kamu... Sudah?" tanya Kei. Zach mengangguk. "Bagus Zach."


"Bantu saya mengejarnya." pinta Zach pada Kei.


"Tidak Zach. Kau yang mengejarnya." tolak Kei.


"Apa?"


"Kejar dia. Buat dia mematuhimu. Sekarang kamu adalah alphanya dan dia hanya akan mematuhimu." kata Kei. "Pergilah, kejar dia. Rubahlah dirimu dan ingat, kamu adalah alphanya sekarang. Jadi bersikaplah seperti alpha. Aku tahu kamu bisa Zach."


Zach mengangguk dan kembali berlari. Kali ini Zach merubah dirinya menjadi serigala.


"Tidak! Jangan." cegah Kei saat melihat Adrian dan Brad ingin mengikuti Zach. "Biar Zach yang mengejarnya."


"Tapi yang mulia, alpha Zach akan kesulitan."


"Alpha Zach bisa mengatasinya." kata Ian. "Kita tidak bisa ikut campur lagi sekarang. Ini urusan alpha dan beta. Kita tidak boleh ikut campur."


Semua orang terdiam di tempatnya masing-masing dan menunggu.


****


Zach masih mengejar Aaron. Dia melihat sosok Aaron dari ke jauhan dan mempercepat larinya. Aaron masih dalam wujud manusianya. Zach melompat tinggi dan mendarat di depan Aaron. Aaron terkejut dan menghentikan langkahnya. Aaron berubah menjadi serigala. Bulunya berwarna hitam bercampur putih.


'Biarkan aku pergi.' kata Aaron.


'Maaf tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi.'


'Lalu kamu akan membunuhku?'


'Jika aku akan membunuhmu lalu untuk apa aku menyembuhkanmu?'


'Lalu apa yang kamu inginkan dariku?'


'Mematuhiku. Aku adalah alphamu sekarang.'


'Tidak! Aku sudah mempunyai alpha. Aku lebih baik mati dari pada mengkhianati alphaku sendiri.'


'Dia sudah bukan alphamu lagi. Aku adalah alphamu. Aku tahu ini terdengar tidak masuk akal. Bahkan aku tidak mempercayainya pada awalnya. Tapi itu benar. Aku adalah alphamu dan kamu adalah betaku.'


'Beta? Apa maksudmu beta? Aku adalah gamma terendah di packku, bukan beta.'


'Tapi kau sekarang betaku dan aku adalah alphamu. Kamu suka atau tidak. Kamu harus mematuhiku.'


'Tidak akan pernah!'


Aaron menggeram marah dan bersiap menyerang.


'Jangan membuatku melawanmu. Aku belum bisa sepenuhnya mengendalikan kekuatan serigalaku. Kamu akan celaka.'


Aaron tidak mendengarkan ucapan Zach dan langsung menyerang Zach. Zach terkena cakaran Aaron. Zach mengerang kesakitan. Aaron terus menyerang dan Zach terus menghindar. Dia sungguh tidak ingin menyakiti Aaron lagi. Tapi Aaron yang terlihat cukup terlatih terus menyerang Zach tanpa henti. Dia mencakar, menendang bahkan menggigit Zach.


'Cukup!! Hentikan!'


'Tidak akan! Kecuali kau membiarkan aku pergi.'


'Aku minta maaf tapi aku tidak bisa.'


'Maka kau harus melawanku.'


Aaron kembali menyerang. Zach masih tidak ingin melawan ataupun menyerang Aaron. Zach terhempas keras ke tanah.


'Aakhh sial! Dia kuat. Aku harus bisa membuat dia mematuhiku.'


'Tidak, kau tidak bisa. Kamu bukan alphaku.'


Zach menggeram keras lalu berlari ke arah Aaron. Zach melawan dan berusaha untuk tidak menyakiti Aaron. Zach mengeluarkan semua kemampuannya. Aaron terhempas mengenai  pohon dan langsung bangkit lalu kembali menyerang Zach. Mereka terus saling mendominasi.


Aaron melompat tinggi, berusaha menerjang Zach. Tapi dengan sigap Zach menghempas tubuh serigala Aaron dengan kepalanya. Aaron terhempas ke tanah. Dengan cepat Zach melompat ke atas tubuh serigala Aaron dan menahan tubuh Aaron.


'Aku tidak ingin menyakitimu lagi. Berhentilah menyerangku!'


'Tidak akan. Lepaskan aku!!'


Aaron memberontak. Zach marah sekarang, sangat marah. Zach menggeram keras di depan wajah Aaron membuat Aaron terdiam ketakutan. Aaron merasa takut sekarang. Dia seperti sedang berhadapan dengan alpha di packnya. Zach menggeram keras lagi untuk kedua kalianya. Aaron semakin takut.


Melihat Aaron tidak memberontak lagi, Zach melepaskan cengkramannya. Aaron terlepas. Dia masih menatap Zach dengan takut.


'Siapa namamu?'


'A-Aaron... Aaron Wyatt.'


'Baiklah Aaron. Sekarang aku adalah alphamu dan kamu adalah betaku. Kamu harus mematuhiku.'


'Tap-tapi.. Aku.. Aku..'


Zach menatap marah lalu menggeram sangat keras. Geraman Zach bisa terdengar oleh Kei dan yang lainnya.


Geraman itu membuat Aaron semakin menundukkan tubuh serigalanya, patuh. Aaron tahu apa yang dikatakan Zach adalah benar. Alphanya sudah berganti. Dia begitu takut pada Zach sekarang dan anehnya tubuhnya juga merasa.... Patuh.


'Apa kamu masih meragukan aku sebagai alphamu?' tanya Zach. Serigala Aaron menggeleng.


'Tidak. Saya Aaron Wyatt, mengakuimu sabagai alphaku dan aku adalah... Betamu.'


Aaron membungkukkan tubuhnya hormat. Zach bernafas lega.


'Bagus Aaron. Selamat datang di dalam packku.'


...****...


tadariez

__ADS_1


__ADS_2