My Werewolf Prince

My Werewolf Prince
Orichant


__ADS_3

Babak kedua sudah di mulai. Zach masih duduk di bangku cadangan. Daryl keluar, digantikan oleh Liam.


"Zach, apa kamu tidak mau turun dan bermain? Kenapa dari tadi kamu terus meminta pelatih untuk menggantikanmu dengan yang lain?" tanya Dary setengah berteriak. Suara ribut para penonton hampir membuat suaranya tidak kedengaran.


"Aku tidak apa-apa. Hanya... Hanya tidak ingin bermain." kata Zach.


"Tapi kenapa? Bukannya kamu sudah menunggu pertandingan ini?" tanya Daryl lagi.


"Well, aku hanya sedang tidak ingin main." kata Zach. Daryl hanya bisa menghela nafas. Ada alasan sendiri tentu, kenapa Zach tidak ikut main.


"Zach." Brad duduk di sebelah Zach. "Kamu kenapa?"


"Tidak apa-apa." sahut Zach malas.


"Jangan bercanda. Aku tahu ada sesuatu." kata Brad lagi.


"Aku hanya... Hanya tidak ingin mengacaukan pertandingan ini."


"Apa maksudmu Zach?" Brad mengerutkan keningnya.


"Aku belum bisa mengendalikan kekuatanku, kamu ingat?" Zach mengingatkan.


"Cobalah Zach." sahut Brad.


"Kau ingin aku marah lalu berubah menjadi serigala?"


"Tentu tidak. Aku yakin kamu bisa mengendalikannya." Brad meyakinkan. Zach menghela nafas kasar.


"Tidak semudah itu Brad. Kamu tahu itu."


"Zach, kamu memang harus secepatnya mengusainya. Itu untuk dirimu sendiri. Karena itulah Adrian keras padamu."


"Jangan ungkit dia."


"Dasar keras kepala." Brad menggelengkan kepalanya.


Terdengar peluit berbunyi. Terjadi sesuatu di lapangan. Zach berdiri memastikan. Beberapa orang dari tim medis masuk kelapangan. Zach melihat Jacob dipapah keluar lapangan.


"Ada apa dengannya?" tanya Daryl. Zach mengangkat bahunya.


"Payne! Masuk!" perintah pelatih Robbins. Oh tidak.


"Tapi pak... saya..."


"Tidak ada tapi-tapi Payne, masuk ke lapangan sekarang!" kata pelatih tapi Zach masih terdiam di tempatnya. "Apa kamu tidak mendengarku Payne? Masuk ke lapangan se.ka.rang!"


Daryl menodorong tubuh zach yang mau tidak mau mengikuti kemauan pelatihnya. Zach masuk lapangan dan bersiap di tempatnya. Adrian mendatangi Zach.


"Fokus Zach, konsentrasilah. Aku tahu kamu bisa. Ini kesempatanmu untuk belajar mengendalikan kekuatanmu." kata Adrian pelan. Tapi Zach mendengar itu dengan jelas. Zach menghela nafasnya.


Dia sangat takut sekarang. Dia tidak ingin bertanding saat ini. Dia tidak ingin melakukan kesalahan yang membuat orang lain terluka atau mengekspos siapa dirinya.


Peluit berbunyi lagi. Bola sudah melayang di udara. Tim Zach mendapatkan bolanya. Liam mencoba menggiringnya menjauh dari lawan. Liam melihat Zach tanpa penjagaan dan mengoper pada Zach. Zach menerima bola tanpa berlari. Hanya diam di tempat.


"Payne! Apa yang kamu lakukan?!" teriak pelatihnya.


Satu orang lawan mendekat dan berusaha merebut bola tapi Adrian yang juga sudah sampai di tempat Zach berdiri langsung mengambil bola dari Zach dan berlari menjauh.


Suara peluit berbunyi. Adrian mencetak angka. Zach melihat pelatih Robbins berdiri dengan wajah marahnya.


"Kamu tidak apa-apa Zach?" tanya Adrian. Zach hanya diam.


"Zach!!" panggil Adrian. Kali ini dia juga mengguncang tubuh Zach. Zach tersadar. "Kamu kenapa?"


"Aku..."


"Ayolah Zach, aku tahu kamu pasti bisa." kata Adrian seraya menepuk pundaknya dan berlalu. Ya, aku harus bisa. Aku tidak bisa menghindar terus.


Bola kembali melewati Zach. Kali ini Zach tidak hanya diam, dia mengikutinya. Zach berusaha untuk tidak menggunakan kekuatan serigalanya. Zach berlari dan sudah berada di sebelah pemegang bola. Zach merebut bolanya dan dapat! Zach bisa merebut bolanya tanpa menyakiti lawannya. Tapi Zach bingung, semua temannya di jaga dan banyak lawan sudah berdiri di depannya. Zach berada di posisi three point. Zach mencoba melempar bolanya dan...


Brakk!!


Suara dentuman keras mengenai papan pantul. Papan itu bergoyang hebat. Zach lupa untuk tidak menggunakan kekuatan serigalanya. Oh tidak lagi!


****


"Berhenti...!!"


Sebuah suara keras menyuruh orang yang berlari di depannya untuk berhenti. Tapi orang itu tidak berhenti. Mereka melewati pepohan hutan yang rimbun. Tak lama orang yang berlari di depan berubah menjadi serigala berwarna coklat tua. Melihat itu, orang yang berlari di belakang juga berubah menjadi serigala juga. Serigala berbulu abu-abu lebat.


Serigala abu-abu masih terus mengejar serigala coklat tua. Serigala abu-abu mengambil pijakan di batu dan melompat ke arah serigala coklat tua.


Serigala coklat tua terjatuh. Serigala abu-abu berada di atasnya. Serigala coklat tua memberontak. Dia mencoba menggigit dan mencakar. Serigala abu-abu kewalahan. Dia melepas cengkramannya. Serigala coklat tua sudah berdiri dengan ke empat kakinya. Dia menggeram keras. Serigala abu-abu juga tak kalah keras menggeram.


'Siapa kau?'


'Kau sendiri siapa? Kenapa kau menyerangku?'


'Karena kau mengetahui sesuatu yang seharusnya tidak kau ketahui'


'Aku? Tidak, kau salah paham. Aku tidak mengetahui apapun.'


'Aku tidak percaya padamu.'


'Seharusnya kau percaya dan sebaiknya kamu melepaskan aku.'


'Tidak akan. Apa tujuanmu kemari?'


'Aku hanya lewat. Ini bukan wilayah siapapun, kau tahu itu. Jadi aku bebas lewat disini.'


'Kamu bisa membodohi orang lain, tapi tidak denganku.'


'Aakkhh baiklah, baiklah. Aku mengaku. Alpha keturunan murni itu memang ada dan kau melindunginya, benarkan, Austin?'

__ADS_1


'Bukan urusanmu!'


'Tentu ini urusanku. Kau tahu berapa banyak pack yang menginginkan kepala keturunan murni itu? Banyak Austin. Jadi jangan menghalangiku jika kau tidak ingin celaka.'


'Menghadapimu sendiri akan sangat mudah.'


'Oohh disitulah kau salah Austin. Aku tidak sendiri.'


Dari kegelapan malam muncul beberapa serigala lagi. Mereka menggeram marah dan bersiap menyerang Austian. Austin melolong keras dan bersiap. Salah satu serigala itu melompat tinggi ke arah Austin.


****


Tok... Tok... Tok..


Suara ketukan pintu di sebuah kamar.


"Masuk." kata pemilik kamar. Pintu terbuka dan terlihat seorang pemuda berdiri disana. Pemilik kamar menoleh.


"Ian, ada apa?" kata Kei.


"Uhm.. Maaf mengganggu yang mulia tapi ada sesuatu yang--"


"Aahh Ian, sudah berapa kali aku katakan jangan memanggilku seperti itu jika kita sedang berdua saja."


"Tapi yang mulia kita tidak--"


"Selamat malam yang mulia." sapa sebuah suara lagi.


"Cavril!!" pekik Kei dan langsung berdiri.


"Ya, saya Cavril my lord." Cavril membungkukkan tubuhnya.


"Sedang apa kamu disini?" tanya Kei.


"Sebaiknya anda turun kebawah. Alpha Oston dan alpha Sebastian telah menunggu anda." kata Cavril.


"Ayah? Ada apa ini?" Kei tampak bingung. Ayahnya datang tanpa pemberitahuan.


Kei segera menuju ke lantai bawah dan benar saja. Dia menemukan ayahnya sedang duduk bersama alpha Sebastian dan juga George. Dan ada tiga orang lain yang tidak dia kenal.


"Ayah?" panggil Kei. Semua orang berdiri dan membungkuk, begitu pula dengan tiga orang yang tidak dia kenal. "Kenapa ayah datang tanpa pemberitahuan? Apa ada masalah?"


Kei duduk di kursi yang telah di sediakan. Semua orang saling memandang sejenak lalu akhirnya berbicara.


"Maafkan ayah tidak memberitahumu terlebih dahulu tapi ada sesuatu yang penting yang harus kamu tahu." kata ayah Kei.


"Apa itu?"


"Kamu pernah dengar pasukan Orychant?" tanya ayah Kei. Kei mengerutkan keningnya.


"Apa itu? Belum pernah dengar." kata Kei.


"Jika kamu belum pernah dengar itu wajar, karena pasukan Orychant itu sudah lama tidak ada."


"Biar ayah jelaskan. Dahulu saat jaman viking, ada dua buah suku terkuat didunia. Suku Lykort dan Hykort."


"Kei pernah baca itu. Suku Lykort dan Hykort adalah suku bangsa manusia serigala pertama kan?"


"Mereka adalah suku pertama, saat para penyihir itu mengutuk mereka menjadi manusia serigala dan itu membuat suku Lykort dan Hykort menjadi manusia serigala pertama didunia. Setelah itu penyebaran dilakukan dengan cara menggigit."


"Lalu... Maksud ayah? Bukannya sekarang hanya tinggal pack kita, Lykort? Hykort sudah punah ayah."


"Tidak Kei, ternyata kita salah. Pack Hykort masih ada. Mereka bersembunyi selama ini."


"Kenapa mereka bersembunyi?"


"Kalau itu... Biar alpha Moon Hykort yang menjelaskan. Silahkan alpha."


Satu orang laki-laki seumuran ayah Kei berdiri dan membungkuk lalu duduk kembali.


"Nama saya Dustin, Dustin Payne. Saya alpha dari pack Moon Hykort." kata ayah Zach memperkenalkan diri.


"Alpha Dustin, jelaskan padaku." kata Kei. Ayah Zach mengangguk.


"Kami bersembunyi karena kami selalu menjadi incaran. Pack kami tidak sebesar pack Moon Lykort. Meskipun dari pack anda selalu lahir raja Lycanthrope, tapi karena pack anda pack besar, jadi tidak ada yang berani menghancurkan pack anda. Berbeda dari pack kami. Kami pack kecil ditambah pack yang akan selalu menjadi ancaman jika raja Lycanthrope lahir."


"Kenapa seperti itu?"


"Karena dari pack kami akan lahir alpha keturunan murni."


"Maksud anda?" Kei mengerutkan keningnya.


"Pasukan Orychant. Pasukan itu terdiri dari raja Lycanthrope, satu alpha keturunan murni dan dua beta keturunan murni. Dari pack Moon Lykort akan ada keturunan dari raja Lycanthrope sementara dari pack kami akan ada alpha keturunan murni. Biasanya saat salah satu keturunan raja menjadi raja Lycanthrope, saat itu juga alpha keturunan murni akan ada." jelas Dustin.


"Tapi tidak selalu Kei." tambah ayah Kei. "Saat kakekmu dan beberapa raja sebelumnya, tidak ada alpha keturunan murni. Hanya dua kali, saat raja pertama, Eros dan Rahes."


"Lalu kenapa memangnya jika alpha keturunan murni itu lahir?" kali ini Ian bertanya. Semua mata tertuju padanya. "Maaf saya lancang."


"Tidak apa-apa Ian, kau adalah beta sekarang. Kamu berhak." kata ayah Kei. Cavril menepuk pundak anaknya.


"Jika raja lahir, akan terjadi perpecahan di antara para manusia serigala. Bisa terjadi perang diantara dua kubu. Kubu yang setuju dengan keberadaan Kei, dengan kubu yang tidak setuju. Dan itu akan sangat berbahaya. Bisa menghancurkan peradaban kita, manusia serigala dan semua akan terkena imbasnya. Jika begitu, penyihir akan turun tangan. Terutama yang terpilih."


"Bian? Ada apa dengannya?"


"Kei, Bian akan mengambil kekuatanmu dan kutukan kami. Jadi semua manusia serigala, akan kembali menjadi manusia seutuhnya. Kei, kita ini makhluk yang di kutuk. Jika kutukan itu di ambil maka kita akan kembali seperti semula, manusia biasa. Dan hanya Bian yang bisa melakukannya. Karena terpilih yang terdahulu yang mengutuk kita dan hanya terpilih yang bisa mencabut kutukan itu." jelas alpha Sebastian.


"Bian sudah mengatakan pada kami, untuk mengatasi masalah kita sendiri. Dan dia juga memperingatkan kami, jika manusia biasa terkena imbas paling besar dari semua ini, dia akan turun tangan. Kita semua tahu apa yang akan dilakukannya." tambah ayah Kei.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Kei.


"Kita harus bergabung menjadi satu dan mencari yang mendukungmu lagi. Hanya itu satu-satunya cara." kata alpha Sebastian.


"Atau.. Kita bentuk lagi pasukan Orychant." kata ayah Zach. Semua menoleh.

__ADS_1


"Apa maksudmu Dustin?" tanya ayah Kei bingung.


"Alpha keturunan murni sudah ditemukan dan sudah dipastikan keberadaannya." kata ayah Zach.


"Tapi kau bilang ingin bergabung asal pack kalian dilindungi?" semua orang bingung.


"Itu benar. Dari awal kami memang siap bergabung dan melawan. Tapi ternyata... Ada sesuatu yang tidak terduga. Alpha keturuan murni sudah ada di pack kami."


"Uhm.. Maaf saya bingung." kata Ian lagi. "Apa bedanya alpha keturunan murni dengan alpha biasa?"


"Alpha keturunan murni akan menjadi alpha semenjak lahir. Sama seperti Kei. Dia bukan menjadi alpha karena diturunkan oleh ayahnya, tapi memang sudah menjadi alpha semenjak lahir." jelas ayah Kei. Ian mengangguk.


"Berarti maksud anda... Alpha keturunan murni itu ada?" tanya Ian lagi.


"Ya, dia ada. Dia... Adalah anakku." ayah Zach menghela nafas panjang. "Tapi ada masalah."


"Apa itu?"


"Dia baru saja menjadi manusia serigala."


"Apa?!" semua terkejut.


"Maksud kamu dia dulu manusia biasa?" tanya ayah Kei memastikan.


"Mate-ku, luna dari packku adalah manusia biasa. Meskipun begitu, seharusnya dia tetap menjadi manusia serigala. Tapi anehnya tidak. Dia memang manusia serigala tapi jiwa manusia serigalanya itu seperti...Terkubur."


Semua saling pandang bingung.


"Jiwa manusia serigalanya ada. Aku bisa merasakannya hanya saja... Sudah terkubur terlalu dalam didalam dirinya. Dan beberapa waktu lalu aku membangkitkannya. Jadi dia belum menguasai kekuatannya." jelas ayah Zach.


"Lalu dari mana kau tahu dia adalah alpha keturunan murni?" tanya alpha Sebastian.


"Bulunya. Bulunya berwarna hijau tua kehitaman. Bola matanya yang berwarna merah dan satu lagi... Tanda moongoddes di dahinya."


"Itu adalah tandanya. Dia memang keturunan murni."


"Aku takut dia dalam bahaya sekarang ini. Betaku baru saja mendapatkan kabar dari salah satu gamma. Ada yang mengetahui keberadaan anakku."


"Kita harus cepat. Kita tidak boleh membiarkan alpha keturunan murni itu berada di tangan yang salah terlebih dia belum menguasai kekuatan serigalanya. Kita harus membantunya, Kei. Dia adalah alpha pendampingmu." kata ayah Kei. Kei terdiam sejenak lalu mengangguk.


"Baiklah. Kita bawa dia kemari." kata Kei.


"Biar aku siapkan pasukan." kata alpha Sebastian.


"Dari Lykort juga." ayah Kei ikut-ikutan.


"Tidak, tidak perlu. Tidak perlu banyak orang. Cukup para gamma yang aku percaya dan juga Ian tentu dan aku sendiri. Aku sendiri yang akan pergi menemui... Siapa nama anak anda alpha?"


"Zach, yang mulia. Zachary Payne." jawab ayah Zach.


"Zach. Baiklah. Alpha tinggalkan satu orang dari pack anda untuk menunjukkan kami jalan. Alpha bisa kembali ke sana terlebih dahulu untuk melindungi putra anda. Usahakan dia selamat sampai kami tiba." kata Kei. Kei mulai terbiasa berbicara dan mengambil keputusan tegas. Ian begitu bangga dengannya. Ihh Kei, yang nulis juga bangga.


"Kamu yakin akan kesana Kei?" tanya ayahnya.


"Tentu saja Kei yakin, ayah. Dia adalah alpha pendampingku, kepercayaanku. Jadi harus aku sendiri yang mendapatkan kepercayaan dari Zach."


"Hmm.. Cara yang bagus. Ayah setuju tapi tolong hati-hati."


"Karena itu aku mengajak gamma kepercayaankup sekaligus yang terkuat. Jake, Mike, Kian, Jason dan Moles. Apa anda mengijinkannya alpha Sebastian?"


"Tentu saja. Jika itu memang yang kamu inginkan."


"Terima kasih." Kei tersenyum. "Besok Kei akan berpamitan pada Tania. Kita berangkat saat tengah hari."


"Baiklah. Apa kamu tidak ingin membawa pasukan? Untuk menjagamu."


"Kei tidak ingin terlalu mencolok ayah... Dengan anggota sedikit juga akan lebih mudah bergerak." kata Kei. Ayah Kei mengangguk.


"Itu ide yang bagus. Tapi jika ada apa-apa, hubungi kami. Kami akan segera datang." kata alpha Sebastian. Kei mengangguk dan tersenyum.


"Tentu."


"Apa Tania tidak apa-apa jika kamu tinggal?"


"Dia akan marah, pastinya. Tapi aku akan menjelaskan padanya. Apa ayah bisa meminta pasukan menjaganya?"


"Tentu saja. Jangan khawatir. Ratu akan baik-baik saja."


"Uhmm... Maaf.. Apa raja sudah mempunyai ratu?" tanya ayah Zach. Semua tertawa.


"Tentu, tapi sayang masih belum bisa di klaim olehnya."


"Tunggu dulu, kenapa harus menyinggung soal klaim sih?" protes Kei.


"Itu memang benar Kei. Kamu tidak akan lengkap bersamanya jika tidak klaim secara sempurna." kata George yang sedari tadi diam.


"Whoa.. Kau ini. Dari tadi hanya diam tapi begitu urusan klaim kenapa cepat sekali?" Kei menggelengkan kepalanya. George tertawa geli. "Sudah aku tidak ingin membahas soal klaim sempurna itu. Aku masih sekolah dan Tania juga. Huh! Bikin pusing saja."


Semua tertawa dengan keluhan Kei.


"Lalu..." lanjut Kei. "Jika kita sudah menemukan alpha keturunan murni yang akan mendapingiku, lalu dua betanya siapa?"


"Satu beta nanti dari betanya Zach dan itu belum ditemukan. Karena Zach baru menjadi manusia serigala seutuhnya jadi belum mencari betanya." kata ayah Zach.


"Dan satu lagi sudah ketemu." lanjut ayah Kei. Semua orang menatap Ian.


"Sa-saya? Saya beta itu?" tanya Ian terkejut.


"Kau kan betanya Kei, sudah pasti itu kau." kata ayah Kei.


"Aku bangga padamu Ian." kata Kei seraya menepuk-nepuk pundak Ian. Ian masih saja bengong tidak percaya.


****

__ADS_1


tadariez


__ADS_2