My Werewolf Prince

My Werewolf Prince
Keluarga Cigeira


__ADS_3

Kei terbaring lemah di atas tempat tidur. Zach dan Ian masih menatapnya dalam diam. Zach menghela nafasnya kasar. Zach menatap Ian.


"Ian, apa kamu percaya padaku?" tanya Zach.


"Tentu, alpha." jawab Ian.


"Kalau begitu, mari kita kebawah dan menemui mereka semua." kata Zach. "Aku titipkan Kei padamu Lily."


Lily mengangguk. Zach dan Ian turun ke bawah dan menuju ke ruang tamu. Di ruang tamu sudah menunggu para gamma dan pemburu.


"Bagaimana keadaan yang mulia, alpha?" tanya Jake.


"Semakin buruk." jawab Zach. Zach terdiam, dia tampak memikirkan sesuatu.


"Bagaimana kristal itu beta Ian?" tanya Adrian.


"Hilang. Ada yang mencurinya." jawab Ian.


"Kristal dicuri dari rumah yang penuh dengan manusia serigala? Bagaimana bisa?" tanya Jason.


"Bisa, jika itu keluarga Cigeira. Mereka sangat ahli dalam hal manusia serigala." kata Henry.


"Sampai mencuri di rumah yang penuh dengan manusia serigala?" tanya Jason.


"Benar. Dan lihatlah, kristal itu hilang." kata Henry.


"Alpha? Apa yang anda pikirkan?" tanya Aaron.


"Sebuah kebetulan?" gumam Zach. "Aku rasa bukan."


"Uhmm... Kami tidak mengerti alpha." kata Aaron.


"Pertama Nathan, kedua Tania, ketiga para vampir sekarang pemburu. Masalah datang satu persatu. Anehnya semua itu mengincar pack ini, bukan Lykort. Tapi pack dimana ada Kei dan aku berada. Ini bukan kebetulan. Aku yakin sekali. Dugaanku... Ini ulah alpha Roger." kata Zach.


"Kenapa anda berpikiran begitu?" tanya Adrian.


"Nathan, dari pack alpha Roger, Tania... Aku masih menunggu hasil dari penyelidikan para Elder. Para vampir? Aku yakin itu juga ulah alpha Roger. Setelah kita menyelamatkan Aaron, gamma alpha Roger masih berada di Rotternville untuk memeriksa keadaan Aaron. Aku yakin malam itu mereka melihatnya. Itu sudah pasti. Well tidak, aku menduganya." kata Zach.


"Itu benar." kata Bian yang baru saja datang. "Zigor. Aku mengenalnya. Dia bukan vampir yang mudah menerima kekalahan, vampir yang ego dan harga dirinya tinggi. Dia tidak mungkin membiarkan Ben, hidup. Dia akan membunuhnya saat dia mengetahui anggotanya kalah dari manusia serigala, itu bisa di pastikan. Dia selalu menganggap kaum lain lebih lemah darinya. Tapi Ben masih hidup dan Zigor justru membawa pasukannya kemari. Itu sudah dipastikan ada campur tangan orang lain."


"Mungkin saja dia sudah berubah." kata Jake.


"Zigor? Tidak, vampir seperti dia tidak pernah berubah."


"Lalu... Bagaimana dengan Tania?" tanya Ian.


"Sudah dipastikan ulah kaum hitam." jawab Bian.


"Kaum hitam masuk kedalam kota yang paling terlindungi di dunia?"


"Mereka bisa melakukannya. Mereka membunuh nyonya Moly, salah satu Elder tua terbaik yang dimiliki kaum putih dan mengambil gelang Eldernya lalu merubah dirinya menjadi Moly Walter dengan ramuan perubah dan mencuri isi kotak itu."


"Kalian.. Sudah menemukan pelakunya?"


"Sudah dan dia juga sudah mati."


"Kalian membunuhnya?"


"Tidak, bukan kami. Saat mereka membunuh Moly, kami melihat beberapa mayat disana yang artinya Moly dan suaminya Thomas melawan mereka sebelum mereka mati. Lalu setelah mereka mencuri benda itu, mereka Juga mati. Benda itu tidak boleh mengenai penyihir. Benda itu akan mengambil energi dan sihir mereka lalu mereka mati setelahnya."


"Lalu... Apa hubungannya dengan alpha Roger?"


"Kaum hitam bekerja sama dengan alpha Roger, tidak, bukan alpha Roger, tapi ordovic. Ordovic berada di pihak alpha Roger. Jadi itu karena mereka berdua."


"Mereka sangat licik." gumam Mike.


"Itu benar. Kami akan mengurus kaum hitam, kalian mengurus alpha Roger."


"Kalian akan membantu?"


"Hanya untuk menyingkirkan kaum hitam. Urusan manusia serigala? Itu urusan kaum kalian."


"Apa kamu baik-baik saja menggunakan sihirmu?" tanya Zach.


"Aku baik-baik saja Zach."


"Lalu.. Bagaimana jika rambutmu menjadi putih semua?"


"Jason..." Jake menggeleng.


"Tidak apa-apa Jake. Akan jadi akhir dari dunia yang kalian kenal. Aku harap tidak terjadi." Bian tersenyum. "Aku akan melihat Kei dan memberi mantra agar racun itu tidak menyebar dengan cepat sementara kalian cari kristal itu. Semoga mereka tidak memakai semuanya."


"Tapi bagaimana cara menyembuhkan Kei?" tanya Ian.


"Dengan menggunakan racun itu juga. Aku akan membuat ramuannya dan kalian ambil saja kembali kristal itu. Dan aku yakin tuan Dixon tahu di mana."


Bian pergi menuju kamar yang ditempati Kei.


"Apa benar itu tuan Dixon?" tanya Ian.


"Hanya dugaan. Mungkin memang keluarga Cigeira yang mencuri dan jika itu benar, mereka akan menyimpannya dirumah mereka." kata Henry.


"Whoa... Itu mudah sekali." kata Jason.


"Ohhh jangan terlalu optimis gamma muda. Rumah keluarga Cigeira bukan rumah sembarangan. Tidak pernah ada satupun manusia serigala yang keluar dengan selamat dari rumah itu. Meskipun satu pack sekalipun. Mereka sangat hebat."


"Berarti tamatlah kita." gumam Jason.


"Jangan pesimis seperti itu."


"Hei, tadi katanya jangan terlalu optimis sekarang jangan pesimis. Yang mana yang benar?"


"Lalu kita harus bagaimana?"


"Roland, bawa Brad, Mike dan Austin cari lagi jejak vampir yang melarikan diri waktu itu. Katanya mereka sempat mencari makan disini. Tapi aku yakin ada sesuatu, temukan itu. Jason dan Kian, jaga Kei. Beritahu jika keadaannya memburuk. Dan tuan Dixon, saya butuh bantuan anda untuk memasuki rumah keluarga Cigeira."


"Tentu, saya akan membantu sebisa mungkin."


"Apa kita akan kesana alpha?" tanya Aaron.


"Hmm iya, mereka meracuni Kei berarti hilang satu ancaman mereka, alpha Sebastian juga tidak ada disini yang artinya aku target mereka selanjutnya. Aku punya rencana."


"Rencana apa alpha?"


"Kalian tidak akan menyukainya tapi aku rasa ini cara yang terbaik saat ini."


Zach terdiam. Dia tampak ragu, tapi dia tidak mempunyai cara lain. Dari jauh ada seseorang yang mengamati mereka lalu pergi keluar rumah dari pintu belakang. Dia menyandarkan dirinya di pintu itu.


Flashback on


...Pack Moon Bykort...


Nathan sudah sangat lemas. Dia hampir tidak sadarkan diri. Alpha Roger mendekat padanya dan membisikkan sesuatu.


"Kamu harus mengambil kristal itu dari tangan raja Kei dan berikan kristal itu pada pemburu manusia serigala yang akan mendatangimu. Jangan kecewakan aku kali ini Nathan."


Alpha Roger tersenyum sinis lalu meninggalkannya pergi.


...Hutan Pack Roykolt...


Nathan berdiri dalam kegelapan. Dia melihat kesekitar dan sangat waspada. Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat dari arah belakangnya. Nathan membalikkan tubuhnya. Dua orang laki-laki datang mendekat.


"Nathan?"


"Benar. Tuan Cigeira?"

__ADS_1


"Sangat benar. Kamu bawa pesananku?"


Nathan menatap mereka sejenak. Dia tampak ragu, tapi akhirnya dia menyerahkan sebuah bingkisan terbuat dari kain dan berwarna hitam. Salah satu laki-laki itu mengambilnya dan memeriksanya. Kemudian dia tersenyum.


"Bagaimana rasanya mencuri dari kaum sendiri? Mencuri untuk membinasakan kaummu?" tanya lelaki itu.


"Bukan urusanmu. Tugasku sudah selesai. Jadi saya permisi." kata Nathan langsung berbalik dan pergi.


"Hei Nathan." panggil laki-laki itu. Nathan menghentikan langkahnya dan berbalik. "Kata alphamu, kamu bisa kembali ke pack sekarang. Kamu sungguh sangat setia meskipun mereka telah menyakiti ayahmu."


"Sepertinya anda salah, ayahku telah lama mati." kata Nathan lalu berbalik kembali.


"Kamu yakin itu? Aku yakin sekali mendengar jika alpha Roger tengah menyiksa beta Manuel, betanya sendiri."


"Beta Manuel?"


"Benar beta Manuel. Bukankah dia ayahmu? Aku yakin beta Bruce mengatakan hal itu."


Nathan terdiam. Kedua tangannya sudah mengepal kuat. Dia menahan amarahnya. Tapi kemudian dia menutup matanya dan menarik nafasnya lalu membuka matanya lagi.


"Saya permisi." katanya lalu beranjak pergi.


Flashback end


Dia sudah melakukan apa yang di perintahkan oleh alphanya tapi entah mengapa hatinya masih tidak merasa lebih baik. Terlebih tentang beta Manuel. 'Ayahku? Tidak mungkin. Itu benar-benar tidak mungkin. Aku harus bagaimana sekarang?'


****


"Apa dia sudah sadar?" tanya beta Aiden.


"Belum beta."


"Beritahu aku jika dia sadar."


"Baik beta."


Alpha Aiden berbalik tapi langkahnya terhenti setelah mendengar suara erangan Manuel. Aiden berbalik dan menatap Manuel.


"Apa kamu baik-baik saja Manuel?" tanya Aiden. Manuel tidak menjawab.


"Maaf beta, ada tamu datang." kata seseorang.


"Tamu? Siapa?"


"Alpha Sebastian dari pack Moon Roykolt."


"Aahh sudah kuduga mereka akan datang. Baiklah, aku akan memberitahu alpha."


"Uhmm tapi beta, alpha sudah bersama alpha Sebastian. Saya disuruh alpha memanggil anda."


"Huft... Kenapa tidak mengatakannya sedari tadi. Kamu ini." beta Aiden menggelengkan kepalanya pada satu omeganya lalu segera pergi.


"Saya tahu Sebastian, saya juga khawatir." kata alpha Jackson.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?"


"Kita harus menghentikannya tentu."


"Jadi kamu mau membantuku teman lama?"


"Tentu Sebastian, tentu.."


"Alpha..."


"Ahh Aiden, bagaimana Manuel?"


"Masih belum sadar alpha."


"Manuel? Siapa dia?" tanya alpha Sebastian.


"Kamu akan terkejut Sebastian. Manuel adalah beta dari pack Roger."


"Benar. Kami menemukannya terluka berat dan di serang oleh omeganya sendiri."


"Benarkah? Bagaimana bisa?"


"Itu aku tidak tahu. Manuel belum bisa bercerita karena dia belum sadar. Anehnya mereka sampai masuk ke wilayahku."


"Jadi kamu menemukan mereka di wilayahmu?"


"Benar. Aku rasa Manuel sengaja membawanya kemari."


"Iya, mungkin. Apa parah lukanya?"


"Ya, sepertinya di cakar dan di gigit oleh Roger. Karena jika digigit bawahannya tidak mungkin separah itu."


"Keterlaluan sekali Roger."


"Itu benar. Jadi... Tujuan kamu kesini adalah..."


"Memintamu bergabung dengan raja Lycanthrope. Well yeah... Aku tahu dia masih berumur tujuh belas tahun tapi dia sangat bijak dari usianya."


"Sepertinya kamu sangat mendukungnya Sebastian. Apa karena dia keponakanmu?"


"Iya itu salah satunya tapi selain itu... Di karenakan dia memang pantas menjadi raja. Well aku mengakui dia memang kadang seperti remaja tapi dia memang masih remaja. Apa boleh buat? Itu hal yang wajar."


"Hahahaha.... Ya benar itu. Anakku saja juga sangat sulit di kendalikan padahal umurnya sudah dua puluh delapan tahun dan satu lagi tujuh belas tahun."


"Waaah sudah besar mereka. Aku sudah lama tidak bertemu mereka."


"Sepertinya kamu sudah lebih sering bergaul dengan para penyihir dan anak remaja sekarang ini."


"Begitulah dan mereka sungguh merepotkan."


Alpha Jakson dan alpha Sebastian tertawa.


"Jadi... Bagaimana keputusanmu Jackson? Kau bergabung?"


"Alpha..." panggil seorang omega yang baru saja masuk, menghentikan alpha Jackson menjawab.


"Ada apa?" kata beta Aiden.


"Ada tamu ingin bertemu alpha."


"Siapa?"


"Alpha Roger, alpha dari Moon Bykort."


Alpha Jackson terkejut lalu menatap Sebastian yang juga sedang menatapnya.


"Suruh dia masuk." kata alpha Jackson.


"Baik alpha."


Omega itu keluar ruang tamu dan tak lama masuk lagi membawa alpha Roger dan beta Bruce.


"Alpha..." sapa Roger. Alpha Roger mengulurkan tangannya.


"Selamat siang Roger. Tumben sekali." alpha Jackson menyambut tangan alpha Roger.


"Hallo alpha Sebastian."


"Hallo Roger."


"Silahkan duduk." kata alpha Jackson. Alpha Roger duduk dan beta Bruce berdiri disisinya. "Ada keperluan apa kamu kemari?"

__ADS_1


"Saya kemari untuk mengambil kembali apa yang menjadi milik saya."


"Milikmu?"


"Iya alpha, dan saya tahu anda memiliki apa yang menjadi milik saya."


"Aaahhh maksudmu Manuel?"


"Benar alpha."


"Manuel bukan barang Roger, dia bukan milikmu. Dia bagian dari dirimu. Dia adalah dirimu. Kamu harus memperlakukannya seperti kamu memperlakukan dirimu sendiri bukan sesuatu yang harus kamu miliki seperti dia adalah barang." nasehat alpha Sebastian.


"Saya kemari bukan untuk mendengar nasehat anda alpha, maaf jika saya tidak sopan." kata alpha Roger sambil menatap tajam alpha Sebastian. Dia beralih ke alpha Jackson. "Jadi saya mohon, serahkan Manuel pada saya."


"Tapi Manuel masih belum sadar. Lukanya belum sembuh." kata alpha Jackson.


"Tidak masalah. Saya tetap akan membawanya."


"Tunggu dia sembuh terlebih dahulu, Roger. Atau jika tidak tunggu dia sadar."


"Tidak bisa. Saya harus membawanya sekarang alpha. Dia milik saya."


"Jika memang dia milikmu kenapa kamu menyakitinya? Aku tahu kamu menggigit dan mencakarnya karena itu dia sulit menyembuhkan dirinya. Jadi biarkan dia pulih dulu."


"Dia milik saya alpha, jadi itu menjadi hak saya untuk melakukan apapun padanya."


"Kamu benar-benar mirip dengan ayahmu."


"Jangan bawa-bawa ayah saya ke dalam masalah ini, alpha Sebastian. Lagipula bukan ayah saya yang sedang kita bicarakan."


"Ya, itu benar. Hanya saja kamu masih sangat muda Roger. Kamu tidak perlu menjadi terlalu tangguh seperti ini."


"Saya perlu ketangguhan ini alpha, untuk mencapai yang saya mau."


"Meskipun kamu menyakiti orang lain?"


"Aaahhh apa ini karena keponakan anda?"


"Keponakanku? Ada apa dengannya?"


"Saya dengar yang mulia raja sedang sekarat karena para pemburu manusia serigala itu meracuninya dengan racun dari kristal yang di curi dari packku."


"Apa?! Jangan bercanda Roger."


"Anda tahu saya tidak pernah berbohong dalam perkataan saya."


Alpha Sebastian terdiam. Dia mindlink Jake.


"Dari mana kamu tahu semua ini?" tanya alpha Jackson.


"Saya punya telinga dimana-mana." alpha Roger tersenyum licik.


"Kamu yakin bukan kamu pelakunya?" tanya alpha Sebastian.


"Saya? Kenapa harus saya?"


"Kamu tahu kristal itu berada di packku."


"Bukan berarti saya pelakunya. Lagipula seharusnya saya yang marah karena pack saya telah diserang oleh para anak ingusan itu."


"Setidaknya anak ingusan itu bisa melawanmu Roger." kata alpha Sebastian. Roger menggeretakkan grahamnya. "Mari kita pergi George. Kei sedang dalam bahaya."


"Baik alpha."


"Dan kau Roger, aku tidak akan tinggal diam jika ini ternyata memang ulahmu." ancam alpha Sebastian. Alpha Roger hanya tersenyum. "Kami pulang dulu Jakcson. Salam untuk luna dan anak-anakmu. Beritahuku keputusanmu."


"Baik, hati-hati Sebastian."


Alpha Sebastian dan beta George pergi keluar rumah di antar oleh beta Aiden.


"Kamu yakin ini bukan ulahmu?" tanya alpha Jackson.


"Anda mirip seperti ayah saya." kata Roger.


"Tentu, mungkin karena kami pernah berteman."


"Cukup soal itu. Sekarang soal Manuel."


"Tinggalkan dia disini. Kamu boleh membawanya pergi jika dia sudah sadar sepenuhnya."


"Saya tidak mau alpha. Saya harus membawanya sekarang. Dia milik saya."


"Untuk apa kamu membawanya sekarang? Untuk kamu sakiti lagi?"


"Bukan urusan anda. Itu adalah urusan packku."


"Mungkin, tapi aku tetap pada pendirianku. Dia hanya bisa kamu bawa jika dia sadar sepenuhnya."


Alpha Roger menggeram.


"Jangan menggeram didepanku Roger. Apa kamu ingin menantangku? Dipackku sendiri? Kamu tahu packku bukan pack kecil yang sering kamu tindas dan kamu hancurkan." kata alpha Jackson. Alpha Roger tampak terkejut. "Tidak hanya kamu yang punya banyak telinga di mana-mana Roger dan packku sama besarnya denganmu dan Lykort. Jadi jangan pernah mengancamku apalagi di dalam packku, wilayahku sendiri."


Alpha Roger menatap marah. Dia menggeretakkan gerahamnya, mencoba menahan untuk tidak menyerang alpha Jackson untuk saat ini. Karena jika dia sampai lepas kendali, keadaan akan semakin kacau. Dia menghela nafas panjang.


"Baiklah, saya mengerti alpha. Saya akan kembali dan saya harap saat saya kembali, saya akan bisa membawa Manuel kembali. Saya permisi." Roger bangkit dan pergi meninggalkan alpha Jackson sendiri. Dia memang keterlaluan, mirip sekali dengan ayahnya.


****


Malamnya... Zach, Ian, Aaron, Jake dan para pemburu Henry sudah berkumpul dan bersembunyi di balik semak didekat rumah keluarga Cigeira. Keluarga itu memang baru pindah, tapi mereka mempunyai penjagaan yang super ketat.


"Anda yakin akan melakukan ini alpha?" tanya Aaron pada Zach. Zach mengangguk.


"Yakin. Kalian siap?"


"Tunggi dulu alpha, bagaimana jika gagal? Anda akan celaka sama seperti Kei." kata Ian.


"Kalau begitu buat jangan sampai gagal. Aku bergantung pada kalian." kata Zach.


"Saya tidak setuju dengan rencana ini alpha, terlalu berbahaya." kata Aaron.


"Saya juga tidak setuju alpha." Jake ikut mendukung Aaron. Zach menepuk pundak Aaron dan Jake.


"Aku bergantung pada kalian dan kumohon cepatlah."


Zach berdiri tiba-tiba dan keluar dari semak lalu berteriak.


"Hei! Selamat malam!" kata Zach.


"Oh astaga alpha." Aaron terkejut.


"Waah dia sangat pemberani." puji Henry.


"Ya, dan gila." tambah Aaron. Ian dan Jake tertawa mendengar Aaron mengejek Zach.


'Aku mendengarnya Aaron.' kata Zach, mindlink Aaron.


'Ahhh maaf alpha.'


"Dia sudah memulai. Sebaiknya kita juga." kata Henry disambut anggukan dari ketiga manusia serigala di sampingnya.


"Saya ingim bertemu dengan yang terhormat tuan Cigeira." kata Zach.


"Siapa kamu?" tanya salah seorang penjaga.


"Nama saya adalah Zachary Payne, alpha keturunan murni. Aku yakin tuan Cigeira akan sangat senang menemuiku." Zach tersenyum.

__ADS_1


****


tadariez


__ADS_2