
Zach terus saja mondar mandir tidak tenang. Dia sangat gelisah.
"Zach duduklah, kau harus tenang agar kita bisa menyusun rencana." kata ayah Zach.
"Aku sangat gelisah ayah dan... Aakkhhh..."
Zach memegang dadanya. Dadanya terasa terbakar dan sakit.
"Zach? Kau baik-baik saja?" tanya ayah Zach, mendatangi Zach.
"Ayah... Aku..." Zach masih merintih.
"Alpha, sepertinya ini karena hubungan alpha dan beta. Apa mungkin beta Aaron sedang dalam bahaya? Atau mungkin dia sudah.."
"Tidak..." Zach menarik nafasnya. "Aku tidak akan biarkan itu terjadi. Roland, panggilkan dua penyihir yang datang ke kota ini. Brad, panggil Rodney dan pesankan pada Daryl untuk tetap disisi Karen. Kita bertemu di hutan, di tempat latihan."
Roland dan Brad mengangguk mengerti dan langsung pergi.
"Apa yang akan kamu lakukan Zach?" tanya ayahnya. Tapi Zach tidak menjawab. Zach berjalan menuju kamarnya. Sesekali dia merintih kesakitan. Dadanya begitu sesak dan panas terbakar. Zach mengambil beberapa lembar pakaiannya dan memasukkan didalam tas ranselnya. Zach kembali turun ke bawah.
"Zach, kamu belum jawab ayah."
"Aku akan menjemput Aaron ayah."
"Ayah sudah bilang, kita butuh rencana."
"Ya, dan rencananya adalah mengeluarkan Aaron dari sana. Hidup atau mati."
"Itu sama saja bunuh diri Zach."
"Aku tidak perduli. Aku akan pergi."
Zach pergi meninggalkan ayahnya disusul Adrian dan Austin.
"Bagaimana ini alpha? Alpha Zach akan celaka."
"Aku juga tidak tahu. Tapi apa kamu tidak merasa aneh?"
"Apa maksud anda alpha?"
"Aaron di paksa kembali ke packnya di hari yang sama pack Moon Roykolt di serang, tempat di mana mate yang mulia berada. Ini seperti... Mereka sedang dipisahkan."
Simon terkejut. Dia tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya.
"Ahh iya, kenapa tidak terpikirkan oleh saya. Apa ini kebetulan atau..."
Mereka berdua terdiam dengan pemikiran masing-masing.
Kebetulan, benarkah?
****
Zach sudah sampai di hutan, tempat mereka berlatih. Tapi masih belum ada yang datang. Zach menunggu dengan gelisah.
"Tenanglah alpha." kata Adrian.
"Aku ingin tenang Adrian tapi aku tidak bisa. Dadaku sesak. Pikiranku kacau. Apa seperi ini jika punya beta? Bukankah seharusnya beta yang menjaga alpha dan bukan sebaliknya?"
"Beta dan alpha selalu saling menjaga. Yang membuat mereka kuat adalah hubungan di antara keduanya. Sangat erat. Jadi jika salah satu mereka terluka atau dalam bahaya, mereka akan mengetahuinya. Karena itu, jika beta maupun alpha terluka parah, mati atau berkhianat, maka akan sangat terasa karena ikatan mereka melebihi ikatan orang tua pada anaknya."
"Maka dari itu aku harus menyelamatkannya. Aku benar-benar berharap dia masih bisa diselamatkan."
"Tapi, alpha Dustin benar. Kita harus menyusun rencana. Pack Moon Bykort adalah pack terbesar dan terkenal kejam di dunia. Mereka mempunyai luas wilayah dan banyak pasukan seperti Lykort. Kita akan mati jika masuk tanpa rencana yang matang." kata Adrian.
"Kalau begitu kita masuk diam-diam. Aku tetap akan pergi kesana. Jika kalian tidak ingin pergi, aku tidak akan memaksa. Kalian boleh tinggal."
"Tidak. Saya akan ikut alpha." kata Adrian mantap.
"Saya juga." Austin ikut bersuara.
Tak lama datang Roland bersama kedua penyihir, Livia dan Lily.
"Alpha, ada apa? Apa ada masalah?" tanya Livia
"Aku butuh bantuan kalian." kata Zach.
"Bantuan kami?"
"Iya, kalian pernah masuk di pack Moon Bykort. Aku ingin kalian memberitahukanku jalan masuk kesana dan apa saja yang harus di ketahui." kata Zach.
"Anda... Akan masuk kesana?" tanya Livia.
"Waah anda benar-benar gila." sahut Lily.
"Lily!" tegur Livia.
"Ahh maaf, tapi.. Masuk kesana tidak semudah yang anda bayangkan." kata Lily.
"Lily benar. Tempat itu dilindungi oleh sihir yang kuat. Tidak seperti pack lain yang membaur dengan manusia, pack ini tersembunyi. Ada di tengah hutan dan dilindungi oleh mantra sihir yang sangat kuat. Kami bahkan tidak bisa masuk sendiri. Para Elder yang membukakan sihir itu untuk kami." jelas Livia.
"Tunggu dulu, kenapa mereka menyembunyikan packnya dan... Apa itu Elder?" tanya Zach bingung.
"Mereka tidak suka dengan manusia yang mereka anggap lemah. Lalu mereka membangun pack di tengah hutan, bahkan mereka mengusir para Centaur dari hutan itu. Pack mereka besar dan luas. Para prajuritpun banyak. Mereka melatih prajurit mereka dengan sangat keras. Bahkan selalu ada yang mati karen latihan itu." Austin menjelaskan.
"Kamu... Tahu?" tanya Livia. "Kamu pernah masuk ke dalamnya?"
"Tentu, aku adalah mantan anggota pack Moon Bykort."
Semua orang terkejut. Hanya Adrian, Roland dan Brad yang tidak terkejut.
"Alpha menemukan Austin dalam keadaan sekarat bahkan nyaris mati. Mereka membiarkan Austin untuk mati dengan sendirinya."
"Oh astaga, mereka kejam sekali." gumam Rodney.
"Yeah seperti itu. Aku beruntung, alpha Dustin menemukanku dan membiarkanku masuk dalam packnya. Jika tidak, mungkin aku sudah menjadi rouge atau bahkan aku sudah mati."
"Kami senang kamu bergabung sobat." Brad menepuk pundak Austin.
"Mereka terkenal bekerja sama dengan kaum lain. Terutama penyihir, untuk membuat wilayahnya tertutupi." kata Austin.
"Apa kamu pernah lihat para penyihir yang membantunya?"
"Pernah. Mereka selalu mengenakan pakaian serba hitam dan..."
"Sama kejamnya dengan mereka? Ya tentu. Mereka adalah Greates, kaum hitam. Sama seperti Elder, kaum putih. Mereka mempunyai sihir kuat dan terlatih." jelas Livia.
"Uhmm... Kalian membuatku bingung. Tadi Elder lalu Greates, kaum hitam dan putih." Zach kebingungan.
"Masalah penyihir." kata Rodney.
"Sepertinya kamu tahu banyak tentang kaum kami." kata Livia.
"Dia adalah penjaga supranatural." kata Roland.
"Aahh kau penjaga itu?"
"Oke, bisakah kita lanjutkan?" Zach terlihat tidak sabaran.
"Baiklah, untuk masuk kesana, kita membutuhkan Elder. Ahh... Elder itu seperti pemimpin kedua dari kaum putih. Mereka kuat. Jika kaum putih punya Elder, kaum hitam punya Greates. Mereka sama kuatnya." jelas Livia.
"Gelang itu, bukankah kamu Elder? Aku dengar waktu itu ayahku berkata kamu adalah Elder?"
"Elder di bagi menjadi tiga tahap seseuai kekuatannya. Elder muda, tengah dan tua. Tidak semua penyihir bisa menjadi Elder. Kami mempunyai cara tersendiri dalam memilih Elder. Aku dan Lily adalah Elder muda, berarti kami masih belum terlalu kuat. Dan yang kalian butuhkan untuk membuka pertahanan pack Moon Bykort adalah Elder tua."
"Lalu, bagaimana caranya?"
"Kami akan membantu memanggilnya. Tapi aku tidak bisa menjamin mereka akan membantu."
"Kenapa begitu?" tanya Rodney.
"Kita dilarang mencampuri urusan kaum lain. Mereka meminta bantuan kaum hitam untuk menyembunyikan diri mereka untuk melindungi pack mereka dan itu urusan mereka. Selama mereka tidak menyakiti orang lain atau kaum lain, itu di perbolehkan. Jika Elder membuka perlindungan itu, para penyihir di dalam pack akan mengetahuinya. Itu akan menjadi perang."
"Lalu bagaimana waktu itu kalian bisa masuk?"
"Kami melakukan kehebohan tentu, tapi kalian tidak bisa melakukannya lagi. Mereka sudah membuat pertahanan yang sangat kuat. Sihir sedikit saja akan terdeteksi."
"Baiklah, tolong panggilkan Elder. Setidaknya kita harus mencoba." ucap Zach akhirnya.
****
Jake berusaha melawan dua serigala sekaligus. Dia tampak kewalahan. Mike dan Moles juga bertarung sambil sesekali melindungi Tania.
__ADS_1
Ryan yang tampak takut dan kebingungan masih tetap berada paling depan dari Tania, Casey dan Anne. Dia bingung apa yang sedang terjadi.
"Tania, kita harus lari." ucap Ryan.
"Kita tidak bisa lari dari mereka. Kita akan tertangkap. Mereka sangat cepat." kata Tania. Dia berusaha setenang mungkin sementara Casey sudah sangat takut dan bersembunyi di belakang Tania.
"Apa maksudmu? Mereka siapa dan kenapa kamu sangat tenang?"
"Mereka adalah manusia serigala dan tiga serigala tadi, akan melindungi kita." ucap Tania. Ryan menatap Tania tidak percaya. Dia terkejut bahwa manusia serigala itu nyata dan dia juga terkejut Tania mengetahui semua hal itu.
Terdengar erangan. Jake terluka. Dia menggeram keras dan mundur mendekati Tania.
'Jake, kita kalah jumlah.'
'Aku tahu Mike.'
'Jadi bagaimana?'
Para serigala itu saling menggeram. Jake, Mike dan Moles sudah berada di depan Tania, melindunginya.
'Kita harus melindungi ratu. Mike, Moles, bawa mereka pergi dari sini. Bawa mereka ke rumah alpha Sebastian. Disana tempat paling aman.'
'Bagaimana denganmu?'
'Aku akan menahan mereka. Pergilah!'
'Tapi kamu bisa mati.'
'Aku baik-baik saja. Ratu paling utama, pergilah'
Jake menggeram dan mulai menyerang. Mike dan Moles saling tatap sejenak lalu beralih ke Tania.
"Mau apa kalian?! Pergi!!" Ryan mulai panik melihat dua serigala sangat besar, bahkan besarnya melebihi tubuhnya, mendekati mereka.
"Tenang kak, mereka di pihak kita." kata Tania.
"Bagaimana kamu tahu?" tanya Ryan.
"Percaya pada Tania."
Mike dan Moles merendahkan tubuh mereka.
"Me-mereka mau apa?"
Mike menatap Tania.
'Naiklah yang mulia.' sahut Mike. Dia berharap Tania mengerti.
"Mereka ingin kita naik ke atas tubuh mereka." kata Tania.
"Apa?! Tidak Tania, jangan!"
"Kak, mereka tidak jahat. Mereka akan membantu kita."
"Tapi Tania..."
Tania beranjak maju dan mendekati Mike. Tapi tiba-tiba Mike diserang. Mike mencoba bertahan. Serigala itu mencoba mendekati Tania, tapi Mike terus menghalangi. Mike terkena tendangan serigala. Mike terhempas jauh. Serigala lain datang dan mencoba menyerang Tania.
"Tania....!!!!"
Ryan berlari menuju Tania dan memeluknya. Akibatnya cakaran dari serigala itu mengenai punggung Ryan.
"Aaaakkkhhhh....!!!" Ryan berteriak.
"Oh tidak, kakak!!" pekik Tania.
Ryan lemas dan terjatuh. Tania menangkap tubuh Ryan. Mike mendatangi Tania dan menundukkan tubuhnya.
"Tidak, aku tidak akan pergi denganmu, tidak tanpa kakakku."
'Tapi anda dan Anne yang mereka incar. Anda harus pergi.'
"Aku bilang, tidak!!!" tegas Tania. Tania menyadari sesuatu. Dia bisa mendengar suara Mike dalam wujud serigala?
'Kalau begitu kita bawa juga dia.' sahut Jake.
Jake merubah dirinya menjadi manusia dan mengangkat tubuh Ryan yang sudah tidak sadarkan diri ke atas tubuh serigala Moles.
Tania dan Anne menaiki tubuh Mike.
"Casey apa yang kamu lakukan disana?! Ayo!!" ajak Tania. Casey berdiri agak jauh dari mereka. Casey berjalan mendekat tapi salah satu serigala musuh mendekatinya. Casey terkejut dan tampak ketakutan. Dia terdiam ditempatnya.
"Pergilah!! Biar aku yang menyelamatkannya." kata Jake.
"Tidak, dia akan celaka. Kamu sendirian Jake!"
"Tenang yang mulia. Saya jamin saya akan menyelamatkannya. Dia adalah mate saya. Pergilah."
Jake merubah dirinya menjadi serigala lagi dan menyerang serigala yang mendekati Casey. Mike dan Moles berlari menjauh. Ada beberapa serigala menyusul mereka. Mike dan Moles tidak bisa berlari secepat biasanya karena ada manusia biasa di atas mereka.
Serigala musuh dengan mudah menyusul mereka dan sekarang berdiri di hadapan mereka. Mike dan Moles menggeram kuat.
'Serahkan mate raja dan beta dan kami akan pergi dengan damai.'
'Tidak akan. Bahkan jika aku mati, aku tidak akan menyerahkan mereka.'
'Kamu sangat keras kepala.'
Datang beberapa serigala lain. Mereka berdiri di depan Mike dan Moles.
'Beta George.'
'Kamu tidak apa-apa Mike?'
'Kami baik.'
'Baiklah, kami yang akan menghadapi mereka, kalian pergi bawa ratu ke wilayah aman.'
'Baik, beta.'
Mike dan Moles berlari kembali. George dan lima serigala lain melawan tiga serigala musuh. Mereka bisa mengalahkan mereka dengan mudah.
Mike dan Moles tiba di rumah alpha Sebastian dan menurunkan Tania, Anne dan Ryan yang masih pingsan. Mike dan Moles merubah wujud mereka menjadi manusia. Mike mengangkat tubuh Ryan masuk kedalam rumah alpha Sebastian dan meletakkanya di sofa.
"Ada apa dengannya?" tanya alpha Sebastian.
"Dia terkena luka cakaran akibat melindungi ratu." kata Mike.
"Dia kakak saya alpha, tolong selamatkan dia...." Tania terisak.
"Moles, pergi ke rumah sakit dan minta dokter Swan datang ke mari. Dengan cakaran seperti ini, kita tidak bisa membawanya ke rumah sakit. Mereka akan memanggil polisi dan keadaan akan semakin kacau."
Moles segera pergi dan melaksanakan perintah.
"Bagaimana kawasan lain alpha?" tanya Mike.
"Awalnya kami kewalahan, tapi anehnya mereka seperti menarik diri."
"Menarik diri?"
"Iya, ini aneh."
Terdengar rintihan dari Ryan. Alpha Sebastian segera melakukan pertolongan pertama pada Ryan. Mencoba menghentikan pendarahan.
****
Jake tidak berhenti bertarung. Dia sudah terluka dan lemah, tapi dia tidak menyerah. Dia berusaha melindungi Casey yang ketakutan.
Jake menghempas satu serigala lagi. Dia sudah mencederai dua serigala. Satu serigala sudah pingsan dan satu lagi sudah tertatih. Serigala itu melarikan diri dan meninggalkan temannya yang pingsan.
Jake menoleh ke Casey. Casey menangis keras. Jake merubah dirinya menjadi manusia dan mendekati Casey.
"Apa kamu baik-baik saja Casey?" tanya Jake hati-hati. Casey tidak menjawab, hanya terus menangis. Jake duduk disebelah Casey dan menepuk pundaknya
"Casey, apa kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka?"
Casey memeluk Jake dan menangis semakin keras. Jake yang terkejut hanya bisa menepuk pelan punggung Casey untuk menenangkannya.
"Tenanglah, kamu selamat sekarang. Tidak ada yang bisa menyakitimu. Aku janji."
****
__ADS_1
"Kenapa lama sekali sih?!" pekik Zach yang sudah tidak sabaran.
"Sabarlah alpha."
"Ini sudah lebih dari satu jam! Aaron bisa mati jika seperti ini!!"
Semua orang saling memandang. Sudah satu jam Livia dan Lily pergi tapi masih belum kembali.
"Apa mereka akan kembali? Atau mereka menipu kita?"
"Tenanglah alpha, saya yakin mereka tidak menipu." Adrian berusaha menenangkan.
"Bagaimana kalian tahu? Lihat saja mereka belum kembali!!" Zack memekik lagi. Semua orang tidak ada yang bisa menjawab.
"Kamu benar-benar tidak sabaran." kata ayah Zach.
"Ayah."
Ayah Zach datang bersama Simon dan satu orang yang tidak di kenal.
"Membuat Elder bekerja sama tidak semudah yang kamu pikirkan. Mereka memikirkan sebab akibat sebelum membantu. Dan membantumu akan membuat perang dimulai Zach, tentu mereka harus memikirkannya." jelas ayah Zach.
"Siapa dia?" tanya Zach lalu menunjuk seorang laki-laki yang berdiri di sebelah ayah Zach.
"Dia adalah Barnabas Vattin, Elder."
"Hallo, alpha, senang bertemu denganmu." Barnabas mengulurkan tangannya. Zach terdiam sejenak lalu akhirnya menyambut tangan Barnabas.
"Jadi... Apa anda akan membantu?" tanya Zach.
"Kita akan menunggu dua Elder muda itu alpha. Kita harus menunggu keputusan Elder yang lain." kata Barnabas.
"Apa anda tidak bisa melakukannya?"
"Sendiri? Tidak akan bisa. Lagi pula, meskpun aku membukanya, tidak hanya aku yang akan diserang, seluruh kaum putih. Karena kami di anggap telah memasuki wilayah tanpa ijin dan mencapuri urusan kaum lain. Itu akan menjadikan alasan bagi kaum hitam untuk menyerang kami."
"Lalu aku harus tetap menunggu?"
"Kita tidak punya pilihan lain, Zach. Kita harus menunggu."
"Bagaimana jika mereka tidak menyetujuinya? Sementara hanya Elderlah yang bisa membantu kita."
Mereka semua terdiam.
"Jika kita memaksa masuk, perang tidak akan bisa di hindari. Hanya satu yang tidak akan memicu perang." gumam Rodney.
"Apa maksudmu Rod?"
"Begini, meskipun Elder bisa membuka perlindungan, perang tetap akan terjadi. Karena Elder membuka perlindungan tanpa ijin apalagi itu bukan wilayah penyihir, melainkan manusia serigala. Itu akan di anggap mencampuri urusan kaum lain."
"Jangan memutar-mutar. Kita sudah mendengar hal itu!" Zach tidak sabaran.
"Hanya yang terpilih yang bisa membantu." kata Rodney.
"Yang terpilih?"
"Tidak, tidak, itu tidak akan terjadi. Kami tidak boleh meminta bantuan yang terpilih lagi." tolak Barnabas.
"Tapi hanya yang terpilih yang bisa masuk tanpa menimbulkan perang, bukan?" tanya Rodney. Barnabas terdiam.
"Jawab pertanyaannya, tuan." desak Zach.
"Itu benar. Tapi tidak untuk saat ini. Yang terpilih telah membantu kaum kalian saat raja Lycanthrope muncul. Kami hampir kehilangannya dan kami para Elder memutuskan untuk tidak membawanya lagi sampai dia--"
"Sampai dia apa?"
"Sampai dia pulih kembali."
"Maksudmu dia belum pulih dari peristiwa itu?" tanya ayah Zach.
"Itu... Sulit di jelaskan. Tapi sebaiknya tidak melibatkannya. Damian akan sangat marah."
"Tapi kenapa dia... Maksudku yang terpilih itu bisa tidak menyebabkan perang? Bukankah dia juga seorang penyihir?" tanya Adrian.
"Dia tidak hanya penyihir biasa. Dia penjaga supranatural." kata Rodney. "Menurut buku yang saya baca, yang terpilih adalah penjaga supranatural yang menjaga keseimbangan antara makhluk supranatural. Itu membuatnya menjadi yang teratas di antara makhluk supranatural. Api biru yang dimilikinya bisa memusnahkan satu pack manusia serigala. Dia sangat kuat."
"Dan kekuatan besar yang dimilikinya juga mempunyai kelemahan. Karena itu, kami tidak meminta bantuannya." kata Barnabas. "Sewaktu membantu raja, dia sudah mengeluarkan kekuatan yang besar dan itu... Mempengaruhinya. Saya tidak bisa menceritakan secara rinci, tapi dia tidak dalam keadaan bisa membantu."
Zach menghela nafas kasar. Dia mengacak rambutnya. Dia harus segera menyelamatkan Aaron. Dadanya masih begitu sakit. Dia semakin tidak tenang.
Tak lama muncul Livia dan Lily bersama satu orang lagi.
"Akhirnya, kenapa lama sekali?!" pekik Zach.
"Maaf alpha tapi Elder harus melakukan rapat dulu. Dan kami menunggu hasil rapat itu." kata Livia.
"Barnabas, tidak kukira bisa bertemu denganmu disini." lelaki yang baru saja datang bersama Livia dan Lily itu memeluk Barnabas.
"Augys. Sedang apa kamu disini?"
"Aku kemari sebagai perwakilan dari Elder tua. Hallo alpha Zach." sapa Augys.
"Hallo tuan. Jadi.. Bagaimana?"
"Kami dari para Elder, menolak untuk membantu. Kami minta maaf." kata Augys tanpa basa basi.
"Tapi kenapa? Apa susahnya membantu?!"
"Karena ini menyangkut banyak pihak alpha, kami tidak bisa membantu."
"Sial!!"
"Zach..."
"Baiklah, aku akan pergi sendiri." Zach beranjak pergi.
"Zach, tunggu dulu. Kamu tidak bisa gegabah. Kamu akan terluka." kata ayah Zach menghentikan Zach.
"Zach tetap akan pergi ayah. Dengan atau tanpa mereka."
Zach kembali berjalan menjauhi ayahnya. Adrian, Brad, Austin dan Roland menyusul Zach.
"Bagaimana ini alpha?" tanya Simon.
"Kami benar-benar minta maaf. Kami tidak bisa membantu." kata Augys.
"Tidak apa-apa. Kami mengerti. Tapi sayangnya anak itu sungguh keras kepala. Simon kirim pasukan dan gamma ke wilayah terdekat pack Moon Bykort dan berjaga jika perang terjadi."
"Baik alpha."
"Zach, kau sungguh keras kepala."
****
"Alpha, tunggu dulu." Adrian berlari dan berhenti di depan Zach.
"Jangan menghalangi jalanku." kaya Zach dingin.
"Bukan begitu, saya tidak akan meminta anda untuk mengurungkan niat anda. Hanya saja kita butuh rencana." kata Adrian.
"Untuk apa? Kita akan tetap masuk dengan paksaan atau tidak."
"Saya tahu alpha tapi... Harus dengan rencana." desak Adrian.
"Apa bedanya Adrian? Kita tetap kalah jumlah!"
"Saya tahu alpha. Tapi mungkin dengan rencana kita bisa melakukannya dengan lebih baik."
"Bagaimana bisa?"
"Karena kalian akan melakukan penyelamatan bunuh diri." kata seseorang. Mereka semua menoleh ke arah suara.
"Meskipun kalian melakukan misi bunuh diri tapi rencana tetap di perlukan meskipun rencana itu akhirnya tidak berhasil." kata orang itu.
"Siapa kamu?" tanya Zach.
"Aku adalah satu-satunya orang yang bisa membantumu, alpha." kata orang itu lalu tersenyum.
...***...
tadariez
__ADS_1