
Nadine berjalan menyusuri koridor panjang di sisi lapangan basket sekolahnya. Sesekali netra gadis enam belas tahun itu melihat ke arah lapangan basket, dimana para anggota tim basket sekolah sedang berlatih. Sesungguhnya Nadine hanya sedang memperhatikan Christian yang juga ikut berlatih bersama anggota tim yang lain.
Entahlah, Nadine masih bingung dengan perasaannya pada Christian.
Nadine berhenti sejenak di pinggir lapangan basket dan bergabung dengan siswa lain yang juga menonton anak-anak basket berlatih. Namun netra Nadine hanya fokus pada Christian yang kini sedang men-dribble bola dan lanjut melakukan tembakan tiga angka.
"Christian sekarang yang jadi kapten tim basket sekolah," ujar salah seorang siswa yang duduk di samping Nadine.
"Iya pantas lah. Permainan Christian kan emang bagus. Lihat saja tembakan tiga angkanya, masuk terus," timpal siswa yang lain.
"Iya, betul. Anaknya juga gesit dan lincah. Semoga sekolah kita nanti bisa masuk ke semifinal di liga basket antar sekolah. Kayaknya Christian benar-benar bikin semangat para anggota tim basket jadi membara," ucap siswa yang tadi lagi.
Nadine masih merenung dengan kata-kata dari para siswa yang membicarakan tentang Christian. Hingga tiba-tiba,
"Nadine, awas!!" Beberapa siswa berteriak ke arah Nadine.
Nadine sedikit kaget saat tiba-tiba melihat bola basket yang melayang ke arahnya. Namun gerak refleks Nadine lumayan bagus. Gadis itu langsung menangkap bola basket dengan kedua tangannya.
Hap!
Nadine berhasil menangkap bola basket dengan sempurna.
Para anggota tim basket di lapangan banyak yang terkejut dengan gerak refleks Nadine yang bagus, tak terkecuali Christian.
Pemuda itu menatap ke arah Nadine, pun dengan Nadine yang tak sengaja menatap ke arah Christian hingga tatapan keduanya bertemu.
Namun dengan cepat Nadine melempar bola basket yang ada di tangannya ke arah Christian dan langsung berlalu begitu saja dari pinggir lapangan.
Christian menangkap bola yang di lempar Nadine dan segera mengopernya pada anggota tim yang lain.
'Bukan hanya Nathan yang memiliki bakat bermain basket luar biasa. Nadine sepertinya juga memiliki bakat itu,' gumam Christian yang sekarang berusaha untuk kembali fokus pada latihan.
****
"Tidak, aku tidak mau," tolak Nadine sekali lagi.
__ADS_1
"Ayolah, Nad! Tim basket putri sedang kekurangan anggota. Dan kau punya skill bermain basket yang bagus. Semua orang tahu itu," bujuk Audy sekali lagi.
Audy adalah kapten tim basket putri di SMA Pelita.
Sebenarnya sudah berkali-kali Audy meminta Nadine untuk bergabung dengan tim basket putri di sekolah mereka.
Namun Nadine selalu menolak dengan berbagai macam alasan.
Hanya ingin fokus pada pelajaran sekolah, hal itulah yang selalu menjadi alasan seorang Nadine.
"Sayang sekali jika skill bermain basketmu yang sudah bagus itu tidak kamu kembangkan, Nadine!" suara Christian yang mendadak sudah ada di dekat Nadine dan Audy lumayan mengagetkan.
Nadine menatap ke arah Christian yang kini berdiri seraya bersedekap.
"Chris benar, Nadine!" Timpal Audy sekali lagi.
Nadine menghela nafas,
"Baiklah, akan kupikirkan," Sahut Nadine pada akhirnya.
"Yess!" Audy bersorak lega.
****
"Emang bener ya, Nadine itu saudaranya Nathan Grahita dan anak dari coach Dion yang sekarang melatih klub Putra Garuda?" Ujar salah satu anggota tim basket SMA Pelita yang juga merupakan rekan dari Christian.
"Dapat info dari mana?" Timpal rekan tim basket Chris yang lain.
"Aku dengar sendiri tadi pas guru olahraga meminta Nadine bergabung dengan tim basket putri," jelas anggota yang tadi memulai cerita.
Chris yang sedang mengganti sepatunya, ikut mencuri dengar obrolan dari rekan-rekan satu timnya tersebut. Namun Chris masih enggan menimpali.
'Berarti selama ini memang tidak ada yang tahu kalau Nathan dan Nadine adalah saudara kembar,' Chris hanya bergumam dalam hati.
"Ingat anak cowok yang sering menjemput Nadine pakai motor tidak?"
__ADS_1
"Christian? Bukannya selama ini Nadine pulang selalu bareng Christian? Mereka kan pacaran."
"Bukan, yang sebelum Christian. Yang kadang pakai seragamnya SMA Harapan. Itu kayaknya emang Nathan Grahita,"
"Ehem!" Chris berdehem karena rekan-rekan timnya menyebut namanya.
Mereka serempak menoleh ke arah Christian,
"Chris, kamu kan pacaran sama Nadine. Kamu tahu tidak kalau Nadine itu saudaranya Nathan Grahita?" Tanha salah seorang anggota tim.
Bukannya menjawab Chris malah mengendikkan bahu,
"Aku udah putus dari Nadine," jawab Chris menjelaskan statusnya saat ini.
"Cepat sekali putusnya, Chris. Perasaan baru beberapa bulan kalian jadian," timpal anggota yang lain.
Chris hanya terkekeh,
"Suka-suka gue lah," jawab Chris malas.
"Jadi bener Nadine saudaraan sama Nathan Grahita?" Tanya rekan-rekan Chris lagi.
"Mereka saudara kembar. Emang kalian gak tahu?" Jawab Chris enteng.
"Hah? Serius?" Sahut mereka bersamaan. Sepertinya bukan hanya Chris yang terkejut saat tahu kalau ternyata Nadine adalah saudara kembar dari Nathan Grahita.
Chris hanya mencibir seraya mengendikkan bahu.
'Ternyata selama ini memang tidak ada yang tahu kalau Nathan Grahita adalah saudara kembar dari Nadine Putri.' Gumam Chris dalam hati.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀