Nadine & Nathan

Nadine & Nathan
#14


__ADS_3

"Nathan!" Nadine membuka pintu kamar Nathan.


Saudara kembar Nadine tersebut sedang mengerjakan tugas di kamarnya.


"Apa?" Sahut Nathan tanpa menoleh ke arah Nadine.


"Bantuin aku workout di depan. Tembakan tiga angkaku payah sekali," keluh Nadine seraya mendaratkan bokongnya di tempat tidur Nathan.


Nathan tertawa kecil,


"Dari dulu kau memang payah menembak dari luar garis. Kenapa tidak melatih assist mu yang bagus itu saja," usul Nathan seraya memutar kursi belajarnya.


Pemuda itu kini menghadap ke arah Nadine yang malah berbaring di kasurnya.


"Aku juga ingin mencetak poin," sahut Nadine seraya mencebik.


"Point guard ya point guard saja. Tidak usah sok-sokan menjadi shooter," cibir Nathan meledek Nadine.


Nadine melempar bantal ke arah Nathan.


"Apa salahnya aku mengembangkan skillku?" Nadine mencari pembenaran.


"Untuk apa mengembangkan skill kalau kau saja tidak ada niat untuk menjadi pemain profesional?" Nathan masih belum berhenti meledek Nadine


Nadine bangun dan kembali duduk bersila di atas kasur Nathan.


"Dasar tukang ceramah!" Gerutu Nadine sebal.


Nathan hanya terkekeh. Pemuda itu berdiri dan meraih tongkatnya yang tersandar di samping meja belajar.


"Ayo! Aku bantuin. Jangan ngambek begitu, dasar cewek!" Nathan sudah keluar dari kamarnya.


Nadine hanya berdecak dan segera mengekori saudara kembarnya tersebut.


Dua saudara kembar itu kini sudah berada di minicourt yang ada di halaman depan.


Nadine mengambil satu keranjang bola basket untuk ia taruh di bawah ring.


Nathan akan membantu melemparkan bola pada Nadine sebelum gadis itu melakukan tembakan tiga angka dari luar garis.


"Pakai tongkatmu, Nathan!" Perintah Nadine saat melihat Nathan yang berdiri santai di bawah ring tanpa tongkatnya.


"Yaelah, ribet. Udahlah! Aku juga gak bakal lari ngejar bola," sahut Nathan seraya terkekeh.


Nathan melemparkan satu bola ke arah Nadine.


Gadis itu sudah bersiap melakukan tembakan, namun tiba-tiba...


"Eh, tunggu! Di bikin konten bagus kayaknya mumpung punya asisten ganteng," ujar Nadine seraya terkekeh.


Gadis itu berlari masuk ke rumah untuk mengambil ponsel. Nathan hanya berdiri melongo.


"Apa katanya barusan? Konten? Sejak kapan Nadine suka membuat konten di instagram?" Nathan hanya bergumam dalam hati.


Nadine sudah kembali dari dalam rumah membawa ponsel serta tripod mini untuk membantu ponselnya berdiri.

__ADS_1


Gadis itu segera mengatur letak kamera di ponselnya agar bisa merekam latihannya hari ini dengan sempurna.


"Kurang kerjaan banget sih kamu, Nad!" Gerutu Nathan yang menunggu Nadine melakukan hal konyol itu sedari tadi.


"Berisik! Kan lumayan buat nambah follower. Kali aja habis ini banyak yang nawarin endorse ke aku," Nadine terkikik. Gadis itu sudah selesai mengatur letak ponselnya.


Nadine kembali lagi ke minicourt. Nathan mulai melempar bola untuk Nadine.


Lemparan pertama,


Meleset!


Nadine berdecak kesal. Nathan melempar bola lagi,


Lemparan kedua,


Masuk!


Nadine terus melanjutkan tembakan tiga angkanya. Di tembakan ke lima puluh, Nadine menghentikan aktivitasnya. Gadis itu mematikan rekaman kamera ponselnya.


"Udah?" Tanya Nathan dengan seringai mengejek.


"Minum dulu," sahut Nadine memberi alasan. Nadine menselonjorkan kakinya di teras rumah dan meneguk minuman yang ada di botol miliknya.


Nathan menghampiri Nadine dan mengambil ponsel Nadine yang tergeletak di samping Nadine.


"Password?" Tanya Nathan cepat


"Tanggal lahir papa," jawab Nadine yang kembali meneguk air di botol pink kesayangannya.


Ponsel terbuka,


Nathan langsung membuka akun instagram Nadine.


"Tiga belas ribu? Kamu beli followers?" Tuduh Nathan cepat.


"Enggak lah! Aku kan emang populer. Gak usah iri!" Nadine memeletkan lidah ke arah Nathan.


"Perasaan bulan kemarin followers kamu gak nyampe sepuluh ribu," Nathan masih tak percaya. Pemuda itu terus menscroll wall instagram milik Nadine.


Nadine terkikik,


"Sejak dunia tahu kalau Nadine Putri Grahita adalah saudara kembar dari Nathan Putra Grahita, mendadak banyak yang follow akunku," ujar Nadine pamer.


Nathan mencibir,


"Kau hanya numpang tenar berarti. Tapi kenapa followers-ku tak sebanyak dirimu?" Protes Nathan yang masih merasa tidak terima.


"Nanti aku tag di kontenku yang baru. Sekalian aku suruh fansku follow akun kamu, biar kamu makin terkenal," sahut Nadine seraya terkekeh.


"Cih! Fans katanya," Nathan kembali mencibir. Nadine semakin terkekeh.


Nathan meneguk air minum di botolnya yang berwarna hitam.


"Mau lanjut workout?" Tanya Nathan seraya mengembalikan ponsel milik Nadine.

__ADS_1


"Tentu saja. Aku kan juga ingin sejago dirimu," sahut Nadine seraya beranjak dari duduknya.


Nathan ikut berdiri dan kembali membantu Nadine melakukan workout. Hingga matahari terbenam, saudara kembar itu masih semangat melakukan workout di halaman depan.


****


"Audy sama Christian pacaran ya?"


Sebuah kabar mengejutkan langsung mampir di telinga Nadine saat gadis itu baru tiba di sekolah.


Nadine memasang pendengaran baik-baik seraya mengekori dua siswi yang tengah berghibah di depannya.


"Emang iya? Aku kira kabar burung doang," sahut siswi yang menggendong tas ransel berwarna coklat.


"Keren memang si Christian. Habis putus dari Nadine langsung jadian sama Audy," timpal siswi satunya yang menggendong ransel pink bunga-bunga.


"Ganteng juga anaknya. Aku mau juga kalau di tembak sama Christian"


"Ngimpi aja kamu!" Si ransel pink memukul kepala si ransel coklat menggunakan buku di tangannya.


Dua siswi itu berbelok ke arah kantin. Nadine hanya berhenti di persimpangan koridor dan tak lagi mengikuti kedua siswi tadi.


"Jadi Audy dan Chris benar jadian?'" Nadine bergumam sendiri.


"Ngelamun!" Suara Audy yang tiba-tiba menepuk punggung Nadine membuat Nadine terlonjak kaget.


"Enggak. Siapa yang ngelamun?" Nadine mengelak.


Audy hanya terkekeh.


"Nanti sore latihan, jangan lupa!" Audy mengingatkan.


"Iya, iya. Aku ingat, kok," sahut Nadine cepat.


"Eh ngomong-ngomong workout kamu kemarin sore keren banget sih. Yang nglempar bola itu Nathan ya?" Audy mengalihkan topik pembicaraan


Nadine mengangguk,


"Kelihatan dikit doang ya, mukanya. Hahaha" Nadine tergelak. Audy ikut tergelak.


"Kejam kamu! Sama saudara masa begitu," timpal Audy yang masih tergelak.


"Kan udah aku tag akunnya Nathan. Udah adil dong," Nadine membela diri.


Audy hanya mencibir.


Dua anggota tim basket putri itupun melanjutkan langkah menuju ke kelas masing-masing.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir hari ini.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀


__ADS_2