
"Kau yang menyebarkan rumor kalau Nathan bergabung dengan Putra Garuda karena papaku adalah pelatih di sana?" Tuduh Nadine pada Christian.
Dua remaja yang berstatus sebagai pacar tersebut sedang duduk di sudut kantin sekolah.
"Aku tidak pernah menyebarkan rumor itu, Nad!" Bantah Christian cepat.
"Itu hanya sebuah kesalahpahaman," lanjut Christian lagi yang masih berusaha membela diri.
Chris masih shock dengan fakta yang ia temukan pagi ini, bahwa ternyata Nadine adalah saudara kembar dari Nathan.
Dan sekarang, Nadine malah melontarkan tuduhan bodoh ini kepadanya.
Apa Nathan mengadu pada gadis ini?
"Nathan masuk ke Putra Garuda itu melalui seleksi yang ketat, sama seperti anggota yang lain, dan kamu dengan seenaknya menuduh Nathan berbuat curang. Benar-benar keterlaluan kamu, Chris!" Nadine masih tak berhenti menuduh Christian.
"Nad, itu hanya kesalahpahaman. Aku tidak pernah menyebarkan rumor bodoh itu." Chris masih bersikeras.
"Tapi kamu yang membuat rumor itu menyebar. Nathan sudah menceritakan semuanya kepadaku. Jadi kamu tidak perlu menyangkal, Chris!" Nadine ikut-ikutan keras kepala dan juga sok tahu.
"Itu tidak seperti yang kamu bayangkan atau yang Nathan ceritakan. Nathan hanya salah paham. Kamu harus percaya padaku, Nadine!" Chris terus saja membela dirinya sendiri.
Dua remaja yang berstatus sebagai pacar itu terus saja berdebat dan sama-sama keras kepala.
"Bagaimana dengan kamu yang mencium Vero di perpustakaan? Apa itu sebuah kesalahpahaman juga?" Tanya Nadine tiba-tiba.
Christian terdiam.
Harusnya saat itu Christian memang tidak perlu mendekati Vero. Christian seperti terkena sebuan jebakan. Vero yang awalnya hanya mengajak Christian mengobrol, tiba-tiba dengan lancang mencium bibir Christian.
Dan sialnya, tanpa Christian tahu ternyata ada Nathan di belakangnya yang menyaksikan ciuman mesra sialan itu.
Vero benar-benar keterlaluan. Gadis itu sungguh sukses membuat Christian tertekan dan mendapat tuduhan-tuduhan tak jelas dari siswa satu sekolah.
Mungkinkah itu adalah rencana Nathan dan Vero agar rumor buruk tentang Christian menyebar?
Mungkinkah itu adalah sebuah balas dendam dari Nathan?
"Itu sebuah jebakan. Aku rasa Nathan dan Vero yang membuat jebakan sialan itu. Vero sengaja mencium bibirku di depan Nathan, agar Nathan murka dan membuat playing victim seolah-olah aku adalah pria brengsek yang hendak merebut Vero darinya," papar Chris mengungkapkan teori yang ada di kepalanya.
Nadine ternganga,
"Kamu menuduh Nathan?" Tanya Nadine tak percaya.
Christian hanya mengendikkan bahu,
"Kenapa? Kamu tidak ada di lokasi kejadian saat itu, Nadine! Kamu hanya mendengarkan cerita dari Nathan dan kamu langsung percaya begitu saja?" Cecar Christian sinis.
"Tentu saja aku percaya, Nathan saudara kandungku," sahut Nadine cepat.
Christian berdecak,
"Orang bijak akan selalu mendengarkan fakta dari kedua belah pihak. Bukan dari satu pihak saja. Lagipula, Veronica itu bukan gadis baik-baik. Saudaramu itu yang sudah dibodohi oleh Veronica," imbuh Chris lagi kali ini sambil menuding ke arah Nadine.
__ADS_1
Nadine menatap tidak percaya pada Christian.
Kenapa pemuda ini malah memutarbalikkan fakta?
"Baiklah sudah cukup! Aku tidak mau mendengar lagi semua kebohongan yang kamu paparkan itu," ucap Nadine dengan wajah merah padam menahan amarah.
"Kebohongan yang mana? Aku bicara fakta, Nadine!" Chris tetap bersikeras.
"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Aku tidak mau menjadi teman ataupun pacarmu lagi. Kita selesai!" Pungkas Nadine seraya meninggalkan Chris yang kini berdiri mematung.
Apa Nadine baru saja memutuskan hubungannya dengan Chris?
****
Jam pulang sekolah,
Chris masih termenung diatas motornya. Sepertinya pemuda itu tengah menunggu seseorang.
Nadine keluar dari pintu utama sekolah dengan wajah masam.
Chris langsung turun dari motornya saat melihat Nadine. Tadinya Chris ingin menyapa gadis itu dan minta maaf atau sekedar menjelaskan semua kesalahpahaman yang sudah terjadi.
Namun seseorang yang berhenti di depan pintu gerbang, membuat Chris langsung mengurungkan niatnya.
Nathan sudah datang menjemput Nadine.
Nathan membuka kaca helmnya dan menatap tajam ke arah Christian. Dan Nadine yang kini sudah naik di jok belakang motor Nathan, ikut-ikutan menatap tajam ke arah Chris.
Benar-benar saudara kembar yang kompak!
****
Nathan dan Nadine sedang duduk di dalam kafe milik om Vian.
"Aku sudah putus dengan Christian," ucap Nadine yang masih fokus kelayar ponselnya.
Nadine menghapus feed instagram miliknya tempo hari tentang hubungannya bersama Christian.
Nadine melihat sejenak ke profil instagram milik Christian, pemuda itu terlihat membuat sebuah story beberapa menit yang lalu.
"Fokus Chris! Performamu di atas court lebih penting daripada perasaan bodoh pada seseorang yang tidak pernah percaya kepadamu!"
Nadine berulangkali membaca story milik Chris tersebut, hingga Nadine tidak fokus pada ucapan Nathan yang kini duduk di hadapannya.
"Nadine!" Nathan mengibaskan tangannya di depan saudara kembarnya tersebut.
Nadine tersentak kaget,
"Eh, iya. Kamu ngomong apa barusan?" Nadine tampak salah tingkah.
"Kamu baca apaan sih? Diajak ngomong malah melamun!" Sahut Nathan kesal.
Pemuda itu mengambil dengan paksa ponsel yang ada di tangan Nadine
__ADS_1
Nadine diam saja dan tidak protes sama sekali.
"Kamu beneran udah putus dari Christian?" Tanya Nathan lirih seraya mengembalikan ponsel milik Nadine.
Nadine mengangguk.
Nathan menghela nafas sekaligus mengusap wajahnya dengan kasar.
"Aku tidak pernah menyuruhmu putus dengan Christian," ujar Nathan yang langsung membuat Nadine mengernyitkan kedua alisnya.
"Tapi bukankah kemarin kamu bilang kalau Chris yang sudah menyebarkan rumor buruk tentang dirimu. Lalu kau juga bilang kalau Chris sudah lancang mencium pacarmu di perpustakaan," sahut Nadine tak mengerti.
"Apa kau mengatakan semua itu saat memutuskan Chris?" Tanya Nathan sedikit ragu.
"Tentu saja! Aku saudaramu, jadi aku membelamu," jawab Nadine cepat.
Nathan kembali mengusap wajahnya dengan kasar berulang kali,
"Bagus sekali, Nadine! Sekarang Chris akan menganggapku sebagai anak lelaki yang suka mengadu," ujar Nathan frustasi.
"Kenapa kalian para gadis selalu saja sok tahu dan ikut campur dengan urusan pria?" Imbuh Nathan lagi masih dengan nada frustasi.
"Tunggu! Aku tidak paham," Nadine menatap bingung pada saudara kembarnya tersebut.
"Kau sendiri yang kemarin mengatakan padaku kalau Chris itu cowok brengsek. Lalu setelah aku memutuskan Chris dan membelamu di hadapannya, kenapa kau malah menyalahkanku?" Sergah Nadine yang mulai emosi.
"Aku tidak menyuruhmu untuk memutuskan Chris atau menghakiminya tentang perseteruan yang terjadi diantara kami. Aku juga tidak memintamu untuk membela diriku di hadapan Chris," sahut Nathan mencari pembenaran.
"Aku membelamu, Nathan! Aku mengatakan pada Chris semua fakta tentang kamu dan klub Putra Garuda," Nadine tetap bersikeras.
"Aku bisa membela diriku sendiri!" Sergah Nathan cepat.
"Kau tidak lihat? Saat Chris tahu kalau ternyata kita bersaudara, pria itu sudah sangat shock. Lalu kau malah membahas hal tak perlu seperti itu," imbuh Nathan kembali dengan nada frustasi.
Nadine mengernyit bingung,
"Jadi maumu sekarang bagaimana? Aku sudah terlanjur putus dari Christian dan memaki pria itu. Apa aku harus kembali minta maaf dan bersujud di kakinya?" Sahut Nadine kesal.
Nathan mendengus dan ikut-ikutan kesal.
"Terserah saja!" Timpal Nathan malas.
Nadine beranjak dari duduknya dan menggebrak meja,
"Kalau memang kamu tidak mau aku mencampuri urusanmu, seharusnya kamu tidak perlu protes atau mengatakan Christian itu brengsek saat aku jadian dengan Chris kemarin," ucap Nadine bersungut-sungut seraya pergi meninggalkan Nathan.
Gadis itu keluar dari kafe dan pergi entah kemana.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀