
Nadine baru selesai mengerjakan tugas-tugas sekolahnya, saat sebuah pesan dari Chris masuk ke ponselnya.
[Nad!] -Christian-
[Iya, Chris. Ada apa?] -Nadine-
[Gak ada apa-apa. Aku mendadak kangen sama kamu] -Christian-
[Lagi nge-gombal ceritanya? Perasaan tadi di sekolah kita udah ketemu] -Nadine-
[Wajahmu bikin kangen] -Christian-
[Nah, kan. Mulai lagi gombalnya.]
[Cari pacar, gih! Biar ada yang bisa kamu gombalin] -Nadine-
[Kalo kamu aja yang jadi pacarku gimana?] -Christian-
Nadine tidak langsung menjawab chat Christian tersebut. Entah kenapa jantung Nadine tiba-tiba berdegup tidak beraturan.
Apa Christian sedang nembak Nadine sekarang?
[Nad! Kok diem?] -Christian-
[Kamu marah ya? Sama pertanyaan aku yang tadi?] -Christian-
[Enggak eh. Siapa yang marah?] -Nadine-
[Kamu diem aja soalnya. Aku kira kan kamu marah. Jadi gimana?] -Christian-
[Gimana apanya?] -Nadine-
[Ya ampun! Kenapa kamu selalu sepolos ini. Aku tu jadi gemes sama kamu] -Christian-
[Aku emang ngegemesin. Makasih pujiannya] -Nadine-
[Hmmm. Kamu belum jawab pertanyaan aku, Nad] -Christian-
[Pertanyaan yang mana?] -Nadine-
[Kamu jadi pacar aku ya!] -Christian-
[Maksa] -Nadine-
[Biarin. Biar kamu gak kabur] -Christian-
[Kalo aku nolak gimana?] -Nadine-
[Jahat!] -Christian-
[Ini kamu beneran nembak aku?] -Nadine-
[Iya beneran. Emangnya kamu pikir aku lagi nge-prank?] -Christian-
[Hahaha. Ya kan lucu aja. Masa nembak lewat chat,] -Nadine-
[Emang kamu maunya aku nembak kamu dimana?] -Christian-
[Dimana-mana hatiku senang] -Nadine-
[Besok pagi aku jemput ya! Jangan berangkat bareng Nathan] -Christian-
[Kenapa memangnya kalau aku berangkat bareng Nathan? Kamu cemburu?] -Nadine-
[Dikit.]
[Aku mau ngomong sesuatu sama kamu] -Christian-
[Ngomong sekarang emang gak bisa?] -Nadine-
__ADS_1
[Gak bisa. Aku maunya ngomong langsung sama kamu] -Christian-
[Aku malah jadi penasaran] -Nadine-
[Hehe. Pokokny besok ku jemput, ya!] -Christian-
[Baiklah jika kau memaksa] -Nadine-
[Udah malam. Tidur gih! Selamat malam, Nadine] -Christian-
[Selamat malam, Chris] -Nadine-
Tak ada balasan lagi dari Christian. Nadine segera keluar dari aplikasi chat berwarna hijau terang tersebut. Nadine ganti membuka akun instagram miliknya. Lumayan banyak DM yang masuk. Satu per satu Nadine buka dan Nadine balas meskipun kadang isinya hanya haha hihi dari fans Nadine di dunia maya.
Selesai dengan DM instagram, Nadine lanjut melihat story milik beberapa orang yang Nadine follow. Tak banyak story yang menarik perhatian Nadine, kecuali story milik Christian tentu saja.
"Andai engkau tahu..."
Seperti itulah bunyi caption di story milik Christian. Tidak ada gambar apapun. Hanya ada layar hitam gelap di belakang tulisan tadi.
Nadine mengendikkan bahu dan benar-benar tidak paham dengan maksud dari story Christian tersebut.
Entahlah,
Nadine tidak mau terlalu memikirkannya.
Nadine lanjut memeriksa wall instagram miliknya. Scroll, scroll, dan scroll. Sesekali Nadine membubuhkan komentar di beberapa postingan teman-temannya yang lewat.
Hingga akhirnya sebuah foto buket bunga pengantin berwarna putih, membuat Nadine menghentikan jarinya yang men-scroll wall instagram.
Tentu saja Nadine hafal dengan buket bunga tersebut. Nadine bahkan masih menyimpannya di kamar.
Ada caption di bawah foto.
"Mitosnya, kalau ada gadis yang dapat buket bunga yang dilempar oleh mempelai wanita. Maka gadis tersebut akan married sebentar lagi.
Dasar mitos!"
Ada belasan komentar di bawah foto tersebut. Nadine yang kepo segera membuka dan menelusuri satu persatu komen yang disematkan oleh teman-teman Christian.
Dan yang terjadi selanjutnya, Nadine benar-benar harus menahan tawanya karena beberapa komentar memang sangatlah konyol. Dan beberapa orang yang berkomentar juga menyebut akun Nadine. Membuat wajah Nadine kembali harus bersemu merah.
Nadine menguap lebar, menandakan tubuhnya sudah membutuhkan istirahat sekarang. Dengan segera gadis itu mematikan ponselnya dan pergi tidur. Besok Nadine harus sekolah, jadi Nadine tidak mau tidur terlalu larut.
****
Keesokan paginya.
Nathan sudah bersiap di atas motornya saat Nadine baru keluar dari rumah.
"Mau bareng, Nad?" Tanya Nathan seraya mengenakan helmnya.
"Enggak! Chris mau jemput bentar lagi," jawab Nadine cepat seraya mengenakan sepatu sekolahnya. Gadis itu masih duduk di kursi teras.
"Baiklah. Aku duluan," pamit Nathan seraya melambaikan tangan pada Nadine.
Nadine balas melambaikan tangan pada saudara kembarnya tersebut. Tak berselang lama, motor Nathan sudah pergi meninggalkan halaman rumah.
Nadine celingukan di pagar rumahnya menunggu Christian yang tak kunjung datang. Gadis itu juga berulang kali melihat arloji di tangannya. Nadine merogoh ponsel yang ada di sakunya dan hendak menghubungi Chris. Namun baru saja Nadine menempelkan ponsel tersebut di telinganya, motor Christian sudah tiba.
"Sorry telat," ucap Christian tanpa membuka helmnya. Pemuda itu hanya membuka sedikit kaca helm fullface yang ia kenakan.
"Gak masalah. Kita langsung berangkat saja, ya!" Balas Nadine seraya mengenakan helm di kepalanya dan naik ke motor Christian. Setelah Nadine siap, Chris segera melajukan motornya meninggalkan rumah Nadine.
Sepanjang perjalanan, dua remaja tersebut hanya saling diam dan tidak mengobrol apapun.
Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, motor Chris akhirnya masuk ke halaman parkir sekolah.
Nadine segera turun dan melepaskan helmnya.
__ADS_1
"Ayo, Chris!" Ajak Nadine pada Christian yang tak kunjung melepas helm di kepalanya. Nadine sedikit bingung dengan tingkah Christian tersebut.
Ada apa dengan pemuda ini?
Christian mengedarkan pandangannya ke kanan dan kiri sebelum benar-benar melepaskan helm dari kepalanya. Dan saat itulah, Nadine dibuat terkejut dengan wajah putih Christian yang kini terlihat lebam dan membiru di beberapa bagian.
"Astaga! Wajah kamu kenapa, Chris?" Tanya Nadine panik.
Christian hanya menggeleng dan enggan menjawab. Pemuda itu segera turun dari motornya, dan menggandeng lengan Nadine.
"Chris!" Panggil Nadine sekali lagi.
Christian menghentikan langkahnya. Pemuda itu menoleh ke arah Nadine dan menatap wajah ayu Nadine.
"Aku baik-baik saja. Ayo ke kelas!" Ajak Christian yang kembali menarik lengan Nadine.
Namun kali ini Nadine hanya bergeming dan tidak mau mengikuti.
Christian kembali berbalik dan mendekati Nadine.
"Kita ke UKS sekarang! Aku akan mengobati luka-lukamu itu," ucap Nadine sedikit memaksa.
"Aku baik-baik saja, Nad!" Sergah Christian yang langsung menolak dengan cepat.
"Sudahlah! Ayo!" Nadine tetap memaksa Christian dan sedikit menyeret pemuda itu agar mengikuti langkahnya menuju ke ruang UKS.
****
Di dalam ruang UKS yang sepi.
Nadine segera mengambil kotak P3K dan mulai mengobati memar di wajah Christian. Pemuda itu hanya diam dan sesekali meringis saat luka-lukanya dibersihkan dan diobati oleh Nadine.
"Apa yang sudah terjadi, Chris? Kamu berkelahi?" Cecar Nadine dengan raut wajah khawatir sekaligus prihatin.
Chris menggeleng.
"Papa memukuliku," ucap Christian lirih.
"Apa?" Nadine yang terkejut segera menghentikan aktivitasnya. Gadis itu menatap prihatin kepada Christian.
"Kau berbuat kesalahan?" Tanya Nadine lagi sedikit ragu.
"Aku hanya ingin mewujudkan mimpiku menjadi pebasket profesional. Apa itu salah, Nad?" Tanya Christian seraya menatap pada netra milik Nadine.
Mata Christian sudah berkaca-kaca sekarang.
"Aku mengikuti tes seleksi beasiswa di Universitas satu pekan yang lalu. Aku dinyatakan lolos. Tapi saat surat itu tiba dirumah, papa yang menerimanya," Christian mulai bercerita.
"Papa merobek surat itu di depanku," sambung Christian dengan nada lirih.
Nampak sekali ada sesak yang ditahan oleh pemuda tujuh belas tahun tersebut.
"Papa melarangku masuk ke Universitas. Papa akan langsung mengirimkan ke Amrik setelah kelulusan nanti," imbuh Christian lagi masih menahan sesak di dadanya.
Christian menangkupkan kedua tangannya untuk menutupi wajahnya sendiri. Sepertinya pemuda itu tengah menangis sekarang.
Nadine mendekat ke arah Christian dan merangkul sahabatnya tersebut. Berharap dengan cara ini Nadine bisa meringankan sesak di hati Christian.
Sesaat suasana di ruang UKS menjadi hening.
Bel tanda masuk sekolah sudah berbunyi. Namun baik Nadine maupun Christian masih enggan untuk keluar dari ruang UKS. Mungkin keduanya akan membolos di jam pertama hari ini.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀