Nadine & Nathan

Nadine & Nathan
#EXTRA PART


__ADS_3

Pagi yang indah.


Nadine menatap bayangan dirinya di cermin dan masih tak percaya kalau hari indah nan bahagia ini akhirnya tiba.


Hari pernikahan Nadine dan Christian!


"Kak!" Sapa seorang gadis berkacamata dengan pipi chubby yang mengenakan gaun terusan selutut.


"Hai, Annel!" Jawab Nadine yang langsung memeluk Annel dengan hangat.


Hubungan Nathan dan Annel sudah masuk ke tahap yang dibilang serius, meskipun masih belum tahu kapan Annel dan saudara kembar Nadine itu akan menikah. Tapi yang pasti, Nathan sudah mengantongi restu dari kedua orang tua Annel sekarang, dan Natha juga sudah akrab dengan papanya Annel, padahal dulu mereka selalu berseteru.


Ya, rasa cinta dan kesungguhan selalu bisa meluluhkan hati yang keras!


"Kuliah lancar?" Tanya Nadine yang langsung membuat Annel mengangguk.


"Lancar dan tinggal beberapa semester lagi," jawab Annel seraya terkekeh.


"Semoga Nathan masih sabar, ya," Nadine sedikit menggoda calon iparnya tersebut.


"Abang Nathan juga masih fokus sama klub basketnya. Sekarang kan ikut seleksi timnas juga. Semoga saja bisa lolos," tutur Annel penuh harap.


"Lolos dong! Kalau yang doain pacarnya!" Jawab Nadine yang kembali menggoda Annel yang kini tersipu.


"Ngomong-ngomong, gaun pengantin Kak Nadine cantik," puji Annel seraya sedikit merapikan veil yang menghiasi kepala Nadine.


"Ini gaun pernikahan Mama," jawab Nadine jujur yang langsung membuat Annel terperangah.


"Benarkah?"


Nadine mengangguk dengan cepat.


"Papa menyimpannya dengan baik, jadi aku masih bisa memakainya sekarang." Ujar Nadine lagi sedikit pamer.


"Wah! Istimewa sekali!"


"Mamanya Kak Nadine dan Abang Nathan pasti cantik, ya?" Tanya Annel penasaran.


"Sangat cantik!" Jawab Nadine seraya mendongakkan kepalanya demi menahan airmata yang kini menggenang di pelupuk matanya agar tak jatuh dan merusak riasan Nadine.


"Mamanya Kak Nadine pasti juga bahagia sekarang, melihat Kak Nadine yang akhirnya naik ke pelaminan bersama pria pilihan Kak Nadine," hibur Annel seraya mengusap lengan Nadine.


"Iya!" Jawab Nadine lirih.


"Nadine, sudah siap?" Tanya Papa Dion yang sudah masuk bersama Nathan.


"Kau menangis?" Tanya Nathan yang langsung tahu. Ikatan batin antara Nadine dan Nathan masih begitu kental sekalipun mereka sudah sama-sama dewasa sekarang.


"Hanya tiba-tiba teringat Mama," jawab Nadine jujur.

__ADS_1


Papa Dion segera mengambil sapu tangan untuk mengusap airmata Nadine.


"Mama pasti juga bahagia disana menyaksikan pernikahan kamu hari ini, Nadine!" Hibur Papa Dion yang selalu terlihat tegar saat membicarakan tentang Mama Natasya.


"Nanti papa kesepian kalau Nadine ikut Chris ke luar negeri," cicit Nadine kembali merasa khawatir pada sang papa.


"Kita sudah menbahas hal ini, dan masih ada Nathan yang akan menemani Papa, Nadine! Jangan terlalu dipikirkan!" Ujar Papa Dion seraya merengkuh kedua pundak Nadine.


"Kenapa papa nggak ikut Nadine saja?" Nadine sudah ganti memeluk sang papa dan mungkin setelah ini Nadine tak akan bisa sering-sering melakukannya. Nadine akan pergi ke benua yang berbeda nanti.


"Papa masih ada pekerjaan disini, Nadine! Dan kau harus mengikuti Christian kemanapun pria itu pergi nantinya karena kau adalah istri Christian!" Nasehat Papa Dion bijak. Nadine hanya mengangguk.


"Acara akan segera dimulai, Pa!" Nathan mengingatkan sang papa.


"Kamu keluar duluan bersama Annel! Nanti papa akan mengantar Nadine ke altar," titah Papa Dion yang malah membuat Nathan mendekat ke arah Nadine.


"Mau apa?" Tanya Nadine pada Nathan yang langsung memeluknya dengan erat.


"Selamat, ya! Aku ikut bahagia karena akhirnya kau benar-benar menikah dengan pria pilihan hatimu!" Nathan membenarkan tiara Nadine yang sedikit miring. Dan Nadine balik membenarkan dasi kupu-kupu yang dikenakan Nathan.


"Berjanjilah untuk selalu menjaga Papa saat nanti aku berada di tempat jauh!" Pesan Nadine pada sang saudara kembar.


"Sudah pasti!" Jawab Nathan seraya mengecup kening Nadine.


"Nathan, ih!" Nadine sedikit mencebik karena ini kali pertama Nathan menciumnya. Meskipun Nadine tahu kalai ini ciuman dari seorang saudara, tapi tetap saja rasanya aneh.


"Dicium abangnya kok merengut begitu!" Goda Papa Dion mencairkan suasana.


"Oh, iya! Ciuman dari seorang adik untuk kakak berarti, ya!" Papa Dion mengoreksi kalimatnya yang pertama tadi. Dan semua kembali tertawa.


"Nathan keluar dulu, Pa!"


"Ayo Annel!" Nathan menggandeng tangan Annel dan pasangan bucin itu sudah keluar dari ruangan meninggalkan Nadine serta papa Dion.


"Sudah siap?" Tanya Papa Dion pada sang putri.


"Siap!" Jawab Nadine mantap.


****


Christian yang pagi ini terlihat tampan dengan setelan jas pengantin warna hitam, sudah berdiri di altar yang berhiaskan bunga-bungar bernuansa putih. Pria itu menatap ke arah Nadine yang sedang berjalan ke arahnya seraya menggamit erat lengan papa Dion. Senyuman terlihat merekah di bibir Nadine yang wajahnya tertutup oleh veil pengantin.


Masih seperti mimpi, karena akhirnya Christian dan Nadine benar-benar akan menikah hari ini. Mengucapkan janji setia sehidup semati.


Christian mengulas senyum bahagia saat Nadine dan Papa Dion semakin mendekat ke arahnya. Christian segera menyambut Nadine dan segera menggenggam erat tangan gadis itu, saat Papa Dion berbisij pada Christian.


"Jaga dan cintai Nadine dengan sepenuh hati, Chris! Dia putri kesayanganku."


"Iya, Pa!" Jawab Christian bersungguh-sungguh. Christian lalu membimbing Nadine untuk naik ke atas altar, dan dua insan itu saling berpegangan tangan saat keduanya mengucapkan janji setia sehidup semati.

__ADS_1


"Aku Christian, bersumpah untuk selalu mencintaimu, Nadine Putri Grahita dalam segala keadaan, dalam sehat maupun sakit, dalam senang maupun susah, dalam segala keadaan hingga rambut kita,berdua memutih dan kita menua bersama. Aku akan tetap mencintaimu, hingga maut memisahkan," ucap Christian begitu dalam dan bersungguh-sungguh.


Nadine tak berhenti menatap ke dalam kedua netra Christian hingga pria itu sekesai mengucapkan janji sucinya pada Nadine.


"Aku Nadine Putri Grahita juga bersumpah untuk selalu mencintaimu, Christian dalam segala keadaan, menjadi istri yang baik untukmu, menjadi teman berbagi untuk semua masalahmu.


Aku akan terus mencintaimu hingga nanti kita menua bersama. Terima kasih karena telah menerimaku apa adanya." Gantian Nadine yang mengucapkan janji sehidup sematinya pada Christian.


Setelah beberapa proses selanjutnya, Nadine dan Christian akhirnya dinyatakan sah sebagai suami istri. Christian langsung melingkarkan cincin pernikahan ke jari manis Nadine. Pun sebaliknya dengan Nadine yang juga melingkarkan cincin pernikahan ke jari manis Christian.


Christian membuka veil penutup wajah Nadine, dan langsung membuat ciuman pertamanya bersama Nadine yang kini sudah sah menjadi istri Christian.


"Ssstt!" Nathan menyenggol pundak Annel yang terlihat menghayati prosesi pernikahan Nadine dan Christian.


"Apa, sih, Bang!" Annel seketika langsung tersipu.


"Mau seperti itu juga?" Tanya Nathan sedikit menggoda.


"Nanti! Tunggu selesai wisuda!" Jawab Annel seraya menatap pada Nathan.


"Nyicil dikit, boleh?" Gumam Nathan yang sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Annel dan hendak mencium gadis itu, saat deheman dari papa Annel membuat Nathan langsung salah tingkah.


"Nathan!"


"Siap, Om! Ada nyamuk di pipi Annel!" Sahut Nathan beralasan, dan tangannya langsung mencubit gemas pipi chubby Annel.


"Kamu nge-gemesin!" Ucap Nathan genit yang langsung membuat Annel balik mencubit lengan Nathan.


"Tapi aku suka!"


"Nanti kita menikah seperti itu, ya!" Pungkas Nathan yang tangannya sudah terulur untuk merangkul pundak Annel dengan mesra.


"Iya!"


.


.


.


Terima kasih sebesar-besarnya untuk para reader yang tetap membaca ulang kisah ini 😍😍


Karena genre-nya "teen" jadi nggak aku kasih adegan nganu, ya! Jangan menodai genre teen dengan adegan nganu. Cukup cerita "Sasha dan Allegra" saja yang banyak nganunya.


Terima kasih yang tetap memberikan hadiah, vote, dukungan,like, dan komen


Extra part-nya cuma satu bab.


Ini tanggal satu jangan lupa ceki-ceki profil othor mungkin saja ada judul baru yang dirilis sama othor remukan emping melinjo ini.

__ADS_1


Sekian.


Sampai jumpa di karya selanjutnya 💜💜


__ADS_2