
Jam istirahat sekolah.
"Ke kantin, yuk!" Ajak Christian seraya merangkulkan lengannya pada Nadine.
Dengan cepat Nadine menyingkirkan lengan Chris dari pundaknya.
"Gak usah pakai acara rangkul-rangkulan juga, Chris!" Ucap Nadine cepat.
"Kenapa memangnya?" Christian pura-pura tak paham.
"Gak enak sama Audy. Dia itu naksir sama kamu," jawab Nadine cepat.
Chris berdecak,
"Aku dan Audy itu gak ada hubungan apa-apa, Nad! Kami cuma teman," sangkal Chris dengan nada bersungguh-sungguh.
"Iya, tapi Audy itu punya perasaan sesuatu ke kamu," ucap Nadine masih bersikeras.
Christian tergelak.
"Kamu tahu dari mana? Apa Audy mengatakannya kepadamu?" Cecar Christian yang masih terkekeh.
Nadine menggaruk tengkuknya sendiri.
"Enggak sih. Aku kan melihat dari raut wajah Audy," jawab Nadine mengemukakan pendapatnya.
"Audy itu udah punya pacar kalo kamu belum tahu," bisik Christian yang kembali merangkul Nadine.
Nadine terdiam.
Apa pacar Audy adalah Christian?
"Kalian udah jadian?" Tanya Nadine dengan raut wajah polos yang sontak membuat Christian tertawa terbahak-bahak.
"Kamu polos banget sih, Nad!" Christian mengusap wajah Nadine dan lanjut mencolek hidung gadis itu karena gemas.
Nadine mencebik.
"Apaan sih, Chris!" Protes Nadine yang terlihat tidak senang dengan sikap Christian barusan.
"Aku gemas sama kamu," ucap Christian dengan raut wajah gemas.
"Aku dan Audy itu hanya berteman. Hanya teman. Dan Audy itu baru aja jadian sama sepupu aku beberapa hari yang lalu. Itulah kenapa aku dekat sama Audy belakangan ini. Ya, karena aku lagi bantuin sepupu aku pedekate sama Audy," jelas Christian panjang lebar yang langsung membuat Nadine membulatkan bibirnya.
Christian tertawa kecil.
"Jadi, apa sekarang kamu mau menceritakan kepadaku tentang hubunganmu bersama bang Rico itu?" Tanya Christian mengalihkan topik pembicaraan.
"Hubungan yang mana? Sudah kubilang itu hanya bisnis," sergah Nadine cepat.
"Lagipula, Bang Rico itu mau married sama pacarnya bentar lagi," imbuh Nadine lagi seraya mengeluarkan ponselnya.
Nadine mununjukkan foto Nevi pada Christian.
"Itu pacar bang Rico?" Tanya Christian memastikan.
"Iya. Dan satu hal lagi..." Nadine menjeda kalimatnya, yang sontak membuat Christian mengernyit penasaran.
"Bang Rico dan kak Nevi minta aku buat membujuk kamu agar mau menjadi model t-shirt yang mereka produksi," lanjut Nadine seraya menatap pada Christian.
"Apa?" Christian tergelak.
"Aku? Jadi model? Gak salah?" Christian menunjuk ke wajahnya sendiri dan masih tergelak tak percaya.
"Aku cuma menyampaikan pesan dari bang Rico dan kak Nevi aja. Kalo kamu mau terima ya syukur, kalo tidak yaudah. Tidak ada pemaksaan," ujar Nadine dengan nada diplomatis.
"Jadi modelnya bareng kamu gak?" Tanya Christian sok serius.
__ADS_1
"Iya," jawab Nadine cepat.
"Mmmm. Mungkin bisa kupertimbangkan," sahut Christian akhirnya.
"Pulang sekolah ada acara gak?" Nadine bertanya serius.
"Gak ada. Memangnya kenapa? Mau ngajakin workout?" Tebak Christian cepat.
Nadine menggeleng.
"Mau nraktir kamu makan di kafenya bang Rico," jawab Nadine seraya memainkan pulpen di tangannya.
Mendadak Nadine ingat dengan pesan bang Rico tempo hari yang meminta Nadine untuk mengajak Christian mampir ke kafe milik bang Rico.
"Wah! Honor jadi model udah turun, ya? Sok-sokan mau nraktir," goda Christian seraya menaik-turunkan alisnya.
"Ya, begitulah," sahut Nadine sombong.
"Jadi gimana? Mau gak?" Tanya Nadine sekali lagi.
"Mau dong. Nanti pulang sekolah, kan?" Christian balik bertanya.
Nadine hanya mengangguk dan segera beranjak dari duduknya.
"Mau kemana, Nad?" Tanya Christian yang ikut beranjak dan mengekori Nadine.
"Ke kantin," jawab Nadine seraya melangkah keluar dari kelas. Dan Christian berusaha menyusul serta menyamai langkah Nadine. Dua remaja itupun berjalan beriringan menuju ke arah kantin sekolah.
****
Pulang sekolah,
"Jadi ke kafe bang Rico?" Tanya Christian seraya membereskan buku-bukunya dari atas meja. Pemuda itu memasukkan bukunya ke dalam tas dengan sembarangan.
"Chris!" Tegur Nadine yang sepertinya tidak suka dengan cara Christian memperlakukan buku-bukunya.
Nadine menyambar tas milik Christian dan menata buku-buku Christian di dalam tas dengan rapi. Christian hanya tersenyum melihat tingkah Nadine tersebut.
"Siap, Nona Nadine," jawab Christian dengan nada menggoda. Pemuda itu beranjak dari duduknya dan memakai tas di punggung.
"Jadi? Kita jadi ke kafe bang Rico?" Tanya Christian sekali lagi karena pertanyaannya yang tadi belum dijawab oleh Nadine.
"Iya, jadi. Aku minta izin sama papa dulu," jawab Nadine seraya mengeluarkan ponselnya dari saku. Gadis itu mengotak-atik sebentar ponselnya sebelum meletakkannya di telinga.
"Halo, Papa!"
"Ada apa, Nad?"
"Papa pulang jam berapa hari ini? Nadine mau ke kafe bang Rico pulang sekolah ini," ijin Nadine cepat.
"Sendirian?" Tanya papa Dion yang terdengar khawatir.
"Bareng Christian. Nathan ada latihan juga katanya," jawab Nadine menjelaskan.
"Oh, yasudah kalau begitu. Nanti pulangnya sebelum gelap, ya!" Pesan papa Dion cepat.
"Siap, Papa!" Pungkas Nadine sebelum menutup teleponnya pada papa Dion.
Nadine menyimpan kembali ponselnya.
"Yuk!" Ajak Nadine seraya menggamit lengan Christian.
Christian hanya mengangguk dan dua remaja tersebut segera keluar dari kelas untuk selanjutnya pergi ke halaman parkir sekolah.
Sampai di pintu utama sekolah, Christian dan Nadine bertemu dengan Audy yang sepertinya juga baru akan keluar.
"Ciyee! Ada yang CLBK kayaknya," goda Audy usil.
__ADS_1
Cepat-cepat Nadine melepaskan gamitan tangannya pada lengan Christian.
Oh, astaga!
Ternyata sedari tadi, Nadine menyusuri koridor sekolah sambil menggamit lengan Christian. Kenapa Nadine tidak menyadarinya?
"Apaan CLBK? Kita kan cuma teman," sahut Nadine cepat.
Audy mencibir.
"Masih malu-malu dia, Chris!" Ujar Audy yang masih belum berhenti menggoda Nadine dan Christian.
"Malu-malu tapi mau," timpal Christian yang sontak langsung membuat Nadine mencubit lengan pemuda tersebut.
"Auuw! Sakit, Nad!" Keluh Christian dengan ekspresi wajah lebay menggelikan.
"Lebay!" Ucap Nadine pura-pura tak peduli.
Sedangkan Audy hanya terkekeh menyaksikan perseteruan diantara Christian dan Nadine.
"Mau ikut kita gak, Audy?" Tanya Christian pada Audy yang masih terkekeh.
"Kalian mau kemana memangnya?" Audy balik bertanya.
"Ke kafe bang Rico. Aku traktir sekalian kalo kamu mau ikut. Anggap saja sebagai ucapan selamat karena ada yang baru aja jadian sama sepupunya Christian," jawab Nadine cepat.
"Nyindir! Pasti maksudnya kalian yang mau minta pajak jadian dari aku," sahut Audy yang seakan paham dengan maksud Nadine barusan.
Nadine dan Christian tergelak bersamaan.
"Jadi, mana pacar barumu itu? Gak jemput?" Gantian Christian yang bertanya pada Audy.
"Jemput dong! Dia kan kalo gak ada jadwal kuliah rajin antar jemput aku. Udah kayak abang gojek pokoknya," jawab Audy terkikik.
"Jadi penasaran pengen liat pacar barumu. Mana orangnya?" Nadine mendadak kepo.
"Udah gak usah kepo! Ntar kamu naksir juga sama Justin," sergah Christian cepat.
"Ciyee ada yang jealous. Hahaha," Audy tertawa terbahak-bahak.
"Itu! Yang naik motor warna merah," ucap Audy lagi seraya menunjuk ke arah depan sekolah. Audy seakan sedang memberi tahu Nadine keberadaan pacar barunya.
Nadine mengikuti arah yang ditunjuk oleh Audy. Terlihat seorang pemuda yang duduk di atas motor berwarna merah sedang melambaikan tangan ke arah mereka bertiga.
"Oh, yang itu. Lumayan ganteng juga, Audy," puji Nadine seraya manggut-manggut.
"Udah, jangan lama-lama lihatnya!" Sergah Christian cepat seraya menutup mata Nadine dengan kedua tangannya.
"Apaan sih, Chris!" Protes Nadine yang sepertinya tidak terima dengan sikap lebay Christian.
"Udah buruan keluar sana, Audy! Ditungguin itu sama Justin!" Perintah Christian seraya mendorong Audy untuk segera pergi menghampiri Justin.
"Iya, iya! Dasar tuan tukang cemburu!" Ledek Audy seraya berlari ke arah pintu gerbang sekolah. Audy langsung menghampiri sang pacar dan ngobrol sebentar sebelum akhirnya dua remaja itu pergi meninggalkan kawasan sekolah.
Nadine dan Christian masih di halaman parkir sekolah.
"Jadi ke kafe bang Rico?" Tanya Christian yang kini sudah naik di atas motornya.
"Iya, jadilah!" Jawab Nadine cepat seraya mengenakan helm di kepalanya.
Nadine segera naik ke atas motor Christian dan motor pun segera melaju meninggalkan halaman sekolah, menuju ke arah kafe bang Rico.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀