Nadine & Nathan

Nadine & Nathan
#28


__ADS_3

[Pulang sekolah ada latihan di sekolah, gak?] -Rico-


[Gak ada, Bang. Hari ini latihan libur,] -Nadine-


[Bagus! Nanti ikut pemotretan t-shirt ya! Abang jemput ke sekolah. Kamu pulang jam berapa hari ini?] -Rico-


[Jam satu sudah pulang,] -Nadine-


[Oke. Nanti abang jemput ke sekolah kamu.] -Rico-


Nadine tak membalas lagi pesan dari bang Rico. Gadis itu segera menghubungi Nathan agar tak perlu menjemputnya saat pulang sekolah nanti. Tak lupa Nadine juga mengirim pesan pada sang papa untuk minta izin.


Beberapa waktu yang lalu, Bang Rico memang mengatakan kalau dia dan pacarnya sedang memproduksi t-shirt kekinian untuk anak-anak muda seperti Nadine.


Nadine sendiri sudah tidak terlau sibuk belakangan ini. Pertandingan basket antar sekolah sudah masuk babak final. Dan rencananya perhelatan babak final baru akan digelar akhir pekan depan.


"Nadine!" Sapa Audy yang baru saja tiba di kantin.


Nadine sendiri sudah di kantin sedari tadi dan sudah menghabiskan sepiring siomay.


"Hai, sendirian?" Tanya Nadine berbasa-basi.


Audy mengangguk.


"Aku lihat di story kamu belakangan ini, kamu akrab banget sama Bang Rico. Kalian pacaran?" Tanya Audy setengah berbisik.


Nadine yang sedang meneguk es teh di gelasnya sontak tersedak.


"Apa?!"


"Enggaklah! Ngawur kamu!" Sahut Nadine yang masih terbatuk-batuk.


"Tapi kalian terlihat akrab sekali," ujar Audy yang masih bersikeras.


"Itu cuma sebatas bisnis, Audy. Bisnis!" ujar Nadine dengan nada tegas.


"Ceritanya aku kan brand ambassador dari beberapa produk Bang Rico. Jadi, ya gitu. Kita berdua jadi sering ketemu dan sering berinteraksi," imbuh Nadine lagi menjelaskan.


Audy hanya manggut-manggut.


"Kirain kamu pacaran sama Bang Rico. Secara, Bang Rico kan ganteng," timpal Audy seraya terkekeh.


"Iya ganteng sih ganteng. Tapi kalo sama aku kayaknya ketuaan," bisik Nadine yang kini ikut terkekeh.


"Lagian, Bang Rico itu juga udah punya tunangan dan mau married bentar lagi," jelas Nadine sekali lagi.


"Serius? Tapi kok jarang nongol di layar tunangannya. Jangan-jangan kamu tunangannnya bang Rico," sahut Audy asal


"Ngawur!" Nadine menoyor kepala Audy.


"Tunangannya Bang Rico itu kuliah di luar negeri. Makanya jarang kelihatan. Eh tapi katanya sekarang ini udah balik ke sini. Nanti pulang sekolah aku mau diajak pemotretan," cerita Nadine sekali lagi.


"Pemotretan? Wow, bentar lagi kamu jadi selebgram beneran, Nad!" Audy bertepuk tangan untuk Nadine.


"Haish! Selebgram apanya. Aku ya tetep Nadine Putri," sahut Nadine merendah.

__ADS_1


"Eh, tapi nanti kalau ketemu sama pacarnya bang Rico jangan lupa upload di story, ya! Aku penasaran soalnya," pesan Audy seraya menaik-turunkan alisnya.


"Iya, iya! Dasar miss kepo!" Ledek Nadine seraya mengacak rambut Audy.


Bel tanda masuk sudah berbunyi. Nadine segera beranjak dari duduknya.


"Aku mau ke kelas. Kamu mau bareng, gak" tawar Nadine sebelum meninggalkan kantin.


"Kamu duluan aja! Aku belum makan soalnya. Perut aku lapar," jawab Audy seraya menuju ke arah meja kasir.


"Bolos! Awas kena razia guru BK!" Seru Nadine dengan nada meledek.


Audy hanya memeletkan lidahnya ke arah Nadine.


Nadine keluar dari kantin dengan langkah mundur sambil masih tertawa mengejek ke arah Audy. Hingga tiba-tiba...


Bugh!


Nadine tak sengaja menabrak sebuah tubuh kekar di belakangnya. Gadis itu jatuh terduduk di lantai dan sedikit kaget.


"Kamu baik-baik saja, Nad?" Suara bass dari Christian langsung membuat Nadine mendongakkan wajahnya.


Ternyata memang Christian yang Nadine tabrak barusan.


"Eh, iya. Aku baik-baik saja, Chris," sahut Nadine cepat seraya berusaha bangkit berdiri.


Christian membantu Nadine untuk berdiri.


"Sorry. Aku jalan gak lihat-lihat. Jadi nabrak kamu deh," ucap Nadine sedikit terkekeh.


"Aku juga, jalan sambil main ponsel. Kita sama-sama salah sepertinya," timpal Christian seraya menunjukkan ponsel di tangannya.


"Iya. Kamu sendiri?" Nadine balik bertanya.


"Mau ke kelas juga. Bareng yuk!" Ajak Christian seraya mengulurkan tangannya dan hendak merangkul Nadine.


"Yuk!"


Namun Nadine sudah terlebih dahulu melangkah dan meninggalkan Christian. Jadilah Christian sedikit salah tingkah dan ganti menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Christian segera menyusul langkah Nadine yang sudah meninggalkannya. Keduanya berjalan menuju kelas karena jam istirahat sudah selesai dan pelajaran akan dimulai sebentar lagi.


****


Jam pulang sekolah,


Christian masih berada di parkiran dan duduk di atas motornya. Sepertinya pemuda itu sedang menunggu seseorang. Netranya terus menatap ke arah gerbang sekolah, yang kini di penuhi oleh para siswa yang hendak keluar dari sekolah dan pulang ke rumah masing-masing.


Nadine keluar dari pintu utama sekolah seraya memainkan ponselnya. Gadis itu berjalan sendirian menuu ke arah gerbang sekolah.


Christian baru saja akan menyapa Nadine dan mengajaknya pulang bersama. Namun seseorang yang kini berdiri di gerbang sekolah dan melambaikan tangannya ke arah Nadine, membuat Christian mengurungkan niatnya.


Bang Rico datang ke sekolah menjemput Nadine?


Ouh, kenapa hati Christian mendadak terasa sakit.

__ADS_1


Nadine balas melambaikan tangan ke arah Bang Rico. Dan dalam waktu sekejap Nadine sudah masuk ke dalam mobil Bang Rico. Christian hanya bisa menelan kekecewaan.


Christian berulang kali menarik nafas panjang demi mengusir rasa sesak di dadanya. Christian masih tak menyangka jika hubungan Nadine dan Bang Rico sudah benar-benar serius dan sejauh itu.


Mungkin Christian harus mulai mengubur dalam-dalam perasaannya pada Nadine. Mungkin Christian harus menerima dengan lapang dada, dirinya yang hanya dianggap sebagai teman oleh Nadine.


****


"Tadi udah lama ya, Bang. Nungguin Nadine?" Tanya Nadine berbasa-basi.


Mobil bang Rico sudah meluncur meninggalkan sekolah Nadine.


"Enggak. Abang juga baru datang tadi. Eh pas kamu kebetulan keluar" jawab bang rico santai.


"Kita jemput Nevi dulu ke airport, nanti lanjut ke tempat pemotretan," imbuh bang Rico lagi.


Nadine mengangguk,


"Nevi, pacar Abang?" Tanya Nadine memastikan.


"Iya. Dia pulang hari ini. Katanya dia mau sekalian ketemu sama kamu," jawab bang Rico menjelaskan.


Nadine mengangguk sekali lagi.


Mobil terus melaju ke arah bandara kota.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, akhirnya mobil tiba di bandara kota.


Nadine mengekori bang Rico yang berjalan ke arah pintu masuk utama bandara. Bang Rico sepertinya sedang berbicara dengan seseorang di telepon.


Tak berselang lama, seorang gadis berambut pendek setengah berlari menuju ke arah Bang Rico dan Nadine.


"Hai, Sayang!" Sapa gadis itu seraya memeluk abang Rico.


"Udah lama kamu nungguin? Maaf tadi agak macet," balas bang Rico berbasa-basi. Gadis yang sepertinya bernama Nevi tersebut hanya mengangguk paham.


"Ini Nadine?" Tanyanya lagi seraya menunjuk ke arah Nadine.


"Iya, ini Nadine yang kemarin kita bahas itu. Nadine yang bakal jadi foto model buat t-shirt terbaru kita," jelas bang Rico pada Nevi.


"Halo, Nadine!" Nevi menyapa Nadine dengan ramah. Keduanya lanjut bercipika-cipiki.


"Aslinya lebih cantik ternyata, Yang!" Puji Nevi yang langsung membuat Nadine tersipu malu.


"Kak Nevi juga cantik," Nadine balas memuji pacar dari Bang Rico tersebut.


"Ayo langsung jalan saja! Keburu sore nanti," ajak bang Rico menyela keakraban di antara Nadine dan Nevi.


Kedua gadis tersebut mengangguk dan segera berjalan menuju ke parkiran mobil. Rico mengekor di belakang Nadine dan Nevi seraya membawa koper milik Nevi.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir hari ini.


Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀


__ADS_2