Nadine & Nathan

Nadine & Nathan
#5


__ADS_3

Semua siswa di SMA Harapan pasti sudah tahu tentang hubungan asmara Nathan, sang kapten tim basket dengan Veronica, siswi cantik cucu dari pemilik yayasan.


Pasangan kekasih yang selalu terlihat mesra ini tak jarang membuat para siswa menjadi iri. Mengumbar kemesraan, seperti sudah menjadi kebiasaan bagi Nathan dan Vero.


Dan tentu saja, selama ini belum pernah ada siswa laki-laki yang berani mendekati Vero, atau sekedar mencuri pandang pada gadis cantik tersebut.


Para siswa laki-laki di sekolah ini tentu saja tidak ada yang mau berurusan dengan seorang Nathan


Namun hari ini, Chris dengan lancangnya malah mencium bibir Vero di depan Nathan. Terang saja Nathan benar-benar murka atas sikap keterlaluan dari Chris tersebut.


Nathan dan Chris sudah selesai dengan urusan mereka di ruang kesiswaan.


"Vero bukan gadis baik-baik, Nathan! Terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi Vero yang sudah memaksa untuk menciumku saat di perpustakaan tadi. Sudah sejak lama pacarmu itu menggodaku!" Tukas Chris panjang lebar sebelum pergi meninggalkan Nathan yang masih mematung.


Nathan mengepalkan tangannya erat. Emosinya masih belum sepenuhnya reda.


****


"Kamu percaya sama aku 'kan, Nathan?" Vero merengek seraya menggamit lengan Nathan.


Nathan masih diam. Pandangannya menerawang jauh ke arah tembok pembatas sekolah yang ada di hadapannya.


Saat ini Nathan dan Vero sedang duduk di lahan kosong di belakang sekolah mereka.


"Kamu suka sama Christian?" Tanya Nathan tiba-tiba.


Vero tersentak kaget. Namun kemudian gadis itu segera menggeleng dengan cepat,


"Aku cuma cinta sama kamu, Nathan!" Ujar Vero cepat.


Nathan menghela nafas,


"Baiklah aku percaya sama kamu." Nathan mengacak rambut Veronica.

__ADS_1


"Ayo pulang! Aku akan mengantarmu," ajak Nathan seraya merangkul pundak Vero. Keduanya berjalan beriringan menuju tempat parkir.


****


Beberapa hari setelah kejadian menghebohkan di perpustakaan, perseteruan antara Nathan dan Christian semakin menjadi-jadi.


Bermacam-macam rumor semakin merebak di kalangan para siswa, tentang Nathan dan Chris yang berebut cinta Vero.


Christian yang awalnya hanya cuek, lama kelamaan menjadi gerah dengan rumor yang semakin melenceng tersebut. Christian mulai tertekan.


Dan hal ini mempengaruhi performa Christian saat berlatih basket atau tampil bersama tim basket sekolahnya dalam beberapa pertandingan persahabatan.


Tak jarang Chris mendapat teguran dari pelatih karena penampilannya yang lumayan kacau belakangan ini.


Puncak dari semuanya adalah di pertandingan terakhir, saat tim sekolah mereka mengalami kekalahan.


Selama pertandingan, Chris enggan mengoper bola ke teman-teman satu timnya termasuk Nathan. Chris terus saja memaksa untuk melakukan tembakan three point meskipun posisinya kurang menguntungkan. Dan tembakan Chris tidak ada yang masuk satupun.


Jangan tanya bagaimana ekspresi Nathan. Kapten tim itu benar-benar ingin melayangkan bogem mentah lagi di wajah Chris. Andai tidak ingat dengan sangsi yang akan Nathan dapatkan jika berkelahi lagi, mungkin Nathan sudah menghajar Chris habis-habisan.


Dasar anggota keras kepala!


Namun untunglah ini hanya pertandingan persahabatan sebagai penutup tahun ajaran. Setelah ini sekolah libur panjang, jadi Nathan tidak perlu lagi melihat wajah Chris yang keras kepala itu dalam waktu lama.


Setidaknya Nathan bisa meredam emosinya pada Chris selama libur kenaikan kelas.


****


"Christian hengkang dari tim basket dan dari sekolah kita." Kabar mengejutkan itu langsung mampir di telinga Nathan sesaat setelah Nathan baru turun dari motornya.


Ini adalah hari pertama masuk sekolah, di tahun ajaran yang baru. Nathan sudah duduk di kelas sebelas sekarang.


"Info darimana?" Tanya Nathan yang masih tidak percaya dengan informasi yang diberikan Derrick barusan.

__ADS_1


"Dari teman-teman sekelasnya Chris," jawab Derrick cepat.


"Aku dengar Chris pindah ke SMA Pelita," imbuh Derrick lagi.


SMA Pelita?


Bukankah itu sekolahnya Nadine?


Aku akan bertanya pada Nadine nanti.


Nathan bergumam dalam hati.


Sesaat ada penyesalan di relung hati Nathan atas kepindahan Chris kali ini. Mungkinkah Chris tertekan dengan sikap dan semua rumor yang beredar sebelum libur kenaikan kelas kemarin?


Chris selalu menasihati anggota tim yang lain untuk mengabaikan semua rumor buruk yang merebak di sekolah. Namun nyatanya, Chris juga tertekan saat rumor tentang dirinya merebak di sekolah. Mungkin juga sikap anggota tim saat pertandingan terakhir itu yang menyebabkan Chris akhirnya memilih untuk pindah sekolah.


Mungkinkah Chris memang sudah tidak nyaman berada di sekolah ini?


Tapi kenapa Chris malah memilih pindah ke SMA Pelita yang tim basketnya biasa saja?


Sayang sekali, jika skill bermain basket Chris yang sangat bagus itu tidak terpakai dengan benar.


Padahal masih banyak SMA di kota ini yang tim basketnya luar biasa dan lebih cocok untuk Chris menyalurkan bakat bermain basketnya itu.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir hari ini.


Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀

__ADS_1


__ADS_2