
Nathan sedang membantu Nadine melakukan workout di minicourt yang ada di depan rumah mereka, saat Christian tiba dengan motor sportnya.
"Ngapain Chris ke sini? Kalian udah jadian lagi?" Bisik Nathan seraya mendekat ke arah Nadine.
"Ngawur! Aku sama Chris mau tanding one x one berhadiah sepatu air jordan," sahut Nadine seraya terkikik.
"Serius?" Wajah Nathan terlihat ragu.
"Bercanda," Nadine memeletkan lidah ke arah Nathan. Gadis itupun berjalan menghampiri Christian yang baru turun dari motornya.
"Pagi, udah siap kayaknya," sapa Christian seraya terkekeh.
"Aku kira kamu nggak jadi datang," jawab Nadine berbasa-basi.
"Aku kan udah janji. Pasti aku tepati dong," Sahut Christian seraya membuka jaketnya.
"Duduk dulu, yuk! Ngobrol-ngobrol bentar," ajak Nadine seraya menggamit lengan Christian.
Dan Christian hanya mengangguk. Pemuda itu mengikuti langkah Nadine menuju ke arah teras rumah. Sudah ada Nathan yang sedang memainkan bola di sana.
"Hai, Nathan! Gimana lutut kamu?" Christian menyapa Nathan seraya melakukan tos. Kedua pemuda tersebut tampak akrab, seakan tidak ada api permusuhan lagi diantara mereka.
"Sudah membaik. Mungkin satu bulan lagi aku sudah bisa mulai melakukan latihan," jawab Nathan santai.
"Baguslah kalau begitu. Mungkin kita bisa bertanding one x one lagi nanti, tanpa rasa emosi tentu saja," sahut Chris seraya terkekeh.
"Aku juga sudah tidak sabar untuk segera mengalahkanmu," timpal Nathan yang ikut-ikutan terkekeh.
Nadine sudah keluar lagi dari dalam rumah membawa minuman dan camilan.
"Jadi, apa sudah ada yang berdamai sekarang?" Tanya Nadine seraya duduk di samping Nathan.
"Memangnya siapa yang bermusuhan? Aku dan Chris hanya lawan di atas court, di luar court kami teman. Bukan begitu, Chris?" Sahut Nathan sembari kembali melakukan tos dengan Christian.
Christian hanya tertawa kecil seraya mengangguk setelah membalas tos dari Nathan.
"Kalian berdua jadi sparing one x one? Atau kalian hanya mau pacaran di sini?" Nathan menatap bergantian pada Nadine dan Christian.
"Ish! Berapa kali aku bilang, kami tidak pacaran, Nathan!" Geram Nadine seraya memukul punggung saudara kembarnya tersebut.
"Iya, aku kan cuma nanya. Kamu jadi cewek barbar sekali, Nad," protes Nathan tidak terima
Sementara Christian hanya tertawa melihat perseteruan dua saudara kembar tersebut.
"Ayo, Nad!" Ajak Christian pada Nadine seraya mengendikkan dagunya ke arah minicourt di halaman rumah Nathan dan Nadine.
"Sana!" Nathan mendorong Nadine agar mengikuti langkah Chris. Tentu saja, hal itu sukses membuat Nadine jadi mencebik.
Nadine mengambil bola basket dan setengah berlari menyusul Christian yang sudah sampai di minicourt.
Christian dan Nadine melakukan pemanasan sebelum mulai bertanding.
"Aku siap jadi wasit," Teriak Nathan dari kursi teras.
Mendadak sebuah ide konyol melintas di kepala Nathan. Pemuda tersebut meraih ponselnya dan mengambil diam-diam video Nadine dan Nathan yang masih fokus melakukan pemanasan.
__ADS_1
Nathan juga menulis caption di atas video Nadine dan Christian.
"Akankah keduanya menjadi CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)"
Tak lupa Nathan juga men-tag akun Nadine dan Christian, sebelum mengirimkan di story instagramnya.
"Kamu ngapain?" Tegur Nadine yang langsung membuat Nathan gelagapan.
"Gak ada. Lagi liatin wall instagram," sahut Nathan cepat berusaha menutupi rasa gugupnya.
Nadine hanya memutar bola matanya dan segera meneguk air di botol minum pinknya.
"Buruan, gih! Katanya mau jadi wasit," seru Nadine yang sudah kembali ke minicourt.
Nathan mengambil tongkatnya dan segera menyusul langkah Nadine.
Nathan memilih berdiri di pinggir court saja.
"Nggak kamu bikin konten, Nad?" Tanya Nathan dengan nada meledek.
Nadine mendelik ke arah Nathan,
"Berisik! Jadi wasit yang benar!" Gertak Nadine galak.
Nathan dan Christian terkekeh bersamaan.
Priit!
Nathan meniup peluit.
Chris berhasil mengecoh Nadine dengan spin off-nya. Christian melakukan lay up dan....
Masuk!
Chris berhasil mencetak poin.
Sekarang gantian Nadine yang memegang bola. Chris yang berusaha merebut bola dari Nadine mengalami kesulitan. Kenapa gadis ini begitu lincah menyelip seraya men-dribble bola?
Nadine bersiap melakukan tembakan tiga angka.
"Jangan coba-coba, Nad! Kau tidak akan berhasil," gumam Nathan yang masih menatap tajam pada bola yang kini sudah ditembakkan oleh Nadine.
Masuk!
Bola berhasil masuk ke dalam ring dengan sempurna.
"Yess!" Nadine bersorak senang.
Christian mengacungkan jempolnya pada Nadine.
Skor imbang sekarang.
Permainan terus berlanjut selama kurang lebih dua puluh menit. Skor akhir setelah dua puluh menit adalah 12 poin -10 poin. Christian unggul atas Nadine.
"Keren kamu, Chris!" Puji Nadine seraya mengatur nafasnya. Gadis itu menyeka keringat yang memenuhi wajahnya.
__ADS_1
Christian hanya tersenyum dan lanjut meneguk air putih di botol minumnya.
"Permainan yang panas. Sesuai dengan cuaca siang ini," Nathan ikut bergabung bersama Nadine dan Christian.
"Lebih panas lagi kalau kalian berdua yang tanding," timpal Nadine terkekeh.
"Sudah pernah dan Christian kalah telak dariku," sahut Nathan sombong.
"Hei, aku hanya belum siap tanding hari itu," Christian mencari alasan.
Nathan dan Nadine tergelak bersamaan.
"Kita tanding sekarang! Aku pasti bisa mengalahkanmu," Christian menantang.
"Dan papaku akan langsung membunuhku," sahut Nathan seraya mengendikkan dagunya ke arah lututnya.
Gantian Chris yang tergelak.
"Hei lutut! Cepatlah sembuh!" Christian berbicara pada lutut Nathan yang sontak kembali membuat Nadine dan Nathan tergelak.
"Makanya, punya lutut itu dijaga! Bukan malah dibuat jadi cedera," cibir Nadine yang langsung membuat Nathan mencebik.
"Sok tahu!" Nathan menoyor kepala Nadine. Namun Nadine masih belum berhenti meledek dan mencibir pada Nathan.
"Hidung apa kabar?" Nathan memilih mengalihkan topik pembicaraan dan ganti berbicara pada Christian.
"Sedang dalam tahap pemulihan. Tapi aku rasa hidungku sudah bertambah mancung sekarang," kelakar Christian yang langsung disambut gelak tawa Nadine dan Nathan.
"Aku patahin lagi sini, biar semakin mancung," timpal Nadine yang masih tergelak.
"Kau akan merusak keindahannya," sahut Christian pura-pura mencebik.
"Aku lapar. Cari makan yuk!" Ajak Nathan yang sudah berhenti tertawa. Perut nathan terasa keroncongan sekarang.
"Ke kafe om Vian aja, yuk! Aku yang traktir," Nadine menaik-turunkan alisnya.
Nathan menoyor kepala Nadine,
"Nggak usah kamu traktir juga kita biasa makan gratisan di sana," Nathan membuka rahasia Nadine, yang sontak membuat gadis tersebut mencebik.
"Ayo, Nad! Aku udah kelaparan," ajak Nathan yang sudah berjalan menuju mobil sang papa. Nadine berlari ke arah teras untuk mengambil kunci mobil dan mengunci pintu rumah.
"Aku diajak gak?" Christian bertanya-tanya.
"Diajaklah, Chris. Ayo, naik mobil papa saja! Aku yang mengemudi," Nadine yang sudah kembali dari teras merangkul pundak Christian dan mengajaknya menuju mobil papa Dion yang terparkir di samping motor Chris.
Nathan sudah duduk santai di jok belakang seraya memainkan ponselnya. Nadine segera masuk ke kursi pengemudi dan Christian duduk di sebelah Nadine. Tiga remaja itupun segera melaju menuju kafe om Vian untuk makan siang.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀