Nadine & Nathan

Nadine & Nathan
#47


__ADS_3

Setelah lebih dari tiga puluh menit berjibaku dengan kemacetan, mobil papa Dion akhirnya tiba di kafe milik om Vian.


Nathan segera masuk ke kafe dan celingukan mencari keberadaan Nadine, serta yang lainnya. Tadi mereka memang membuat janji untuk kumpul di kafe ini seusai pertandingan.


"Nathan!" Seruan dari Nadine langsung dibalas Nathan dengan lambaian tangan.


"Kamu gabung saja sama Nadine. Papa mau bicara hal penting dengan om Vian," ujar papa Dion yang langsung masuk ke bagian belakang kafe.


Nathan hanya mengendikkan bahu dan memilih untuk segera bergabung bersama Nadine dan yang lainnya.


Ada Christian, Audy, dan Justin yang duduk di meja yang sama dengan Nadine. Dan mereka sepertinya sudah selesai makan.


"Lama banget. Kemana aja kamu?" Sergah Nadine cepat saat Nathan baru mendaratkan bokongnya di atas kursi.


"Macet!" Jawab Nathan dengan nada malas.


"Haus, Nad. Pesenin minuman, gih!" Perintah Nathan selanjutnya.


"Manja!" Gerutu Nadine yang langsung memanggil seorang pelayan kafe.


Nathan segera menyebutkan makanan dan minuman yang ia pesan. Nadine dan yang lain ikut memesan lagi beberapa camilan kecil.


"Penampilan yang luar biasa, Nathan!" Puji Christian seraya menepuk punggung Nathan.


"Terima kasih atas pujiannya, rivalku," sahut Nathan berlebihan.


Nathan mengeluarkan novel pemberian Annel tadi dari dalam tasnya.


"Lihat deh, Nad!" Nathan memamerkan novel barunya pada Nadine.


Gadis itu langsung terbelalak tak percaya.


"Apa?!" Kamu dapat darimana?" Cecar Nadine yang langsung merebut novel itu dari tangan Nathan.


Christian yang duduk di samping Nadine ikut melihat novel tebal tersebut.


"Nathan, I Love You. Wow!" Christian bergumam tak percaya.


"Dikasih langsung sama Annel. Lihat aja di dalam, ada tanda tangannya Annel," jawab Nathan pamer.


Nadine segera membuka halaman depan dari novel tersebut. Memang tertera tanda tangan Annel serta nama lengkap dari gadis tersebut.


"Kapan kamu ketemu sama Annel?" Tanya Nadine menyelidik.

__ADS_1


"Tadi di GOR. Dia datang menonton pertandingan trus minta tanda tangan ke aku," jawab Nathan menjelaskan.


"Serius? Padahal Annel kan tinggal di kota lain. Masa iya dia jauh-jauh datang kesini hanya demi ngasih novel ini ke kamu?" Tanya Nadine yang masih tak paham.


"Namanya juga nge-fans. Jarak sejauh apapun pasti dijabanin," sahut Nathan asal.


Nadine mencibir,


"Cih! Fans katanya,"


"Ini emang kisah tentang Nathan ya?" Tanya Christian kepo. Sepertinya pemuda itu sudah membaca sekilas isi dari novel yang kini ada di tangannya.


"Itu novel yang kamu maksud di story kamu waktu itu bukan sih, Nad?" Audy ikut-ikutan bertanya.


"Iya. Ini novel yang waktu itu aku ceritain di story. Tapi ini versi cetaknya. Dan isinya memang terinspirasi dari kisah perjalanan basket seorang Nathan Putra Grahita," ujar Nadine menjelaskan yang langsung disambut Nathan dengan tepukan dada.


Nadine kembali mencibir.


"Wow! Keren kamu, Nathan. Bisa menginspirasi seorang penulis buat nulis tentang kisah dirimu," puji Christian berlebihan.


"Nathan yang di novel itu gak seratus persen mirip Nathan asli. Gak usah berlebihan begitu mujinya, Chris!" Sanggah Nadine cepat yang langsung membuat Nathan terkekeh.


"Iri bilang aja, Nad! Lagian Annel juga udah baik hati masukin nama kamu ke karyanya dia. Kan kamu udah jadi pacarnya Nathan di novel itu," sergah Nathan yang masih terkekeh.


"Kalian pacaran? Ish! Tak betul ini," gerutu Audy yang langsung disambut gelak tawa dari Justin dan Christian.


"Salahkan penulisnya yang terlalu halu," sergah Nadine masih dengan wajah mencebik.


"Biasa aja kali, Nad! Audy cuma bercanda itu, kamunya baper berlebihan," sahut Nathan seraya menyesap minuman di gelasnya yang baru datang.


Semuanya kembali tergelak.


"Ini novelnya buat aku, kan?" Tanya Nadine seraya mengambil novel tadi dari tangan Christian.


"Enak saja! Annel memberikannya kepadaku. Jadi ini milikku," sergah Nathan yang segera merebut novel tersebut dari tangan Nadine dengan cepat.


"Gak bakal kamu baca juga. Udah buat aku aja!" Sahut Nadine dengan nada memaksa.


"Bakalan aku baca start malam ini. Jadi gak usah berprasangka buruk!" Ucap Nathan yang langsung memasukkan novel Annel ke dalam tasnya.


"Pelit!" Gerutu Nadine sebal.


"Beli dong! Jangan mental gratisan begitu!" Ledek Nathan seraya terkekeh.

__ADS_1


"Nyindir diri sendiri. Bukannya kamu yang suka minta gratisan?" Nadine membalikkan kata-kata Nathan.


"Udah, Stop!" Audy yang pening segera menengahi perseteruan antara Nadine dan Nathan.


"Kalian ini anak kembar. Kenapa selalu berseteru macam kucing dan tikus begitu?" Gerutu Audy yang sepertinya sudah jengah dengan perseteruan Nadine dan Nathan.


"Muka doang yang mirip. Tapi isi otak kami berbeda seratus delapan puluh derajat. Jadi wajar jika kami suka berdebat," ujar Nathan mencari pembenaran.


"Yup! Dan si cowok resek ini juga yang selalu bersikap menyebalkan membuatku ingin selalu mengomelinya," timpal Nadine.


"Hahaha. Kalian itu sama saja. Udah gak udah salah-salahan!" Ujar Justin yang kini tergelak.


"Nanti langsung sparing one on one aja di court daripada adu mulut begini," timpal Christian memberi saran.


"Kamu yang jadi wasitnya, Chris?" Sahut Audy seraya terkekeh.


"Bisa diatur kalau itu," timpal Christian cepat.


"Tapi ngomong-ngomong kok aku sendiri yang gak punya pasangan di sini?" Nathan mengalihkan topik pembicaraan.


"Makanya cari gandengan sana!" Ledek Nadine seraya terkekeh.


"Truk aja gandengan, masak kamu sendiri aja, Nath!" Timpal Christian seraya tergelak.


"Sialan kamu, Chris! Nadine itu gandengan aku, kenapa kamu merebutnya?" Kelakar Nathan yang pura-pura tak terima.


"Iyuuh! Aku udah males jadi gandengan kamu. Mending sama Christian yang tajir melintir," sahut Nadine seraya menggamit lengan Christian.


"Dasar mata duitan!" Nathan melempar sedotan ke arah Nadine.


Kelima remaja tersebut masih melanjutkan perbincangan seraya bercanda hingga hari menjelang malam.


Karena ini weekend dan masih dalam rangka libur panjang kenaikan kelas, jadi mereka pun bersantai dan berusaha untuk menikmati akhir pekan kali ini.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir hari ini.


Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀

__ADS_1


__ADS_2