
"Kau tidak cemburu melihat Christian dekat dengan Audy?" Tanya Nathan membuka obrolan.
Dua remaja yang juga merupakan saudara kembar tersebut sudah duduk di bangku yang ada di dalam kafe milik om Vian. Keduanya masih menunggu makanan yang mereka pesan datang.
"Kenapa harus cemburu? Aku bukan lagi pacarnya Christian," sahut Nadine seraya memainkan sedotan di gelasnya.
Gadis itu menjawab dengan nada santai. Tapi Nathan tetap bisa menangkap sebuah kekecewaan di wajah Nadine.
"Bukannya kamu masih menyimpan rasa yang belum selesai ke Chris?" Kenapa tidak kau selesaikan saja? Mungkin saja Christian juga masih menyimpan perasaan yang sama kepadamu," ujar Nathan yang mulai berteori.
Sejenak Nadine terdiam.
Chat-nya bersama Christian beberapa hari yang lalu kembali berkelebat di kepala gadis itu.
CLBK apaan?
Cinta lama belum kelar.
Memangnya apa yang belum kelar diantara kita?
Perasaan aku ke kamu.
Nadine menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.
"Christian mau jadian sama Audy atau gadis lain, itu sudah bukan urusanku. Aku dan Christian hanya berteman. Hanya teman," ucap Nadine dengan nada tegas.
Nathan hanya mengendikkan bahu.
Makanan sudah datang. Dua remaja itu segera menikmati makan malam ala kafe mereka dalam diam.
Ping!
Ponsel Nadine berbunyi menandakan ada pesan masuk. Nadine bergegas membukanya,
[Hai Nadine. Sedang sibuk? Ini aku Rico. Save nomorku, ya!] -Rico-
[Baru selesai makan malam, Bang. Udah aku save nomornya,] -Nadine-
[Foto kamu masih aku edit-edit. Mungkin besok atau lusa baru bisa aku kirim ke kamu] -Rico-
__ADS_1
[Yaudah santai aja, Bang! Gak usah buru-buru kalau emang sibuk. Nadine kan bukan pemain pro yang banyak fans,] -Nadine-
[Fans kamu itu banyak, Nad! Lihat saja follower kamu, udah hampir empat belas ribu] -Rico-
[Abang berlebihan. Itu aslinya follower Nathan. Mereka cuma kepo sama hidupnya Nathan. Tapi berhubung Nathan jarang bikin story mereka follow akunku buat kepoin kesehariannya Nathan] -Nadine-
Nadine melihat ke arah Nathan yang duduk di depannya dan juga sedang fokus ke layar ponselnya. Sesekali pemuda itu tertawa sendiri entah sedang menonton apa.
[Pinter juga kamu berteori. Hahaha.] -Rico-
[Nadine dilawan,] -Nadine-
[Besok mumpung libur main ke kafenya abang, ya! Ajak Nathan sekalian. Nanti kita bicarain kerjasama yang kemarin itu, ] -Rico-
[Wah, abang punya kafe juga? Keren, keren,] -Nadine-
[Belum lama buka. Makanya abang mau minta kamu promoin kafe abang ke follower kamu. Kali aja pengunjungnya jadi membludak,] -Rico-
[Oh, kalo itu bisa diatur, Bang. Asal bisa numpang ngopi gratis disana. Hehehe] -Nadine-
[Gampang itu]
[Yaudah, besok abang tunggu ya! Agak sore aja datangnya. Abang share lokasinya.] -Rico-
Tak berselang lama, Bang Rico mengirimkan sebuah lokasi ke ponsel Nadine. Ternyata lumayan dekat dari sekolah Nadine lokasi kafe Bang Rico.
"Nadine!" Nathan memanggil Nadine yang masih fokus ke layar ponselnya.
"Apa?" Nadine mendongakkan kepalanya dan menatap saudara kembarnya tersebut.
"Pulang yuk! Udah jam delapan lebih," ajak Nathan seraya melihat arloji di tangannya.
"Yuk!" Nadine menyambar tasnya dan segera bangkit berdiri. Gadis itu berjalan cepat ke arah pintu keluar. Nathan mengekor di belakang Nadine.
Tak berselang lama, mobil papa Dion yang dikemudikan oleh Nathan sudah melaju membelah jalanan kota yang masih saja padat. Sesekali laju mobil tersebut harus tersendat karena lampu merah.
"Besok sore kamu ada acara, gak?" Tanya Nadine membuka obrolan.
"Gak ada. Kenapa memangnya?" Nathan balik bertanya.
__ADS_1
"Bang Rico minta kita berdua main ke kafe barunya. Dia mau ngajakin bisnis apa gitu," jawab Nadine seraya memainkan boneka basket yang ada di dashboaard mobil.
"Kamu atau aku yang mau diajak bisnis?" Tanya Nathan penasaran.
Nadine mengendikkan bahunya,
"Mungkin kita berdua," jawab Nadine asal seraya terkekeh.
"Hayuk aja kalo memang mau bisnis. Kali aja bisa buat nambah-nambah tabungan aku," timpal Nathan bersemangat.
"Tabungan buat beli air jordan," tebak Nadine cepat.
"Hahaha, sok tahu kamu! Aku mau beli yang lain," sahut Nathan nenyangkal.
"Beli pacar misalnya. Udah setengah tahun kamu jomblo. Benar-benar pencapaian yang luar biasa," timpal Nadine dengan nada mencibir.
"Pacar? Mau buat apa? Kalo masalah gandengan kan ada kamu yang selalu jadi gandengan aku yang serasi," ujar Nathan seraya menaik turunkan alisnya.
Nadine memutar bola matanya,
"Aku mau cari pacar aja kalo gitu. Biar kamu gak punya gandengan lagi," ejek Nadine dengan nada malas.
"Jahat kamu, Nad!" Nathan pura-pura mencebik.
Nadine tidak menanggapi lagi. Gadis itu membuka aplikasi instagram miliknya.
Satu persatu story dari orang-orang yang ia ikuti ia baca. Hingga akhirnya tiba pada story milik Christian.
Ada foto sepiring nasi goreng dan sebuah caption
"Lagi di traktir sama kapten cantik"
Nadine hanya tersenyum kecut dan dengan cepat menutup aplikasi instagram miliknya. Mobil sudah berbelok ke jalan masuk perumahan.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀