Nadine & Nathan

Nadine & Nathan
#26


__ADS_3

"Benar disini alamatnya?" Tanya Nathan memastikan.


Nadine melihat google maps di ponselnya dan memastikan sekali lagi.


"Iya disini, Nat," ucap Nadine mengangguk yakin.


"Kok sepi?" Gumam Nathan yang sepertinya masih ragu.


"Aku dengar kafenya baru buka beberapa hari. Jadi mungkin karena itu, kafenya masih sepi," ujar Nadine berpendapat.


"Yaudah buruan turun, gih!" Perintah Nathan pada Nadine.


Nadine segera turun dari mobil dan menunggu Nathan memarkirkan mobil.


Tak berselang lama, bang Rico keluar dari pintu masuk kafe.


"Halo, Nad!" Sapa bang Rico pada Nadine yang masih berdiri di depan kafe.


"Sore, Bang," Nadine menjawab sapaan Bang Rico seraya melakukan tos.


Nathan sudah datang dan segera ikut bergabung bersama Nadine dan bang Rico. Mereka bertiga masuk ke kafe yang terlihat minimalis tersebut.


Namun saat sampai di dalam, Nadine dan Nathan cukup tercengang. Kafe yang terlihat kecil di bagian depan tersebut rupanya di dalam lumayan luas. Dan kafe ini benar-benar berkonsep ala anak muda. Ada beberapa spot untuk berfoto yang menarik di dalam kafe tersebut.


"Keren banget kafenya, Bang," puji Nadine dengan mata berbinar kagum.


"Cocok banget ini buat nongkrong," timpal Nathan yang juga ikut mengagumi kafe bang Rico.


"Kamu ajak temen sama pacar kamu nongkrong kesini boleh banget kok, Nathan," ujar bang Rico seraya menepuk punggung Nathan.


Nadine menahan tawanya saat bang Rico menyebut pacar pada Nathan. Apa bang Rico sedang menyindir Nathan yang jomblo ini?


"Apa ketawa-ketawa?" Gertak Nathan pada Nadine dengan raut wajah tidak senang.


"Gak ada," sahut Nadine yang masih menahan tawanya.


"Ada apa memangnya? Ada yang abang lewatkan? Nathan memang punya pacar, kan? Siapa itu namanya? Ve...Ve-" bang Rico belum jadi melanjutkan kalimatnya, namun Nathan sudah memotong dengan cepat.


"Sudah putus, Bang!" sahut Nathan cepat seraya tersenyum kecut.


Berbeda dengan Nadine yang langsung tergelak dan menertawakan Nathan dengan sangat puas.


"Puas banget kamu yang ketawa, Nad!" Dengkus Nathan dengan raut wajah kesal.


"Puas dong. Kapan lagi bisa ngetawain kamu kayak gini," ucap Nadine yang masih belum berhenti tertawa.


"Kamu sendiri juga jomblo sampai sekarang. Kenapa gak ngetawain diri kamu sendiri?" Sahut Nathan yang terlihat semakin kesal.

__ADS_1


"Nadine jomblo, udah biasa. Lah kalau Nathan yang katanya adalah kapten tim basket paling keren se-SMA Harapan yang jomblo. Kan agak gimana gitu," ledek Nadine dengan ekspresi wajah yang menggelikan.


"Untuk apa punya pacar kalau gak menghasilkan prestasi apapun? Mending jadi jomblo saja tapi prestasi cemerlang," timpal Nathan sok diplomatis.


"Aku setuju sama kamu, Nathan!" Sahut bang Rico yang langsung mengajak Nathan untuk tos.


Nadine hanya mencibir.


"Bang Rico kaum jomblo juga?" Tanya Nadine kepo.


Bukannya menjawab, Bang Rico malah terkekeh.


"Kepo! Emangnya kalau bang Rico jomblo, kamu mau daftar jadi ceweknya?" Cecar Nathan yang langsung disambut dengan sebuah cebikan di bibir Nadine.


"Apa kalian selalu beretengkar seperti ini setiap hari?" Tanya bang Rico yang merasa penasaran dengan perseteruan antara dua saudara kembar tersebut.


"Kami bukan bertengkar, Bang!" Sanggah Nadine cepat.


"Yup, kami hanya berdebat saja. Karena meskipun kami anak kembar, isi otak kami itu bertolak belakang dan berbeda seratus delapan puluh derajat," sahut Nathan menimpali sanggahan dari Nadine barusan.


Terang saja, jawaban kompak dari Nathan dan Nadine malah justru membuat bang Rico semakin tergelak.


"Benar-benar anak kembar yang kompak!" Ucap Bang Rico seraya mengacungkan kefua jempolnya.


"Ayo duduk dulu!" Ajak Bang Rico selanjutnya.


Mereka bertiga pun duduk di salah satu bangku yang ada di bagian outdoor kafe.


Dan di atas meja tersebut, sudah tersaji beberapa makanan dan minuman.


"Wow! Ini untuk kita, Bang?" Tanya Nathan yang langsung berbinar senang melihat makanan lezat di atas meja.


"Ya. Ini hanya beberapa contoh menu yang di sediakan oleh kafe ini nantinya. Kalian bisa mencicipinya dulu," jelas Bang Rico sambil tersenyum ramah.


Tangan Nathan sudah terulur dan bersiap mencomot salah satu makanan yang ada di atas meja. Namun dengan cepat Nadine memukulnya.


"Auuw! Kamu kenapa sih, Nad?" Protes Nathan yang merasa tak terima tangannya dipukul oleh Nadine.


"Aku mau mengambil foto makanannya dulu. Jadi jaga tangannmu yang gatal itu dan lap air liurmu yang menetes itu!" Sergah Nadine seraya menunjuk ke arah bibir Nathan.


Terang saja, hal itu langsung membuat Nathan meraba-raba bibirnya sendiri untuk memastikan apa ada air liurnya yang menetes seperti kata Nadine atau tidak.


Sedangkan bang Rico hanya tertawa kecil seraya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perseteruan antara Nathan dan Nadine yang seperti tidak ada habisnya.


Nadine mengambil foto makanan yang sudah tersusun rapi diatas meja dalam berbagai pose.


"Sok banget sih, Nad! Bang Rico yang udah profesional aja gak sampe segitunya kalo ambil foto," ledek Nathan seraya terkekeh.

__ADS_1


Nadine hanya mencibir dan tak menanggapi. Gadis itu sudah selesai mengambil gambar. Segera Nadine mengunggahnya di story instagram miliknya.


"Nama kafenya apa, Bang?" Tanya Nadine yang masih fokus ke layar ponselmya.


"R&N" jawab bang Rico cepat.


"Apa? R&N? Bukan kepanjangan dari Rico dan Nadine kan?" Cecar Nathan yang kini mulutnya penuh dengan makanan.


Bang Rico tergelak,


"Rico dan Nathan juga bisa," timpal bang Rico yang masih tergelak.


"Bang Rico nge-fans ya sama kita berdua? Sampai nama kafenya gitu amat," tanya Nathan yang sepertinya penasaran sekali.


"Geer banget kamu, Nathan! Bisa saja kan N itu nama pacarnya bang Rico," sahut Nadine cepat seraya menoyor kepala Nathan.


"Seratus buat kamu, Nadine! R&N itu kepanjangan dari Rico dan Nevi. Pacar aku," jelas Bang Rico sembari tersenyum.


"O, begitu," ucap Nadine dan Nathan berbarengan.


"Siap!" Seru Nadine yang sudah selesai mengunggah video makanan tadi di story instagramnya.


Bang Rico dan Nathan membuka ponselnya untuk melihat story instagram milik Nadine.


"Kamu kayaknya jago bikin story kreatif begini, Nad!" Puji bang Rico setelah melihat story instagram Nadine.


Nadine hanya tersenyum seraya tersipu malu.


"Yang ada hubungannya sama tambah-menambah follower, Nadine memang jagonya, Bang," timpal Nathan seraya terkekeh.


"Terima kasih pujiannya, saudara kembar. Silahkan dihabiskan makanan gratisnya!" Sahut Nadine dengan nada menyindir.


Nathan hanya mencibir dan enggan menanggapi.


Menjelang petang, Nadine dan Nathan baru meninggalkan kafe milik bang Rico tersebut. Tentu saja sepasang saudara kembar itu tidak pulang dengan tangan kosong. Ada satu goody bag berisi camilan kekinian yang dibawakan oleh bang Rico.


Dan sebagai ganti dari semuanya, Nadine cukup memberikan foto serta testimoni setelah mencoba camilan tersebut.


Ya, ya, ya,


Menjadi selebgram yang punya banyak follower ternyata cukup menyenangkan. Nadine jadi bisa mendapat makanan gratis.


Mungkin setelah ini Nadine akan membuka jasa endorse produk di akun instagramnya.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir hari ini.


Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀


__ADS_2