
"Ini jawabannya apa?" Tanya Christian menunjuk ke salah satu soal.
"Cari sendiri!" Sahut Nadine sebal.
"Cariin, Nadine cantik!" Christian merayu Nadine.
"Halaman 128," ucap Nadine seraya menyodorkan buku paket pada Christian.
Dengan cepat Christian membuka halaman yang disebutkan Nadine.
"Makin sayang deh, sama kamu," ucap Christian seraya menyalin jawaban.
"Gombal!" Nadine memukul pundak Chris menggunakan pena.
"Ini soal terakhir, kan?" Christian membolak-balik lembaran soal dan memastikan tidak ada soal yang terlewat.
"Iya, ini yang terakhir," ucap Nadine seraya membereskan lembaran soal dan buku-buku yang ada di pangkuan Christian.
"Kamu tadi udah makan?" Tanya Christian khawatir.
"Iya, aku lupa belum makan siang," jawab Nadine meringis.
"Ada kantin kan di sini? Aku beli ke kantin aja," sambung Nadine yang sudah selesai membereskan buku-bukunya.
"Suruh aja itu yang pake baju item-item di depan. Kamu tunggu disini aja dan temani aku," ujar Christian seraya mengendikkan dagunya ke arah pintu masuk.
"Itu bodyguard kamu?" Tebak Nadine.
"Bodyguard papa. Aku mana punya?" jawab Christian terkekeh.
"Ck! Anak orang kaya emang beda ya. Sakit aja dijagain sama bodyguard," cibir Nadine yang ikut-ikutan terkekeh.
"Kamu mau punya bodyguard juga? Aku siap kok jadi bodyguard kamu seumur hidup," timpal Christian memulai gombalannya.
"Gombal teroos! Lama-lama aku bakalan diabetes dengerin kata-kata manis kamu tiap hari," cecar Nadine seraya mencubit pipi Christian.
"Auuw! Sakit, Nad! Kenapa dicubit? Dicium kek atau dielus gitu," protes Christian pura-pura merajuk.
"Maunya!" Nadine kembali mencibir.
Gadis itu meraih buah apel yang ada di atas nakas dan mulai mengupasnya.
"Nggak jadi beli makan?" Tanya Christian lagi mengingatkan.
__ADS_1
"Bentar," jawab Nadine yang sudah selesai mengupas dan memotong apel di tangannya.
"Mau?" Nadine menyuapkan satu potongan apel ke mulut Christian.
"Enak!"
"Kalo disuapi pacar lebih enak ternyata," gombal Christian sekali lagi.
"Modus! Bilang aja minta dikupasin dan disuapin terus!" Sahut Nadine seraya memanyunkan bibirnya.
Christian hanya terkekeh dan terus mengunyah apel yang disuapkan oleh Nadine.
Ceklek!
Pintu ruang perawatan dibuka dari luar
Christian dan Nadine menoleh bersamaan ke arah pintu.
Seorang wanita paruh baya yang berpenampilan modis masuk ke ruangan dengan wajah khawatir.
"Chris!" Sapa wanita paruh baya tersebut yang langsung mendekat ke ranjang perawatan Christian.
Nadine segera mundur dan memberikan ruang pada wanita yang wajahnya mirip dengan Christian tersebut. Mungkinkah itu adalah mama dari Christian?
Wanita paruh baya itu memeriksa sang putra dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Nadine sedikit menahan tawanya karena baru hari ini Nadine tahu kalau Christian ternyata adalah anak kesayangan sang mama.
"Ma! Chris baik-baik saja. Jangan lebay begitu kenapa sih!" Bisik Christian sambil berulang kali melirik ke arah Nadine.
Mungkin pemuda itu sedikit malu.
"Bukan lebay! Mama itu khawatir sama kamu, Chris!" Sahut mama Chris mencari pembenaran.
"Iya Chris udah baik-baik saja, Ma! Operasi lancar tinggal pemulihan," ujar Christian sekali lagi dengan nada sedikit tegas.
"Udah makan? Udah minum obat? Trus masih berasa sakit gak?" Tanya mama Chris bertubi-tubi.
"Iya, Chris udah makan. Ma! Jangan berlebihan begitu!" Bisik Christian sekali lagi menahan rasa malunya pada Nadine.
"Kamu kenapa sih, Chris?" Mama Chris menoleh dan langsung mendapati Nadine yang berdiri di sudut kamar seraya menahan tawanya.
"Sore, Tante," sapa Nadine yang langsung mencium punggung tangan mama Chris.
__ADS_1
"Sore. Kamu temannya Chris?" Tanya mama Chris to the point.
"Iya, Tante. Saya Nadine, temannya Chris. Tadi kesini anterin tugas sekolah buat Chris," jawab Nadine menjelaskan.
Mama Chris mengangguk seraya tersenyum.
Nadine meraih tasnya yang ada di samping ranjang Chris dan segera memakainya.
"Mau kemana, Nad?" Tanya Christian cepat.
"Aku mau pulang. Udah sore. Takut papa nyariin," jawab Nadine memberi alasan.
"Pulang naik apa?" Tanya Christian khawatir.
"Naik ojeklah. Udah kamu istirahat aja! Besok aku kesini lagi bawain tugas kamu," ujar Nadine seraya menepuk punggung Christian.
"Nadine langsung pamit, Tante. Tugasnya Chris sudah selesai." Nadine kembali mencium punggung tangan mama Chris.
"Hati-hati ya, Nadine! Terima kasih sudah mengantar tugasnya Christian," ucap mama Chris seraya mengusao kepala Nadine.
Nadine hanya tersenyum dan segera keluar dari ruang perawatan Christian.
"Jadi itu yang namanya Nadine?" Tanya mama Chris sesaat setelah Nadine pergi.
Christian hanya mengangguk dan lanjut memakan buah apel yang tadi dikupaskan Nadine.
"Pantesan kemarin ribut sama papa gak mau dijodohin. Terrnyata udah dapat yang cantik," seloroh mama Chris sedikit mencibir.
"Cantik, baik, pinter, gak manja, pokoknya cocok deh jadi mantu idaman mama," timpal Christian cengar-cengir.
"Sekolah dulu yang benar! Baru mikirin nikah," nasehat mama Chris seraya mengusap kepala Christian.
"Siap, Mama!" Sahut Christian cepat.
.
.
.
Terima kasih readers yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini 🏀
__ADS_1