
"Huh, nyaris terlambat. Terima kasih, Papa sudah nganterin Nadine," Nadine mencium pipi sang papa dan segera turun dari mobil. Gadis itu berlari masuk ke gedung olahraga.
"Hati-hati, Nadine!" Seru papa Dion yang sepertinya hanya terbang tertiup angin. Nadine sudah tak terlihat lagi.
"Masuk sekarang, Pa?" Tanya Nathan yang duduk di jok belakang. Pemuda itu masih asyik dengan ponselnya.
Hari ini adalah hari pertama kompetisi basket antar sekolah untuk tim basket putri. Dan tim dari sekolah Nadine akan berlaga di pertandingan pembuka.
Untuk tim basket putri dari sekolah Nathan baru akan berlaga besok. Jadi Nathan hari ini datang bersama papa Dion memang khusus untuk memberi dukungan pada Nadine.
"Kita masuk sekarang! Kalau Nadine sudah turun ke court dan kita belum duduk di bangku penonton, gadis itu akan mengomel saat pulang nanti," ujar papa Dion seraya terkekeh.
"Princessnya papa itu memang paling jago mengomel," timpal Nathan yang ikut-ikutan terkekeh.
Dua pria berbeda generasi tersebut segera turun dari mobil dan masuk ke gedung olahraga melalui pintu khusus penonton.
Suasana di bangku courtside belum terlalu penuh, saat Nathan dan papa Dion masuk. Keduanya segera duduk di bangku courtside barisan depan. Para pemain juga belum terlihat memasuki court.
Sepertinya mereka masih bersiap-siap di ruang ganti.
"Menurutmu sekolah mana yang akan menjadi juara tahun ini?" Tanya papa Dion membuka obrolan.
"Sepertinya sulit ditebak juara tahun ini," jawab Nathan sok teoritis.
"SMA 3 yang menjadi juara tahun kemarin Nathan dengar sedikit menurun performanya karena beberapa pemain lama sudah berganti dengan pemain baru," imbuh Nathan lagi.
"Dan lagi, SMA Pelita sepertinya berpeluang besar tahun ini," pungkas Nathan mengakhiri pendapatnya.
Papa Dion mengangguk setuju.
"Papa melihat satu kali saat tim basket putri SMA Pelita berlatih. Dan mereka terbilang sangat kompak. Apalagi kehadiran Nadine seperti membakar semangat anggota tim yang lain," tutur papa Dion mengemukakan pendapatnya.
"Kemampuan Nadine meningkat pesat belakangan ini," timpal Nathan menanggapi pendapat sang papa.
"Kau juga merasakannya?" Tanya papa Dion sedikit terkekeh.
Nathan mengangguk,
"Lumayan membuatku kewalahan saat harus menemani gadis itu melakukan workout satu bulan ini," jawab Nathan yang ikut terkekeh.
"Sayang sekali, Nadine masih bersikeras dan tidak mau menjadi pemain profesional. Padahal kemampuannya benar-benar diatas rata-rata," imbuh Nathan lagi yang kini menatap ke arah court.
__ADS_1
"Papa masih berharap, Nadine mau masuk ke Universitas lewat jalur beasiswa basket," ujar papa Dion lagi.
"Dia sudah memberitahu papa mau mengambil jurusan apa?" Tanya Nathan penasaran.
Papa Dion mengangguk,
"Ya, dia mau mengambil jurusan hukum. Apa dia belum memberitahumu?" Papa Dion balik bertanya.
Nathan menggeleng,
"Jurusan yang sedikit berat. Tapi Nadine adalah gadis yang cerdas, Nathan yakin dia tidak akan mengalami banyak hambatan," timpal Nathan berpikir positif.
Sorak- sorai para pendukung kedua SMA terdengar riuh saat pemain mulai memasuki court dan menyapa penonton yang hadir.
Nadine menghampiri sang papa dan juga Nathan untuk melakukan tos sebelum mulai bertanding.
"Goodluck, princess bawel!" Ujar Nathan saat melakukan tos bersama Nadine.
Nadine hanya mencebik dan sedikit mendelik ke arah saudara kembarnya tersebut.
Nadine sudah akan berbalik dan kembali ke bench, namun sebuah suara membuat gadus itu kembali menoleh ke arah bangku courtside,
Christian mengambil tempat duduk di samping Nathan yang masih kosong.
"Hai!" Nadine balik menyapa Christian seraya tersenyum.
"Goodluck!" Ucap Christian seraya mengulurkan tangannya pada Nadine.
Nadine membalas uluran tangan Christian dengan cepat, dan keduanya melakukan tos. Setelah itu Nadine segera krmbali ke bench dan bergabung bersama anggota tim yang lain. Mereka mendapat sedikit pengarahan dari pelatih sebelum melakukan pemanasan.
"Sudah lama, Nathan?" Christian berbasa-basi pada Nathan.
"Bareng Nadine tadi. Gadis itu akan mengomel jika aku dan papa datang terlambat," sahut Nathan seraya terkekeh.
"Ini pertandingan perdana Nadine, jadi pasti dia ingin menunjukkan performa maksimal hari ini," timpal Christian dengan pendapatnya sendiri.
Nathan hanya mengangguk mengiyakan kata-kata Christian.
"Bagaimana dengan beasiswa di Universitas itu, Chris? Kau jadi mendaftar?" Papa Dion yang duduk di sebelah Nathan ikut bertanya pada Christian.
"Chris sudah mendaftar, Om. Tinggal mengikuti tesnya saja," jawab Christian tersenyum tipis.
__ADS_1
"Bagaimana dengan orang tuamu? Mereka tidak lagi menentang?" tanya Nathan penasaran.
"Kami sempat berdebat panjang. Tapi aku berhasil meyakinkan mereka kalau kegiatan basketku tidak akan mempengaruhi kuliahku nantinya. Dan mereka juga yang menentukan jurusan apa yang aku ambil. Jadi, akhirnya mereka setuju meskipun masih ragu" jelas Christian panjang lebar.
"Kau akan menjadi pemain basket profesional sekaligus pebisnis handal nantinya," ujar Nathan seraya menepuk punggung Christian.
Christian terkekeh,
"Semoga aku tidak kelimpungan menghadapi keduanya," timpal Christian cepat.
"Belajar saja pada ahlinya!" Nathan menunjuk kearah papa Dion.
Christian mengernyit tak mengerti.
"Papaku dulu seorang pebisnis sebelum menjadi seorang coach," jelas Nathan seakan menjawab kebingungan Christian.
"Itu hanya pekerjaan sampingan, Nathan," sahut papa Dion merendah.
"Om benar-benar hebat dan pekerja keras," puji Christian cepat.
"Jangan memuji berlebihan seperti itu! Om yakin kau akan bisa lebih hebat lagi," sahut papa Dion seraya tersenyum.
Christian hanya menanggapi kata-kata papa Dion dengan sebuah anggukan.
Para pemain dari kedua tim sudah selesai melakukan warming up. Kini mereka sudah menempati posisi masing-masing dan bersiap untuk lemparan bola pertama.
Priit!
Peluit tanda dimulainya pertandingan serta quarter pertama sudah berbunyi. Para pemain sudah fokus pada pertandingan.
Pun dengan para penonton yang juga sudah fokus menyaksikan pertandingan hari ini. Sesekali para pendukung dari kedua sekolah meneriakkan yel yel untuk membakar semangat para pemain di court.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
Jangan lupa like, komen, dan vote 🏀
__ADS_1