Nadine & Nathan

Nadine & Nathan
#64


__ADS_3

"Pa!" Nathan duduk di sofa di samping papa Dion yang sedang fokus membaca kertas di tangannya.


Sepertinya itu profil tentang beberapa pemain baru yang akan di rekrut.


"Ada apa, Nathan?" Tanya papa Dion masih fokus pada kertas di tangannya.


"Nathan mau pindah klub musim depan," ucap Nathan to the point.


Papa Dion langsung meletakkan kertas yang tadi ia pegang ke atas meja. Pria paruh baya tersebut melepas kaca mata bacanya dan ganti menatap pada Nathan.


"Kenapa?"


Nathan mengendikkan kedua bahunya,


"Nathan lelah, Pa," jawab Nathan lesu.


Nadine yang baru keluar dari dapur seraya membawa sepiring potongan buah, menghentikan langkahnya dan ikut mendengarkan percakapan dua pria di ruang tengah tersebut. Sepertinya tadi Nadine mendengar Nathan mau pindah klub.


"Berapa kali papa bilang, untuk tidak perlu menghiraukan rumor-rumor tidak jelas itu, Nathan!"


"Kalau kamu ingin menjadi seorang pebasket profesional, kamu harus tahan dengan badai rumor yang akan selalu menghampirimu. Kamu ingat pepatah, semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menghempas." Nasehat papa Dion panjang lebar.


"Bukan itu masalahnya, Pa! Nathan lelah menjadi pemain cadangan di setiap pertandingan."


"Skill yang Nathan punya berasa nggak guna kalau Nathan terus-terusan bertahan di Putra Garuda," jelas Nathan dengan nada sedih.


"Emang udah ada klub yang ngasih kamu tawaran, Nath?" Tanya Nadine yang sudah duduk di sofa tak jauh dari papa Dion dan Nathan.


"Udah ada," Nathan menatap pada saudara kembarnya tersebut.


"Klub Bima Persada," sambung Nathan lagi.


Papa Dion menghela nafas.


"Kamu yakin akan masuk ke klub itu?" Tanya papa Dion dengan nada ragu-ragu.

__ADS_1


"Klub itu memang tidak sebesar Putra Garuda, Pa! Tapi Nathan yakin, skill Nathan akan lebih terasah di sana."


"Lagipula, lebih baik Nathan main di klub kecil tapi punya banyak jam terbang, daripada di klub besar tapi cuma mengisi bangku cadangan," Nathan tersenyum kecut.


"Padahal kamu hanya perlu bersabar, Nathan!" Papa Dion sepertinya masih sedikit keberatan.


Nathan menggeleng,


"Keputusan Nathan sudah bulat, Pa!" Ujar Nathan denagn nada bersungguh-sungguh.


"Tapi, Nath-"


"Pa!" Nadine menyela kalimat papa Dion.


"Tolong hormati keputusan Nathan kali ini!" Pinta Nadine memohon.


"Nathan yang akan menjalani semuanya, jadi Nathan pasti tahu mana yang terbaik untuk kariernya saat ini," imbuh Nadine lagi


Papa Dion kembali menghela nafas.


"Baiklah, kalau memang itu keputusanmu, Nathan," ucap papa Dion pada akhirnya.


"Tapi papa mau kamu tunjukkan performa terbaik kamu dan membuktikan kalau kamu tetap bisa berkembang di klub manapun kamu bermain," ujar papa Dion lagi penuh harap.


Nathan mengangguk dengan mantap.


"Pasti, Pa! Nathan akan membuktikannya," ucap Nathan bersungguh-sungguh.


Nadine segera beranjak dan menepuk punggung saudara kembarnya tersebut.


"Semangat, Nathan!"


****


"Kapan kau akan pulang lagi?" tanya Nadine pada Christian yang terlihat sedang sibuk bermain game.

__ADS_1


Nadine sedang video call dengan teman rasa pacarnya tersebut.


"Kenapa memang? apa kau merindukanku?" tanya Christian menggoda.


"Tidak! Aku hanya bertanya," sanggah Nadine cepat.


"Hmmm. Aku yang udah kangen jalan sama kamu padahal," ujar Christian memulai gombalannya.


Nadine terkekeh.


"Bagaimana turnamen hari ini?" Christian mengalihkan topik pembicaraan.


"Lancar dong! Dan seperti bisa, tim Nadine menang," jawab Nadine pamer.


"Hmmm. Nanti kalau lawan aku, Nadine pasti kalah," timpal Christian seraya terkekeh.


"Mustahil! Kamu saja nggak pernah latihan di sana," cibir Nadine meremehkan.


"Kata siapa? Aku rajin latihan di sini. Ada minicourt juga di depan apartemenku," jawab Christian pamer.


"Wow! Keren dong. Jadi pengen kesana menikmati musim dingin," ujar Nadine antusias.


"Kesini gih! Aku beliin tiket!"


"Hoho. Aku minggu depan ujian. Kesananya di pending aja. Atau nunggu kamu pulang sekalian," sahut Nadine mencari alasan.


"Alasan terus!" timpal Christian kesal.


Nadine hanya terkekeh


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini 🏀


__ADS_2