Noda Pengantin

Noda Pengantin
General Manager Baru


__ADS_3

Keadaan kantor pagi ini terlihat cukup beda dari biasanya, sepertinya semua staff tengah bersiap untuk menyambut kedatangan dari General Manager baru di perusahaan Aline Group ini.


Grey baru saja sampai di ruang kerjanya, dan saat ia menyimpan tas hitam di meja kerjanya, ia langsung diajak pergi oleh Shasha, untuk ikut menyambut GM baru mereka.


“Aduh Sha… pelan-pelan dong jalannya!” gerutu Grey yang merasa tidak nyaman ketika tangannya ditarik kencang oleh Shasha.


“Ih… kamu ini, udah telat, malah mau nyantai! Bentar lagi mobil GM-nya dateng loh.” Shasha berkata begitu heboh. Grey yang tengah malas, hanya bisa berdecak, membiarkan sahabatnya itu menariknya dengan pasrah.


Kini, Grey dan Shasha pun kembali turun ke lantai bawah menaiki lift. Beberapa pegawai yang lain juga beramai-ramai untuk menyambut GM baru mereka. Dan begitu lift terbuka, mereka yang ada di dalam lift, langsung menghambur buru-buru keluar.


Tampak wajah-wajah para pegawai wanita yang begitu bersemangat, bahkan sebagian pegawai wanita yang masih single, mereka disibukkan dengan me-touch up makeup mereka, serta merapikan pakaiannya.


Seluruh karyawan sudah baris berjajar, memberikan jalan khusus untuk Sang GM nanti. Dan waktu yang dinantikan pun akhirnya tiba. Shasha dengan hebohnya kegirangan sendiri saat melihat mobil GM yang sudah terparkir di depan lobby kantor.


Secara tidak sadar Shasha mencengkeram erat bahu Grey saking groginya. “Ya ampun Grey … kok aku jadi deg-degan gini ya,” ucapnya pelan, dengan kedua netranya yang masih fokus melihat ke arah pintu masuk. Semenatara Grey, ia hanya bisa berdecak kesal, merasa tidak nyaman dengan tangan Shasha yang terus bergelayut di lengannya.


"Aduh, Sha, bisa enggak megangnya jangan erat-erat gini, lenganku sakit!" protes Grey.

__ADS_1


"Ah iya, maaf-maaf, aku lupa hehe." Gadis itu hanya menyengir merasa tidak berdosa.


Di luar sana, sebuah mobil hitam bermerek mercy, sudah terparkir. Perlahan pintu mobil terbuka. Diikuti oleh turunnya sepasang kaki berpentofel hitam pekat dan glowing. Celana hitamnya tampak begitu sangat rapi, nyeripit bagai lipatan sempurna.  Pun jasnya yang ia angsurkan ke atas bahunya, dirapikannya, semakin membuat tampilannya begitu mempesona.


Semua mata memandang ke arahnya. Lelaki dengan wajah tampan, postur tubuh yang sangat tinggi dan memiliki bentuk tubuh yang nyaris sempurna. Karismanya seolah memanah semua mata yang tengah melihatnya.


Shasha bahkan sampai mangap, dan bengong saking terpesona. “Gila! Ini orang apa bukan sih? Cakep bener,” gumam Shasha begitu melihat Tuan GM yang tengah melangkah masuk ke dalam lobby.


Lelaki itu melambaikan tangannya sebentar, menandakan say hay kepada para pegawai lainnya, dan yang semakin membuat mereka terpesona adalah, saat senyuman yang dia lemparkan tampak sangatlah manis, menusuk ke relung hati, bahkan tak sedikit dari para pegawai wanita yang kegirangan histeris.


“Ya Allah ... indah sekali ciptaanmu. Bolehkan saya meminta yang ini saja ya Allah," lirih Shasha berdoa dalam harapannya.


“Lihat, dia natap ke sini, Grey.” Shasha semakin kegirangan begitu tatapan Tuan GM mengarah padanya.


"Grey, ganteng banget, Grey!" pekiknya pelan, namun ada yang aneh, sejak tadi sahabatnya itu tidak meresponnya.


Shasha pun menoleh, dan ia mendapati Grey yang tengah diam terpaku dengan mimik wajahnya yang tampak seperti orang terkejut melihat hantu.

__ADS_1


Kedua mata Grey tampak melebar, pun mulutnya yang sedikit menganga. Ia menolak untuk percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


“Grey, kamu kenapa?” tanya Shasha panik.


“Dia? … Kenapa dia bisa ada di sini?” gumamnya pelan, nyaris tidak terdengar, menatap bengong ke arah Tuan GM.


“Dia?” Shasha menyadarinya, lalu menoleh ke arah Tuan GM yang masih melayangkan tatapannya ke arah mereka.


“Kamu kenal dia Grey?” tanya Shasha heran.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Waduh waduh waduh... lanjut enggak nih?


__ADS_2