Noda Pengantin

Noda Pengantin
Mendatangi Acara Pertunangan


__ADS_3

Happy reading and Enjoy.


***


Lalu Wisnu pun bergegas pergi untuk menemui rapat rahasia itu di ruang khusus. Akan tetapi, sesampainya di ruang khusus.


Ia begitu terkejut saat membuka pintu ruangan dan mendapati seseorang yang dikenalnya tengah duduk bersama Tuan Charlotte di atas sofa, di dalam ruangan sana.


“Kau ...."


“Wisnu,” ucap seorang lelaki yang duduk di samping Tuan Charlotte.


Wisnu pun tersenyum ke arah lelaki itu, mendekat lalu berjabat tangan sejenak berpelukan mengadukan bahu mereka, dan mengusap bahu.


“Kamu ...” Wisnu memandangnya lalu melirik ke arah Tuan Charlotte.


“Dia bosku, aku yang menjadi juru bahasanya,” ucap Langit, teman sebangku Wisnu saat SMP.


“Ohh ya ya ya.” Lalu mereka semua pun duduk di tempatnya masing-masing. Wisnu yang awalnya sedang badmood, sekarang sedikit lebih membaik.


Lalu Wisnu pun segera membuka sesi meetingnya dengan Tuan Charlotte, dan Langit yang menjelaskannya dalam bahasa Inggris yang dipahami oleh Tuan Charlotte.


Setelah selesai meeting, Langit meminta kontak pribadi kepada Wisnu. Wisnu pun memberikannya.


“Oke, thanks ya. Kapan-kapan kita ngopi bareng lah,” ucapnya saat berpamitan.


“Oke, aku tunggu,” balas Wisnu. Lalu Langit dan Tuan Charlotte pun keluar dari ruangan tersebut, di susul oleh Wisnu.


Wisnu tersenyum, memandang mereka. “Gak nyangka banget bisa ketemu dia,” gumamnya memandang Langit dan Tuan Charlotte yang tengah memasuki lift.


Wisnu menyenderkan tubuhnya di tembok, memandangi bayangan mereka yang kini sudah ditelan oleh lift. Tiba-tiba, sebuah ide terpintas dibenaknya.


Wisnu tersadar akan kejadian yang sudah bertahun-tahun lamanya. Ia teringat akan kasus Langit saat di SMP. Kasus mengenai video Langit yang hendak menembak gebetannya pakai video yang disambungkan ke inject proyektor di sekolah, yang membuat si wanita merasa malu, dan langsung menolak cinta Langit saat itu juga.


“Ah iya, ide yang bagus!” gumamnya begitu semangat.


Seolah mendapat hadiah lotre, Wisnu yang awalnya depressi kini berubah jadi senang sekali. Bahkan ia tersenyum sepanjang jalan menyusuri koridor menuju ruang kerjanya.

__ADS_1


Para karyawan yang melihat mimik wajah Wisnu pun mereka semakin terheran-heran, karena mempunyai bos yang memiliki kepribadian aneh. Seperti memiliki kepribadian ganda.


“Lihat saja kau, Gabriel, aku akan memberikan kejutan untukmu,” ucap Wisnu penuh maksud.


***


Malam harinya, di kediaman Aurel, tepatnya di halaman belakang rumahnya, kini dekoran indah sudah terpampang di sana. Backdrop yang indah dan mewah sudah terpasang, tiang-tiang rumah yang dihias oleh kain tile dan kain glitter serta tidak lupa dibagian-bagian tertentu dipasang lampu tumblr berwarna gold bergemerlapan membuat suasana semakin terasa indah dan mewah.


Aurel sudah berdandan sebegitu cantiknya. Dan ia pun keluar menemui para tamu yang sudah hadir sejak satu jam lalu.


Sementara itu, di kediaman Wisnu. Lelaki itu sudah bersiap untuk pergi ke acara pertunangan Aurel. Ia mengenakan jas dengan setelah berwarna navy, dan kemeja putih di dalamnya. Tampilannya benar-benar sangat berkarismatik.


Grey menatap suaminya yang sudah rapi dan wangi itu dengan heran. “Mas, kamu mau ke mana?” tanya Grey yang baru saja masuk ke dalam kamar setelah membuat susu di dapur.


“Aku ada urusan ke luar,” jawabnya begitu simple seraya membenarkan jas yang ada di lehernya.


“Oh ... begitu ya. Oh ya, di bawah ada Aryo,” ucap Grey memberi tahu.


Wisnu sejenak menghentikan tangannya yang tengah merapikan dasi di lehernya. Lalu menoleh ke arah Grey. “Ngapain dia ke sini malam-malam?” tanyanya melirik sinis.


“Katanya mau pergi ke acara tunangan temennya, aku barusan di ajak, tapi gak mau ah, mending di rumah aja, istirahat,” jawab Grey, lalu melangkah mendekati tempat tidur.


“Aryo!” panggil Wisnu.


Aryo menoleh ke belakang, di mana Wisnu sudah berdiri di dekatnya.


“Aryo, kau diundang juga?” tanya Wisnu tanpa berbasa-basi.


Aryo tersenyum sambil mengangguk mengiyakan. “Hm, pasti diundang lah, ‘kan aku temannya juga,” jawabnya.


“Apa kau berangkat sendiri?” tanya Aryo lalu menoleh ke arah tangga, berharap Grey akan ikut dengannya.


“Hm, aku sendiri,” jawab Wisnu mengangguk pelan.


“Loh, memangnya Grey enggak diajak?” seloroh Cakra bertanya.


Wisnu menggeleng pelan. “Enggak, mau istirahat katanya,” jawab Wisnu.

__ADS_1


“Kalo gitu, aku ikut mobil kamu gak apa-apa ‘kan?” tanya Aryo penuh harap.


Wisnu terdiam sejenak. “Boleh tapi kamu yang nyetir,” jawabnya langsung melemparkan kunci mobilnya kepada Aryo. Aryo pun dengan sigap menangkapnya. Lalu mereka pun berpamitan untuk segera pergi.


Di dalam mobil, mereka masing-masing terdiam, tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Sesekali Aryo melirik ke arah Wisnu, yang sepertinya sedang melamunkan sesuatu. Aryo menyeringai, ia dengan jelas dapat melihat kebimbangan di wajah Wisnu. Karena yang Aryo tahu, Wisnu memang menyukai Aurel sejak dulu. Bahkan sejak SMA.


“Pasti, dia lagi mikirin buat gagalin acara pertunangan si Aurel,” gumam Aryo dalam hati.


Selago fokus menyetir, Aryo mulai membuka pembicaraan. “Nu, kamu memangnya udah siap ngelihat sahabat yang paling kamu sayangi itu tunangan sama cowok lain?” tanya Aryo memecah keheningan.


Wisnu yang tengah melamun, langsung mengerjap lalu menoleh ke arah saudara tirinya tersebut. “Ya, kamu peka aja,” jawabnya simple.


Aryo menyeringai, lalu kembali menoleh kepada Wisnu. “Kamu punya rencana?”


Wisnu mengernyit heran. “Rencana? ... Maksud kamu?” pura-pura tidak mengerti.


“Ya, kali aja kamu udah nyiapin rencana kejutan yang wah gitu buat Aurel. Dia ‘kan orangnya suka sama kejutan. Bawain badut contohnya,” ucap Aryo sedikit terkekeh.


“Oh, itu ... udah kemarin, dia minta sepatu buat dipake sekarang ini.”


“Itu mah bukan kejutan, tapi cuma hadiah!” balas Aryo. “Dengerin ya, Nu. Kalau aku jadi kamu, punya cewek yang disuka terus mau tunangan sama cowok lain, udah deh langsung aku hancurin aja tuh pestanya,” lanjut Aryo. Membuat Wisnu termenung.


Padahal Aryo bukan hanya menghancurkan acaranya, tapi menghancurkan hidup si ceweknya, dan itu yang terjadi saat Grey akan menikah dengan saudara tirinya tersebut.


Wisnu sedikit canggung mendengarnya. “Haha, enngak lah, aku gak sejahat itu,” jawabnya terkekeh, padahal di dalam otaknya kini, tengah ada rencana besar yang sudah ia susun sejak tadi.


.


.


.


Bersambung....


Mohon maaf ya updatenya tersendat, soalnya saya harus bolak-balik ke rumah sakit nganter suami berobat ke fisioterasi syaraf. Mohon doanya ya mentemen, semoga suami saya bisa secepatnya sembuh dan saya bisa rajin update lagi.

__ADS_1


Eh btw jangan lupa komen di bawah ya, kira-kira apa ya yang bakalan dilakukan sama Wisnu di acara pertunanngan Aurel?


__ADS_2