Noda Pengantin

Noda Pengantin
Malam Tidak Terlupakan


__ADS_3

***


“Mas, k-kamu ….” Bibir Wisnu terlebih dahulu membungkam mulut Grey, membuat Grey langsung membulatkan kedua matanya, begitu sentuhan lembut nan hangat itu menempel di bibirnya. Sentuhan yang semakin membuat jantung Grey terasa berdisko kencang tak beraturan.


Kedua tangan Wisnu memegang pinggang Grey, menariknya hingga tubuh mereka saling menempel satu sama lain.


Sentuhan bibir itu, semakin lama terasa semakin panas, membuat Grey tak bisa lagi menahan nafasnya. Wanita itu mencoba menolak, meski desiran darah di tubuh seolah merespon dengan baik.


“Tidak, ini tidak benar. Dia mabuk, dia melakukannya dengan tidak sadar,” batin Grey memejamkan matanya dalam-dalam.


Grey  menarik paksa tubuhnya dari dekapan Wisnu, dan akhirnya ia pun berhasil melepaskan ciuman dari suaminya itu.


“Mas, sadar, Mas,” ucap Grey, masih dengan posisinya yang berdiri di dekat lemari.


“Kenapa?” tanya Wisnu dengan kedua matanya yang sayu, menatap Grey dengan begitu bingung.


“Mas, kamu itu mabuk!”


“Apa kau menolakku?” tanya Wisnu, kini tatapannya berganti sangat serius.


Grey terdiam, ia menautkan kedua alisnya merasa heran dengan suaminya tersebut.


“Katakan! Apa kau menolakku?!” serunya, begitu emosi.


Grey yang melihat keanehan di dalam diri Wisnu, tiba-tiba bulu kuduknya merinding, ia merasakan hawa aneh di sekitarnya.


“Mas, ingat perkataanmu waktu itu."

__ADS_1


Sret ….


Wisnu langsung menarik kembali tubuh Grey, mendekapnya dengan erat lalu kembali membenamkan bibirnya dengan bibir Grey. Lelaki itu benar-benar sudah berada di luar kendali naffsunya sebagai lelaki.


Entah apa yang ada di dalam pikiran Wisnu saat ini, tetapi lelaki itu terlihat sangat bernaffsu sekali. Ia kembali memberikan sentuhan-sentuhan yang mampu membuat Grey mende-sah tidak tahan. ******* bibir yang ia berikan kepada Grey, membuat wanita itu hanya bisa pasrah sambil meneteskan air matanya.


Di dalam hati, Grey ingin menolak semuanya, tetapi di satu sisi, tubuhnya seolah menerima semua rangssangan yang diberikan oleh suaminya.


“Tidak, ini tidak benar. Mas Wisnu belum tahu kalau aku sudah pernah dinodai oleh adiknya, aku harus menagtakannya sekarang,” batinnya, saat tangan Wisnu mulai bergeriliya menjamah tubuhnya.


"Mas! Hentikan!" teriak Grey mendorong tubuh Wisnu, hingga tubuh lelaki itu sedikit menjauh darinya.


"Mas, jangan lakukan ini sekarang, aku tidak mau kau menyesal nantinya. Lagi pula, a-aku--" Berat rasanya Grey ingin mengatakan kebenaran itu semua. Tenggorokannya seolah tercekat, air matanya semakin berlinang membasahi kedua pipinya.


Di sisi lain, ia ingin mengatakan semua kejujuran tentang dirinya, tapi di sisi lain, Grey ketakutan karena teringat akan ancaman om dan tantenya. Lagi pula, kalau ia jujur sekarang kepada Wisnu, bisa saja ia langsung diceraikan, dan menjadi janda. Serta bisa saja, ancaman tante dan omnya itu menjadi kenyataan buruk baginya.


"Ya Allah, bagaimana ini?" batinnya.


Sementara itu, Wisnu masih dirundung dengan rasa nafsunya. Melihat Grey yang berpenampilan cukup sexxy didepannya, membuat gaiirah kelakiannya meningkat.


Dengan pikiran yang setengah sadar, ia tidak terlalu menghiraukan perkataan Grey barusan. "Hei, Grey, ingatlah, kau adalah wanita yang berstatus sebagai istriku, kau sudah dijual oleh ommu, dan karena aku telah membelimu kau harus melayaniku, Grey! Aku ini suamimu!" teriak Wisnu.


Grey ketakutan, ia melangkah ke sisi kanan, mencoba untuk melarikan diri dari kamar, namun tatapan mata Wisnu semakin tampak murka padanya. Lelaki itu menahan lengan Grey yang hendak menjauh darinya.


"Mau kemana kau, Grey?!" tanyanya dengan suaranya yang terdengar berat.


"Mas, tolong ... jangan lakukan ini. Aku tidak mau kau menyesal, Mas."

__ADS_1


"Aku akan semakin menyesal jika aku tidak menyalurkan keinginanku, Grey!" serunya, langsung menarik tubuh Grey ke dalam dekapannya, ia kembali menciumi bibir Grey dengan cukup kasar. Membuat Grey semakin menumpahkan air matanya dengan deras.


Rasa takut dan bayang-bayang saat dinodai oleh Aryo, kini tergambar jelas dibenaknya. Meski sebenarnya yang melakukan saat ini adalah suaminya yang lebih berhak dan lebih wajib, tapi entah kenapa, mental Grey seolah tidak siap. Ia benar-benar ketakutan.


Wisnu semakin menggila, pun gairahnya yang semakin meningkat. Perlahan ia menggiring tubuh Grey ke tempat tidur. Dan sesampainya di tepi tempat tidur, Wisnu langsung mendorong dan menjatuhkan tubuh Grey, membuat Grey langsung terlepas darinya dan terbaring di tempat tidur.


Dan di saat seperti ini lah Grey mencari kesempatannya agar ia bisa lepas dari Wisnu. “Aku harus menyadarkannya,” batin Grey masih berusaha.


“Mas, jangan lakukan ini di luar kesadaranmu, Mas,” ucap Grey mencoba bangkit.


Wisnu langsung melepaskan celana bokser yang dipakainya, membuat Grey semakin takut sejadi-jadinya. “Aku sadar, Anggreya!” tegasnya, langsung membuat Grey tercengang tak menyangka.


‘Bagimana bisa dia melanggar aturannya sendiri? Apa yang terjadi? Apa dia kerasukan setan?’ batin Grey, tenggelam dalam pikirannya.


“Tidak! Kamu harus sadar, Mas. Ingat perkataanmu waktu itu, bukankah kau tidak menginginkanku? Bukankah kau tidak menginginkan pernikahan ini, Mas?”


“Diam!” teriaknya begitu emosi langsung mengungkung tubuh Grey di atasnya.


Wisnu benar-benar dalam emosi yang tidak stabil, entah apa yang sebenarnya terjadi dengan lelaki itu, tetapi saat ia melihat Grey dengan pakaiannya saat ini, sebagai lelaki sejati hal tersebut memang sangat memancing birahinya.


Wisnu menarik tali kimono yang melingkar di tubuh Grey. Dan kini kedua matanya disuguhi pemandangan indah dari tubuh Grey yang sebenarnya, body Grey dimata Wisnu sangat-sangat sesuai seleranya, begitu mulus, molek serta dua puncak gunung yang tampak besar menggembung menggugah seleranya.


“Tidak, Mas ….” Grey masih mencoba memberontak, tetapi lengannya kini sudah terkunci oleh tangan Wisnu yang mencengkeramnya erat.


“Aku tidak menerima penolakan! Dan aku tidak suka jika ada orang yang membantahku!” ucapnya memandang Grey dengan penuh nafsu.


Inilah Wisnu yang sebenarnya. Memiliki kepribadian ganda, yang terkadang membuat orang bingung dan sulit mempercayainya. Bahkan saat ini pun, Grey masih terkejut dengan sikap Wisnu yang terbilang sedikit kasar padanya.

__ADS_1


Wisnu yang biasanya dingin dan cuek, kini menjadi galak dan ganas. Jauh dari Wisnu yang selama beberapa hari ini dikenalnya. Mungkin, ini juga yang menjadi titik awal bagaimana Grey bisa mengenal lebih dalam siapa suaminya itu.


__ADS_2